Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Memakai Kalung Sebagai Obat | rumahfiqih.com

Memakai Kalung Sebagai Obat

Sun 2 December 2012 16:45 | Aqidah | 8.649 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Pak Ustadz, beberapa waktu yang lalu saya membaca iklan tentang Kalung biofir pada sebuah website. Kemudian membaca kisah nyata tentang kesembuhan, setelah memakai kalung tersebut.

Saya ingin memakai kalung tersebut dengan alasan kesehatan.
Apakah dengan memakai kalung tersebut dapat disamakan dengan memakai JIMAT?

Wasalamu'alaikum wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Dalam membahas masalah kalung yang anda tanyakan dan kaitannya dengan masalah syirik, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama terkait dengan benda yang mengandung unsur magis yang disebut jimat. Kedua, terkait dengan pola pikir yang menyimpang.

1. Pertama: Jimat

Syirik terjadi manakala sebuah benda dipercaya memiliki kekuatan tertentu, yang tidak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan yang baku. Istilahnya adalah tamimah, yang biasa diartikan sebagai jimat. Jimat itu memang punya kekuatan ghaib yang datang dari jin, syetan atau penyihir.

Dahulu iblis menggunakan media semacam keris untuk menjerumuskan manusia ke dalam jurang syirik. Keris yang pada dasarnya hanya sepotong besi karatan, lalu disembah-sembah lantaran dianggap punya kekuatan magis tertentu. Maka melakukan ritual kepada keris seperti ini adalah perbuatan syirik.

Di zaman sekarang ini, ketika semua orang sekolah dan menolak hal-hal yang magis, keris yang 'diisi' kekuatan magis mungkin sudah kurang populer. Maka para syetan pun menggunakan cara lain untuk tetap menjerumuskan korbannya.

Berbagai istilah dari dunia jin dan alam ghaib kemudian mendapat perubahan nama dan istilah. Salah satunya penggunaan istilah 'energi'. Seringkali gerakan tertentu atau benda tertentu diklaim memiliki energi tertentu, lalu pada akhirnya dijadikan sesembahan.

Bagaimana syariah Islam memandang hal ini?

Yang dibenarkan oleh syariat Islam dalam menggunakan istilah energi adalah yang mengacu kepada istilah baku di dunia sains. Misalnya energi kinetik dan energi potensial. Islam tidak mengenal sihir yang kemudian diganti namanya menjadi energi.

Energi yang dikenal dalam sain adalah sebagai lawan dari materi. Satuan SI untuk energi dan kerja adalah joule (J), dinamakan untuk menghormati James Prescott Joule dan percobaannya dalam persamaan mekanik panas. Dalam istilah yang lebih mendasar 1 joule sama dengan 1 newton-meter dan dalam istilah satuan dasar SI, 1 J sama dengan 1 kg m2 s−2.

Namun penggunaan istilah 'energi' seringkali diselewengkan. Terkadang para dukun dan penyihir pun menggunakan istilah energi. Bedanya dengan istilah energi yang baku adalah bahwa yang baku bisa terukur dan lahir dari ilmu fisika. Sedangkan pengertian energi menurut istilah para dukun dan tukang santet, pada hakikatnya adalah sihir dan magis, atau kerjaan para jin yang sesat dan menipu.

Maka dalam hal ini, kita wajib hati-hati. Jangan langsung percaya ketika ada benda dikatakan mengandung kata 'energi'. Karena energi itu seharusnya terukur dengan alat ukur fisika. Tetapi kalau istilah energi itu hanya sebuah kamuflese, padahal sesungughnya hanya sihir dan pekerjaan para jin dan syetan, tentu wajib kita hindari.

2. Kedua: Tathayyur

Bentuk syirik lainnya adalah ketika seseorang menggantungkan diri pada khasiat dan kemampuan suatu benda. Melebihi tawakkalnya kepada Allah. Atau menggantungkan peruntungannya pada benda tertentu yang dibawa-bawanya.

Bentuk syirik ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan unsur magis pada benda yang terkait, namun yang jadi masalah adalah pada pola pikir dan keyakinan orang dalam memperlakukan benda itu.

Misalnya, ada orang yang punya kebiasaan mempercayai pada keberuntungan kalau memakai baju tertentu, atau menggenggam coin tertentu, atau kalung tertentu.

Padahal benda-benda itu sama sekali memang tidak ada unsur magisnya. Sehingga yang bermasalah sesuungguhnya bukan benda, tapi otak pelakunya. Dalam kasus ini, hukumnya termasuk syirik juga.

Kalung dengan Khasiat Tertentu

Maka untuk menjawab pertanyaan anda, bisa dijelaskan dengan sederhana sebagai berikut.

Kalung itu hukumnya telah menjadi jimat, manakala dipercaya punya kekuatan magis tertentu yang tidak bisa diterangkan secara fisika atau kimia yang baku. Menggantungkan diri pada adanya kekuatan magis tertentu pada kalung, sudah cukup mengantarkan kita kepada syirik. Dan syirik adalah dosa yang tidak akan diampuni Allah SWT.

