Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ojek Khusus Perempuan, Mungkinkah? | rumahfiqih.com

Ojek Khusus Perempuan, Mungkinkah?

Tue 6 October 2015 10:41 | Wanita | 10.713 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Ustadz, bagaimana hukumnya naik ojek? Apalagi jalan yang dilalui sunyi apakah itu bukan khalwat (berdua-duaan)? Dan yang terpenting adalah solusinya pak ustadz, sebab kalau kita bilang haram tanpa solusi, orang pun akan tambah bingung. Mohon kejelasan dan solusi syariahnya ustadz. Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mungkin yang anda maksud adalah wanita naik ojek barangkali. Sebab kalau laki-laki naik ojek di mana tukang ojeknya sama-sama laki-laki, tentu tidak menjadi masalah, bukan? Atau penumpan dan pengendaranya sama-sama perempuan, juga tidak maslah.

Masalah dengan ojek terjadi bila keduanya lawan jenis yang bukan mahram. Titik masalahnya hanya terjadinya khalwat atau berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, tetapi posisi duduk di atas sadel sepeda motor itu membuat pengemudi dan yang bonceng itu harus menempel. Meski masih dilapisi dengan pakaian masing-masing.

Ini jelas lebih parah dari sekedar -misalnya- duduk berduaan di sebuah ruangan. Karena bila di dalam ruangan, masih ada batas jarak antara keduanya. Sedangkan naik sepeda motor, posisinya menempel dan itu sulit dihindari. Apalagi bila mengerem mendadak, maka sudah pasti sentuhan tubuh akan terjadi.

Namun kondisi tata kota seperti di Jakarta yang ibarat sebuah kampung besar memang menyulitkan orang untuk bepergian dengan hanya mengandalkan bus dan sejenisnya. Kebanyakan rumah tinggal itu adanya di dalam gang atau jalan kecil yang aksesnya ke jalan raya di mana ada angkutan umum itu relativ jauh. Sehingga masih dibutuhkan angkutan yang lebih kecil untuk menyambug transportasi masuk ke perumahan.

Dahulu ada becak yang banyak berjasa mengantarkan ibu-ibu pergi dan pulang dari pasar sekalian membawa barang belanjaan. Tapi di DKI Jakarta becak kini sudah dihapuskan dan peranannya digantikan dengan ojek. Padahal bila dilihat dari sisi ikhtilat, becak lebih terlindungi. Karena posisi penumpang dan penarik beca itu dipisahkan dan berbeda posisi. Sehingga tidak terjadi duduk berduaan.

Dalam hal ini, maka ojek bukanlah kendaraan yang memenuhi syarat untuk dinaiki oleh wanita, karena umumnya para pengemudi ojek itu laki-laki. Dan karena itu ikhtilat antara non mahram ini menjadi hal yang tidak mungkin dihindari.

Sehingga kalaupun ingin dicarikan mubarrir, haruslah dengan alasan yang sangat kuat dan tingkat kedaruratannya harus jauh lebih tinggi. Menurut hemwat, jarak yang 100-200 meter itu tidak bisa dijadikan alasan secara umum. Juga alasan takut terlambat sampai di tempat pun tidak bisa dijadikan alasan yang kuat. Dengan demikian, para wanita harus diupayakan sedapat mungkin untuk tidak naik ojek bila bepergian, karena ojek jelas-jelas tidak mencukupi syarat sebagai kendaraaan para muslimah.

Dalam kondisi darurat memang bisa saja dilakukan, tapi darurat itu adalah sesuatu yang sifatnya sangat urgen dan genting dan tentu saja darurat itu tidak terjadi setiap hari.

