Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pernikahan Anak Perempuan Adopsi | rumahfiqih.com

Pernikahan Anak Perempuan Adopsi

Sun 2 June 2013 21:39 | Nikah | 7.542 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Ustadz,

Kembali mengenai WALI HAKIM, bagaimana mengawinkan anak perempuan adopsi yang tidak tahu asal usulnya di mana saat kami mengadopsi tidak diketahui Bapak dan keluarganya. Apalagi sejak diambil saat bayi usia 7(tujuh) hari dan hanya ingin memiliki seorang anak perempuan serta berjalan sampai dewasa untuk saatnya dia memutuskan untuk kawin dengan pilihannya. Apakah tetap menggunakan tata urutan sesuai daftar yang bisa menjadi wali?

Bagaimana menyikapi hal ini Ustadz, di mana cepat atau lambat kami sebagai orang tua angkatnya memberitahukan secara jujur bahwa kami bukan orang tua kandungnya sebelum dia berangkat dewasa.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bila seorang wanita sudah tidak ketahuan lagi asal-usul keluarganya, entah sudah wafat atau karena sebab lain, maka yang menjadi wali atasnya adalah pemerintah yang sah.

Kalau di Indonesia, berarti yang menjadi wali adalah Presiden SBY. Kalau di Saudi Arabia, yang jadi wali berarti Raja Abdullah. Dan di zaman nabi SAW masih hidup menjadi pemimpin tertinggi pemerintahan, yang jadi wali adalah diri beliau SAW, dalam kapasitas sebagai pemipin negara.

Hal ini berdasarkan sabda beliau sendiri yang kita temui di dalam kitab-kitab hadits nabawi.

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sultan (penguasa) adalah wali bagi mereka yang tidak punya wali." (HR Arba'ah)

Namun ketika sebuah negara meluas dan rakyatnya menjadi semakin banyak, tentu saja seorang kepala boleh mewakilkan wewenangnya kepada orang lain. Sebagaimana seorang ayah kandung juga boleh memberikan wewenangnya sebagai wali kepada orang lain.

Misalnya, ada seorang ayah yang punya anak gadis jauh dari kampung halaman. Maka si ayah boleh mewakilkan statusnya sebagai wali kepada orang lain, bila tidak mungkin menghadiri langsung akad nikah anaknya.

Demikian pula dengan pemimpin negara di masa kini. Rakyat Indonesia mencapai 1/4 milyar orang. Kalau semua kasus wanita yang tidak punya wali harus dikerjakan oleh seorang SBY sendirian, maka tugas presiden hanya menikahkan orang.

Maka SBY sebagai presiden memberikan wewenang itu kepada bawahannya. Misalnya dalam hal ini kepada menteri agama RI, Bapak Maftuh Basuni.

Beliau pun mungkin punya tugas-tugas lain yang bertumpuk, maka beliau memberikan wewenang itu kepada bawahannya sedemikian rupa hingga jenjang yang paling bawah. Misalnya kepala Kantor Urusan Agama (KUA).

Maka secara syariah yang benar, KUA inilah yang berwenang untuk menjadi wali nikah bagi para wanita yang tidak punya ayah kandung.

Tentunya setelah diupayakan terlebih dahulu serangkaian pengecekan dan penelusuran tentang jati diri si anak gadis ini. Bila semua upayatelah sia-sia, majulahBapak KUA sebagai representasi dari pak SBY.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Tidak Ada Label Halalnya, Haramkah?
29 May 2013, 23:48 | Kuliner | 10.388 views
Bolehkah Menghapus Tanda Hitam di Dahi
27 May 2013, 22:29 | Shalat | 58.962 views
Wanita Melakukan Safar ke Luar Kota Tanpa Mahram
26 May 2013, 21:39 | Wanita | 24.505 views
Adakah Keringanan Berpuasa di Musim Dingin?
26 May 2013, 05:01 | Puasa | 7.223 views
26-30 Mei 16.18 WIB: Menit-Menit Mencocokkan Arah Kiblat
25 May 2013, 01:12 | Shalat | 8.264 views
Halal Haram Hukum Vaksinasi
24 May 2013, 01:59 | Kontemporer | 21.343 views
Hukum Menindik Telinga dan Memakai Anting bagi Wanita
22 May 2013, 23:36 | Wanita | 12.932 views
Bermewah-Mewahan dalam Islam, Haramkah?
20 May 2013, 22:34 | Umum | 41.442 views
Adakah Kitab Sifat Shalat Nabi Yang Paling Sahih?
17 May 2013, 04:23 | Shalat | 16.116 views
Berinvestasi Untuk Melahirkan Ulama
16 May 2013, 00:28 | Ushul Fiqih | 8.015 views
Hadits Tentang Bulan Rajab
15 May 2013, 00:44 | Hadits | 13.747 views
Ipar Dengan Ipar Saling Menikah, Bolehkah Hukumnya?
14 May 2013, 01:38 | Nikah | 77.998 views
Hukum Arisan
13 May 2013, 01:33 | Muamalat | 12.844 views
Bolehkah Biaya Operasional Dakwah Dari Harta Haram?
8 May 2013, 22:20 | Dakwah | 8.212 views
Bisakah Masuk Islam Secara Online?
6 May 2013, 22:14 | Aqidah | 9.753 views
Manual Menjalankan Agama Islam di Jepang
5 May 2013, 20:16 | Kuliner | 7.315 views
Apakah Jatuh Talak ketika Diucapkan Saat Marah?
5 May 2013, 20:15 | Nikah | 10.898 views
Jepang Lebih Islami dari Indonesia?
3 May 2013, 19:50 | Kontemporer | 12.517 views
Tayammum Harus Diulang-ulang Tiap Mau Shalat?
1 May 2013, 01:37 | Thaharah | 9.084 views
Hubungan Antara Seorang Makmum Dengan Imamnya
29 April 2013, 21:27 | Shalat | 16.448 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,986,773 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-10-2019
Subuh 04:14 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:47 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img