Keluarga Yang Dapat Pahala Qurban, Siapa Saja? | rumahfiqih.com

Keluarga Yang Dapat Pahala Qurban, Siapa Saja?

Aini Aryani, Lc Sat 18 August 2018 18:08 | 1008 views

Bagikan via

Mayoritas ulama madzhab As-Syafi'iyah mengatakan jika dalam satu keluarga ada yg menyembelih hewan qurban, maka pahala qurban itu diberikan pada si pequrban dan juga pada keluarganya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al-Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Muslim 13/122 :

قوله صلى الله عليه وسلم (اللهم تقبل من محمد وآل محمد ومن أمة محمد) رواه مسلم: واستدل بهذا من جوز تضحية الرجل عنه وعن أهل بيته واشتراكهم معه في الثواب وهو مذهبنا ومذهب الجمهور

"Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi 'Ya Allah terimalah qurban dari Muhammad, dari keluarga Muhammad dan dari ummat Muhammad (HR. Muslim)', hadits ini adalah dalil bolehnya seseorang berqurban atas dirinya dan keluarganya, dan mereka bersekutu dalam pahala qurbannya. Inilah yang dipilih dalam madzhab kami dan oleh mayoritas ulama fiqih pada umumnya."

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّةٌ

"Hendaklah setiap satu 'ahlu bait' (keluarga) menyembelih satu qurban setiap tahunnya" (HR. Abu Daud)

Abu Ayyub Al-Anshori saat ditanya:

كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

"Bagaimanakah qurban yg dilaksanakan di masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam? Ia menjawab: Seseorang berqurban dengan seekor kambing atas dirinya dan ahlu baitnya (keluarganya)"
(HR. Tirmidzi)

Dari dalil dan pernyataan di atas, mayoritas ulama khususnya dari madzhab As-Syafiiyah berpendapat bahwa 1 jatah qurban berupa 1 ekor kambing, 1/7 sapi atau 1/7 unta disembelih atas nama 1 orang. Namun pahalanya musytarak atau diberikan kepada dirinya sebagai pequrban dan pada keluarganya (ahlul baitnya) juga.

Yang menjadi perbedaan pendapat adalah kata 'ahlu bait' (dalam bahasa indonesia biasa diterjemahkan sebagai 'Keluarga'). Keluarga yang bagaimanakah yang akan ikut mendapatkan pahala qurban tersebut.

1. Tinggal Serumah Dengan Pequrban.

Sebagian ulama madzhab As-Syafiiyah berpendapat bahwa keluarga yg ikut mendapat pahala qurban adalah yg orang-orang tinggal serumah dengan si pequrban.

Al-Khatib As-Syirbini dan As-Syihab Ar-Ramly termasuk yg mendukung pendapat ini. Dalam "Fatawa Ar-Ramly" (4/67) disebutkan :

سئل الشهاب الرملي رحمه الله :
" سئل : هل تتأدى سنة التضحية عن جماعة سكنوا في بيت ، وليس بينهم قرابة بتضحية واحد منهم ؟
فأجاب :
"نعم تتأدى".

As-Syihab Ar-Ramly ditanya:
"Jika salah satu anggota rumah itu berqurban, apakah pahala kesunnahan qurban itu memberi bagian pada orang-orang yg tinggal serumah (dengan pequrban), walaupun tidak ada hubungan kekerabatan diantara mereka?
Ar-Ramly menjawab : Benar."

Jika merujuk pada pendapat Ar-Ramly, maka istri & anak-anak dari si pequrban, pembantu, satpam, dll, yang tinggal serumah dengan si pequrban akan ikut mendapatkan pahalanya.

2. Dalam Tanggungan Nafkah Pequrban.

Ulama lain dari madzhab Syafii berpendapat lain. Keluarga yg ikut mendapat pahala qurban adalah orang-orang yg berada dalam tanggungan nafkah si pequrban.

Ibnu Hajar al-Haitami termasuk yg mendukung pendapat ini. Dalam "Tuhfatul Muhtaj" 9/345 Al-Haitami mengatakan :

ويحتمل أن المراد بأهل البيت هنا : ما يجمعهم نفقةُ مُنفِقٍ واحد ولو تبرعا .

"Kata ahlu bait (dalam hadits diatas) bermakna orang-orang yg berada dalam tanggungan nafkah orang yg sama, walau nafkah yg bersifat sunnah"

Artinya, jika si pequrban punya anak dan istri yg tidak tinggal serumah dengannya, namun berada dalam tanggungan nafkah si pequrban, maka mereka ikut mendapat pahala qurbannya.

3. Serumah, Dinafkahi, dan Punya Hubungan Keluarga Dengan Pequrban.

Madzhab Maliki memberi 3 syarat yg harus dipenuhi agar ikut mendapat pahala qurban. Yakni:
a. Tinggal serumah dengan pequrban.
b. Dinafkahi oleh pequrban.
c. Punya hubungan kekerabatan dengan pequrban.

