Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Minum Dari Bekas Minum Orang Kafir, Najiskah? | rumahfiqih.com

Minum Dari Bekas Minum Orang Kafir, Najiskah?

Fri 31 October 2014 04:23 | Thaharah | 9.101 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum.

Ada seorang teman Nasrani minum dari botol air mineral. Kemudian teman saya yang muslim menggunakan botol kosong tersebut untuk minum. Salah seorang teman saya mengatakan seorang muslim tidak boleh seperti itu (berbagi wadah minum ). Bagaimana hukumnya menurut ustadz mengenai berbagi wadah minum dengan orang kafir/ahli kitab (Nasrani)? Harap jawabannya dan disertai dengan ayat atau hadits yang lengkap. Terima kasih.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bekas minum manusia baik kafir maupun muslim tidak najis. Yang najis adalah bekas minum hewan yang air liurny najis, seperti anjing atau babi. Dalam istilah fiqih disebut dengan sebutan su'ru.

Para ulama sepakat bahwa su'ru manusia hukumnya tidak najis, meski manusia itu bukan muslim. Adapun dalil yang menyebutkan bahwa orang-orang musyrik itu najis, bukan dalam makna hakiki, melainkan makna majazi.

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS At-Taubah: 28)

Karena itulah maka ayat ini hanya melarang orang-orang non muslim masuk ke wilayah haram Makkah. Dan aturan ini sudah diterapkan oleh penguasa Saudi Arabia.

Tapi ayat ini sama sekali tidak melarang orang kafir masuk ke masjid lantaran tubuhnya najis secara hakiki. Dahulu orang-orang kafir yang datang kepada Rasulullah SAW bercampur baur dengan umat Islam. Bahkan ada yang masuk ke dalam masjid. Namun Rasulullah SAW tidak pernah diriwayatkan memerintahkan untuk membersihkan bekas sisa orang kafir.

Sedangkan dalil yang secara langsung menyebutkan tidak najisnya bekas minum orang kafir, adaah hadits Abu Bakar berikut ini:

Rasulullah SAW diberikan susu lalu beliau meminumnya sebagian, lalu disodorkan sisanya itu kepada seorang a`rabi (kafir) yang ada di sebelah kanannya dan dia meminumnya, lalu disodorkan kepada Abu Bakar dan beliau pun meminumnya (dari wadah yang sama) lalu beliau berkata,`Ke kanan dan ke kanan`. (HR Bukhari)

Hadits shahih ini menyebutkan tanda tedeng aling-aling bahw Rasulullah SAW, orang kafir dan Abu Bakar ra minum dari gelas yang sama. Seandainya bekas minum orang kafir itu najis, maka tidak mungkin Abu Bakar minum dari gelas bekas orang kafir, sementara Rasulullah SAW ada bersama mereka.

Kecuali bila manusia itu baru saja meminum khamar, maka hukum ludah atau su`ru-nya mejadi haram, lantaran kekhawatiran masih adanya sisa-sisa khamar. Tapisekali bukan karena kekafirannya, sebab mungkin saja ada orang Islam yang minum khamar. Dan minum dengan gelas bekas minum khamar hukumnya haram, lantaran menghindari sisa khamarnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Cium Tangan Orang Tua dan Ustadz, Adakah Dianjurkan?
30 October 2014, 07:24 | Umum | 15.643 views
Hukum Merayakan Ulang Tahun
29 October 2014, 07:06 | Kontemporer | 22.273 views
Kewajiban Menyebarkan SMS
28 October 2014, 03:31 | Kontemporer | 8.021 views
Apakah Organisasi Sosial Wajib Mengeluarkan Zakat?
27 October 2014, 03:02 | Zakat | 7.209 views
Benarkah Menurut Al-Quran Matahari Mengelilingi Bumi?
26 October 2014, 09:05 | Kontemporer | 141.672 views
Bolehkah Memilih Pendapat Yang Paling Ringan?
25 October 2014, 04:44 | Ushul Fiqih | 13.958 views
Mengapa Tokoh dan Ormas Islam di Indonesia Tidak Bisa Bersatu
24 October 2014, 02:22 | Dakwah | 9.756 views
Bencong Menurut Islam
23 October 2014, 22:16 | Kontemporer | 11.888 views
Mengapa Musnad Imam Syafi'i Lebih Rendah Tingkatannya Dari Sahih Bukhari?
21 October 2014, 10:30 | Hadits | 17.133 views
Hp Berbunyi Saat Sholat
20 October 2014, 21:02 | Shalat | 10.164 views
Benarkah Haram Mengenakan Pakaian Berbahan Sutra?
18 October 2014, 16:13 | Umum | 8.190 views
Hadits Nabi Mempertahankan Qunut Shubuh Hingga Wafatnya, Shahihkah?
16 October 2014, 00:01 | Shalat | 55.054 views
Tikus dan Tokek Haram Dimakan?
14 October 2014, 18:17 | Kuliner | 18.187 views
Adakah Ayat yang Mengalami Penghapusan?
13 October 2014, 09:45 | Quran | 11.361 views
Keturunan Rasulullah dan Habaib
12 October 2014, 15:19 | Umum | 16.478 views
Wasiat Almarhum Berbeda Dengan Ketentuan Hukum Waris, Mana Yang Harus Dimenangkan?
11 October 2014, 16:18 | Mawaris | 15.137 views
Bolehkah Menjamak Shalat Ashar dengan Shalat Jumat?
9 October 2014, 04:30 | Shalat | 69.658 views
Mengapa Ada Perbedaan Mazhab dan Pendapat Ulama?
8 October 2014, 06:40 | Ushul Fiqih | 18.423 views
Sudah Ada Quran dan Sunnah, Kenapa Masih Harus Ijtihad?
7 October 2014, 17:05 | Ushul Fiqih | 78.912 views
Hakikat Qurban Lebih Berdimensi Ritual Atau Dimensi Sosial?
3 October 2014, 18:00 | Qurban Aqiqah | 6.448 views

TOTAL : 2.301 tanya-jawab | 27,138,128 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema