Karena Khabar Ahad Bukan Hujjah | rumahfiqih.com

Karena Khabar Ahad Bukan Hujjah

Firman Arifandi, Lc., MA Sun 3 November 2019 20:03 | 300 views

Bagikan lewat

 

Sangat terkenal bahwa madzhab Hanafi menolak hadist ahad dalam konteks kasus umum-al-balwa atau apa yang dimaksud dengan permasalahan yang sering terjadi. Sementara madzhab Syafi’i dengan sejumlah argumentasinya tetap menganggap kehujjahan hadist ahad nyaris tanpa syarat. Berangkat dari perbedaan konsep berdalil ini, kedua madzhab tersebut bisa berbeda pula dalam menghasilkan kesimpulan hukum.

Mengenal Khabar Mutawatir dan Ahad

            Khabar adalah lafadz yang berisi penyampaian pengertian yang memiliki kemungkinan benar dan bohong. Khabar dibagi menjadi dua, yakni mutawatir dan ahad. Sebagaimana disebutkan dalam nadzham waraqat:

وَالْخَبَرُ اللَّفْظُ الْمُفِيدُ الْمُحْتَمِل

صِدْقًا وَكِذْبًا مِنْهُ نَوْعٌ قَدْ نُقِلْ

 

تَوَاتُرًا لِلْعِلْمِ قَدْ أَفَادَ 

وَمَا عَدَا هَذَا اعْتَبِرْ آحَادَا

 

فَأَوَّلُ النَّوْعَيْنِ مَا رَوَاهُ 

جَمْعٌ لَنَا لِمِثْلِهِ عَزَاهُ

 

وَهَكَذَا إِلَى الَّذِي عَنْهُ الْخَبَرْ 

لَا بِاجْتِهَادٍ بَلْ سَمَاعٍ أَوْ نَظَرْ

 

وَكُلُّ جَمْعٍ شَرْطُهُ أَنْ يَسْمَعُوا 

وَالْكِذْبُ مِنْهُمْ بِالتَّواطِي يُمْنَعُ

Artinya:

Dan khabar adalah lafadz yang memberi pengertian dengan kemungkinan benar dan bohong. Di situ terdapat jenis riwayat tawatur (massal) yang meyakinkan, selain riwayat tawatur ini dianggap riwayat ahad.

Yang pertama dari dua jenis ini (mutawatir) adalah berita yang diriwayatkan orang banyak yang sumbernya juga dari orang banyak.

Dan demikian terus hingga kepada sumber khabarnya, berita tersebut bukan dengan ijtihad tapi didapat dari mendengar langsung atau melihatnya.

Setiap kelompok syaratnya harus mendengar langsung sehingga kebohongan dari mereka yang disepakatipun bisa tercegah.

 

          Berangkat dari nadzham di atas, khabar dibagi menjadi mutawatir dan ahad seperti halnya istilah yang berlaku dalam hadist.

 

Khabar Mutawatir

Khabar yang mutawatir dalam kitab al bahrul muhith fi ushulil fiqh karya imam Az-Zarkasyi didefinisikan dengan:

خبر جمع يمتنع تواطؤهم على الكذب من حيث كثرتهم عن محسوس

Khabar yang dibawa sekelompok orang berdasarkan jumlah periwayatnya yang terhindar dari kemungkinan bersekongkol atas kebohongan dengan obyek pemberitaan yang kongkrit.

 

Maka ada sejumlah poin penting sehingga sebuah kabar atau hadist dikatakan mutawatir, yakni:

  1. Diriwayatkan oleh sekelompok orang. Dalam madzhab syafi’i disyaratkan harus empat orang, sementara Hanafiyah berpendapat bahwa jumlahnya harus banyak dalam pandangan masyarakat sehingga tidak mungkin ada celah berbohong yang disengaja. Empat orang dianggap belum cukup karena dalam masalah persaksian kasus zina saja, empat orang saksi zina itu masih harus diverifikasi oleh hakim tentang sifat kejujuran mereka, ini artinya angka empat belum mengantarkan kepada keyakinan tidak adanya kebohongan.
  2. Jumlah banyak di setiap Generasi. Dalam disiplin periwayat hadist, sebuah hadist dianggap mutawatir jika periwayatnya di generasi tabiut tabiin, tabiin dan sahabat mencapai angka banyak yang meyakinkan tidak adanya persekongkolan.
  3. Objeknya harus hissi. Maksudnya bisa diindera melalui penglihatan atau pendengaran, jadi kalau berita yang dating dari khayalan, imajinasi, dan pemikiran tentu tertolak sekalipun dari jumlah yang banyak.

