Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Perlukah Bersyahadat Lagi? | rumahfiqih.com

Perlukah Bersyahadat Lagi?

Sat 6 September 2008 12:20 | Aqidah | 8.520 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum. Wr. Wb.

Mudah-mudahan Ustadz ahmad selalu dilimpahi rahmat oleh Allah SWT.. Langsung saja ya Pak Ustadz, beberapa hari belakangan saya sedang "didekati" oleh seorang rekan dekat saya, di mana dia mengajak saya untuk bergabung dengan sebuah komunitas Islam.

Dia tidak menyebutkan siapa sebenarnya komunitas itu, akan tetapi salah satu tahap yang harus dilalui untuk tergabung dengan komunitas itu adalah harus bersyahadat. Hal ini pula yang membuat saya merasa janggal.

Saya ingin bertanya, apakah melakukan syahadat ulang untuk masuk ke dalam suatu komunitas itu dibenarkan? Jika tidak, apakah ada dalil untuk meng-counter ajakan rekan saya itu?

Jazakumullah khairan katsira

Wassalamu 'alaikumWr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Syahadat tidak perlu kita ulang, sebab paling tidak kitasudah kita lakukan tiap hari dalam sehari semalam. Paling tidak 9 kali kita melakukan tasyahhud dalam shalat, yaitu 2 kali dalam shalat Dzhuhur, 2 kali dalam shalat Ashar, 2 kali dalam shalat Maghrib, 2 kali dalam shalat Isya' dan 1 kali dalam shalat shubuh.

Jadi syahadat yang mana lagi yang harus diucapkan?

Syahadat itudiucapkan oleh orang kafir yang masuk Islam, sebagai tanda bahwa dirinya masuk Islam. Sedangkan orang yang sejak lahir sudah muslim, baginya syahadat bukan lagi tanda masuk Islam. Melainkan untuk menguatkan keimanan, atau memperbaharuinya.

Yang perlu dikritisi dari jamaah yang anda ceritakan itu adalah pemahaman mereka tentang konsep keIslaman. Apakah dia perpikiran bahwa siapa pun orang yang tidak ikut ke dalam jamaahnya dianggap bukan orang Islam? Sehingga harus membaca syahadat lagi?

Apakah dia beranggapan bahwa kalau tidak ikut dalam jamaahnya, orang-orang lain dianggap sesat dan tidak punya status keIslaman?

Kalau memang begini cara berpikirnya, maka ketahuilah bahwa jamaah itu punya cara pemikiran takfir yang sesat. Sebab dia beranggapan bahwa semua orang yang tidak ikut jamaahnya bukan Islam.

Bukankah setiap bayi lahir itu dalam keadaan Islam? Bagaimana mungkin kita menjatuhkan vonis kafir kepada semua orang Islam, sehingga setiap ada yang mau masuk ke dalam suatu jamaah, kita wajibkan mengulang syahadat lagi?

Sejak kapan orang itu dan jamaahnya punya hak untuk memvonis orang lain masuk Islam atau tidak? Siapakah yang memberikan hak itu kepada mereka? Sebagai apakah hak itu diberikan?

Semua pertanyaan itu harus dijawab dengan landasan syariah yang kuat. Bukan sekedar memberikan klaim belaka.

Jadi silahkan anda meminta penjelasan dengan detail atas semua pertanyaan itu, sebab anda toh tidak ingin membeli kucing dalam karung, kan?

Wallahu a'lam bishshawab, wassaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Kafirkah Orang Tua Rasullulloh?
6 September 2008, 12:18 | Aqidah | 11.997 views
Nabi Isa Disebutkan 25 Kali Dalam Al-Quran
6 September 2008, 11:53 | Aqidah | 6.787 views
Taqdir, Bisakah Diubah?
6 September 2008, 11:51 | Aqidah | 9.935 views
Cara Menyadarkan Teman yang Inkar-Sunnah
6 September 2008, 11:50 | Hadits | 9.855 views
Status Pernikahan Isteri yang Murtad
6 September 2008, 11:49 | Nikah | 7.813 views
Baiat Dan Syahadatain
6 September 2008, 11:46 | Aqidah | 8.692 views
Adakah Ayat Al-Quran atau Hadits yang Dinasakh?
6 September 2008, 11:23 | Quran | 8.028 views
Menanam Kepala Sapi Mencari Keselamatan
6 September 2008, 10:16 | Aqidah | 6.438 views
Shalat di Mushalla Ahmadiyah
6 September 2008, 03:16 | Shalat | 7.000 views
Apakah Dosa Bila Membuang Pembalut yang Tidak Bersih
17 June 2008, 22:24 | Wanita | 52.536 views
Apakah Sujud Tilawah Itu?
17 June 2008, 01:00 | Shalat | 11.159 views
Penasaran dengan Kelompok Ingkarussunnah
16 June 2008, 07:36 | Hadits | 6.689 views
Hukum Menjama` Shalat di Kantor dan Ketiduran
16 June 2008, 07:33 | Shalat | 13.305 views
Halalkah Darah Gusdur?
14 June 2008, 02:10 | Negara | 8.590 views
Hukum Mengingkari Pembagian Hak Waris Menurut Islam
13 June 2008, 00:21 | Mawaris | 6.724 views
Ternyata Dasar Negara Indonesia Bukan Pancasila Tapi Allah
10 June 2008, 23:17 | Negara | 8.970 views
Kagum kepada Ahmadinejad?
10 June 2008, 00:31 | Negara | 7.182 views
Pemimpin yang Takut kepada Pihak Asing
9 June 2008, 01:32 | Kontemporer | 5.459 views
Banci Menjadi Imam
8 June 2008, 23:36 | Kontemporer | 6.543 views
Arah Kiblat yang Sedikit Melenceng
8 June 2008, 01:01 | Shalat | 8.012 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,240,973 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img