Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Ternyata dalam Al-Quran Kata 'Shalat' Punya Banyak Makna | rumahfiqih.com

Ternyata dalam Al-Quran Kata 'Shalat' Punya Banyak Makna

Tue 24 November 2015 05:20 | Quran | 6.635 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Mohon penjelasan dari ustadz terkait istilah shalat yang terdapat dalam Al-Quran. Apa benar bahwa kata 'shalat' di dalam Al-Quran selalu mengacu kepada ibadah shalat seperti yang kita kenal, yaitu ibadah berdiri, rukuk, sujud? Ataukah kata shalat juga punya makna yang lain?

Terima kasih

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kata shalat (الصلاة) di dalam Al-Quran cukup banyak kita temukan, setidaknya ada 60-an kata. Namun demikian kata shalat itu tidak selalu bermakna sama karena tergantung konteks ayat itu.

Sebagian dari kata shalat ada yang maknanya masih terkait dengan ibadah shalat, cuma dibedakan jenis atau nama shalatnya. Namun seringkali pula kata shalat ini bermakna agak jauh dari ibadah shalat.

 

A. Kata Shalat Yang Masih Terkait Ibadah Shalat

Beberapa kata shalat ada yang menunjukkan jenis shalat yang berbeda, seperti shalat lima waktu, shalat Jumat dan shalat jenazah.

 

1. Shalat Lima Waktu

Umumnya kalau disebut kata shalat memang berarti shalat lima waktu, seperti ayat berikut ini :

حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى وَقُومُواْ لِلّهِ قَانِتِينَ

Peliharalah semua shalat dan shalat wusthaa (QS. Al-Baqarah : 238)

2. Shalat Jumat

Kadang yang dimaksud adalah shalat lima waktu, namun kadang yang dimaksud shalat Jumat. Seperti pada ayat berikut ini :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah (QS. Al-Jumuah : 9)

3. Shalat Jenazah

Kadang yang dimaksud dengan shalat adalah shalat jenazah, sebagaimana tertuang dalam ayat berikut ini :

وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلاَ تَقُمْ عَلَىَ قَبْرِهِ

Dan janganlah kamu sekali-kali shalat kepada yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya. (QS. At-Taubah : 84)

B. Kata Shalat Yang Bukan Bermakna Ibadah Shalat

Dan seringkali pula kata shalat sama sekali tidak menunjuk kepada perbuatan shalat sebagaimana yang kita kenal sekarang ini, yang terdiri dari berdiri, rukuk, sujud, dengan bacaan tertentu. Kadang maknanya sangat jauh dan nyaris tidak ada hubungannya sama sekali.

Kadang kata shalat itu berarti memberi keberkahan, memohonkan ampunan, bershalawat, mendoakan, membaca Al-Quran, bahkan bermakna rumah ibadah baik milik orang yahudi, nasrani ataupun milik umat Islam berupa masjid, dan lainnya.

1. Memberi Keberkahan

Kadang shalat bermakna memberi keberkahan, sebagaimana di dalam ayat berikut ini :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab : 56)

Makna istilah shalat di ayat ini tentu bukan shalat yang kita kenal, walaupun kata yang digunakan adalah yushalluna, dimana terjemahan harfiyahnya adalah shalat.

Ketika pelaku dari pekerjaan ini Allah SWT, maka tidak masuk akal kalau Allah melakukan shalat kepada Nabi. Namun yang dimaksud tidak lain adalah memberikan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dan hal yang sama juga kita temukan dalam ayat lain, dimana Allah ada orang-orang yang mendapatkan ‘shalawat’ dari Allah. Dan ternyata maksudnya tidak lain adalah mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah : 157)

2. Memohonkan Ampunan

Juga tidak mungkin kalau malaikat juga mengerjakan shalat kepada Nabi. Makna shalat kepada Nabi ketika yang melakukannya para malaikat adalah memohonkan ampunan.

