Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Waria, Taqdir atau Bukan? | rumahfiqih.com

Waria, Taqdir atau Bukan?

Tue 1 May 2007 02:27 | Kontemporer > Fenomena sosial | 6.802 views

Pertanyaan :

Assalaamu'alaikum wr. Wb.

Pada tanya jawab sebelumnya ada pertanyaan tentang homoseks apakah taqdir atau bukan?

Ustadz menjawab bahwa homoseks bukan taqdir, tetapi pilihan. Bagaimana dengan waria? Terkadang perilaku yang cenderung berbeda dengan keadaan sesungguhnya (laki-laki berperilaku sepwerti wanita), sudah mulai tampak sejak kecil. Dan hal ini sering dipengaruhi oleh pola asuh dari orangtuanya.

Apa sebaiknya yang harus kita sampaikan kepada kaum waria ini untuk kembali sesuai dengan kodrat penciptaannya?

Wassalaamu'alaikum wr wb

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Jawaban kami sama saja, baik menjadi homoseks maupun menjadi waria, keduanya adalah pilihan, bukan taqdir. Mungkin memang bukan pilihan pribadi, namun pilihan lingkungan, keluarga dan komunitas di mana seseorang tumbuh.

Allah SWT adalah tuhan yang Maha adil, Dia tidak akan mentakdirkan seseorang lahir dalam keadaan waria, lalu Dia melarang kewariaan. Dia juga tidak akan mentaqdirkan seseorang dilahirkandengan kecenderungan homoseksual atau lesbian, lalu Dia melarang perilaku terlarang itu.

Maka statemen kalangan waria dan barisan pendukungnya bahwa kewariaan adalah urusan taqdir nyata keliru. Sebab tidak ada orang yang lahir dalam keadaan waria. Lingkunganlah yang membentuk seseorang menjadi waria.

Sebagaimana tidak ada orang yang lahir dalam keadaan kafir, tetapi orang tua dan lingkungan yang kemudian membuat anak itu murtad, kafir dan keluar dari keIslamannya.

Jadi yang benar barangkali memang taqdir bahwa seseorang dilahirkan di lingkungan yang mendidiknya menjadi waria. Tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa Allah SWT telah mentaqdirkannya menjadi waria.

Sama saja dengan kasus anak pelacur yang ditumbuhkan di lingkungan prostitusi, apakah Allah SWT telah mentaqdirkan dia menjadi wanita penghibur? Tentu saja tidak, bukan?

Karena tidak ada wanita yang lahir langsung jadi pelacur. Dan kewariaan adalah saudara kembar pelacuran. Lingkungan yang salah dan jahiliyah telah menumbuhkan seseorang menjadi waria. Dan lingkungan seperti ini yang harus dilenyapkan dalam kehidupan masyarakat muslim yang beradab.

Kita harus sepakat bahwa kehidupan homoseksual dan waria adalah sesuatu yang bukan taqdir, oleh karena itu harus dihindari dan dilenyapkan. Tentu bukan memerangi para waria, melainkan melenyapkan pola pikir yang menganggap bahwa kewariaan adalah wajar. Dari situ dulu kita mulai.

Setelah itu kita melangkah kepada penghindaran lingkungan dan pola pendidikan yang keliru dengan cara memberi peluang kepada anak-anak untuk tumbuh dengan pola pikir bahwa menjadi waria itu wajar. Kurikulum ini yang harus tampil dengan tegas, bahwa menjadi waria itu adalah sebuah pilihan keliru yang salah kaprah. Bukan sebuah taqdir.

Maka sejak kecil anak-anak sudah kita tanamkan pemahaman bahwa menjadi waria adalah sebuah kekeliruan, ketidak-normalan dan sebuah peri hidup jahat yang dilaknat oleh Allah dan agama.

Sayangnya, para pembela kebejadan moral pasti tidak akan setuju dengan prinsip sikap ini. Mereka ingin menjadikan masyarakat ini rusak sampai ke akar-akarnya, sehingga menjadi waria itu dianggap wajar dan merupakan taqdir dari Allah SWT. Nauzubillahi min zalik.

Maka sebagai muslim, kita akan diminta pertanggung-jawaban nanti di akhirat tentang masalah ini. Apakah kita sudah memerangi pola kehidupan yang tidak normal itu lewat pesan dan lisan kita? Sudahkah kita nyatakan kebenaran kepada khalayak bahwa hooseksual dan kehidupan waria itu adalah kebatilan?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Syarat Imam Sholat Berjama'ah
1 May 2007, 02:26 | Shalat > Shalat Berjamaah | 15.083 views
Orang Tua Lebih Suka Anaknya Pacaran Ketimbang Menikah?
30 April 2007, 01:53 | Pernikahan > Pra nikah | 6.929 views
Petting Termasuk Zina?
30 April 2007, 00:18 | Pernikahan > Terkait zina | 12.844 views
Apakah Ada Batasan Waktu Antara Khitbah dengan Akad?
26 April 2007, 23:52 | Pernikahan > Pra nikah | 8.562 views
Jika Ada Makhluk Lain Selain Manusia
26 April 2007, 00:20 | Kontemporer > Misteri | 6.203 views
Gambar Wanita Sebagai Iklan
26 April 2007, 00:04 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 6.144 views
Kriteria Ulama dan Ilmunya
25 April 2007, 22:56 | Ushul Fiqih > Ulama | 8.786 views
Madu Asli, Halal atau Haram?
25 April 2007, 10:18 | Kontemporer > Hukum | 6.086 views
Wanita Hamil Membawa Bungkusan Jimat
25 April 2007, 09:57 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 5.848 views
Isteri Haidh, Bolehkan Anal Seks?
25 April 2007, 09:33 | Pernikahan > Terkait jima | 8.591 views
Pintu-Pintu Surga dan Kuncinya
24 April 2007, 04:04 | Aqidah > Surga Neraka | 7.944 views
Foto Perkawinan Non-Muslim
23 April 2007, 02:01 | Kontemporer > Hukum | 5.545 views
Antara Berbekam dan Thaharah
23 April 2007, 01:21 | Thaharah > Wudhu | 6.358 views
Kenapa Air Liur Anjing Najis?
23 April 2007, 00:49 | Thaharah > Najis | 7.695 views
Bintang untuk Melempar Setan?
19 April 2007, 22:48 | Al-Quran > Tafsir | 6.731 views
Olahraga di Tempat Umum Bagi Muslimah
19 April 2007, 21:42 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 6.643 views
Cara Mendoakan Orang yang Sudah Meninggal
18 April 2007, 22:53 | Aqidah > Alam Barzakh | 150.751 views
Bingung Pembagian Warisan
18 April 2007, 02:15 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.866 views
Bisakah Kita Berbicara dengan Allah
16 April 2007, 23:47 | Aqidah > Allah | 7.111 views
Belajar Islam Ikut Jamaah Hijrah
16 April 2007, 22:49 | Aqidah > Islam | 7.270 views

TOTAL : 2.300 tanya-jawab | 44,135,535 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

9-3-2021
Subuh 04:42 | Zhuhur 12:05 | Ashar 15:09 | Maghrib 18:12 | Isya 19:20 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img