Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Apakah Kalender Islam Sudah Ada di Masa Nabi SAW? | rumahfiqih.com

Apakah Kalender Islam Sudah Ada di Masa Nabi SAW?

Mon 11 November 2013 21:25 | Negara | 14.236 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamualaikum Wr.Wb

Ustad yang di rahmati Allah SWT,

Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, mungkin ini adalah suatu pertanyaan yang bodoh dan sederhana. Tapi tetap saya masih ingin menanyakannya.

Begini ustad, Kalau kalender Islam itukan dibuat berdasarkan masa/ saat hijrah nabi, yang ingin saya tanyakan. Apakah kalender itu sudah ada saat rasulullah masih hidup. Kalau tidak, khan pada saat itu kita umat Islam sudah melaksanakan puasa, haji dan sholat id.

Jika belum ditentukan saat itu, kalender apa Islam menggunakan sebelumnya. Karena sebelumnya orang arab pun sudah melaksanakan haji dan orang yahudi pun sudah melaksanakan puasa asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Apa hijrah nabi itu bertepatan dengan tanggal 1 muharram atau tidak?

Terimakasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Jawaban :

Assalau 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Harus dibedakan antara sistem penghitungan kalender dengan awal mula perhitungan tahun hijriyah. Keduanya merupakan hal yang berbeda. Dengan menggunakan istilah kalender Islam, keduanya jadi semakin tidak jelas.

Sistem Penghitungan Kalender

Ada dua macam sistem penghitungan kalender yang paling umum digunakan oleh manusia. Pertama, sistem syamsiyah, yaitu perhitungan didasarkan pada putaran bumi mengelilingi matahari. Kedua, sistem qamariyah, yaitu perhitungan berdasarkan putaran bulan mengelilingi bumi.

Kedua sistem penghitungan ini sudah ada sejak lama, jauh sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW. Bangsa Arab dan juga Yahudi mengunakan sistem penghitungan kalender Qamariyah, yaitu berdasarkan putaran bulan mengelilingi bumi.

Maka yang dihitung masa waktu satu bulan, yaituberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh bulan untuk mengelilingi planet bumi ini dalam satu kali putaran. Ternyata lamanya tidak seragam untuk tiap bulannya, kadang 29 hari dan kadang 30 hari. Posisi seseorang di permukaan bumi juga ikut mempengaruhi sistem perhitungannya.

Itulah mengapa juga ada 2 mazhab dalam masalah ini, yaitu ta'addud al-mathalai' dan ikhtilaf al-mathali'.

Jumlah bulannya ada 12 dalam setahun. Nama-nama bulannya oleh bangsa Arab disebut sebagaiMuharram, Safar, Rabiul Awwal, Rabiutstani, Jumadil Awwal, Jumaditstsani, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawwal, Dzul Qa'dah dan Dzulhijjah.

Sistem penghitungan ini sudah ada jauh sebelum masa diutusnya Nabi Muhammad SAW. Maka benar kalau anda katakan bahwa bangsa Arab jahiliyah telah melaksanakan ritual haji di bulan Dzulhijjah. Juga benar ketika orang Yahudi berpuasa di bulan Muharram pada tanggal 10, sehingga disebut sebagai 'Asyura.

Awal Mula Tahun Hijriyah

Meski sistem penghitungan kalender sudah ada dan sudah digunakan, namun yang belum ada justru angka tahunnya. Orang Arab sejak sebelum masa kenabian sudah terbiasa menyebut tanggal dan bulan, tapi mereka tidak pernah menyebut angka tahun. Jadi mereka bisa mengatakan bahwa hari ini adalah tanggal 1 bulan Muharram, tapi mereka tidak tahu sekarang ini tahun berapa.

Konon dahulu ketika Khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu menerima surat, kalimat pembuka surat itu membuatnya tertegun. Orang itu menulis, "Saya telah menerima surat dari Anda yang tidak ada angka tahunnya."

Maka bermusyawarahlah beliau mengajak para shahabat yang utama, dan singkatnya mereka sepakat untuk menetapkan momentum tahun di mana Rasulullah SAW hijrah sebagai awal mula perhitungan tahunnegara Islam.