3. Membaca Shalawat

Dan buat kita sebagai umatnya, kata shalat di dalam ayat di atas juga bukan bermakna melakukan shalat atas jenazah Nabi SAW. Tetapi shalat yang dimaksud adalah membaca shalawat atas beliau SAW

4. Mendoakan

Kadang kata shalat bermakna doa dan bukan shalat yang kita kenal. Allah SWT berfirman dalam ayat berikut ini :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. (QS. At-Taubah : 103)

Bagaimana bisa Nabi melakukan shalat buat manusia? Tentu tidak masuk akal dan tidak bisa diterima logika. Namun ketika shalat yang disebutkan itu bermakna mendoakan, maka maknanya jadi benar.

Kata shalat dengan makna mendoakan juga bisa kita temukan di ayat lain, misalnya :

وَمِنَ الأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَاتٍ عِندَ اللّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh do'a Rasul. (QS. At-Taubah : 99)

5. Membaca Al-Quran

Kadang kata shalat bisa juga bermakna membaca Al-Quran. Dan itu bisa kita baca dalam ayat berikut :

وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً

Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu. (QS. Al-Isra’ : 110)

Al-Imam Asy-Syaukani (w. 1250 H) di dalam tafsirnya, Fathul Qadir menjelaskan bahwa sebagian kalangan seperti Ibnu Abbas radhiyallahuanhu berpendapat bahwa makna shalat disini adalah membaca Al-Quran. Sedangkan menurut pendapatAisyah Ummul Mukminin radhiyallahuanha bahwa yang disebut shalat dalam ayat ini adalah doa. [1]

6. Rumah Ibadah Orang Yahudi

Kadang kata shalat bermakna tempat ibadah orang kafir, baik gereja merupakan rumah ibadah orang nasrani, ataupun sinagog yang merupakan tempat ibadah orang yahudi. Makna itu termuat di dalam ayat berikut ini.

وَلَوْلا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا

Dan sekiranya Allah tiada menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. (QS. AlHajj : 40)

Al-Imam Ibnu Katsir (w. 774 H) di dalam tafsirnya menyebutkan beberapa pendapat ulama tentang makna kata shalawat di dalam ayat di atas. Menurut Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, maknanya adalah kanaisu an-nashara atau gereja orang kristen. Sedangkan menurut Ikrimah, Adh-Dhahhak dan Qatadah, maknanya adalah kanaisul yahudi atau tempat ibadah orang yahudi. [2]

7. Masjid

Kadangkala kata shalat bermakna masjid atau bangunan masjid, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَقْرَبُواْ الصَّلاَةَ وَأَنتُمْ سُكَارَى حَتَّىَ تَعْلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَلاَ جُنُبًا إِلاَّ عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىَ تَغْتَسِلُواْ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. (QS. An-Nisa' : 43)

Al-Imam Al-Qurtubi (w. 671 H) di dalam kitab tafsirnya, Al-Jami' li Ahkam Al-Quran menuliskan bahwa menurut pendapat Al-Imam Asy-Syafi'i yang dimaksud dengan larangan 'jangan mendekati shalat' di dalam ayat ini dilarang masuk ke dalam masjid. Sehingga makna shalat di dalam ayat ini maksudnya tidak lain adala tempat shalat, yaitu bangunan masjid itu sendiri.[3]

Kalau melihat penjelasan atas beberapa makna shalat di atas, kita jadi tahu bahwa ternyata Al-Quran itu harus dipahami lewat ilmu yang benar dan luas, tidak cukup hanya dibaca terjemahannya saja. Dan tentu tidak boleh hanya dipahami berdasarkan makna kata secara tekstual.

