Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Jas Yang Terkena Najis Bisakah Disucikan Tanpa Air Hanya Dengan Dry Clean Saja? | rumahfiqih.com

Jas Yang Terkena Najis Bisakah Disucikan Tanpa Air Hanya Dengan Dry Clean Saja?

Sat 17 March 2018 10:00 | Thaharah | 2.261 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum warahamtullahi wabarakatuh,

Izinkan saya bertanya ya Ustadz terkait dengan teknis pensucian najis.

Apakah jas yang terkena najis itu tetap harus dicuci dengan air? Bagaimana kalau hanya dengan cara dry clean saja? Mengingat jas itu akan rusak kalau harus dicuci pakai air, apalagi digilas di dalam mesin cuci.

Mohon penjelasannya dan terima kasih sebelumnya.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warhamtullahi wabarakatuh,

Umumnya para ulama sepakat menyatakan bahwa menghilangkan najis itu hanya sah dilakukan bila menggunakan air. Namun ada juga sebagian kecil ulama yang membolehkan tanpa air. Berikut rinciannya :

1. Jumhur Ulama : Tidak Sah

Jumhur ulama menyebutkan bahwa hanya air saja yang bisa menghilangkan najis, sedangkan selain air tidak bisa menghilangkan najis. Diantara mereka yang berpendapat seperti ini adalah para ulama di kalangan mazhab Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyah dan satu riwayat dari mazhab Al-Hanabilah.

Selain itu dari kalangan mazhab Al-Hanafiyah, ada Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani dan Zufar.

Dalil yang mereka gunakan adalah firman Allah SWT di dalam Al-Quran yang menegaskan bahwa air itu menghilangkan najis.

وَيُنَزِّلُ عَلَيكُم مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُم بِهِ

Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu. (QS. Al-Anfal : 11)

وَأَنزَلنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dan Kami turunkan dari langit air yang mensucikan. (QS. Al-Furqan : 48)

Ayat ini oleh mereka dijadikan syarat bahwa untuk mensucikan itu harus menggunakan air yang thahur (طهور), yaitu air yang statusnya suci dan mensucikan. Dan bahwa bahan atau zat selain air tidak pernah disebutkan bisa mensucikan.

Proses menghilangkan najis dalam pandangan mereka adalah bagian dari ritual ibadah yang sifatnya tauqifi (توقيفي), bukan semata-mata masalah teknis yang penting hilang warna, aroma dan rasa.  

2. Abu Hanifah : Boleh Dengan Selain Air

Sementara Imam Abu Hanifah dan muridnya Abu Yusuf, termasuk riwayat lain dari Imam Ahmad dan pendapat Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa masalah menghilangkan najis itu bukan termasuk masalah ritual, tetapi hanya urusan teknis saja.

Asalkan bisa hilang warna, rasa dan aromanya, maka najis itu dianggap sudah hilang dan benda yang terkena najis itu sudah suci kembali, apapun media yang digunakan untuk menghilangkannya. Bisa dengan menggunakan air atau pun media yang lainnya, seperti cuka, alkohol dan lainnya.

Adapun ayat Al-Quran yang menyebutkan bahwa Allah SWT menetapkan air sebagai penghilang najis, menurut mereka ayat itu tidak membatasi hanya pada air. Benda-benda lain pun juga bisa digunakan untuk menghilangkan najis, yaitu dengan mengqiyaskannya dengan air.

Selain itu ada banyak dalil tentang bagaimana dahulu Rasulullah SAW mensucikan benda-benda yang terkena najis namun tanpa menggunakan media air, misalnya pengerikan, penggosokan, dikesetkan dan diseret di atas tanah, dijemur dan juga dikuliti.

Kesimpulan

Kalau kita menggunakan pendapat jumhur ulama, maka jas yang terkena najis itu masih dianggap najis kalau belum disucikan pakai air dan baru hanya diproses secara dry clean seperti yang Anda sebutkan.

Solusinya adalah mencuci pakai air secara lokal, yaitu membasahi pakai air sebatas yang terkena najis saja. Yang tidak terkena najis sebenarnya tetap suci sehingga tidak perlu dibasahi ataupun dicuci.

Demikian semoga mudah dipahami.

Wallahu 'alam bishshawa, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Sebelas Konsekuensi Jima Dalam Perspektif Syariah
13 March 2018, 10:45 | Nikah | 15.363 views
Sertifikasi Ulama, Haruskah?
22 February 2018, 10:12 | Dakwah | 2.361 views
Tata Cara Shalat Gerhana dan Berbagai Macam Ketentuannya
30 January 2018, 09:20 | Shalat | 327.796 views
Suami Mentalak Istri Dengan Tegas Tapi Kok Bisa Dibatalkan Oleh Pengadilan Agama?
6 December 2017, 06:20 | Nikah | 5.208 views
Jasa WO 10% dari Biaya Total Tapi Baru Diketahui Pasca Penyelenggaraan.
1 December 2017, 10:30 | Muamalat | 2.311 views
Adakah Shalat Untuk Menjaga Hafalan Al-Quran?
28 November 2017, 04:00 | Quran | 2.734 views
Tilawah Quran Dalam Keadaan Haidh Haram, Kok Ada Yang Bilang Boleh dan Tidak Apa-apa?
6 October 2017, 06:12 | Thaharah | 10.056 views
Apakah Lomba Mancing di Kolam Pancing Saya Termasuk Judi Yang Diharamkan?
4 October 2017, 07:15 | Muamalat | 5.416 views
Benarkah Yahudi Mengimani Rukun Iman Kita Yang Enam?
3 October 2017, 09:35 | Aqidah | 3.484 views
Belajar Ilmu Fiqih Bikin Orang Malas Ibadah, Benarkah?
25 September 2017, 07:01 | Fiqih | 4.125 views
Fiqih Muwazanah VS Fiqih Perbandingan Mazhab, Apa Bedanya?
15 September 2017, 05:02 | Fiqih | 4.064 views
Bisakah Satu Ekor Kambing Untuk Satu Keluarga?
31 August 2017, 05:50 | Qurban Aqiqah | 19.896 views
Bolehkah Tujuh Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?
28 August 2017, 04:50 | Qurban Aqiqah | 6.637 views
Hubungan Iedul Adha dengan Ibadah Haji
25 August 2017, 12:54 | Haji | 7.810 views
Persamaan dan Perbedaan Shalat Idul Fithri dan Idul Adha
23 August 2017, 02:02 | Shalat | 19.570 views
Benarkah Haram Potong Rambut dan Kuku Bila Mau Berqurban?
17 August 2017, 15:01 | Qurban Aqiqah | 33.214 views
Bisakah Kita Menjalankan Haji Hanya Dalam 4 Hari?
16 August 2017, 18:25 | Haji | 1.564 views
Berbagai Keringanan dan Rukhshah Dalam Ibadah Haji
13 August 2017, 15:00 | Haji | 1.582 views
Perbedaan Antara Qurban Dengan Zakat
11 August 2017, 10:45 | Qurban Aqiqah | 11.859 views
10 Penyimpangan Pembagian Waris di Indonesia
8 August 2017, 05:30 | Mawaris | 64.876 views

TOTAL : 2.300 tanya-jawab | 25,666,380 views