Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Membersihkan Diri dengan Kertas Toilet | rumahfiqih.com

Membersihkan Diri dengan Kertas Toilet

Mon 12 January 2015 03:59 | Thaharah | 7.730 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Ustadz, mungkin pertanyaan yang akan saya ajukan ini sepele, tapi cukup membuat saya pusing.

Saya bekerja di luar negeri, di tempat kerja, menggunakan kertas toilet untuk membersihkan diri (maaf) setelah berhadats besar. Di Indonesia dan di rumah saya menggunakan air, sehingga merasa penggunaan tissue ini kurang bersih. Padahal saya harus melaksanakan ibadah sholat Zhuhur dan Ashar.

Bagaimana pendapat ustadz tentang ini? Selama ini saya hanya berwudhu saja bila akan sholat. Apakah sholat saya sah bila sebelum melaksanakan sholat saya berhadats besar dan terpaksa hanya menggunakan kertas toilet untuk membersihkan diri?

Wassalaam,
Nicart

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Media untuk bersuci dari buang hajat di dalam syariat Islam tidak terbatas hanya pada air saja. Selain air, juga dikenal benda-benda lain yang sah untuk digunakan untuk bersuci.

Di dalam literatur fiqih, dikenal 2 teknik bersuci dari buang hajat, yaitu isitnja' dan istijmar.

1. Istinja`:

Secara bahasa, istinja` bermakna menghilangkan kotoran. Sedangkan secara istilah bermakna menghilangkan najis dengan air. Atau menguranginya dengan semacam batu. Atau bisa dikatakan sebagai penggunaan air atau batu. Atau menghilangkan najis yang keluar dari qubul (kemaluan) dan dubur (pantat).

2. Istijmar

Istijmar adalah menghilangkan sisa buang air dengan menggunakan batu atau benda-benda yang semisalnya.

Dan keduanya secara hukum tetap sah untuk mensucikan bekas buang air, sebagaimana sabda nabi SAW berikut ini:

Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila kamu pergi ke tempat buang air, maka bawalah tiga batu untuk membersihkan. Dan cukuplah batu itu untuk membersihkan." (HR Ahmad, Nasai, Abu Daud, Ad-Daaruquthuni. Isnadnya shahih)

Dari Abdirrahman bin Yazid ra. berkata bahwa telah dikatakan kepada Salman, "Nabimu telah mengajarkan kepada kalian segala sesuatu." Salman berkata, "Benar, beliau telah melarang kita untuk menghadap kiblat ketika berak atau kencing. Juga melarang istinja' dengan tangan kanan dan istinja dengan batu yang jumlahnya kurang dari tiba buah. Dan beristinja' dengan tahi atau tulang." (HR Muslim, Abu Daud dan Tirmizy)

Selain dengan batu, istijmar bisa dengan menggunakan benda apa saja, yang penting sesuai dengan ketentuan.

  1. Benda itu bisa untuk membersihkan bekas najis.
  2. Benda itu tidak kasar seperti batu bata dan juga tidak licin seperti batu akik, karena tujuannya agar bisa menghilangkan najis.
  3. Benda itu bukan sesuatu yang bernilai atau terhormat seperti emas, perak atau permata. Juga termasuk tidak boleh menggunakan sutera atau bahan pakaian tertentu, karena tindakan itu merupakan pemborosan.
  4. Benda itu bukan sesuatu yang bisa mengotori seperti arang, abu, debu atau pasir.
  5. Benda itu tidak melukai manusia seperti potongan kaca beling, kawat, logam yang tajam, paku.
  6. Jumhur ulama mensyaratkan harus benda yang padat bukan benda cair. Namun ulama Al-Hanafiyah membolehkan dengan benda cair lainnya selain air seperti air mawar atau cuka.
  7. Benda itu harus suci, sehingga beristijmar dengan menggunakan tahi/ kotoran binatang tidak diperkenankan. Tidak boleh juga menggunakan tulang, makanan atau roti, kerena merupakan penghinaan.

Bila mengacu kepada ketentuan para ulama, maka kertas tissue termasuk yang bisa digunakan untuk istijmar.

Namun para ulama mengatakan bahwa sebaiknya selain batu atau benda yang memenuhi kriteria, gunakan juga air. Agar istinja` itu menjadi sempurna dan bersih.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Isteri Kedua Dapat Warisan?
11 January 2015, 03:31 | Mawaris | 6.179 views
Shalat Fardhu di Atas Kendaraan, Apakah Sah Hukumnya?
10 January 2015, 06:04 | Shalat | 8.600 views
Proses Pensyariatan Jihad Dalam Islam
9 January 2015, 04:07 | Negara | 5.186 views
Kedudukan Hadits Tentang Perselisihan Umat
7 January 2015, 01:00 | Hadits | 9.886 views
Bagaimana Kita Menjamin Keaslian Al-Quran?
6 January 2015, 06:00 | Quran | 8.143 views
Najiskah Tubuh Orang Kafir?
4 January 2015, 03:50 | Thaharah | 6.942 views
Dasar Perintah Memberi Fatwa dan Keutamaannya
2 January 2015, 02:00 | Ushul Fiqih | 3.736 views
Perbedaan Antara Fatwa, Qanun, Qadha dan Ijtihad
1 January 2015, 00:01 | Ushul Fiqih | 15.358 views
Cerai Tanpa Pernah Jima' : Apakah Mahar Harus Dikembalikan?
29 December 2014, 08:14 | Nikah | 9.648 views
Benarkah Orang Yang Punya Hutang Berhak Mendapatkan Zakat?
28 December 2014, 04:17 | Zakat | 6.994 views
Adakah Nabi Perempuan?
27 December 2014, 19:16 | Aqidah | 10.140 views
Kenapa Bahasa Arab Mutlak Diperlukan?
25 December 2014, 04:30 | Ushul Fiqih | 5.160 views
Masa Lalu Calon Isteri Pernah Berzina
24 December 2014, 07:03 | Nikah | 8.782 views
Apakah Agama Kristen Sama Dengan Nasrani?
21 December 2014, 21:01 | Aqidah | 44.453 views
Pakaian Santa Claus Apakah Termasuk Tasyabbuh Yang Diharamkan?
20 December 2014, 06:00 | Aqidah | 10.186 views
Mengucapkan Selamat Natal dan Hari Raya Agama Lain
18 December 2014, 08:07 | Aqidah | 44.999 views
Halalkah Berhaji Dengan Sistem Arisan?
16 December 2014, 06:01 | Haji | 4.582 views
Haramkah Kita Memiliki Pembantu Rumah Tangga?
15 December 2014, 04:49 | Wanita | 7.273 views
Syarat Menjadi Saksi Pernikahan
13 December 2014, 11:07 | Nikah | 29.811 views
Yang Harus Dibunuh Itu Cecak Apa Tokek?
12 December 2014, 05:40 | Kuliner | 38.224 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,897,844 views