Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Fiqih Vs Ilmu Pengetahuan: Adakah Perbedaan? | rumahfiqih.com

Fiqih Vs Ilmu Pengetahuan: Adakah Perbedaan?

Tue 13 February 2007 07:43 | Ushul Fiqih | 5.186 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikumWr. Wb.

Ustadz yang dirahmati Allah. Bagaimana hukumnya mengikuti suatu ijtihad yang sudah tahu kesalahannya secara ilmu pengetahuan. Sebagaimana penentuan hari raya Idul Adha kemarin. Menurut pakar Astronomi (hampir semua sepakat) penentuan Idul Adha di Arab Saudi salah, namun oleh dewan syariah tetap ditentukan hari Sabtu. Bagaimana hukumnya kita mengikuti sesuatu yang salah?

Terus berkenaan dengan penentuan Idul Adha yang mengacu pada wukuf di Arafah. Di satu sisi ada kesalahan penentuan, tapi disisi lain kita harus mengikuti waktu berdasarkan penentuan oleh pemerintah Arab Saudi "yang kurang tepat" menurut orang-orang Astronomi.

Ini adalah hanya salah satu contoh, mungkin banyak juga pertentangan semacam itu.

Wassalam,

Masruri

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebelum menjawab apa yang anda tanyakan, sebenarnya masih ada yang perlu sedikit dikoreksi dari pertanyaan anda. Antara lain adalah persepsi bahwa pendapat para ilmuwan dengan dunia ipteknya dianggap selalu benar.

Anggapan ini untuk beberapa hal mungkin benar, namun tidak selalu apa yang dikatakan oleh parailmuwan itu selalu benar. Begitu banyak ilmu pengetahuan yang pada akhirnya malah terkoreksi. Dan dunia ilmu pengetahuan pada hakikatnya saling melengkapi.

Sebut saja contoh sederhananya seperti teori evolusi yang kini sudah tumbang. Atau teori relatifitas yang sampai hari ini belum pernah terbukti. Awalnya, dianggap sebagai sebuah kebenaran, namun ilmuwan pada generasi berikutnya berhasil mengoreksi, bahkan sampai pada tingkat koreksi total.

Maka tidak ada kebenaran yang pasti di dunia ilmu pengetahuan, kecuali hitungan matematika paling dasar yang bersifat eksak. Misalnya, 1 + 1 = 2. Tapi kalau sudah sampai menghitung luas lingkaran, sudah ada beberapa versi rumus yang berbeda. Sebagian menggunakan phi yang dibulatkan menjadi 3, 14 sedangkan sebagian lainnya menggunakan 22/7. Hasilnya tidak beda kalau buat menghitung luas tutup panci. Tetapi hasilnya sudah pasti beda kalau digunakan untuk mengukur luas galaksi.

Maka untuk menghitung peredaran bulan terhadap bumi, terlalu banyak versi di kalangan para ilmuwan. Buktinya, sistem perhitungan hisab itu selama ini juga saling berbeda satu sama lain. Yang salah bukan matematikanya, melainkan prinsip dasar dan filosofinya.

Misalnya, ada mazhab dalam ilmu hisab yang menetapkan bahwa bila bulan berada di bawah 2 derajat, ditetapkan tidak akan terlihat. Nanti ada mazhab lainnya yang mengatakan cukup 1 derajat. Lalu mazhab lainnya dengan ketentuan lain yang berbeda.

Maka sejak dari awal sudah pasti hasilnya beda. Bukan pada angkanya, tetapi pada cara menilainya.

Ketetapan Pemerintah dan Dewan Syariah

Dalam dunia ijtihad yang selalu dipenuhi dengan perbedaan pendapat, secara umum pemerintah memang tidak bisa memaksakan pendapat tertentu kepada rakyatnya.

Namun ada kasus tertentu yang perlu diambil kesepakatan, meski masih ada perbedaan pendapat. Tentunya karena ada pertimbangan tertentu yang lebih maslahat.

Misalnya, hak pemerintah untuk menetapkan satu pendapat dalam menjatuhkan hari raya. Dalam pandangan kami, di tengah hiruk pikuk perbedaan pendapat, sultan atau pemerintah punya hak preogratif untuk menyatukan rakyatnya dalam satu hari raya.

Dan kewajiban rakyat adalah mematuhi apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebab memang demikianlah salah satu fungsi pemerintah, yaitu mengambil jalan tengah dan menyatukan kebingungan umat. Meski mungkin harus mengalahkan salah satu pendapat. Tentunya harus diambil keputusan dengan banyak pertimbangan. Bukan semata-mata pertimbangan sentimen pribadi atau golongan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Orang Eskimo dan Hukum Puasa
13 February 2007, 02:36 | Puasa | 6.576 views
Shalat Tasbih, Bid'ahkah Hukumnya?
12 February 2007, 00:15 | Shalat | 6.176 views
Homoseks: Takdir, Nasib atau Apa?
9 February 2007, 01:23 | Kontemporer | 6.853 views
Masjid Al-Aqsha Dihancurkan
9 February 2007, 00:47 | Umum | 5.074 views
Batasan Aurat Wanita Versi Quraisy Syihab
7 February 2007, 22:50 | Wanita | 16.881 views
Pelaku Homoseks Ingin Taubat Tanpa Hudud
7 February 2007, 22:44 | Jinayat | 5.627 views
Istilah Wajib, Haram, Sunnah, Makruh dan Mubah
7 February 2007, 01:35 | Ushul Fiqih | 9.517 views
Mufti Mesir Membolehkan Wanita Jadi Pemimpin Negara?
7 February 2007, 01:25 | Wanita | 6.155 views
Keputihan, Najiskah?
6 February 2007, 10:38 | Thaharah | 8.274 views
Hak Memberikan Sebutan Ahli Bidah
6 February 2007, 01:33 | Aqidah | 6.728 views
Suamiku Zina dengan Pramugari, Haruskah Kumaafkan?
5 February 2007, 00:06 | Nikah | 7.140 views
Kasus Poso dan Konsep Jihad
1 February 2007, 23:31 | Negara | 5.664 views
Nikah Mut'ah
1 February 2007, 23:05 | Nikah | 6.765 views
Shalat Berjamaah atau Shalat di Awal Waktu
1 February 2007, 23:05 | Shalat | 5.876 views
Undang-Undang Anti Kumpul Kebo
1 February 2007, 00:46 | Nikah | 5.043 views
Bagaimana Solusinya Harta Waris Hanya Sedikit
1 February 2007, 00:35 | Mawaris | 4.824 views
Menikah Wanita yang Pernah Berzina
31 January 2007, 00:10 | Nikah | 6.941 views
Ahli Waris Semua Anak Perempuan
30 January 2007, 06:45 | Mawaris | 6.444 views
Bom Bali dan Mariot
30 January 2007, 02:24 | Umum | 4.396 views
Yang Mengharamkannya Adalah Takbir
30 January 2007, 02:07 | Shalat | 5.382 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,987,108 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-10-2019
Subuh 04:14 | Zhuhur 11:40 | Ashar 14:47 | Maghrib 17:49 | Isya 18:57 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img