Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Melarang Anak Merayakan Valentine | rumahfiqih.com

Melarang Anak Merayakan Valentine

Thu 14 February 2008 01:16 | Kontemporer | 5.180 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu alaikum Wr, Wb

Diakui atau tidak valentin sudah jadi bagian dari tradisi kebanyakan remaja Indonesia. Ditambah lagi dukungan dari kehidupan sosial yang seringkali mendorong remaja merayakan valentin. Mengingat secara psikologis remaja merupakan jiwa yang rentan dan masih mencari jati diri. Maka tidak mudah melarang atau menyuruh anak untuk meninggalkan atau melakukan sesuatu hal.

Pertanyaan saya ustad: apa tips atau cara yang paling tepat untuk melarang anak tidak ikut merayakan valentin. Sehingga secara rasional dan aqidah bisa diterima anak remaja?

Mohon jawaban dan terima kasih.

Wassalamu'alaikum.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah agar generasi muda muslim dan muslimah berhenti dan tidak lagi ber-valentinan.

Tahun ini kami melihat ada beberapa sekolah dan jamaah pengajian telah mengadakan acara yang mengangkat tentang tema haramnya valentine. Sebagai orang tua kita perlu mendukung acara seperti ini, biar anak-anak kita tahu apa sesungguhnya valentine itu dan bagaimana Islam telah mengharamkannya.

Bahkan ada beberapa acara dialog interaktif di TV dan Radio juga kami lihat sudah ada, terutama di radio milik umat Islam. Ini pun juga bisa membantu menjelaskan betapa haramnya valentine buat umat Islam.

Kami sendiri, sejak awal telah sengaja memilih topik haramnya valetine di Majalah Eramuslim Digest. Edisi bulan ini, yang ternyata memang terbukti bahwa valentine awalnya adalah ritual pemujaan kepada setan.

Di luar dugaan, majalah itu laris manis bak kacang goreng diserbu oleh para remaja. Pak Tio, Business Manager Eramuslim Digest mengatakan kepada kami, nomor ponselnya 021-999-80-000 dan 0813-999-80-000 berdering tiap saat minta dikirim majalahnya, sejak kami muat kemarin.

Majalah ini barangkali juga salah satu rujukan yang bisa Anda koleksi untuk keluarga Anda, biar dibaca oleh semua anggota keluarga, terutama yang masih remaja. Gelar saja diskusi kecil-kecilan di dalam keluarga, biar kedudukan perayaan valentine itu semakin jelas.

Sebab boleh jadi mengapa para remaja ikut-ikutan merayakan valentine, salah satu penyebabnya mereka tidak punya rujukan yang benar. Akibat kebanyakan nonton TV yang isinya para artis yang juga mengalami dekadensi berat.

Bukan hanya remaja, rupanya banyak juga para Ustadz dan Da'i yang menyampaikan ungkapan rasa terima kasih kepada kami, karena majalah itu seolah memberi bahan bakar baru untuk bahan berdakwah dan mengantisipasi dahsyatnya gelombang jahili.

Beberapa diskusi dan bedah tema di berbagai forum juga digelar, intinya keharusan umat Islam menangkal valentine. Acara seperti ini insya Allah akan juga bisa dijadikan sebagai cara kita menangkal serbuan budaya hedonis yang mendunia, di mana salah satunya dikemas dengan valentine.

Dari para ulama, meski belum kami dapati fatwa resmi tentang haramnya perayaan valentine, namun Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma'ruf Amin kepada wartawan mengatakan tegas tentang haramnya perayaan valentine ini.

Maka mari kita dukung inisiatif teman-teman Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi, Jawa Barat. Kemarin mereka turun berunjuk rasa menuntut Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat untuk mengeluarkan fatwa yang melarang remaja setempat merayakan Hari Kasih Sayang (Valentine).

Beberapa artis yang diwawancarai TV swasta bahkan tegas menolak valentine. Seorang Dewi Persik yang sering tampil seronok di TV bahkan bisa bilang, "Wah itu sih perayaan agama lain, saya muslim, tentu tidak perlu merayakan valentine, kalau mereka sih silahkan aja."

Jawaban ini menarik, pasalnya dia termasuk artis yang sering kali mengumbar aurat, tapi urusan valentine, menurut pengakuannya, itu tidak boleh dilakukan seorang muslim. Dia mengatakan bahwa faktor keluarga yang mengajarkan hal itu. Dan dia pun berupaya memegang teguh prinsip ini.