Dan kalung itu juga menjadi media kemusyrikan, meski tidak mengandung kuatan ghaib tertentu, namun telah membuat orang-orangjadi menggantungkan kesembuhan atas penyakitnya padanya, dengan melebihi tawakkalnya kepada Allah. Sebab yang menyembuhkan adalah Allah SWT, bukan kalung atau benda apapun.

Namun selama ada jaminan mutlak bahwa sebuah kalung benar-benar tidak menggunakan kekuatan jin, magis atau hal-hal lain yang tidak masuk akal dan standar baku ilmiyah, maka tidak ada hal yang perlu ditakuti. Juga selama kita tidak menjadikan kalung yang dijamin tidak ada unsur magisnya itu sebagai satu-satunya benda yang menyembuhkan, maka insya Allah kita tidak akan jatuh ke dalam syirik.

Cermat Dalam Memilih Produk

Lepas dari urusan syirik, baik secara magis maupun secara pola pikir, tidak salah bila anda juga mempertimbangkan hal-hal yang logis dan masuk akal.

Saran kami, jangan terlalu mudah terkecoh janji dan testimoni manis. Cermatlah ketika menerima tawaran yang memikat dan nampak menarik. Janganlahkita lupa diri dalam menilai kualitas suatu barang.

Biasanya yang namanya obat yang baik adalah hasil penemuan ilmiyah yang panjang, disertai dengan penjelasan ilmiyah dan nalar yang masuk akal.

Dan logikanya, tidak ada bendayang menjadi obat untuk segala sesuatu. Bahkan meski di dalam Al-Quran disebutkan bahwa madu adalah obat, namun tidak pernah disebutkan bahwa madu adalah obat untuk semua penyakit.

Dari perut lebah itu ke luar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl: 69)

Ayat ini hanya menyebutkan bahwa madu adalah obat untuk manusia, bukan obat untuk segala macam jenis penyakit.

Maka penawaran yang melebihi hakikatnya, sering disebut dengan istilah 'berjualan obat'. Karena biasanya penjual obat kaki lima menawarkan obat untuk segala sesuatu. Bahkan terkadang sampai mengatakan bahwa obatnya adalah penyembuh segala macam penyakit.

Kalau memang benar mengobati semua jenis penyakit, seharusnya rumah sakit sudah bubar dari dulu. Tetapi buktinya, setiap rumah sakit penuh dengan pasien. Dan pemerintah selalu kekurangan rumah sakit.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sejarah Islam Penuh Darah?
1 December 2012, 18:59 | Umum | 6.899 views
Batasan Bermuamalah Dengan Non Muslim
30 November 2012, 08:24 | Muamalat | 16.542 views
Apa Alasannya Semua Sahabat Dihukumi Adil dalam Hadits?
29 November 2012, 07:23 | Hadits | 12.106 views
Dzikir Dengan Suara Keras
28 November 2012, 07:30 | Shalat | 22.208 views
Mengapa Islam Turun di Arab?
27 November 2012, 08:45 | Ushul Fiqih | 10.864 views
Cara Berwudhu Wanita Berjilbab
27 November 2012, 06:02 | Thaharah | 10.079 views
Batas Kebolehan Perbedaan Pendapat
26 November 2012, 05:14 | Ushul Fiqih | 7.705 views
Shalat Khusyu' Sesuai Rasulullah SAW
25 November 2012, 02:18 | Shalat | 74.920 views
Berdoa Agar PSSI Menang, Kok Nggak Menang-menang Juga?
24 November 2012, 09:46 | Kontemporer | 7.620 views
Bersalaman Seusai Shalat
22 November 2012, 17:01 | Shalat | 9.593 views
Bolehkah Merevisi Mahar Setelah Akad?
20 November 2012, 17:00 | Nikah | 21.247 views
Bolehkah Orang Kafir Masuk Masjid?
18 November 2012, 17:00 | Shalat | 12.312 views
Demokrasi Soal Aqidah atau Muamalah?
17 November 2012, 17:00 | Kontemporer | 8.791 views
Shalat Hadiah untuk Orang Tua Meninggal
16 November 2012, 00:45 | Shalat | 11.295 views
Operasi Selaput Dara
15 November 2012, 17:00 | Wanita | 7.462 views
Dzikir Ratib Al Haddad
14 November 2012, 17:00 | Umum | 46.856 views
Hukum Wanita Haid Masuk Masjid
12 November 2012, 03:25 | Thaharah | 33.321 views
Wanita Haram Menjadi Imam Buat Laki-laki
7 March 2012, 17:00 | Shalat | 8.997 views
Benarkah Wanita Boleh Jadi Imam Shalat Buat Laki-laki?
6 March 2012, 17:00 | Shalat | 6.220 views
Mengulang-ulang Tayammum
4 March 2012, 17:00 | Thaharah | 5.641 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,381,861 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-9-2019
Subuh 04:27 | Zhuhur 11:47 | Ashar 14:58 | Maghrib 17:52 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img