Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Tayammum : Sampai Siku Atau Pergelangan Tangan? | rumahfiqih.com

Tayammum : Sampai Siku Atau Pergelangan Tangan?

Thu 6 February 2014 06:30 | Thaharah | 8.399 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum

Ustadz, saya tertarik dengan jawaban antum terkait dengan hukum tayammum. Terima kasih dan sangat mencerahkan bagi saya. Tapi perkenankan saya ingin juga menyampaikan pertanyaan terkait dengan hukum tayammum ini.

Begini ustadz, pada saat kita bertayammum, sampai manakah batas untuk mengusap tangan? Apakah cukup sampai pergelangan tangan saja? Atau harus seperti kita wudhu', sampai batas siku?

Terimakasih sebelumnya, jazakallah ahsanal jaza'

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ada dua versi tata cara tayammum yang berbeda di tengah para ulama. Perbedaan itu terkait dengan jumlah tepukan apakah sekali tepukan atau dua kali. Dan juga perbedaan dalam menetapkan batasan tangan yang harus diusap.

Perbedaan ini didasarkan pada ta'arudh al-atsar (perbedaan nash) dan juga perbedaan dalam menggunakan qiyas.

1. Tayammum Versi Mazhab Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi'iyah

Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi'iyah dalam qaul jadidnya mengatakan bahwa tayammum itu terdiri dari dua tepukan. Tepukan pertama untuk wajah dan tepukan kedua untuk kedua tangan hingga siku.

عَنْ أَبيِ أُمَامَةَ وَابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ: ضَرْبَةٌ لِلْوَجْهِ وَضَرْبَةُ لِليَدَيْنِ إِلىَ المِرْفَقَيْنِ

Dari Abi Umamah dan Ibni Umar radhiyallahuanhuma bahwa Nabi SAW bersabda"Tayammum itu terdiri dari dua tepukan. Tepukan pada wajah dan tepukan pada kedua tangan hingga siku. (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Meski ada yang mengatakan hadits ini dhaif namun bahwa siku itu juga harus terkena tayammum tidak semata-mata didasarkan pada hadits ini saja.

Dalil lainnya adalah karena tayammum itu pengganti wudhu. Ketika membasuh tangan dalam wudhu diharuskan sampai ke siku maka ketika menepuk tangan di saat tayammum siku pun harus ikut juga.

2. Tayammum Versi Mazhab  Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah

Menurut Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah termasuk juga penapat Asy-syafi'iyah dalam qaul qadimnya tayammum itu hanya terdiri dari satu tepukan saja yang dengan satu tepukan itu diusapkan ke wajah langsung ke tangan hingga kedua pergelangan tidak sampai ke siku.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :

عَنْ عَمَّار أَنَّ النَّبِيَّ قَالَ فيِ التَّيَمُّمِ: ضَرْبَةٌ وَاحِدَةٌ لِلْوَجْهِ وَاليَدَيْنِ

Dari Ammar radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW berkata tentang tayammum,"Satu kali tepukan di wajah dan kedua tangan. (HR. Ahmad dan Ashabus-sittah)

Di dalam hadits ini memang tidak secara tegas disebutkan batas tangan yang harus diusap. Ketegasan batasan itu justru terdapat di dalam hadits lain yang sudah disinggung sebelumnya.

عَنْ عَمَّار قَالَ : أَجْنَبْتُ فَلَم أَصُب المَاء فَتَمَعَّكْتُ فيِ الصَّعِيدِ وَصَليَّتُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلَّنِبي s فَقَالَ : إِنَّمَا يَكْفِيْكَ هَكَذَا وَضَرَبَ النَّبِيُّ s بِكَفَّيْهِ الأَرْضَ وَنَفَخَ فِيْهِمَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيهِ - متفق عليه . وفي لفظ : إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَضْرِبَ بِكَفَّيكَ فيِ التُّرَابِ ثُمَّ تَنْفُخُ فِيْهِمَا ثُمَّ تَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَكَ وَكَفَّيْكَ إِلىَ الرِصْغَيْنِ رواه الدارقطني

Dari Ammar radhiyallahuanhu berkata"Aku mendapat janabah dan tidak menemukan air. Maka aku bergulingan di tanah dan shalat. Aku ceritakan hal itu kepada Nabi SAW dan beliau bersabda"Cukup bagimu seperti ini : lalu beliau menepuk tanah dengan kedua tapak tangannya lalu meniupnya lalu diusapkan ke wajah dan kedua tapak tangannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam lafadz lainnya disebutkan :

Cukup bagimu untuk menepuk tanah lalu kamu tiup dan usapkan keduanya ke wajah dan kedua tapak tanganmu hingga pergelangan. (HR. Ad-Daruquthuny)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Kita Sepakat Tidak Pakai Hukum Waris?
4 February 2014, 06:03 | Mawaris | 8.434 views
Haruskah Tayammum Lagi Tiap Mau Shalat?
3 February 2014, 06:01 | Thaharah | 8.541 views
Hukum-hukum Terkait Najis
2 February 2014, 13:50 | Thaharah | 14.620 views
Wasiat Orang Tua Bertentangan Dengan Hukum Waris
1 February 2014, 05:20 | Mawaris | 50.562 views
Haruskah Berwudhu Dengan Air Dua Qulah?
31 January 2014, 12:00 | Thaharah | 36.118 views
Tahun Baru Imlek dan Angpau
30 January 2014, 06:26 | Kontemporer | 6.798 views
Bolehkah Menjama' Shalat Karena Sakit?
29 January 2014, 06:30 | Shalat | 10.388 views
Bolehkah Foto Paspor Tanpa Jilbab?
28 January 2014, 06:16 | Wanita | 8.631 views
Hukum Mengenakan Cadar, Wajibkah?
27 January 2014, 05:00 | Wanita | 13.059 views
Masih Berhakkah Anak Murtad atas Warisan Ayahnya yang Muslim?
26 January 2014, 06:35 | Mawaris | 7.268 views
Jual Beli Dua Harga Haram, Bagaimana dengan Kredit?
25 January 2014, 06:10 | Muamalat | 13.739 views
Anak Meninggal Lebih Dulu Dari Ayah, Apakah Anak itu Dapat Warisan?
24 January 2014, 12:00 | Mawaris | 40.159 views
Apakah Banjir Melanda Lantaran Manusia Banyak Dosa?
24 January 2014, 05:00 | Umum | 6.453 views
Tissue Pembersih Galon Air Minum
23 January 2014, 11:27 | Kuliner | 9.370 views
Melafadzkan Niat, Boleh atau Bid'ah?
22 January 2014, 10:55 | Shalat | 14.807 views
Batas Cuti Shalat bagi Wanita
21 January 2014, 08:42 | Thaharah | 8.952 views
Ketentuan Zakat Padi
20 January 2014, 04:55 | Zakat | 21.361 views
Mungkinkah Ada Ayat Al-Quran Yang Tidak Qath'i?
19 January 2014, 06:50 | Ushul Fiqih | 11.138 views
Caleg Minta Dipilih Dengan Memberi Uang Berdalih Sedekah
18 January 2014, 06:23 | Negara | 7.353 views
Mandi Junub Apakah Mesti Keramas?
17 January 2014, 05:23 | Thaharah | 10.616 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,897,847 views