Khabar Ahad

Khabar ahad adalah khabar yang periwayatnya kurang dari batas mutawatir. Maka tentu saja dari segi kekuatannya, ahad tak seperti mutawatir karena tidak sampai menimbulkan keyakinan, itulah kenapa ada istilah khabar dzann (kabar yang masih asumtif). Tetapi sekalipun demikian, khabar ahad masih harus diamalkan sepanjang periwayatnya adalah orang yang memiliki sifat adil.

Kehujjahan Khabar Ahad : Syafi’i VS Hanafi

Imam Syafi’i menegaskan kehujjahan khabar ahad secara mutlak dengan sejumlah alasan sebagaimana berikut:

  1. Qiyas terhadap diterimanya persaksian  dua orang laki-laki, atau seorang laki-laki dan dua perempuan dalam persidangan. Padahal sudah jelas hakim akan mengecek sifat adil mereka.
  2. Rasulullah pernah mengutus 12 sahabat  untuk berdakwah ke 12 penguasa berbeda di tempat yang juga berbeda.
  3. Para sahabat tidak ada yang menolak khabar ahad dari sahabat lain untuk menjadi pijakan hukum.

Dalam pandangan madzhab Hanafi diyakini bahwa khabar ahad memang bisa diterima sebagai hujjah, namun spesial dalam masalah yang bernuansa umum-al-balwa (permasalahan yang umum terjadi) khabar ahad tidak layak dijadikan hujjah, bahkan menurut mereka urf lebih kuat kehujjahannya dibandingkan hadist ahad dalam kasus ini. Mereka beralasan bahwa secara logika, seharusnya kasus umum-al-balwa banyak diperdebatkan, didiskusikan, dan sehingga diriwayatkan orang banyak. Maka tidak sah kalau kemudian yang dijadikan pijakan berhukum sumbernya dari khabar ahad. Hal senada juga sebenarnya menjadi pendapat dari madzhab Maliki, yang beranggapan bahwa amal ahlul Madinah lebih kuat kehujjahannya dibandingkan hadist ahad.

Contoh Kasus Dari Perbedaan Teori

Dalam kasus menyentuh kemaluan, dalam pandangan madzhab syafii dianggap telah membatalkan wudhu,  baik itu ibu-ibu yang sedang menceboki bayinya, orang tidur yang tanganya garuk kemaluan, atau yang sedang mandi maka batal wudhu mereka. Hal ini karena berangkat dari hadist dari Busrah binti Shafwan berikut :

 

من مس ذكره فليتوضأ

Barangsiapa yang menyentuh kemaluan maka hendaklah ia berwudhu (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah)

 

            Madzhab Hanafi menganggap bahwa menyentuh kemaluan dengan segala bentuk kasusnya tidak membatalkan wudhu, karena yang mendengar hadist ini hanya satu sahabat maka tertolak kehujjahannya, belum lagi menyentuh kemaluan adalah termasuk kasus umum-al-balwa yang secara urf masih dianggap wajar. Maka urf dalam kasus ini dianggap lebih kuat kehujjahannya dari hadist ahad.

 

Wallahu a’lam bisshowab  

 

 

 

 


Baca Lainnya :

