Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Ikhwanul Muslimin Itu Teroris? | rumahfiqih.com

Apakah Ikhwanul Muslimin Itu Teroris?

Wed 26 December 2012 04:27 | Negara | 9.564 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Ustadz, saya berusaha memahami makna jihad dengan benar. Tapi saya sangat terkejut dengan adanya pemberitaan di sebuah situs Islam yang menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah induk berbagai gerakan teroris Islam.

Padahal selama ini saya membaca Ikhwanul Muslimin sebagai gerakan yang moderat. Manakah yang benar, karena pemberitaan itu berasal dari situs Islam juga. Ataukah terjadi persaingan/kebencian di antara umat Islam? Saya ucapkan banyak terima kasih atas dimuatnya pertanyaan ini.

Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pernyataan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah induk berbagai gerakan teroris Islam bukan hanya baru hari ini dilemparkan, namun sudah sejak masa lalu, jamaah yang didirikan sejak tahun 1928 ini disudutkan.

Bahkan di Mesir tempat gerakan ini pertama kali didirikan, mereka sudah mengalami nasib yang lebih parah. Banyak tokohnya ditangkapi, dikejar-kejar, dijebloskan ke penjara tanpa sidang, dianiaya, dirampas dan disiksa dengan beragam seni penyiksaan sampai dibunuh. Termasuk sang pendirinya sendiri, Hasan al-Banna, yang meninggal karena ditembak dan dibiarkan darahnya mengucur keluar tanpa pertolongan. Sayyid Qutub, salah satu tokoh lainnya, harus meninggalkan dunia ini di tiang gantungan.

Ribuan kader dan simpatisan jamaah ini telah mengalami pembantaian massal, bukan hanya di Mesir, bahkan di berbagai negeri Islam lainnya. Nyaris hampir semua penguasa negeri-negeri Islam saat itu kompak untuk melenyapkan jamaah Ikhwan dari negeri mereka. Kantor dan pusat-pusat kegiatannya disita negara, majalah dan korannya dibredel, buku-bukunya dilarang dan dicabut dari peredaran.

Pendeknya, ujian dan tragedi yang menimpa jamaah ini sudah lengkap. Mereka kaya akan perlakuan sedemikian rupa, bahkan bukan semata-mata dari kalangan kafir, melainkan dari sesama muslim yang menjadi penguasa.

Maka kalau hari ini ada satu dua situs Islam yang melontarkan hal-hal seperti itu, rasanya sudah bukan hal aneh lagi. Sebab mereka pernah mengalami hal-hal yang jauh lebih parah ketimbang sekedar dituduh sebagai teroris. Mereka sudah diperlakukan sebagai teroris dan bahkan sudah menerima hukuman sebagai teroris.

Namun lepas dari semua upaya untuk melenyapkan jamaah itu, kenyataannya jamaah itu masih ada, bahkan beberapa saat yang lalu malah 'memenangkan' pemilu di Mesir. Menang dalam arti kata meraih suara yang jauh di luar dugaan banyak orang, termasuk rezim Mesir sendiri. Karuan saja sekutu-sekutu Mesir bak kambing kebakaran jenggot. Rupanya tragedi 'senjata makan tuan' sedang berlangsung di negeri Fir'aun itu. Demokrasi yang digembar-gemborkan Barat dan sekutunya justru moncongnya berbalik ke arah mereka. Ikhwan yang dianggap anti demokrasi itu justru banyak dipilih rakyat.

Kalau benar Ikhwan itu gerakan teroris, bagaimana mungkin bisa meraih suara yang signifikan? Apakah ini berarti bangsa Mesir itu semuanya teroris karena banyak yang memilih Ikhwan? Bukankah seharusnya troris itu dibenci rakyat, karena selalu bikin onar? Bukankah seharusnya Ikhwan tidak mendapat kursi satu pun, lantaran dianggap sebagai induk dari semua organisasi teroris?

Namun demikianl ternyata realitanya justru banyak rakyat Mesir yang memilih wakil mereka dari kalangan Ikhwan, sehingga orang-orang Ikhwan menduduki 20% dari kursi parlemen Mesir. Padahal Ikhwan berasal dari kalangan oposisi yang miskin, dalam arti tidak mampu membeli suara rakyat sebagaimana kebiasaan penguasa Mesir. Padahal sejak dibubarkan beberapa puluh tahun yang lalu, Ikhwan sebagai organisasi belum pernah direhabilitasi.

