Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pembagian Warisan Antara Anak Kandung dan Anak Tiri | rumahfiqih.com

Pembagian Warisan Antara Anak Kandung dan Anak Tiri

Sun 16 March 2008 22:34 | Mawaris | 13.837 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Mohon segera dijawab karena dalam proses pembagian.

Bagaimanakah menurut hukum Islam, hak waris antara anak kandung dengan anak tiri yang kedua orang tua tersebut (ayah dan ibu) sudah meninggal dunia. Apakah antara keduanya haknya sama.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dalam syariah Islam, yang mendapat warisan hanya anak kandung saja. Sedangkan anak tiri, jelas tidak mendapat warisan. Karena anak tiri pada hakikatnya bukan anaknya, melainkan anak orang lain.

Yang termasuk anak tiri adalah anak orang lain, seperti seorang suami yang menikahi seorang janda yang sudah beranak. Anak dari janda yang kini telah menjadi isterinya itu jelas bukan anak si suami.

Maka kalau suami itu meninggal dunia, meski orang menyebut anak janda itu seolah sebagai anaknya, namum secara hukum syariah, biar bagaimana pun anak itu tetap bukan anaknya. Anak itu adalah anak dari suami janda itu sebelumnya. Maka kalau suami janda itu yang sebelumnya meninggal dunia, anak itu akan mendapat warisan dari dirinya.

Sedangkan laki-laki yang kini menjadi suami janda itu, jelas bukan ayah dari anak-anak itu, maka anak-anak itu tidak akan mendapat warisan dari dirinya.

Distribusi Harta Almarhum

Namun kalau kita melihat dengan pandangan yang lebih luas, sebenarnya alokasi dan distribusi harta dari seorang yang meninggal bukan semata-mata waris. Di luar waris, ada hibah dan ada juga wasiat, bahkan hutang dan biaya lainnya.

Seandainya sebelum meninggal almarhum pernah berwasiat untuk memberikan sebagian hartanya kepada anak tirinya, maka jelaslah si anak tiri itu pasti mendapat bagian juga. Tetapi bukan lewat 'jalur' warisan, melainkan lewat jalur wasiat.

Atau bisa juga lewat jalur satu lagi, yaitu jalur hibah. Bedanya dengan wasiat hanya masalah kapan diserahkannya harta itu. Hibah diberikan pada saat almarhum masih hidup. Sedangkan wasiat meski pernyataannya disampaikan ketika almarhum masih hidup, namun eksekusi penyerahan harta itu menunggu almarhum meninggal terlebih dahulu.

Kesalahan kita selama ini hanya memandang ilmu waris semata, tanpa melihat juga adanya hibah dan wasiat. Padahal Islam mengakui ketiga hal itu sebagai bentuk yang masyru' dan sah dalam distribusi pembagian harta seorang yang meninggal dunia.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Apakah Ahli Waris yang Telah Meninggal Mendapat Bagian?
15 March 2008, 01:06 | Mawaris | 51.347 views
Akses Ustadz Menjawab Melalui Hape
13 March 2008, 23:09 | Umum | 5.027 views
Beranjak Dewasa Tapi Belum Aqiqah
13 March 2008, 01:58 | Qurban Aqiqah | 9.715 views
Haramnya Pupuk Kandang
11 March 2008, 22:34 | Thaharah | 10.820 views
Menyentuh Kemaluan, Batalkah Wudhu' Saya?
11 March 2008, 22:30 | Thaharah | 14.443 views
E-Book Kitab Berbahasa Arab Gratis
11 March 2008, 04:09 | Kontemporer | 9.685 views
Tentang Kebolehan Menggauli Budak
11 March 2008, 02:16 | Kontemporer | 8.319 views
Tindakan Konkrit terhadap Keadaan di Palestina
10 March 2008, 00:09 | Negara | 5.181 views
Air di Bak Mandi Kecil Apakah Suci dan Mensucikan?
9 March 2008, 01:31 | Thaharah | 91.189 views
Benarkah Ka'bah Itu Adalah Kuburan?
8 March 2008, 23:17 | Haji | 13.541 views
Tidur di Saat Kutbah Jum'at, Sahkah Sholat Jum'atnya?
7 March 2008, 03:14 | Shalat | 24.475 views
Meneruskan Tema "Menikahi Wanita Ahli Kitab"
7 March 2008, 02:46 | Nikah | 6.090 views
Ragu-Ragu dengan Bekas Najis di Mana-Mana
6 March 2008, 00:03 | Thaharah | 40.743 views
Jadi Bawahan dengan Tugas Menghitungkan Riba, Apakah Ikut Berdosa?
6 March 2008, 00:03 | Muamalat | 6.972 views
Status Wanita Ahli Kitab Setelah Dinikahi
5 March 2008, 00:58 | Nikah | 8.923 views
Bolehkah Ayah Saya Jadi Wali untuk Saya?
5 March 2008, 00:56 | Nikah | 5.906 views
Menikahi Wanita yang Sedang Koma Karena Sakit....
3 March 2008, 23:03 | Nikah | 8.245 views
Shalat Jumat di Kapal
3 March 2008, 21:53 | Shalat | 7.349 views
Film Ayat-Ayat Cinta Lebih Berbahaya dari Film Maksiat?
3 March 2008, 01:47 | Kontemporer | 10.640 views
Teknologi Dunia Jin
1 March 2008, 21:48 | Kontemporer | 11.184 views

TOTAL : 2.302 tanya-jawab | 36,240,787 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema

Jadwal Shalat DKI Jakarta

16-9-2019
Subuh 04:30 | Zhuhur 11:49 | Ashar 15:03 | Maghrib 17:53 | Isya 19:00 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img