Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hadits Tentang Bulan Rajab | rumahfiqih.com

Hadits Tentang Bulan Rajab

Wed 15 May 2013 00:44 | Hadits | 13.387 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Tolong jelaskan tentang hadits yang berkaitan dengan amalan dibulan rajab. Sebab saya pernah membaca bahwa di antara banyak hadits tentang bulan Rajab yang kita sering dengar adalah Hadist Maudhu', Dhoif, atau bahkan Matruk secara Sanad & Teks. di antaranya:

"Artinya: Rajab bulan Allah, Sya'ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku"
Keterangan: HADITS INI " MAUDHU'
Kata Syaikh ash-Shaghani (wafat th. 650 H), "Hadits ini maudhu'. " [Lihat Maudhu'atush Shaghani (I/61, no. 129)]
Hadits tersebut mempunyai matan yang panjang, lanjutan hadits itu ada lafazh:
"Artinya: Janganlah kalian lalai dari (beribadah) pada malam Jum'at pertama di bulan Rajab, karena malam itu Malaikat menamakannya Raghaaib... "
Keterangan: HADITS INI MAUDHU'
Kata Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H), "Hadits ini diriwayatkan oleh 'Abdur Rahman bin Mandah dari Ibnu Jahdham, telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Muhammad bin Sa'id al-Bashry, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin 'Abdullah as-Shan'any, dari Humaid Ath-Thawil dari Anas, secara marfu'.
[Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha'if (no. 168-169)]
Kata Ibnul Jauzi (wafat th. 597 H), "Hadits ini palsu dan yang tertuduh memalsukannya adalah Ibnu Jahdham, mereka menuduh sebagai pendusta. Aku telah mendengar Syaikhku Abdul Wahhab al-Hafizh berkata, "Rawi-rawi hadits tersebut adalah rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal), aku sudah periksa semua kitab, tetapi aku tidak dapati biografi hidup mereka. " [Al-Maudhu'at (II/125), oleh Ibnul Jauzy]
Imam adz-Dzahaby berkata, " 'Ali bin 'Abdullah bin Jahdham az-Zahudi, Abul Hasan Syaikhush Shuufiyyah pengarang kitab Bahjatul Asraar dituduh memalsukan hadits. "
Kata para ulama lainnya, "Dia dituduh membuat hadits palsu tentang shalat ar-Raghaa'ib. " [Periksa: Mizaanul I'tidal (III/142-143, no. 5879)]

Mohon penjelasan dari ustadz, terima kasih

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hak untuk memberikan status hukum pada sebuah hadits memang dimiliki oleh para ahli hadits, dan mereka memang telah memiliki ilmunya, sehingga apa yang mereka katakan tentang suatu hadits tentu tidak bisa dibantah begitu saja.

Kecuali bila dibantah oleh ahli hadits lainnya, yang juga pakar di bidang ilmu hadits dan tentunya ilmunya sebanding.

Dan nampaknya para ahli hadits memang senada ketika menilai hadits-hadits tentang keutamaan bulan Rajab dan Sya'ban. Yaitu umumnya mereka menilai hadits-hadits itu kurang kuat, tidak shahih, lemah bahka ada yang sampai ke tingkat hadits palsu.

Lalu bagaimana sikap kita dalam masalah ini? Bolehkah kita mengamalkan hadits-hadits lemah dan palsu?

Jawabnya boleh dan tidak boleh. Maksudnya, hadits-hadits yang lemah tapi tidak sampai ke tingkat palsu, boleh dikerjakan atau diamalakan. Syaratnya sederhana sekali, yaitu tingkat kelemahannya tidak terlalu parah. Dan isinya tidak menyangkut wilayah aqidah dan hukum halal-haram masalah syariah. Tetapi sekedar masalah fadhailul a'mal.

Ini adalah pendapat sebagian besar ulama termasuk al-Imam An-Nawawi rahimahullah. Menurut kelompok ulama ini, selama hanya terkait dengan fadhilah (keutamaan), ajakan untuk mengerjakan hal-hal yang terkait dengan ibadah tambahan (nafilah), maka boleh bersandar kepada hadits yang derajatnya lemah.

Akan tetapi kalau sudah pada tingkat penetapan halal dan haram, apalagi tingkat tertentu dari masalah aqidah, maka hadits lemah tidak boleh diamalkan.