Berilmu Sebelum Berutang
Muhammad Abdul Wahab, Lc | 27 August 2018, 08:40 | 819 views
Jika Makmum dan Imam Berbeda Niat Shalat
Firman Arifandi, Lc., MA | 26 August 2018, 21:07 | 970 views
Fiqih Pinjam-meminjam
Muhammad Abdul Wahab, Lc | 23 August 2018, 21:49 | 2.228 views
Keluarga Yang Dapat Pahala Qurban, Siapa Saja?
Aini Aryani, Lc | 18 August 2018, 18:08 | 741 views
Hari Arafah Ikut Waktu Wuquf atau Ikut Isbat Tiap Negara Saja?
Firman Arifandi, Lc., MA | 16 August 2018, 20:34 | 2.955 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Karena Khabar Ahad Bukan Hujjah
Firman Arifandi, Lc., MA | 3 November 2019, 20:03 | 300 views
Nasakh Versi Syafiiyah dan Hanafiyah
Firman Arifandi, Lc., MA | 16 October 2019, 05:27 | 642 views
Hari Arafah Ikut Waktu Wuquf atau Ikut Isbat Tiap Negara Saja?
Firman Arifandi, Lc., MA | 7 July 2019, 20:34 | 5.208 views
Tradisi Manaqiban dan Haul Menurut Salafushhalih
Firman Arifandi, Lc., MA | 1 July 2019, 05:47 | 1.232 views
Haramkah Menggelar Doa Akhir dan Awal Tahun Menyambut Muharram
Firman Arifandi, Lc., MA | 9 June 2019, 05:53 | 973 views
Bolehkah Tabarrukan ke Makam Rasulullah dan Shalihin?
Firman Arifandi, Lc., MA | 8 May 2019, 06:04 | 862 views
Jika Makmum dan Imam Berbeda Niat Shalat
Firman Arifandi, Lc., MA | 26 August 2018, 21:07 | 5.466 views
Fiqih dan Madzhab dalam Frame Sejarah (PART II)
Firman Arifandi, Lc., MA | 25 June 2018, 13:11 | 3.608 views
Fiqih dan Madzhab dalam Frame Sejarah (PART I)
Firman Arifandi, Lc., MA | 22 June 2018, 12:59 | 6.611 views
Sembelihan Ahli Kitab Zaman Sekarang Masihkah Dihalalkan?
Firman Arifandi, Lc., MA | 19 June 2018, 13:49 | 5.691 views
Fatwa Ulama Seputar Puasa di Negara Dengan Durasi Siang yang Panjang
Firman Arifandi, Lc., MA | 11 June 2018, 10:15 | 2.429 views
Jika Dalil Kita Selalu Bertentangan
Firman Arifandi, Lc., MA | 14 February 2018, 20:15 | 11.156 views
Tradisi Masyarakat Bisa Menjadi Dalil Dalam Agama?
Firman Arifandi, Lc., MA | 27 September 2017, 12:00 | 13.239 views
Ayat-ayat Hukum Terancam Expired?
Firman Arifandi, Lc., MA | 16 August 2017, 10:30 | 3.847 views
Jenis Gerakan yang Membatalkan Shalat
Firman Arifandi, Lc., MA | 21 February 2017, 01:03 | 19.200 views
Nikah Tanpa Wali: Dari Madzhab Hanafi Hingga Implementasinya Dalam UU Pernikahan di Pakistan
Firman Arifandi, Lc., MA | 1 February 2017, 01:45 | 18.810 views
Kembali Kepada Al-quran dan Hadist, Seperti Apa?
Firman Arifandi, Lc., MA | 14 January 2017, 16:07 | 8.633 views
Hukum Waris: Diskriminasi Islam Terhadap Perempuan?
Firman Arifandi, Lc., MA | 3 January 2017, 02:54 | 5.295 views
Diharamkan Melakukan Hal yang Belum Pernah Dilakukan Nabi?
Firman Arifandi, Lc., MA | 29 November 2016, 09:24 | 4.752 views
Menampar Istri yang Berbuat Nusyuz, Bolehkah?
Firman Arifandi, Lc., MA | 29 July 2016, 10:49 | 3.066 views
Perjalanan Pulang Ke Indonesia Menjelang Ramadhan; Ikut Awal Puasa Negara Setempat Atau Indonesia?
Firman Arifandi, Lc., MA | 4 June 2016, 17:48 | 4.576 views
Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Formulasi Hukum: Sejarah, Urgensi, dan Sistematikanya (PART II)
Firman Arifandi, Lc., MA | 21 April 2016, 09:11 | 11.448 views
Qawaid Fiqhiyyah (Islamic Legal Maxim) Sebagai Formulasi Hukum: Sejarah, Urgensi, dan Sistematikanya (PART I)
Firman Arifandi, Lc., MA | 20 April 2016, 06:14 | 9.576 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA59 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA48 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA23 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc15 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc13 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Isnawati, Lc., MA9 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Siti Chozanah, Lc7 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Maharati Marfuah Lc4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan
Luki Nugroho, Lc0 tulisan
Nur Azizah, Lc0 tulisan
Wildan Jauhari, Lc0 tulisan
Syafri M. Noor, Lc0 tulisan
Ipung Multinigsih, Lc0 tulisan
Solihin, Lc0 tulisan
Teuku Khairul Fazli, Lc0 tulisan

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-11-2019
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:39 | Ashar 15:02 | Maghrib 17:54 | Isya 19:05 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img