Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Muhammadiyah vs. NU, Umat Terpecah Belah | rumahfiqih.com

Muhammadiyah vs. NU, Umat Terpecah Belah

Fri 7 July 2006 07:00 | Dakwah | 6.940 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamuallaikum wr. wb.

Pak Ustaz, saya mau minta saran dari anda untuk uneg-uneg yang ingin saya utarakan. Sewaktu saya masih kecil saya hanya tahu bahwa agama saya Islam. Yang saya yakini bahwa saya dari lahir beragama Islam. Setiap hari di kampung saya kita menjalankan ibadah dengan damai di masjid yang kita cintai. Hingga suatu saat terjadilah hal, yaitu masuknya suatu aliran yang berbeda dari aliran yang biasa kita lakukan ke agama Islam kami yang pada saat itu saya belum mengetahui aliran apakah itu. Dan akhirnya saya tahu kalau aliran itu bernama ISLAM MUHAMMADIYAH, dan akhirnya saya juga baru mengetahui bahwasanya aliran yang saya pelajari dari kecil adalah ISLAM NU.

Yang jadi permasalahannya adalah: terjadinya perpecahan di kampung kami yang damai dikarenakan perselisihan saling menyalahkan atau menjelekkan aliran mereka masing-masing. Yang paling parah mereka saling bermusuhan karena perbedaan aliran mereka. Apakah mereka tidak malu dilihat oleh agama lain, masa sesama agama ISLAM saling bermusuhan.

Itulah Pak Ustaz sepenggal cerita dari permasalahan yang bisa saya sampaikan. Oleh karena itu Pak Ustaz bantulah saya untuk mendamaikan mereka, berilah saya saran agar saya bisa menyampaikan ke mereka semua. Dan menjadi kampung saya seperti dulu kala yang damai tanpa ada perselisihan sesama agama Islam.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sesungguhnya tidak ada satu pun prinsip di dalam ormas Nahdhatul Ulama dan ormas Muhammadiyah yang bertentangan. Keduanya justru saling menguatkan.

Kalau pun ada perbedaan pendapat, sama sekali bukan pada prinsip dan AD/ART-nya, melainkan perbedaan pendapat antara sesama anak bangsa, tapi mengatas-namakan kedua ormas itu.

Apalagi kalau dijadikan bahan perbedaan masalah hukum agama atau khilafiyah. Sesungguhnya kedua ormas itu sama sekali tidak pernah secara resmi menetapkan garis fiqih mereka, atau detail pendapat mereka. Apa yang dikeluarkan oleh masing-masing ulama mereka, lebih merupakan hal yang tidak mengikat kepada anggotanya, tetapi lebih merupakan ijtihad masing-masing tokoh yang bersifat pilihan.

Tidak pernah ada anggota Nahdhatul Ulama yang gugur keanggotaannya hanya lantaran dia berpendapat bahwa qunut shalat shubuh itu bid'ah. Sebaliknya, tidak ada anggota Muhammadiyah yang dikeluarkan gara-gara dia lebih merajihkan pendapat tentang kesunnahan shalat shubuh.

Apalagi kalau kita mengingat bahwa perbedaan pendapat itu sebenarnya bukan hak paten masing-masing ormas. Juga bukan trade mark yang unik dan membedakan jati dirinya.

Perbedaan itu lebih merupakan 'hak' Imam As-Syafi'i dengan gurunya, Imam Malik. Kedua ulama kakap ini memang berbeda pendapat tentang hukum qunut shalat shubuh. Imam As-Syafi'i setelah berijtihad dengan segala kemampuan dan ketinggian ilmunya mengatakan bahwa qunut shalat shubuh itu sunnah muakkadah. Itu hak beliau mengatakannya, lantaran beliau adalah ulama yang paling berkompeten bicara tentang hal itu.

Sebaliknya, Imam Malik sang guru berpendapat bahwa perbuatan itu justru bid'ah bila dilakukan. Tentu saja beliau pun pakar dalam bidangnya yang juga mengerahkan segala ilmunya hingga mencapai kesimpulan itu.

Kedua pendapat itu sama-sama kuat menurut pendukungnya. Sulit kita mematahkan argumentasi Imam As-Syafi'i begitu saja, sebagaimana sulit bagi kita untuk meremehkan pendapat Imam Malik.

Maka jadilah masalah ini masalah khilaf di kalangan umat. Yang masa saja mau dipilih, sama saja dan tidak perlu diributkan.

Sungguh salah besar bila di zaman sekarang ini ada orang merasa sok tahu, sok pintar dan sok alim, tiba-tiba menyalahkan satu pendapat dan membela pendapatnya sendiri, sambil mencaci maki atau melukai saudaranya dengan lidahnya.

