Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Yahudi Dikutuk Jadi Kera : Betulan Atau Kiasan? | rumahfiqih.com

Yahudi Dikutuk Jadi Kera : Betulan Atau Kiasan?

Mon 10 December 2012 23:00 | Quran | 10.072 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz yang dirohmati Allah, saat saya membuka tafsir Al-Qur'an Surat Al-A'raaf 166, saya jumpai bahwa bangsa yahudi telah dikutuk oleh Allah menjadi kera.

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina."

Namun hingga hari ini mengapa mereka masih berwujud manusia. Apakah ini hanya kata kiasan yang menunjukkan sifat mereka seperti kera yang selalu bikin gara-gara, suka pesta pora, suka perang? Mohon penjelasannya.

Jazakallohu khoiron katsiron.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarkatuh,

Memang ada bangsa atau suatu kaum yang pernah dikutuk oleh Allah SWT menjadi kera, dalam arti yang sesungguhnya bukan sekedar kiasan atau perumpamaan. Dan hal seperti itu mudah saja bagi Allah SWT.

Keterangan tersebut sejelasnya disebutkan di dalam salah satu firman Allah SWT:

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَواْ مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina." (QS Al-Baqarah: 65)

فَلَمَّا عَتَوْاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, "Jadilah kamu kera yang hina." (SQ Al-A'raf: 166)

Dan benar bahwa mereka termasuk dari kalangan bangsa Yahudi, yang hidup di masa lalu, jauh sebelum masa hidupnya Nabi Muhammad SAW. Kita mengetahuinya lewat ayat Al-Quran, untuk dijadikan pelajaran bagaimana nasib kaum yang melanggar ketentuan Allah SWT di masa lalu.

Namun para mufassir sepakat yang dikutuk menjadi kera bukanlah seluruh bangsa yahudi saat itu. Namun hanya sebagian dari mereka saja yang demikian. Maka tidak benar kalau dikatakan bahwa seluruh yahudi di dunia ini adalah bangsa yang dikutuk semuanya menjadi  kera.

Bahkan para mufassir mengatakan bahwa kejadian itu hanya menimpa penduduk suatu desa saja, yang hidup di tepi pantai, di mana mata mencaharian mereka adalah menangkap ikan di laut. Allah telah melarang mereka untuk menangkap ikan di hari Sabtu, karena hari itu adalah hari khusus untuk beribadah.

Namun mereka melanggarnya, karena sengaja Allah menguji mereka. Caranya, justru di hari Sabtu itulah ikan-ikan bermunculan dengan jumlah yang sangat banyak, tapi di selain hari Sabtu terlarang itu, ikan-ikan seolah lenyap dari laut.

Karena itulah sebagian dari penduduk desa itu melakukan kecurangan. Yaitu mereka memasang perangkap pada hari Jumat sore menjelang masuknya hari Sabtu. Pada hari Sabtu mereka tetap beribadah. Dan pada hari Minggu, perangkap-perangkap itu telah dipenuhi ikan. Cara yang mereka tempuh ini tetap dianggap sebuah pelanggaran juga. Dan oleh karenanya, mereka yang melakukannya dikutuk menjadi kera yang hina.

Keterangan ini semakin jelas kalau kita perhatikan ayat-ayat sebelumnya dari ayat tentang kutukan mereka menjadi kera.

واَسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعاً وَيَوْمَ لاَ يَسْبِتُونَ لاَ تَأْتِيهِمْ كَذَلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. (QS Al-A'rah: 163)

Ayat ini jelas sekali menyebutkan bahwa yang dikutuk menjadi kera bukan semua bani Israel (Yahudi), melainkan sebagian di antara mereka saja. Namun umumnya bani Israel memang tahu kisah tentang ini, sehingga ayat ini meminta kepada nabi Muhammad SAW untuk menanyakan kisah kutukan jadi kera kepada bani Israel.

Bahkan di ayat berikutnya, ada keterangan lebih jelas lagi bahwa tidak semua penduduknya desa itu ikut jadi kera. Sebab ada sebagian dari merka yang tetap masih taat tidak melanggar larangan hari Sabtu. Mereka yang tidak dikutuk jadi kera ini adalah yang memberikan peringatan kepada mereka yang melanggar larangan.

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ أَنجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُواْ بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُواْ يَفْسُقُونَ

Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. Al-'raf: 165)

Nama Desa Tersebut

Kalau kita buka kitab tafsir, misalnya Al-Jami' li Ahkamil Quran karya Al-Imam Al-Qurtubi rahimahullah, disebutkan bahwa ada beberapa riwayat yang berbeda dalam menetapkan desa yang dimaksud. Menurut Ibnu Abbas radhiyallahuanhu., Ikrimah dan As-Suddi, nama desa itu adalah Aylah. Dalam riwayat lain menurut Ibnu Abbas juga, nama desa itu adalah Madyan, yang terletak di antara Aylah dan At-Thuur.

Sedangkan menurut Az-Zuhri namanya adalah Thabariyah. Dan Qatadah serta Zaid bin Aslam mengatakan namanya adalah Maqnat, yang terlewat di pantai negeri Syam.

