Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Adakah Kaitan Antara Kemiripan Wajah dengan Jodoh? | rumahfiqih.com

Adakah Kaitan Antara Kemiripan Wajah dengan Jodoh?

Wed 9 May 2007 22:55 | Nikah | 6.573 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr. Wb.

Pak ustadz yang terhormat, saya ingin menanyakan, apakah ada kaitannya antara kemiripan wajah dengan jodoh? Di masyarakat banyak kepercayaan seperti itu, katanya orang yang memiliki kemiripan wajah biasanya berjodoh.

Mohon penjelasan. pertanyaan kedua, jika ada seseorang yang mengajak kita untuk menikah, dari mana kita yakin bahwa dialah jodoh kita?

Terima kasih.

Wassalam.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Istilah jodoh sebenarnya bukan istilah ilmiyah apalagi istilah syariah. Sebab banyak orang memaknai kata 'jodoh' dengan pandangan yang beragam.

Sepasang laki perempuan yang memtuskan untuk menikah, sering dikatakan mereka berjodoh. Tidak lama kemudian, ketika keduanya bercrai, lalu orang bilang ternyata mereka tidak jodoh. Jadi, yang disebut jodoh itu apa? Tidak ada satu pun definisi ilmiyah yang bisa membatasinya.

Apalagi ketika urusan jodoh ini dikaitkan dengan kemiripan wajah, ini malah lebih tidak ilmiyah lagi. Apakah laki-laki yang wajahnya lonjong akan berjodoh dengan perempuan yang wajahnya lonjong juga? Lalu kalau yang perempuan berwajah 'kotak' lantas mereka harus bercerai?

Tidak ada satu pun data yang bisa disebutkan untuk membuktikan kebenaran dari asumsi keliru ini. Dan tidak ada satu pun riwayat hadits, bahkan yang paling dhaif atau yang palsu sekalipun, yang mendasari kepercayaan sepert ini.

Maka dalam pandangan kami, kepercayaan ini jauh dari kebenaran ilmiyah, apalagi pengakuan syariah. Kepercayaan ini -kalau memang sampai ada yang percaya- adalah sebuah joke konyol yang memain-mainkan urusan perjodohan.

Dalam bahasa syariah, kita tidak mengenal istilah jodoh. Yang kita kenal adalah pasangan, disebut dengan zauj dan zaujah. Dan istilah pasangan ini terkadang bukan hanya terdiri dari dua orang, melainkan bisa terdiri dari banyak orang. Sebab dimungkinkan seorang laki-laki punya isteri lebih dari satu.

Konsep ini tentu amat berbeda dengan konsep pemikiran sekuler yang mengharuskan seorang laki-laki beristri hanya satu. Kita di Indonesia ini, meski mengaku muslim dan mayoritas, ternyata masih saja berpandangan bahwa yang namanya pasangan suami isteri itu haruslah satu suami dan satu isteri.

Dan bila ada suami beristri dua, habislah dia dicaci maki, dihujat, dicemooh, bahkan dituding sebagai 'gila perempuan' dan seterusnya. Padahal orang tersebut sosok ustadz yang sebelumnya sangat dielu-elukan, disanjung, dihormati bahkan didengar semua kata-katanya. Kita tidak kesulitan mencari contohnya, sebut saja Aa Gym.

Padahal beliau tidak pernah melakukan pelanggaran syariah, beliau tidak pernah berzina. Namun opini publik yang sebagian besarnya adalah umat Islam, bahkan mereka sebelumnya adalah fans dan pernah jadi murid beliau, telah mendudukkan beliau sebagai orang yang bersalah, hanya karena beliau dianggap telah 'melanggar' konsep mereka tentang urusan jodoh.

Realita ini menunjukkan bahwa konsepsi pemikiran dan frame maindset umat Islam di negeri ini, khususnya dewasa ini, telah menuju ke titik baku bahwa yang namanya jodoh adalah satu laki-laki menikahi hanya satu perempuan, titik.

Mungkin seandainya Aa Gym hidup di tahun 50-an di zaman Soekarno, saat manusia Indonesia belum lagi seperti ini, beliau tidak akan dihujat melainkan dielu-elukan. Soekarno pernah beristri sampai 9orang dan tetap dipuja sampai sekarang. Tidak ada yang menghujatnya dari sisi ini.

Walhasil, urusan wajah seseorang ada kesamaan dengan wajah orang lain, tidak ada hubungannya dengan urusan jodoh-jodohan. Dan sebagai muslim, kita harus logis dalam berpikir, serta wajib meninggalkan segala bentuk khurafat dna tahayyul yang hanya akan menggugurkan iman kita. Nauzubillah.

Dari Mana Kita Tahu Dia Adalah Jodoh Kita?