Yang dijadikan penetapan saat itu bukan penetapan awal tanggal dan bulan, tetapi hanya angka tahunnya saja. Sebab yang belum ada memang angka tahunnya saja. Sedangkan sistem metode penghitungannya tetap mengacu kepada sistem qamariyah yang sudah lama digunakan di negeri Arab.

Makaperlu ditegaskan bahwa yang dijadikan momentum bukan tanggal saat Nabi Hijrah, juga bukan bulan saat beliau SAW melaksanakan hijrah, tetapi tahun di mana beliau SAW berhijrah.

Tahun itu dijadikan perhitungan awal tahun dalam sejarah negara Islam. Pertimbangannya, karena sejak tahun itulah Islam secara resmi menjadi sebuah negara, tidak lagi sekedar gerakan dakwah, moral atau sosial. Tetapi secara sah mulai tahun itu Islam telah berbentuk institusi formal bernama negara, dengan terpenuhinya 3 syarat utama sebuah negara.

Hijrah Nabi Bukan Tanggal 1 Muharram

Perlu dijelaskan bahwa peristiwa hijrah Nabi SAW dari Makkah ke Madinah tidak terjadi pada tanggal 1 Muharram.

Syeikh Al-Mubarakfury dalam kitabnya Ar-Rahiq Al-Makhtum menulis bahwa Rasulullah SAW meninggalkan rumahnya di Makkah menuju rumah Abu Bakar pada malam hari, yaitu tanggal 27 Shafar. Dari rumah Abu Bakar, beliau bersama Abu Bakar meninggalkan Mekkah ke arah yang berlawanan dengan Madinah, menuju Gua Tsaur untuk bersembunyi. Beliau sempat menginap 3 malam di dalamnya, yaitu malam Jumat, Sabtu dan Ahad.

Setelah itu beliau bersama Abu Bakar dan Abdullah bin Uraiqith, orang kafir penunjuk jalan, memulai perjalanan ke Madinah lewat jalan yang tidak biasanya.

Pada hari Senin tanggal 8 Rabiul Awwal (23 Sept 622M)  beliau tiba di Quba, beberapa kilometer sebelum masuk kota Madinah di masa itu. Di Quba ini beliau sempat menginap 4 hari, yaitu Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. Hari Jumat beliau SAW bergerak menuju Madinah, tepatnya tanggal 11 Rabiul Awwal.

Maka sebenarnya kurang tepat kalau pada tanggal 1 Muharram kita memperingati peristiwa hijrah Nabi SAW. Sebab hjirah beliau SAW tidak terjadi pada bulan Muharram. Kalau mau memperingati hijrah nabi, waktunya adalah antara 27 Shafar hingga 11 Rabiul Awwal.

Lalau kalau bukan hijrah Nabi, kita memperingati apa pada tanggal1 Muharram?

Jawabnya kita memperingati ulang tahun kelahiran negara Islam Al-Madinah Al-Munawwarah. Sebab penetapan kalender hijryah itu berangkat dari kepentingan sistem adminstrasi negara. Umar dan para shahabat saat itu sepakat untuk memulai hitungan tahun pertama adalah sejak berdirinya negara Madinah, yang secara politis dijatuhkan pada tahun dimana Nabi SAW hijrah dan tiba di Madinah.

Sebab tahun dimana Nabi SAW tiba di Madinah merupakan tahun yang menjadi tonggak besar dalam sejarah Islam, karena merupakan tahun awal mula berdirinya negara Islam pertama.

Sebagaimana kita bangsa Indonesia memperingati 17 Agustus sebagai hari proklamasi kemerdekaan RI, dan bangsa Amerika setiap 4 Juli memperingati The Independen Day, maka kita umat Islam sedunia memperingati tiap 1 Muharram sebagai awal mula berdirinya negara Madinah.

Madinah Adalah Negara

Banyak orang yang meragukan Madinah sebagai negara. Bahkan yang meragukan itu masih beragama Islam. Padahal tidak ada alasan untuk meragukan kenegaraan Madinah.