Di sisi keilmuwan dan keulamaan, apa yang sering dicitrakan bahwa Al-Ikhwan itu biang teroris justru tidak sesuai dengan karya cipta dan sosok tokoh-tokohnya. Tidak sedikit dari mereka yang justru merupakan sosok ulama dan fuqaha. Sebutlah paling tidak Dr. Yusuf Al-Qradawi yang terkenal dengan buku-bukunya di bidang fiqih dan pemikiran. Beliau bukan hanya menjadi tokoh kalangan Ikhwan saja, melainkan sudah menjadi asset umat. Bahkan seorang wali kota London, Ken Livingstone pun mengakui ketokohannya dan banyak belajar tentang Islam dari beliau.

Kita juga mengenal sosok Dr. Mustafa As-Siba'i yang banyak menulis bantahan atas pemikiran para orientalis.Beliau termasuk orang-orang yang berada di garis terdepan yang menjadi meriam besar untuk meluluh-tankannya argumentasi para orintalis jahat. Kitabnya Al-Istisyrak wal Mustasyriqun benar-benar mampu membuat para orientalis tercenung tanpa jawab. Ikhwan juga punya tokoh semacam Dr. Said Ramadhan Al-Buthi yang kita kenal dengan tulisannya Fiqhus-Shirah yang fenomenal, juga Dr. Fathi Yakan dan Dr. Said Hawwa yang menulis kitab tafsir dan banyak kitab lainnya.

Umat Islam dan kalangan perguruan tinggi dan ulama fiqih pasti mengenal Dr. As-Sayyid Sabiq yang terkenal dengan kitab Fiqih Sunnah. Juga tidak asing dengan Dr. Muhammad Al-Ghazali yang juga menulis salah satunya kitab Fiqhus-shirah.

Mereka adalah sebagian kecil dari para tokoh Ikhwan yang karya dan ilmunya dikenal umat. Kalau kita membaca karya-karya mereka, sulit sekali untuk menemukan jejak-jejak terorisme di dalamnya. Mereka semua justru anti terorisme bahkan mengutuk tindakan yang bertentangan dengan Al-Quran. Sebaliknya, mereka banyak menulis tentang peradaban Islam yang indah, damai serta hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain.

Daya kritis umat Islam dalam masalah ini memang sedang diuji. Sejauh mana mereka mampu memilah dan memilih informasi. Mungkin tidak salah kalau umat Islam membaca sebuah buku yang menarik untuk kasus ini, yang berjudul Nahnu Du'at wa Lasna Bughat, (Kami Da'i Bukan Teroris).

Agaknya, buku yang ditulis oleh Dr. Ali Juraisyah ini beberapa puluh tahun yang lalu sudah memprediksi arah fitnah yang akan menimpa banyak umat Islam, yaitu dituduh sebagai teroris, hanya lantaran maunya Amerika memang begitu.

Kelemahan dan Kekurangan Ikhwan

Namun biar bagaimana pun, bukan berarti organisasi Ikhwan ini selalu benar tanpa cacat sedikit pun. Tentu tidak adil ketika kita menilai suatu kelompok dengan cara memujinya setinggi langit, seolah-olah tanpa cacat. Sebab kenyataannya memang tidak seperti itu. Pastilah ada kelemahan, kesalahan, bahkan kekurangan dari setiap gerakan Islam dimana pun adanya.

Sebagaimana kita juga tidak dibenarkan kalau kita menjelekkan suatu kelompok, lalu kita bantai habis-habisan tanpa sedikit pun kita sebutkan kebaikan dan unsur positifnya juga.

Di  Mesir sendiri sebagai pusat pimpinan Ikhwan, tidak semua rakyat dan ulama mendukung Ikhwan secara bulat. Banyak di antara mereka yang juga melancarkan kritik dan koreksi mendasar terhadap gerakan Ikhwan. Sebab biar bagaimana pun Ikhwan bukan jamaah malaikat. Para pemimpinnya bisa saja salah dalam berijtihad.

Kenyataannya, ada banyak perbedaan visi dan langkah, baik di dalam tubuh organisasi itu atau pun di luarnya. Tidak semua orang menjadi pendukung, meski juga tidak semua orang jadi penentang.

