Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Isteri Kedua Dapat Warisan? | rumahfiqih.com

Apakah Isteri Kedua Dapat Warisan?

Sun 11 January 2015 03:31 | Mawaris | 7.768 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ayah kami meninggal dengan meninggalkan:
1. 1 isteri ke dua tanpa anak
2. 5 anak laki laki
3. 2 anak perempuan,

namun ayah kami berpesan(tanpa ada hitam di atas putih) agar harta sebagian tidak dijual.

Pertanyaannya:
1. Apakah ibu tiri kami dapat warisan
2. Apakah pesan orang tua harus dilaksanakan dan tidak melanggar hukum agama
3. Tolong pak ustadz, dihitungkan pembagian berdasarkan hukum agama.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau kami tidak salah dalam menangkap keterangan anda, yang meninggal adalah ayah, di mana beliau punya seorang isteri kedua, mungkin isteri pertama sudah wafat terlebih dahulu namun darinya beliau punya 5 anak laki dan 2 anak perempuan.

Kalau benar apa yang kami pahami, maka jawabannya adalah sebagai berikut:

a. Ibu Tiri

Posisi beliau terhadap ayah anda adalah isteri. Punya anak atau tidak punya anak, tidak ada perbedaan hukum, karena yang dijadikan penentu justru keberadaan anak dari almarhum, meski lewat isteri lainnya.

Sebagai isteri di mana almarhum punya anak, ibu tiri anda punya hak atas warisan sebesar 1/8 bagian dari total harta ayah anda. Bila yang menjadi isteri saat wafatnya ayah anda hanya beliau seorang, maka 1/8 itu sepenuhnya menjadi haknya. Tapi bila ada isteri lainnya, misalnya ibu anda masih ada dan tidak dicerai, maka 1/8 itu dibagi dua.

Dan demikian seterusnya, bila jumlah isteri ada 3 atau 4 orang, maka 1/8 itu dibagi rata sesama mereka. Tidak ada hal yang membuat seorang isteri mendapat bagian lebih besar dari yang lainnya. Tidak karena dinikahi lebih dahulu, juga bukan karena punya anak lebih banyak. Yang penting posisinya masih sebagai isteri sah saat wafatnya almarhum.

b. Anak-anak almarhum

Anda dan saudara-saudara anda, baik yang laki maupun yang perempuan, tentu saja mendapat warisan dari peninggalan ayah tercinta.

Dalam hal ini, karena almarhum punya anak laki-laki, maka semua anak mendapat warisan dengan cara ashabah. Maksudnya, mendapat sisa harta setelah terlebih dahulu diambil sepersekiannya oleh ashabul-furudh. Ashabul furudh-nya dalam hal ini adalah ibu tiri anda, yang telah mengambil 1/8 dari total harta.

Maka untuk anda dan saudara-saudari, tersedia sisanya yaitu sebesar 7/8 bagian. Tinggal dibagi secara merata kepada ketujuh anak, namun dengan ketentuan bahwa tiap anak laki mendapat bagian 2 kali lipat lebih besar dari anak perempuan.

Untuk menghitungnya biar mudah, kita anggap saja tiap satu anak laki-laki kita hitung 2 orang, sedangkan tiap satu anak perempuan kita hitung satu orang. Jadi berapa jumlah anak?

Ya, 12 orang.

Maka harta yang 7/8 bagian itu kita bagi 12 sama besar. Tiap anak laki-laki boleh mengambil 2 bagian, sedangkan tiap anak perempuan hanya boleh mengambil 1 bagian saja.

Walhasil, bagian yang didapat anak laki-laki kalau dilihat dari total harta almarhum adalah: 2/12 x 7/8 = 14/96 = 7/48 bagian atau 14,5%. Sedangkan bagian yang didapat anak peremupuan adalah 1/12 x 7/8 = 7/96 atau 7,2%.