Sebab Madinah saat itu sudah memenuhi 3 rukun dasar sebuah negara, yaitu ada pemimpin, rakyat dan wilayah. Madinah punya hukum dan pengadilan sendiri. Dan yang lebih penting lagi, negara-negara besar di masa itu juga mengakui bahwa Madinah adalah sebuah negara berdaulat.

Hal itu terbukti dengan dijawabnya surat-surat yang dikirim oleh Rasulullah SAW kepada para raja dunia. Salah satunya adalah jawaban dari Kaisar Heraklius, penguasa Romawi yang saat itu berkedudukan di Jurusalem. Surat Nabi SAW yang berisi ajakan masuk Islam itu dijawab dengan baik dan dengan sepenuh penghormatan serta pengakuan bahwa Muhammad SAW adalah kepala negara.

Memang Madinah saat itu masih sangat kecil wilayahnya, kurang lebih hanya seluas masjid An-Nabawi hari ini. Penduduknya pun masih sangat sedikit. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ketika Nabi SAW tiba, Madinah hanya berpenduduk sekitar 15 ribuan jiwa. Dan ketika beliau SAW wafat, jumlah penduduknya sudah mencapai dua kali lipatnya, yaitu sekitar 30 ribu jiwa. Kalau dibandingkan dengan zaman sekarang, kira-kira satu kelurahan saja. 

Dan dari Madinah inilah awal mula berdirinya Dinasti Khilafah berikutnya, seperti Bani Umayyah I dan II, Bani Abbasiyah, dan Bani Ustmaniyah hingga tahun 1924 Masehi.



Wallahu a'lam bishshawab, wassalau 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Perlukah Umat Islam Merayakan Ulang Tahun
10 November 2013, 23:58 | Kontemporer | 13.282 views
Pakaian Renang Muslimah
8 November 2013, 23:05 | Wanita | 11.181 views
Harta Milik Bersama antara Suami dan Istri
8 November 2013, 10:44 | Mawaris | 7.776 views
Pelaksanaan Hudud: Apakah Harus Mendirikan Negara Islam Dulu?
7 November 2013, 03:55 | Jinayat | 9.615 views
Minuman Mengandung Sedikit Alkohol
6 November 2013, 01:25 | Kuliner | 11.009 views
Preman Wajibkan Angkot Lewat Beli Air Minum, Jual-belinya Sah?
4 November 2013, 23:53 | Kontemporer | 7.261 views
Bank Syariah Sama Saja Dengan Bank Konvensional, Benarkah?
4 November 2013, 01:40 | Muamalat | 175.653 views
Wali Bukan Saudara dari Kedua Mempelai
2 November 2013, 09:09 | Nikah | 6.732 views
Hukum Memakai Cutek
30 October 2013, 09:04 | Wanita | 8.166 views
Ritual Pindah Rumah
27 October 2013, 23:56 | Umum | 9.938 views
Sistem Penanggalan dan Penamaan Hari
27 October 2013, 08:44 | Umum | 8.667 views
Apakah Shalat Isya Boleh Diakhirkan?
20 October 2013, 23:32 | Shalat | 15.512 views
Dokter Kandungan Laki Laki
20 October 2013, 15:15 | Wanita | 13.872 views
Hukum Rajam
17 October 2013, 23:21 | Jinayat | 11.224 views
Apakah Saya Berdosa Jika Tidak Berqurban
13 October 2013, 20:32 | Qurban Aqiqah | 8.159 views
Bolehkah Orang yang Berqurban Mendapat Bagian Daging Qurbannya?
12 October 2013, 00:12 | Qurban Aqiqah | 13.254 views
Bolehkah Membagi Daging Kurban Pada Non Muslim
11 October 2013, 04:07 | Qurban Aqiqah | 14.937 views
Masuk Saudi Harus Ada Mahram : Syariah Islam Atau Peraturan Negara?
10 October 2013, 01:47 | Haji | 10.222 views
Bagaimana Hukumnya Menikah Siri dengan Wali Hakim?
7 October 2013, 07:48 | Nikah | 11.367 views
Syarat Hewan Qurban
3 October 2013, 01:36 | Qurban Aqiqah | 7.705 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 33,751,875 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

22-5-2018 :
Subuh 04:35 | Zhuhur 11:51 | Ashar 15:13 | Maghrib 17:47 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img