Sebelum kami jawab pertanyaan ini, kita harus sepakat dulu, apa yang dimaksud dengan 'jodoh'. Apakah maksudnya adalah orang itu cocok kalau berumah tangga dengan kita? Tidak akan ribut terus dalam rumah tangga? Akan selalu harmonis sampai akhir masa?

Kalau memang itu yang dimaksud dengan 'jodoh', maka yang pasti bukan karena wajahnya mirip. Sebab nanti orang akan melakukan operasi plastik mengubah wajah biar mirip dengan calon pendamping hidupnya.

Kecocokan antara kedua calon suami isteri dimulai dari ta'aruf atau saling kenal. Yang perlu dikenal tentu bukan hanya penampilan fisik saja, tetapi termasuk juga sifat, karakter, hobi, kebiasaan, cara pandang, minat, dan beragam sisi lainnya.

Semua bisa dicari titik temunya dan momentumnya adalah ta'aruf, bukan pacaran. Sebab terkadang orang menganggap yang namanya pacaran itu adalah masa untuk penyesuaian diri dan penjajakan. Padahal pacaran itu justru menyesatkan. Sebab sebagian besar orang berpacaran malah memanfaatkannya untuk berzina, zina mata, telinga, hati bahkan zina kemaluan.

Yang dibenarkan Islam adalah ta'aruf, karena konsepnya adalah saling mempelajari, saling meneliti, saling mencari tahu dan saling melakukan keterbukaan. Dari sanalah kita akan dapat hasil bahwa kemungkinan akan menjadi pasangan yang cocok atau tidak.

Sayangnya, banyak juga di antara kita yang menjadikan ajang ta'aruf ini sekedar formalitas, sama sekali tidak berkualitas. Misalnya hanya kirim-kiriman bio data dan foto. Jelas kalau hanya sebatas ini, tujuan dari ta'aruf tidak pernah tercapai. Ta'aruf harus memenuhi target dan dikemas dengan beragam pola yang pada finalnya akan menghasilakan data kesimpulan yang akurat. Bisa dimanfaatkan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Seharusnya, ada paket pelatihan khusus untuk melakukan ta'aruf yang efektif dan Islami. SIapa mau ikutan?

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

KB yang Sesuai dengan Tuntunan Agama
9 May 2007, 02:03 | Kontemporer | 11.946 views
Maghrib Dulu atau Isya Dulu?
8 May 2007, 23:10 | Shalat | 8.093 views
Niat Puasa Dobel Bisakah?
8 May 2007, 00:09 | Puasa | 7.680 views
Apa yang Dimaksud Aqad Ganda Dalam Transaksi?
7 May 2007, 15:37 | Muamalat | 6.331 views
Sekali Lagi Tentang Fenomena Lafadz Allah
7 May 2007, 08:18 | Kontemporer | 5.264 views
Kapan Kita Boleh Melakukan Shalat Jama'?
7 May 2007, 00:09 | Shalat | 9.178 views
Islam: Agama atau Ideologi?
4 May 2007, 20:53 | Umum | 4.528 views
Nikah Tanpa Dihadiri Orang Tua Kandung Isteri
4 May 2007, 03:12 | Nikah | 4.719 views
Adzan di Kamar Asrama Bukan di Masjid
2 May 2007, 23:13 | Shalat | 5.084 views
Wanita Haid Adalah Najis?
2 May 2007, 23:00 | Thaharah | 5.643 views
Isteri Khulu', Berapa Lama Iddahnya?
2 May 2007, 02:37 | Nikah | 8.317 views
Kakak Wafat Meninggalkan Isteri, Anak Perempuan, Ayah, Ibu dan Saudara
2 May 2007, 01:28 | Mawaris | 5.428 views
Bolehkah Berwudhu di WC?
2 May 2007, 01:23 | Thaharah | 6.666 views
Waria, Taqdir atau Bukan?
1 May 2007, 02:27 | Kontemporer | 6.039 views
Mengaminkan Do'a
1 May 2007, 02:27 | Umum | 9.105 views
Syarat Imam Sholat Berjama'ah
1 May 2007, 02:26 | Shalat | 13.570 views
Orang Tua Lebih Suka Anaknya Pacaran Ketimbang Menikah?
30 April 2007, 01:53 | Nikah | 6.083 views
Petting Termasuk Zina?
30 April 2007, 00:18 | Nikah | 8.431 views
Apakah Ada Batasan Waktu Antara Khitbah dengan Akad?
26 April 2007, 23:52 | Nikah | 7.484 views
Jika Ada Makhluk Lain Selain Manusia
26 April 2007, 00:20 | Kontemporer | 5.490 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,240,875 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img