Padahal tak satu pun manusia di muka bumi yang hidup di hari ini yang ilmunya mendekati kedua ulama besar ini. Jangankan setengahnya, sepersepuluhnya pun tidak. Jadi untuk apa semua pertengakaran itu? Apalagi sambil membawa-bawa nama ormas segala. Sementar Nahdhatul Ulama bukan ormas representasi ijtihad dan fatwa Imam Syafi'i. Sebagaimana Muhammadiyah juga bukan representasi ijtihad mazhab Malik.

Jadi siapa membela siapa, tidak jelas juntrungannya.

Terlebih lagi, sikap kedua ulama besar ini justru terbalik 180 derajat dengan perilaku kita di zaman ini. Keduanya ulama besar dan diakui dunia Islam sepanjang masa, tapi belum pernah kita dengar Imam Malik menghina muridnya, Imam As-Syafi'i. Apalagi sampai menuduhnya ahli bid'ah, calon penghuni neraka atau sesat.

Demikian juga sikap Imam Asy-Syafi'i, meski berbeda dengan pendapat gurunya, beliau tetap sangat hormat kepadanya. Tidak ada caci maki, tuduhan, hujatan atau bantah-bantahanseperti di masa sekarang ini.

Ilmu tidak seberapa, koleksi kitab terbatas, Al-Quran tidak hafal, ilmu hadits hanya contekan, ilmu ushul dan qawaidnya nol besar, wawasan hanya sejengkal, tapi lagaknya jauh lebih sombong ketimbang kedua ulama besar itu.

Maka dari pada meributkan masalah yang kita sendiri masih awam, lebih baik kita menuntut ilmu lebih dalam. Bukankah masih ada ribuan jiild kitab yang belum kita baca? Bukankah masih ada ribuan ulama besar yang belum kita datangi? Bukankah masih ada sekian luas ilmu yang belum kita sentuh? Mengapa kita harus merasa diri paling pintar dalam masalah agama?

Wallahu 'alam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kewajiban Membaca Al-Quran
6 July 2006, 10:48 | Quran | 6.068 views
Menempuh 90 Km Biar Bisa Nikah Tanpa Wali Ayah Kandung
5 July 2006, 07:25 | Nikah | 5.156 views
Haramkah Daging Buaya Walau untuk Obat?
5 July 2006, 07:24 | Kuliner | 5.159 views
Minta Fatwa dari Hati, Maksudnya?
5 July 2006, 02:57 | Hadits | 6.300 views
Menggunakan Internet Fasilitas Kantor, Bolehkah?
5 July 2006, 02:19 | Muamalat | 5.038 views
Bolehkah Memakai Cadar?
4 July 2006, 09:58 | Wanita | 5.983 views
Hukum Laki-Laki Memakai Cincin Nikah
4 July 2006, 09:57 | Nikah | 8.001 views
Perbedaan Ahli Kitab dengan Kaum Musyrik?
4 July 2006, 06:15 | Aqidah | 5.745 views
Bekerja di Luar Negeri, Samakah dengan Membantu Orang-Orang Kafir?
30 June 2006, 10:19 | Muamalat | 4.771 views
Celana Panjang Wanita, Tasyabbuh yang Bagaimana?
30 June 2006, 04:48 | Wanita | 6.534 views
Ucapan Imam kepada Makmumnya sebelum Takbir
30 June 2006, 04:44 | Shalat | 8.915 views
Tafsir Al-Isra 60 dan Penghinaan kepada Muawiyah
29 June 2006, 23:09 | Quran | 5.979 views
Setelah Kiamat Manusia Dibangkitkan di Muka Bumi?
29 June 2006, 23:09 | Aqidah | 8.330 views
Hukum Mengusap Muka Setelah Shalat dan Berdo'a
29 June 2006, 05:01 | Shalat | 9.427 views
Membeli Hasil Curian untuk Dijual Lagi
29 June 2006, 03:57 | Muamalat | 5.473 views
Celakalah bagi Tumit-Tumit itu dari Siksa Api Neraka
28 June 2006, 09:36 | Thaharah | 6.448 views
Najiskah Sofa yang Terkena Air Kencing Anak Balita
28 June 2006, 05:44 | Thaharah | 6.711 views
Shalat Zhuhur Ba'da Shalat Jum'at
28 June 2006, 04:39 | Shalat | 5.243 views
Hukum Merokok, Makruh atau Haram?
28 June 2006, 04:27 | Kontemporer | 6.906 views
Bagaimana Shalat Seorang Mahasiswa di Luar Negeri (Musafir)?
26 June 2006, 01:17 | Shalat | 5.354 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 34,991,107 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

17-7-2019
Subuh 04:44 | Zhuhur 12:00 | Ashar 15:23 | Maghrib 17:56 | Isya 19:08 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img