Dan kunci dari semua itu adalah ilmu yang diajarkan oleh para ulama. Dan ilmunya para ulama, maka setiap orang hanya akan mendapatkan makna harfiyah dari Al-Quran, yang ternyata tidak sesuai dengan maksud dan tujuan ayat itu diturunkan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Al-Imam Asy-Syaukani, Fathul Qadir, jilid 3 hal. 316

[2] Al-Imam Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, jilid 5 hal. 435

[3] Al-Imam Al-Qurtubi, Al-Jami' li Ahkam Al-Quran, jilid 5 hal. 202

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Ketika Tayammum Menepuk Tanah Dua Kali Atau Cukup Sekali?
23 November 2015, 05:00 | Thaharah | 4.647 views
Apakah di Masa Para Tabi`in Sudah Ada Mazhab Fiqih?
17 November 2015, 06:23 | Ushul Fiqih | 7.922 views
Wajib Merendahkan Pandangan, Haramkah Melihat Wajah Wanita?
16 November 2015, 10:05 | Wanita | 7.049 views
Persamaan dan Perbedaan Antara Qishash, Jinayat dan Hudud
15 November 2015, 04:55 | Jinayat | 5.306 views
Apakah Kita Harus Bermazhab?
13 November 2015, 04:23 | Ushul Fiqih | 10.639 views
Adakah Dalil Wajibnya Mencuci Najis Babi Tujuh Kali?
12 November 2015, 06:30 | Thaharah | 6.363 views
Mazhab-Mazhab Fiqih Itu, Apakah Masih Relevan Hari Ini?
10 November 2015, 08:18 | Ushul Fiqih | 17.215 views
Apakah Pintu Ijtihad Sudah Tertutup?
6 November 2015, 09:30 | Ushul Fiqih | 15.776 views
Pedoman Shalat Istisqa Minta Hujan
2 November 2015, 09:50 | Shalat | 5.760 views
Hak Warisan Pria dan Wanita Dua Banding Satu, Adilkah?
30 October 2015, 14:27 | Mawaris | 10.438 views
Denda Tebusan Karena Jima Saat Ihram
29 October 2015, 10:04 | Haji | 3.627 views
Hukum Bertaqlid : Haram, Boleh atau Wajib?
26 October 2015, 08:50 | Ushul Fiqih | 24.040 views
Mazhab: Apa Masih Diperlukan Hari Ini?
24 October 2015, 16:02 | Ushul Fiqih | 12.277 views
Pensyariatan Puasa Tanggal 9 dan 10 Muharram
22 October 2015, 16:55 | Puasa | 4.732 views
Perbuatan Itu Memang Sunnah Nabi Tapi Hukumnya Haram, Kok Bisa?
21 October 2015, 10:34 | Hadits | 24.357 views
Ingin Berdakwah Tapi Dituduh Wahabi
20 October 2015, 08:28 | Umum | 11.035 views
Hukum Mengadakan Walimah dan Wajibkah Menghadiri Undangan Walimah?
19 October 2015, 07:53 | Nikah | 6.086 views
Amalan Apa Saja yang Dilakukan Terkait 10 Muharram?
16 October 2015, 08:19 | Umum | 11.661 views
Darah Apa Saja Yang Hukumnya Tidak Najis?
15 October 2015, 04:20 | Thaharah | 5.609 views
Apakah Klaim Asuransi Kematian Harus Dibagi Menurut Hukum Waris?
14 October 2015, 17:21 | Mawaris | 5.534 views

TOTAL : 2.301 tanya-jawab | 27,613,631 views

KATEGORI
1. Aqidah 25 subtema
2. Quran 8 subtema
3. Hadits 11 subtema
4. Ushul Fiqih 7 subtema
5. Thaharah 9 subtema
6. Shalat 28 subtema
7. Zakat 11 subtema
8. Puasa 15 subtema
9. Haji 12 subtema
10. Muamalat 17 subtema
11. Nikah 20 subtema
12. Mawaris 9 subtema
13. Kuliner 7 subtema
14. Qurban Aqiqah 3 subtema
15. Negara 11 subtema
16. Kontemporer 7 subtema
17. Wanita 8 subtema
18. Dakwah 5 subtema
19. Jinayat 7 subtema
20. Umum 23 subtema