Jika satu poin itu tidak terpenuhi, maka tidak bisa ikut kebagian pahala qurbannya. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Bin Yusuf al-Abdari dalam kitabya "At-Taj Wal Iklil" ( 4/364):

إن سكن معه ، وقرب له ، وأنفق عليه وإن تبرعا

"(Syaratnya adalah) jika tinggal serumah dengan pequrban, punya hubungan kekerabatan dengannya, dan dinafkahi olehnya walau nafkah yg sifatnya sunnah".

Kesimpulan

Mayoritas ulama dari madzhab As-Syafiiyah berpendapat bahwa jika dalam 1 keluarga ada yg menyembelih 1 qurban, maka pahala qurban itu diberikan padanya dan kepada keluarganya juga. Namun para ulama berbeda pendapat tentang kriteria keluarga yang ikut mendapat pahala qurban. Sebagian ulama mengatakan bahwa kriterianya adalah orang-orang yang tinggal serumah dengan si pequrban. Sebagian yang lain mengatakan bahwa yang ikut mendapat pahalanya adalah mereka yang berada dalam satu tanggungan nafkah dengan si pequrban. Ada pula yang mensyaratkan 3 hal sekaligus, yakni serumah, punya hubungan kekerabatan, dan dinafkahi oleh si pequrban. Wallahu a'lam bishshawab.

Aini Aryani, Lc.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Hari Arafah Ikut Waktu Wuquf atau Ikut Isbat Tiap Negara Saja?
Firman Arifandi, Lc., MA | 16 August 2018, 20:34 | 2.955 views
Serba Serbi Qadha Puasa
Siti Chozanah, Lc | 6 July 2018, 11:02 | 696 views
Fiqih dan Madzhab dalam Frame Sejarah (PART II)
Firman Arifandi, Lc., MA | 25 June 2018, 13:11 | 851 views
Fiqih dan Madzhab dalam Frame Sejarah (PART I)
Firman Arifandi, Lc., MA | 22 June 2018, 12:59 | 998 views
Sembelihan Ahli Kitab Zaman Sekarang Masihkah Dihalalkan?
Firman Arifandi, Lc., MA | 19 June 2018, 13:49 | 1.392 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Keluarga Yang Dapat Pahala Qurban, Siapa Saja?
Aini Aryani, Lc | 18 August 2018, 18:08 | 1.008 views
Menyentuh Kemaluan, Apakah Membatalkan Wudhu?
Aini Aryani, Lc | 22 June 2016, 04:55 | 4.789 views
Mengapa Kita Harus Menghindari Makanan Haram?
Aini Aryani, Lc | 17 February 2016, 10:10 | 2.713 views
Antara Fatwa dan Taqwa
Aini Aryani, Lc | 16 June 2014, 06:52 | 5.134 views
Beauty Is Pain, Isn't It?
Aini Aryani, Lc | 3 April 2014, 10:20 | 5.288 views
Lupa Baca Bismillah Saat Menyembelih
Aini Aryani, Lc | 7 December 2013, 10:30 | 5.661 views
Taqwa & Fujur (Dua Sisi Yang Berbeda)
Aini Aryani, Lc | 29 November 2013, 22:44 | 4.971 views
Pilih Mana: Ahli Syariah atau Ahli Ibadah?
Aini Aryani, Lc | 19 November 2013, 12:43 | 5.397 views
Haramkah Potong Rambut dan Kuku Waktu Haidh?
Aini Aryani, Lc | 12 August 2013, 19:06 | 6.213 views
Belum Qadha' Puasa Hingga Ramadhan Berikutnya, Bagaimana Hukumnya?
Aini Aryani, Lc | 3 August 2013, 16:50 | 5.502 views
Suara Wanita Aurat, Masak Sih?
Aini Aryani, Lc | 30 July 2013, 08:59 | 5.819 views
Wanita Hamil & Menyusui : Qadha' atau Fidyah?
Aini Aryani, Lc | 4 July 2013, 06:33 | 6.682 views
Mengapa Terjadi Ikhtilaf Dalam Fiqih?
Aini Aryani, Lc | 21 April 2013, 00:53 | 7.096 views
Al-Muzani dan At-Thabary Membolehkan Wanita Mengimami Laki-laki, Benarkah?
Aini Aryani, Lc | 3 April 2013, 05:49 | 5.328 views
Darah Terputus-putus; Antara Haid & Istihadlah
Aini Aryani, Lc | 25 March 2013, 22:40 | 10.650 views
Halal Haram Menyambung Rambut
Aini Aryani, Lc | 5 March 2013, 08:23 | 5.336 views
Denda Berjima' Saat Haid
Aini Aryani, Lc | 18 February 2013, 09:10 | 4.947 views
Islam Cenderung Patriarkal, Benarkah?
Aini Aryani, Lc | 12 February 2013, 14:15 | 5.063 views
Masa Iddah, Istri Masih Berhak Dinafkahi?
Aini Aryani, Lc | 7 February 2013, 09:01 | 5.493 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA18 tulisan
Galih Maulana, Lc16 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Azizah, Lc0 tulisan
Wildan, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Maharati Marfuah Lc0 tulisan
Solihin, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan