Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Israel Sumber Bencana | rumahfiqih.com

Israel Sumber Bencana

Tue 18 July 2006 02:49 | Umum | 4.851 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Ustadz, saya mau berkomentar, semoga dijawab. Beberapa hari yang lalu saya baca di eramuslim bahwa presiden Iran berkomentar bahwa israel-lah penyebab segala bencana yang ada di negeri-negeri muslim. Senada dengan berita itu saya juga pernah mendapat kajian dari ustadz saya bahwa salah satu penyebab masalah yang sudah seperti benang kusut yang terjadi di dunia ini adalah bersumber dari masalah di Palestina. Jika masalah di Palestina selesai (Israel hengkang dari Palestina) maka dunia akan aman selamanya. Padahal di sana saudara-saudara kita tiada henti berjihad setiap hari untuk menghadapi zionis Israel. Lalu bagaimana dengan umat Islam di seluruh dunia. Kenapa masalah ini tetap berlarut-larut? Andaikata umat Islam bersatu InsyaAllah dengan cepat Israel cabut tuh dari Palestina.

Lalu bagaimana dengan hadits bahwa Umat Islam bagaikan satu tubuh, jika ada salah satu bagian yang sakit maka sakit juga bagian yang lain. Atau hadits tidak sempurna iman seseorang sebelum dia mencintai saudaranya...

Jazakallah,
Wassalaam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Adanya Israel yang bercokol di Palestina sebenarnya hanya merupakan fenomena gunung es. Gunung es itu hanya sebagian kecilnya saja yang menyembul ke permukaan, adapun di bawah air, ternyata masih ada gunung yang jauh lebih besar lagi.

Jangan dikira kalau masalah di dunia Islam ini hanya semata-mata masalah dicaploknya Palestina oleh sebuah negara yang bernama Israel. Tapi sebenarnya, ada sekian kekusutan yang sangat rumit dan njelimet di seluruh dunia Islam.

Memang pangkalnya ada pada Yahudi. Misalnya saja tentang dunia Islam yang terkesan acuh tak acuh dengan kondisi Palestina. Mereka seolah diam saja atau bersikap masa bodoh. Mengapa sampai terjadi demikian?

Jawabnya cukup panjang, tetapi intinya sederhana. Yaitu negeri-negeri Islam itu terbentuk hanya berdasarkan bekas jajahan imperialis. Semua batas wilayah masing-masing negara itu tidak lain hanyalah hasil kerjaan para penjajah.

Bisa dibayangkan, kalau urusan batas negara saja, semua kembali kepada para penjajah, apatah lagi tentang orang-orang yang duduk dalam struktur pemerintahannya. Tentu saja peran penjajah dalam menentukannya sangat besar. Paling tidak, harus orang-orang yang punya wala' (loyalitas) kepada kepentingan yahudi.

Belum lagi kalau kita bicara tentang limbah pemikiran yang dilancarkan oleh pusat-pusat sekulerisme dan liberalisme dunia. Masuknya ke berbagai perguruan tinggi Islam. Hasilnya? Lahirlah generasi JIL yang sesat dan menyesatkan, tetapi sangat berakar baik di pemerintahan maupun di akar rumput.

Dari segi ekonomi, nyaris semua negeri Islam sangat tergantung kepada Yahudi. Meski negeri-negeri Islam ini sangat kaya potensi alam, tapi tak satu pun yang bisa dimanfaatkan. Minyak dunia pun seolah bukan lagi milik negeri muslim, tetapi dikuasai oleh para broker dan cukong yang dibekingi oleh Yahudi.

Demikian juga dengan lembaga pers dunia, semua nyaris dikuasai sebuah jaringan konspirasi internasioal. Dan sudah bisa ditebak, Yahudi ada di belakang mereka.

Maha benar Allah SWT yang berfirman:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik...(QS Al-Maidah: 82)

Jadi persoalan mengamuknya Israel di Palestina, bukan sekedar sebuah perang kecil di sebuah belahan bumi, melainkan bagian utuh dari perang abadi antara Yahudi dan umat Islam.

Namun sebagai umat terbaik, kita telah dijanjikan akan menang melawan yahudi itu suatu saat. Bahkan Allah SWT menjamin hari kiamat tidak akan terjadi sebelum kehancuran orang-orang yahudi itu.

Tidak akan terjadi hari kiamat, kecuali setelah umat Islam memerangi Yahudi hingga mereka bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu dan pohon akan berbicara, "Wahai muslim, wahai hamba Allah. Ini ada Yahudi bersembunyi di belakangku, datanglah ke sini dan bunuhlah dia." Kecuali satu pohon ghorqod, karena pohon itu pohon Yahudi." (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu'lu' wa al-Marjan III/308)

Namun pada tahun berapa akan terjadi janji nabi itu, tidak seorang pu yang mengetahuinya. Sementara ulama menyatakan bahwa hadits itu menyiratkan sebuah pesan penting, yaitu panggilan batu dan pohon dengan sapaan, "Wahai muslim, wahai hamba Allah." Menurut para ulama, pesan yang kita tangkap adalah bahwa selama umat Islam belum layak disapa sebagai muslim dalam arti sebenarnya, atau belum layak disebut hamba Allah, tidak akan terjadi hari ini.

Dan kalau kita renungkan, ada benarnya. Betapa banyak umat Islam yang sesungguhnya tidak pantas disebut muslim, apalagi hamba Allah. Betapa banyak mereka yang menjadi muslim sekedar nama dan ktp, sementara shalatnya hanya kalau ingat, itupun juga kalau sempat, tak pernah pula bayar zakat, pergi haji pun tidak pernah niat, malah seringkali membenci dan mengejek syariat, baca Quran sudah tak ingat, malah banyak mengerjakan maksiat, tidak pernah memikirkan umat, kepada nabi dan ulama banyak kualat. Bagaimana bisa mengalahkan Yahudi yang kuat?

Walau pun jumlah umat Islam berlipat, tapi imannya tidak kuat. Malah kalah disikat, oleh para Yahudi laknat. Kita harus banyak bertobat...

Wallahu a'lam bishshawab wasalamu 'alaikum warahmatulahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kapan Makanan Menjadi Haram?
18 July 2006, 02:35 | Kuliner | 11.653 views
Bid'ahkah Niat Shalat dan Doa Bersama setelah Shalat Jamaah?
17 July 2006, 09:31 | Shalat | 9.281 views
Ayah Kandung Tidak Menunaikan Kewajiban, Bolehkan Jadi Wali Nikah?
17 July 2006, 04:50 | Nikah | 6.519 views
Investasi Usaha dalam Bentuk Emas
17 July 2006, 04:44 | Muamalat | 5.738 views
Cairan Wanita selain Haid, Nifas dan Istihadhah
17 July 2006, 04:21 | Thaharah | 6.958 views
Shalat Jumat Buat Security Bergiliran, Bolehkah?
17 July 2006, 02:51 | Shalat | 8.330 views
Hukum Tukar Menukar Uang
14 July 2006, 08:39 | Muamalat | 7.422 views
Hutang Uang Disamakan dengan Hutang Emas
13 July 2006, 03:54 | Muamalat | 6.291 views
Pembagian Harta Warisan
13 July 2006, 03:44 | Mawaris | 7.375 views
Hukumnya Mengenakan Kondom
13 July 2006, 03:35 | Kontemporer | 6.291 views
Agama adalah Nasehat
12 July 2006, 06:46 | Hadits | 6.084 views
Membaca Telapak Tangan untuk Membaca Karakter dan Kesehatan
12 July 2006, 06:41 | Aqidah | 6.666 views
Bom Bunuh Diri, Bisakah Dibenarkan?
12 July 2006, 02:05 | Umum | 5.028 views
Apa Rahasia Allah Memberi Garis Tangan yang Berbeda-Beda?
11 July 2006, 06:06 | Aqidah | 7.346 views
Menikah Kedua, Haruskah Seizin Istri?
11 July 2006, 05:57 | Nikah | 6.399 views
Ghibah yang Islami
7 July 2006, 07:00 | Umum | 6.163 views
Muhammadiyah vs. NU, Umat Terpecah Belah
7 July 2006, 07:00 | Dakwah | 7.283 views
Kewajiban Membaca Al-Quran
6 July 2006, 10:48 | Quran | 6.341 views
Menempuh 90 Km Biar Bisa Nikah Tanpa Wali Ayah Kandung
5 July 2006, 07:25 | Nikah | 5.469 views
Haramkah Daging Buaya Walau untuk Obat?
5 July 2006, 07:24 | Kuliner | 5.357 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 39,105,704 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

7-12-2019
Subuh 04:07 | Zhuhur 11:46 | Ashar 15:12 | Maghrib 18:02 | Isya 19:16 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img