Namun ada juga sebagian ulama dari kalangan lainnya yang tetap mengharamkan kita untuk mengamalkan hadits lemah, meski hadits itu masyhur. Sebab kelemahan suatu hadits justru menunjukkan bahwa tidak bisa dipastikan bahwa sumbernya dari Rasulullah SAW. Padahal urusan ibadah tidak boleh dilakukan kecuali kalau sumbernya benar-benar 100% dipercaya datang dari Rasulullah SAW.

Maka kesimpulan mereka, haram hukumnya beribadah dengan berdasarkan hadits yang tidak shahih.

Adapun hadits palsu (maudhu'), semua ulama sepakat untuk tidak menerimanya, apalagi mengamalkannya.

Puasa Bulan Rajab dan Sya'ban

Dalam masalah puasa di bulan Rajab dan Sya`ban, kita hanya mendapatkan hadits-hadits shahih atau hasan yang menceritakan bahwa secara umum Rasulullah SAW memang banyak melakukan puasa di kedua bulan tersebut. Karena bulan Rajab termasuk bulan haram, dan puasa di bulan-bulan haram itu maqbul (diterima) dan mustahab (disukai) dalam keadaan apapun.

Namun tidak ada riwayat yang kuat menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan puasa sebulan penuh di bulan Rajab atau di bulan Sya`ban.
Sedangkan hadits-hadits yang menceritakan bahwa kalau melakukan shalat ini dan itu di bulan Rajab maka mendapat ganjaran ini dan itu, atau siapa yang beristighfar akan mendapat ganjaran tertentu, umumnya bukanlah hadits yang kuat, bahkan kebanyakannya adalah hadits dhaif dan mungkar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ipar Dengan Ipar Saling Menikah, Bolehkah Hukumnya?
14 May 2013, 01:38 | Nikah | 67.077 views
Hukum Arisan
13 May 2013, 01:33 | Muamalat | 12.188 views
Bolehkah Biaya Operasional Dakwah Dari Harta Haram?
8 May 2013, 22:20 | Dakwah | 7.746 views
Bisakah Masuk Islam Secara Online?
6 May 2013, 22:14 | Aqidah | 9.278 views
Manual Menjalankan Agama Islam di Jepang
5 May 2013, 20:16 | Kuliner | 6.882 views
Apakah Jatuh Talak ketika Diucapkan Saat Marah?
5 May 2013, 20:15 | Nikah | 10.234 views
Jepang Lebih Islami dari Indonesia?
3 May 2013, 19:50 | Kontemporer | 11.968 views
Tayammum Harus Diulang-ulang Tiap Mau Shalat?
1 May 2013, 01:37 | Thaharah | 8.747 views
Hubungan Antara Seorang Makmum Dengan Imamnya
29 April 2013, 21:27 | Shalat | 15.363 views
Hukum Mengenai Adopsi Anak
29 April 2013, 01:42 | Nikah | 8.115 views
Meninggalkan Shalat Karena Melahirkan, Apa Harus Diganti?
26 April 2013, 18:26 | Shalat | 14.619 views
Menjama Shalat Sesudah Tiba di Rumah, Bolehkah?
25 April 2013, 23:39 | Shalat | 65.117 views
Anak Zina Anak Siapa?
25 April 2013, 03:35 | Nikah | 12.284 views
Partai Islam Bersatu, Mimpikah?
24 April 2013, 00:23 | Negara | 7.125 views
Kebolehan Menikahi Wanita Kristen, Masihkah Berlaku Hari Ini?
22 April 2013, 23:00 | Nikah | 17.554 views
Haramkah Menggunakan Biro Jasa dan Calo?
22 April 2013, 01:02 | Muamalat | 13.528 views
Bolehkah Mendapat Komisi dari Penjualan?
20 April 2013, 22:05 | Muamalat | 11.285 views
Apakah Rajam Syarat Diterimanya Taubat?
19 April 2013, 23:43 | Jinayat | 34.024 views
Benarkah Mentalak Istri Waktu Haid Haram Hukumnya?
18 April 2013, 18:13 | Nikah | 8.463 views
Hadits Ahad Bukan Hujjah Dalam Aqidah, Benarkah?
18 April 2013, 00:07 | Aqidah | 10.695 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,752,223 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img