Semua feomena ini menarik, karena rupanya kesadaran tentang keharaman perayaan valentine rupanya sudah mulai merebak di mana-mana. Termasuk artis yang suka tampil telanjang.

Tentu ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, termasuk para da'i, ustadz, wartawan, penulis, pengajar dan semua pihak yang selama ini tidak bosan-bosannya menyuarakan kebenaran.

Maka kami yakin, ke depan kesadaran atas haramnya perayaan valentine bisa semakin besar. Ibarat bola salju yang turun dari puncak gunung, semakin lama semakin besar. Dan mungkin suatu hari perayaan valentine bisa disikapi secara tegas oleh semua umat Islam.

Insya Allah ke depan nanti kekuatan anti valentine akan menjadi arus utama, sedangkan yang masih berkubang dengan lumpur hitam valentine akan semakin terpinggirkan dan musnah dengan sendirinya.

Masih ingat bagaimana perjuangan saudari-saudari kita di tahun 80-an? Dahulu mereka dilarang berjilbab, sampai dikeluarkan dari sekolah. Tidak kurang, tokoh semacam Cak Noer dan kelompoknya juga ikut menabuhi genderang anti jilbab. Tapi mereka punya makar dan Allah juga punya rencana, dan Allah sebaik-baik penentu rencana.

Akhirnya kini di tahun 2000-an, jilbab sudah dipakai oleh semua orang, dari santri sampai ibu menteri. Dari desa sampai istana. Bahkan di beberapa kampus seperti STAN, mahasiswi yang tidak pakai jilbab malah minder.

Jadi memang ada dua arus utama, yang satu arus yang mendukung valentine dan yang lain adalah arus yang anti valentine.

Nah, tugas Anda kepada anak-anak Anda adalah bagaimana selalu melibatkan mereka ke dalam arus penentangan terhadap valentine. Pastikan anak Anda ada di dalam barisan itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Makan Malam di Perayaan Malam Natal
13 February 2008, 23:50 | Aqidah | 5.567 views
Mu'jizat Masa Kini Tanda Kiamat Sudah Dekat, Bagaimana Kita Menyikapinya?
13 February 2008, 09:57 | Aqidah | 6.834 views
Kiblat Musholla Menyimpang 15 Derajat
13 February 2008, 02:36 | Shalat | 5.622 views
Hukum Merayakan Hari Valentine Buat Umat Islam
12 February 2008, 23:01 | Kontemporer | 5.831 views
Sahkah Nikah Bila Suami Berbohong Tentang Statusnya yang Sudah Beristri?
12 February 2008, 02:52 | Nikah | 9.328 views
Menikah Dalam Keadaan Hamil
10 February 2008, 20:12 | Nikah | 10.666 views
Secara Syar'i Apakah JIL Dapat Dikategorikan Kafir?
9 February 2008, 00:10 | Aqidah | 6.966 views
Pembagian Warisan
8 February 2008, 23:44 | Mawaris | 5.160 views
Sejarah Abu Hanifah dan Mazhabnya
8 February 2008, 00:20 | Ushul Fiqih | 9.320 views
Kapan Seorang Dibilang Kafir?
6 February 2008, 03:24 | Aqidah | 6.494 views
Wirid Rabithah Apa Bisa Menyatukan Dua Hati yang Bermusuhan?
6 February 2008, 02:35 | Umum | 19.665 views
Zakat ke Orang Tua
5 February 2008, 03:12 | Zakat | 7.334 views
Rajin Baca Al-Quran Tapi Tidak Mengamalkannya
5 February 2008, 02:50 | Quran | 14.077 views
Kedudukan Hadits Tentang Maulid Nabi
3 February 2008, 02:05 | Hadits | 9.677 views
Susah Meninggalnya Orang "berilmu"
1 February 2008, 22:28 | Kontemporer | 41.642 views
Adakah Situs Hadits Online?
31 January 2008, 23:13 | Hadits | 13.012 views
Kapan Kita Masuk Islam?
31 January 2008, 22:37 | Aqidah | 12.212 views
Hubungan Kakak Ipar dan Sepupu Dalam
31 January 2008, 05:14 | Nikah | 7.862 views
Cara Mengetahui Keshohihan Hadits
30 January 2008, 09:37 | Hadits | 16.861 views
Sikap terhadap Pemimpin yang Zalim
30 January 2008, 01:32 | Negara | 7.910 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,323,813 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

19-9-2019
Subuh 04:28 | Zhuhur 11:48 | Ashar 15:00 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img