Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Syahadat Haruskah Diulang Seorang Muslim? | rumahfiqih.com

Syahadat Haruskah Diulang Seorang Muslim?

Sat 27 October 2007 15:23 | Aqidah > Syahadat | 6.974 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum Ust.

Langsung saja ustadj saya saat ini sedang bingung tentang perkara syahadat. patutkah syahadat itu diikrarkan kembali di depan pimpinan misalkan saja pimpinan majelis, walaupun sejak lahir ia merupakan keturunan muslim dan belum pernah murtad dari Islam?

Ustadj saat ini saya masuk dalam sebuah majelis yang mengharuskan mensyahadatkan kembali keIslaman saya dan ber-Baiat dalam kelompok majelis. Sebenarnya setelah bersyahadat kembali saya merasa tenang. namun saya berpikir bagaimana dengan keluarga saya jika mereka tidak bersyahadat kembali mungkinkan mereka digolongkan kelompok kafir.

Jazakillah atas jawaban ustadj.

Wassalamualaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kelompok yang berpaham bahwa seseorang menjadi kafir bila tidak atau belum bersyahadat di depan imamnya adalah kelompok yang sesat dan dan menyesatkan serta telah keluar dari syariah Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Selain itu, logika yang digunakan tidak bisa diterima akal. Logikanya adalah bahwa orang yang belum bersyahadat di hadapan imam kelompok itu dianggap belum beragama Islam.

Berarti dalam pandangan mereka 1, 5 milyard muslimin sedunia otomatis menjadi kafir. Dan 3 juta jamaah haji tiap tahun di padang Arafah pun dianggap bukan muslim pula.

Yang beragama Islam dalam pandangan mereka hanyalah imam mereka dan siapa saja yang bersyahadat di depannya.

Kelemahan logika ini adalah ketika harus menjawab beberapa pertanyaan yang palling mendasar. Misalnya, sejak kapan imamnya itu menjadi muslim dan punya hak untuk menerima persaksian syahadat. Siapa yang memberikan hak itu? Adakah si imam menerima wahyu dari Allah SWT?

Dan pertanyaannya menjadi lebih sulit dijawab kalau diteruskan lagi. Misalnya sebelum si imam lahir di muka bumi, apakah orang-orang sudah dianggap muslim atau belum?

Kalau jawabannya belum, maka berarti umat Islam sepanjang sejarah pun dianggap bukan muslim.

Syahadat Tidak Perlu Saksi

Padahal yang namanya syahadat sebenarnya tidak mensyaratkan saksi. Syahadat tidak seperti akad nikah yang harus dilakukan oleh dua orang plus dua orang lagi. Sehingga minimal ada 4 orang yang terlibat.

Sedangkan dalam syahadat untuk masuk Islam, yang terlibat hanya satu orang saja, yaitu yang bersangkutan yang mau masuk Islam. Cukup antara dirinya saja dengan Allah.

Bukankah begitu banyak para shahabat nabi yang dahulu ketika masuk Islam, mereka merahasiakan keIslamannya? Apakah sebelum mereka bersaksi di hadapan nabi SAW, mereka dianggap belum muslim?

Jawabannya tentu tidak. Rasulullah SAW tidak pernah menjadikan keberadan dirinya sebagai syarat untuk resminya seseorang memeluk agama Islam.

Kelompok Sesat Dan Menyesatkan

Keberadaan kelompok sesat semacam ini sebenarnya bukan barang baru lagi. Khususnya di Indonesia, gerakan sempalan semacam ini lumayan rutin terbit, meski dengan nama yang bergonta-ganti.

Sayangnya, tiap saat tetap saja ada umat Islam yang terpedaya dan akhirnya terperosok masuk ke lembah kekufuran.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Antara Hibah dan Waris
24 October 2007, 22:39 | Mawaris > Masalah terkait waris | 8.139 views
Kehidupan Baru Alam Kubur: Dapat Isteri Baru?
23 October 2007, 22:53 | Aqidah > Alam Barzakh | 7.751 views
Ibu Tidak Membagi Warisan Kecuali untuk Dua Anak
23 October 2007, 21:50 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.760 views
Menikah dengan Lain Agama
23 October 2007, 02:57 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 6.114 views
Komisi Dokter dari Industri Obat
21 October 2007, 22:41 | Muamalat > Upah | 5.421 views
Apakah Honor Jaga Bisa Diqyaskan dengan Rikaz?
21 October 2007, 02:52 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 5.131 views
Salat Subuh Jam 10 Pagi Karena Hobi Nonton Bola
21 October 2007, 02:24 | Shalat > Shalat Qadha | 6.878 views
Mungkinkah Ikhwan, Hizbuttahrir dan Salafi Bergabung?
20 October 2007, 04:56 | Dakwah > Kelompok dan golongan | 9.510 views
Gaji PNS Halalkah?
20 October 2007, 04:55 | Muamalat > Syubhat | 7.689 views
Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina, Adakah?
20 October 2007, 04:52 | Hadits > Status Hadits | 10.551 views
Hadits Pahala yang Hilang Karena Diambil Orang
20 October 2007, 04:51 | Hadits > Syarah Hadits | 9.818 views
Mengapa Penetapan 1 Syawal Berbeda
20 October 2007, 04:50 | Puasa > Idul Fithr | 9.518 views
Bolehkah Kartu Langganan Kereta Dipakai Oleh Orang Lain?
20 October 2007, 04:45 | Muamalat > Syubhat | 5.521 views
Apakah Memancing Ikan Termasuk Menyiksa Hewan
20 October 2007, 04:44 | Umum > Hukum | 8.742 views
Korupsi Waktu Sama Berdosanya dengan Korupsi Uang
20 October 2007, 04:43 | Kontemporer > Perspektif Islam | 7.034 views
Masalah Halaqoh dengan Murobbi Lawan Jenis
20 October 2007, 04:42 | Wanita > Hukum | 6.161 views
Shalat Tepat Waktu atau Setelah Jam Kerja?
20 October 2007, 04:40 | Shalat > Waktu Shalat | 8.275 views
Apakah Syetan dan Malaikat Adalah Petugas Allah?
20 October 2007, 04:38 | Aqidah > Malaikat | 6.458 views
Makan Bersama Keluarga Non-Muslim
20 October 2007, 04:37 | Kuliner > Non Muslim | 6.666 views
Menyambut Bulan Suci Ramadhan
20 October 2007, 04:36 | Puasa > Ramadhan | 9.653 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,191,168 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

29-9-2020
Subuh 04:23 | Zhuhur 11:45 | Ashar 14:52 | Maghrib 17:51 | Isya 18:58 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img