Ini adalah pe-er dan tantangan tersendiri bagi para muslimah yang harus dicarikan jalan keluarnya dengan cara yang sebaik-baiknya. Salah satunya adalah dibukannya ojek khusus wanita, di mana ojek itu dikemudikan oleh wanita dan hanya diperuntukkan buat wanita saja. Berarti ini sebuah peluang pekerjaan baru buat para wanita, yang hukumnya bukan saja boleh, tetapi sunnah bahkan wajib. Sebab adanya ojek khusus wanita itu akan menghindarkan dosa dan maksiat yang seringkali disepelekan begitu saja dengan alasan darurat.

Dari pada wanita jadi kondektur bus, penjaga pompa bensin atau pekerjaan lain yang berbaur dengan laki-laki, lebih baik jadi tukang ojek yang mengangkut penumpang sesama wanita saja.

Wallahu a'lam bishshawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Mengapa Kita Wajib Belajar Ilmu Mawaris?
5 October 2015, 11:21 | Mawaris | 21.529 views
Bolehkah Anak Yang Banyak Jasa Pada Orang Tua Dapat Warisan Lebih Besar?
2 October 2015, 07:24 | Mawaris | 9.979 views
Keunggulan Waqaf Dari Zakat
30 September 2015, 18:08 | Zakat | 6.369 views
Status Ikatan Suami Istri Jika terjadi Khulu'
25 September 2015, 04:38 | Nikah | 18.261 views
Biar Tidak Terlalu Padat, Bolehkah Haji Di Bulan Lain?
24 September 2015, 19:12 | Haji | 12.179 views
Menjawab Tuduhan Islam Tidak Menyayangi Hewan Kala Idul Adha
23 September 2015, 07:00 | Qurban Aqiqah | 7.356 views
Fatwa Syeikh Al-Ustaimin : Tiap Negara Puasa Arafah Sesuai Dengan Ketentuan Pemerintah Masing-masing
22 September 2015, 01:00 | Puasa | 23.389 views
Menyakini Lebaran Haji Hari Kamis, Bolehkah Hari Rabu Sudah Qurban?
21 September 2015, 07:00 | Qurban Aqiqah | 5.819 views
Bolehkah Menyembelih Aqiqah Bukan Kambing Tapi Sapi?
20 September 2015, 19:50 | Qurban Aqiqah | 6.860 views
Sejak Lahir Belum Diaqiqahkan Orang Tua, Haruskah Mengaqiqahkan Diri Sendiri?
15 September 2015, 04:40 | Qurban Aqiqah | 12.032 views
Orang Tidak Shalat Ikut Patungan Qurban Sapi, Apakah Menggugurkan Qurban Yang Lain?
11 September 2015, 06:13 | Qurban Aqiqah | 5.657 views
Menentang Pembagian Waris Islam Kekal di Neraka
10 September 2015, 06:00 | Mawaris | 8.514 views
Kalau Pembagian Harta Waris Harus Disegerakan Lalu Ibu Harus Tinggal Dimana?
9 September 2015, 18:57 | Mawaris | 11.378 views
Dalam Keadaan Yang Bagaimana Menunda Shalat Jadi Lebih Utama?
3 September 2015, 10:25 | Shalat | 13.377 views
Bolehkah Membeli Hewan Qurban Dengan Uang Hutang?
31 August 2015, 23:37 | Qurban Aqiqah | 8.469 views
Syarat Orang Yang Hajinya Dibadalkan dan Syarat Orang Yang Membadalkan
30 August 2015, 05:03 | Haji | 10.699 views
Mengapa Panitia Diharamkan Menjual Kulit Hewan Qurban?
28 August 2015, 06:21 | Qurban Aqiqah | 8.812 views
Bolehkah Kita Qurban Untuk Orang Tua Yang Sudah Wafat?
26 August 2015, 05:45 | Qurban Aqiqah | 9.949 views
Tidak Mau Bi'at dengan Jamaah Apakah Mati Jahiliyah?
24 August 2015, 11:10 | Aqidah | 12.683 views
Mana Lebih Utama Haji Qiran, Ifrad atau Tamattu'?
21 August 2015, 11:15 | Haji | 5.548 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,707,235 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img