Ahli Waris Bagian %
Isteri 1/8   12,5%
Anak laki pertama 2/12 x 7/8 14/96 14,5%
Anak laki kedua 2/12 x 7/8 14/96 14,5%
Anak laki ketiga 2/12 x 7/8 14/96 14,5%
Anak laki keempat 2/12 x 7/8 14/96 14,5%
Anak laki kelima 2/12 x 7/8 14/96 14,5%
Anak perempuan pertama 1/12 x 7/8 7/96 7,2%
Anak perempuan kedua 1/12 x 7/8 7/96 7,2%

Pesan Muwarrits

Orang tua anda sebagai muwarrits sebenarnya kehilangan hak atas hartanya begitu wafat. Secara otomatis, kepemiikan harta itu berpindah kepada para ahli warisnya.

Ketika kepemilikannya berpindah, tentunya pemilik lama sudah tidak punya hak lagi untuk mengatur-aturnya. Karena harta itu sudah ada pemilik barunya, yaitu para ahli waris.

Maka secara hukum, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi bagi ahli waris setelah pembagian harta dari almarhum. Sebab harta itu adalah miliknya sepenuhnya. Sebagai pemiik penuh, maka seseorang boleh melakukan apa saja atas haknya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Shalat Fardhu di Atas Kendaraan, Apakah Sah Hukumnya?
10 January 2015, 06:04 | Shalat | 18.932 views
Proses Pensyariatan Jihad Dalam Islam
9 January 2015, 04:07 | Negara | 7.829 views
Kedudukan Hadits Tentang Perselisihan Umat
7 January 2015, 01:00 | Hadits | 11.696 views
Bagaimana Kita Menjamin Keaslian Al-Quran?
6 January 2015, 06:00 | Quran | 15.650 views
Najiskah Tubuh Orang Kafir?
4 January 2015, 03:50 | Thaharah | 10.658 views
Dasar Perintah Memberi Fatwa dan Keutamaannya
2 January 2015, 02:00 | Ushul Fiqih | 4.717 views
Perbedaan Antara Fatwa, Qanun, Qadha dan Ijtihad
1 January 2015, 00:01 | Ushul Fiqih | 30.170 views
Cerai Tanpa Pernah Jima' : Apakah Mahar Harus Dikembalikan?
29 December 2014, 08:14 | Nikah | 20.538 views
Benarkah Orang Yang Punya Hutang Berhak Mendapatkan Zakat?
28 December 2014, 04:17 | Zakat | 16.803 views
Adakah Nabi Perempuan?
27 December 2014, 19:16 | Aqidah | 13.191 views
Kenapa Bahasa Arab Mutlak Diperlukan?
25 December 2014, 04:30 | Ushul Fiqih | 7.005 views
Masa Lalu Calon Isteri Pernah Berzina
24 December 2014, 07:03 | Nikah | 10.860 views
Apakah Agama Kristen Sama Dengan Nasrani?
21 December 2014, 21:01 | Aqidah | 58.910 views
Pakaian Santa Claus Apakah Termasuk Tasyabbuh Yang Diharamkan?
20 December 2014, 06:00 | Aqidah | 13.488 views
Mengucapkan Selamat Natal dan Hari Raya Agama Lain
18 December 2014, 08:07 | Aqidah | 59.587 views
Halalkah Berhaji Dengan Sistem Arisan?
16 December 2014, 06:01 | Haji | 5.618 views
Haramkah Kita Memiliki Pembantu Rumah Tangga?
15 December 2014, 04:49 | Wanita | 11.575 views
Syarat Menjadi Saksi Pernikahan
13 December 2014, 11:07 | Nikah | 56.968 views
Yang Harus Dibunuh Itu Cecak Apa Tokek?
12 December 2014, 05:40 | Kuliner | 78.228 views
Istri Yang Nusyudz Kepada Suaminya
11 December 2014, 06:22 | Nikah | 13.184 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,852,099 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img