Ke Mana Kera-kera Itu?

Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang riwayat selanjutnya kera-kera itu. Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa setelah berubah menjadi kera, mereka pun mati begitu saja dan punah setelah tiga hari. Kutukan menjadi kera itu untuk menghina mereka sebelum dimatikan, agar sempat merasakan kehinaan di dunia ini.

Sebagian lagi mengatakan bahwa Allah dengan kekuasaan-Nya, setelah menjadi kera beberapa waktu, Allah SWT mengembalikan lagi mereka ke wujud semula.

Tetapi yang jelas, kera-kera itu tidak berketurunan hingga sekarang ini. Sehingga kurang tepat kalau kita sebut bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa keturunan kera. Sebab kera-kera itu mati dan tidak punya keturunan.

Bila sampai hari ini kita masih menemukan bangsa yahudi dalam wujud manusia dan berkeliaran sebagai bangsa yang dimurkai, maka hal itu masuk akal. Kenapa? Karena selain yang dikutuk menjadi kera itu tidak berketurunan, juga tidak semua bangsa yahudi berubah jadi kera.

Namun bahwa bangsa yahudi itu punya sifat-sifat yang tidak baik, Al-Quran telah begitu banyak menyebutkannya. Surat Al-Baqarah saja sudah menelanjangi kebejadan orang-orang yahudi. Belum kisah-kisah yahudi lainnya yang tersebar di berbagai ayat lainnya.

Dan buat kita, cukuplah tidak kurang dari 17 kali dalam sehari semalam kita meminta kepada Allah SWT agar diberi petunjuk ke jalan lurus, dan bukan jalan seperti orang yahudi yang digelari sebagai al-maghdhubi 'alaihim. Apa artinya? Bangsa yang dimurkai Allah SWT.

Sekilas terkesan ayat-ayat Al-Quran itu rasialis memang. Tetapi apa yang dituturkan Al-Quran itu tidak lain hanyalah jawaban atas sikap bangsa yahudi yang memulai rasialisme yang mereka banggakan, tetapi mengatas-namakan Tuhan. Jadi kalau kita pahami konteksnya, bukan Al-Quran yang bersikap rasialis, melainkan bangsa Yahudi sendiri yang membanggakan darah dan keturunan mereka, dengan memelintir ayat-ayat Taurat, serta mengatas-namakan kehendak Allah SWT.

Oleh karena itulah maka kalau kita temukan Al-Quran mengutuk bangsa yahudi, sebenarnya bukan tanpa sebab. Penyebabnya adalah sikap rasialis mereka sendiri, yang kemudian direspon di dalam Al-Quran.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarkatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perbedaan Penafsiran Wafatnya Nabi Isa dalam Al-Qur'an
10 December 2012, 22:54 | Quran | 9.986 views
Bentuk Hukum Islam Seperti Apa?
10 December 2012, 12:12 | Jinayat | 12.949 views
Hukum Muslim Masuk Gereja
10 December 2012, 10:24 | Umum | 49.285 views
Orang Tua Mewasiatkan Harta Buat Anak-anaknya
7 December 2012, 22:45 | Mawaris | 12.761 views
Bertahun-tahun Tidak Shalat, Apa Harus Diganti?
6 December 2012, 06:50 | Shalat | 22.280 views
Bolehkah Aqiqah Selain Kambing
6 December 2012, 06:12 | Qurban Aqiqah | 16.135 views
Berapa Nilai Nominal Nafkah Yang Wajib Diberikan Suami Kepada Istri?
5 December 2012, 03:23 | Nikah | 204.217 views
Berdosakah Poligami Tanpa Izin Istri Pertama?
4 December 2012, 20:36 | Nikah | 30.649 views
Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
4 December 2012, 06:12 | Umum | 21.679 views
Memakai Kalung Sebagai Obat
2 December 2012, 16:45 | Aqidah | 8.641 views
Sejarah Islam Penuh Darah?
1 December 2012, 18:59 | Umum | 6.892 views
Batasan Bermuamalah Dengan Non Muslim
30 November 2012, 08:24 | Muamalat | 16.520 views
Apa Alasannya Semua Sahabat Dihukumi Adil dalam Hadits?
29 November 2012, 07:23 | Hadits | 12.095 views
Dzikir Dengan Suara Keras
28 November 2012, 07:30 | Shalat | 22.170 views
Mengapa Islam Turun di Arab?
27 November 2012, 08:45 | Ushul Fiqih | 10.859 views
Cara Berwudhu Wanita Berjilbab
27 November 2012, 06:02 | Thaharah | 10.069 views
Batas Kebolehan Perbedaan Pendapat
26 November 2012, 05:14 | Ushul Fiqih | 7.700 views
Shalat Khusyu' Sesuai Rasulullah SAW
25 November 2012, 02:18 | Shalat | 74.813 views
Berdoa Agar PSSI Menang, Kok Nggak Menang-menang Juga?
24 November 2012, 09:46 | Kontemporer | 7.608 views
Bersalaman Seusai Shalat
22 November 2012, 17:01 | Shalat | 9.585 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,342,764 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

20-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img