Buat kita yang bukan bagian dari Ikhwanul Muslimin, kita harus profesional dalam menilai. Apa yang mereka lakukan dan positif nilainya, harus dihargai dan diakui sebagai prestasi. Tetapi apa yang dirasa kurang atau malah keliru, tentu tidak mengapa kalau dikritik atau diluruskan.

Meski organisasi sebesar Ikhwan pasti punya banyak pimpinan yang ahli dalam berbagai masalah, bukan berarti semua itu jaminan pasti selalu benar dan tidak pernah keliru.

Satu catatan lagi, bila suatu gerakan dakwah berhasil dan sukses di suatu negeri, belum tentu gerakan itu cocok dan pasti berhasil bila bergerak di negeri yang lain. Sebab pasti ada begitu banyak perbedaan kultur, budaya, pendekatan dan juga pola hidup serta karakter dari masing-masing bangsa di dunia ini.

Mereka yang jadi pendukung atau simpatisan Ikhwan di berbagai negara, tentu juga harus memahami realitas ini. Sehingga tidak perlu selalu berpikir bahwa kalau orang-orang belum jadi pengikut atau simpatisan Ikhwan, lantas dianggap belum benar agamanya, atau belum sempurna ke-Islam-annya. Cara pandang seperti ini tentu bertentangan dengan prinsip dasar gerakan Ikhwan sendiri.

Sebaliknya di sisi lain kita juga harus akui bahwa ada banyak juga kalangan yang kurang bersimpati kepada gerakan Ikhwan. Tentu ada begitu banyak alasan yang bisa mereka kemukakan, dan itu hak mereka.

Cuma yang perlu kita ingat bersama, seharusnya kita tidak sibuk dengan mencari-cari kelemahan atau kekeliruan sesama umat Islam. Sebab tiap orang dan tiap kelompok pasti punya banyak kekurangan. Kita juga harus bisa objektif dalam menilai, agar tidak terkesan sradak-sruduk tidak jelas maunya.

Wallahu a'lam bishsawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Memakai Kontak Lens
26 December 2012, 03:45 | Wanita | 10.742 views
Mengadakan Pengajian di Malam Tahun Baru Masehi
26 December 2012, 00:01 | Aqidah | 9.099 views
Memeriahkan Acara Tahun Baru Masehi
25 December 2012, 23:32 | Aqidah | 6.518 views
Hukum Mengucapkan Selamat Natal
25 December 2012, 06:33 | Aqidah | 16.850 views
Bertelepon Mesra Hingga 'Basah'
24 December 2012, 22:59 | Nikah | 8.740 views
Menikah dengan Mantan Kakak Ipar, Bolehkah?
23 December 2012, 07:04 | Nikah | 7.700 views
Tanda Kiamat: Budak Wanita Melahirkan Majikannya, Maksudnya?
21 December 2012, 13:39 | Aqidah | 13.628 views
Saya Anak Zina, Siapa Wali Nikah Saya?
20 December 2012, 12:22 | Nikah | 7.786 views
Air Musta'mal
18 December 2012, 23:45 | Thaharah | 8.311 views
Pembagian Waris Dari Suami Yang Meninggal
18 December 2012, 00:34 | Mawaris | 14.903 views
Mewarnai Rambut
17 December 2012, 23:34 | Umum | 7.573 views
Belajar Agama Lewat Internet
17 December 2012, 21:34 | Dakwah | 6.155 views
Apakah Keringat Pemakan Babi dan Anjing Hukumnya Najis?
17 December 2012, 04:01 | Thaharah | 7.873 views
Talaq Tiga dan Solusi Yang Baik
16 December 2012, 23:24 | Nikah | 16.758 views
Kuis Boleh dan Judi Haram, Apa Bedanya?
16 December 2012, 21:30 | Muamalat | 5.931 views
Benarkah Ahli Kitab Sekarang Sama dengan di Masa Nabi?
16 December 2012, 16:11 | Aqidah | 7.124 views
Pembatalan Pernikahan
15 December 2012, 00:45 | Nikah | 7.207 views
Nabi Isa 2 Kali Hidup dan 2 Kali Wafat?
14 December 2012, 21:32 | Aqidah | 6.323 views
Mengapa Semua Nabi dari Arab?
14 December 2012, 05:32 | Aqidah | 7.226 views
Isteri Meminta Cerai Pergi Tanpa Ijin Suami
13 December 2012, 21:50 | Nikah | 6.810 views

TOTAL : 2.300 tanya-jawab | 26,335,789 views