Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Nilai Mahar Nabi SAW 40 Juta? | rumahfiqih.com

Benarkah Nilai Mahar Nabi SAW 40 Juta?

Fri 21 July 2017 06:48 | Nikah | 24.899 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

 

Assalamu 'alaikum, ustadz.
Semoga antum sekeluarga selalu berada dalam lindungan Allah SWT, Amin.

Mohon izin bertanya ustadz.

Begini, beberapa saat lalu saya mendengar ceramah salah satu ustadz. Dalam ceramahnya itu beliau bercerita bahwa mahar yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW itu lumayan tinggi dibandingkan dengan mahar-mahar yang biasa kita kenal di negeri kita. Konon besarannya berkisar sampai 40-an juta rupiah.

Sayang beliau tidak merinci dari mana sumbernya kok bisa sampai sekian besarnya. Sementara kita tahu bahwa sebaik-baik mahar itu yang paling murah.

Maka pertanyaan saya sebagai berikut :

 

 

 

  1. Apa benar bahwa nilai mahar Nabi SAW kepada para istrinya itu 40-an juta? Kalau benar, dari mana dasarnya?
  2. Dan kalau memang benar, apakah kita wajib mengikuti sunnah Nabi SAW dalam hal yang satu ini?

Demikian terima kasih atas jawabannya.

Jazakallahu ahsanal jaza' . Wassalam

 

 

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertama, terima kasih atas doanya, semoga Allah SWT juga memberikan perlindungan yang sama dan memberikan kelebihan barakat kepada antum sekeluarga.

Kedua, pertanyaan antum ini cukup menarik sekaligus menggelitik. Kenapa? Karena antum mendengar ceramah dari seorang ustadz, begitu ada hal-hal yang kurang jelas, seharusnya bertanya kepada yang bersangkutan pada saat itu. Lucunya, antum malah bertanya kepada Saya. Padahal yang ceramah dan memberikan materi bukan saya.

Tetapi karena memang pertanyaan ini penting untuk dijawab, tidak ada salahnya juga untuk dijawab. Minimal diberikan sedikit komentara dan penjelasan.

A. Tentang Nilai Mahar

1. Tidak Ada Hadits Tentang Uang Mahar 40 Juta

Yang paling penting dicatat adalah bahwa tidak ada satu pun hadits di masa Nabi SAW yang menyebutkan mahar itu sebesar 40 juta rupiah. Bukan apa-apa, sebab uang rupiah pada zaman itu belum dikenal dan beliau SAW juga bukan seorang warga negara Indonesia yang berdomisili di Jakarta.

Sangat tidak logis kalau sampai ada teks hadits yang masih asli menyebutkan bahwa nilai mahar beliau SAW Rp. 40 juta. 

Berarti kemungkinannya adalah bahwa angka 40 juta itu hasil hitung-hitungan berdasarkan komparasi nilai-nilai yang berlaku di masa Nabi SAW dengan yang berlaku di masa sekarang. Dan hal itu boleh-boleh saja hukumnya, walau pun tidak mutlak kebenarannya.

2. Nash Hadits Menyebutkan 500 Dirham

Di dalam hadits shahih memang ada disebutkan bahwa mahar yang beliau SAW berikan kepada istri-istri beliau adalah 500 dirham perak.

Hadits itu agak panjang, intinya Aisyah radhiyallahuanha ditanya tentang nilai mahar yang Rasulullah SAW berikan kepada istri-istrinya. Lalu menurut pengamatan dan analisa Aisyah, nilainya adalah 500 dirham. 

كَانَ صِدَاقُهُ لأَزْوَاجِهِ ثِنْتَى عَشْرَةَ أوْقِيَةً وَنَشًّا قَالَ: قَالَتْ: أتَدْرِى مَا النَّشُّ ؟. قَالَ: قُلْتُ: لاَ! قَالَتْ: نِصْفُ أوْقِيَةٍ ؛ فَتِلْكَ خَمْسُمِائَةِ دِرْهَمٍ. فَهَذَا صِدَاقُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأَزْوَاجِهِ.

Aisyah berkata,"Mahar Rasulullah kepada para isteri beliau adalah 12 Uqiyah dan satu nasy". Aisyah berkata,"Tahukah engkau apakah nash itu?". Abdur Rahman berkata,"Tidak". Aisyah berkata,"Setengah Uuqiyah". Jadi semuanya 500 dirham. Inilah mahar Rasulullah saw kepada para isteri beliau. (HR. Muslim)

Maka karena hadits ini shahih derajatnya, lagi pula yang ditanya juga seorang yang tepat, yaitu istri Rasulullah SAW sendiri, maka banyak para ulama yang menerima penjelasan Aisyah ini.

Walaupun sebenarnya masih ada beberapa versi yang lain dari jalur hadits yang berbeda. Tetapi anggaplah 500 dihram ini salah satu versi yang paling banyak dipakai oleh para ulama.

3. Uang 500 Dirham Itu Berapa Rupiah?

Tinggal yang jadi masalah, uang sebesar 500 dihram itu kalau dikonversikan ke dalam mata uang kita saat ini, jatuhnya kira-kira berapa rupiah?

Disinilah terjadi ijtihad yang bisa saja berbeda-beda metodenya. Dan kalau hasil akhirnya menjadi berbeda, tidak bisa disalahkan.

Ada beberapa pendekatan tentang berapa nilai 500 dirham ini kalau dibandingkan dengan besaran uang zaman sekarang. Pendekatan pertama, dengan pendekatan nilai dirham di masa Rasulullah SAW. Dan pendekatan kedua dengan perbandingan harga perak.

a. Pendekatan Pertama

Pendekatan pertama lewat perbandingan antara dinar dan dirham. Dinar adalah mata uang emas sedangkan dirham adalah mata uang perak. Nilai dinar emas tentu lebih besar dari pada nilai dirham perak.

Di masa Rasulullah SAW, uang 1 dinar emas bisa untuk membeli seekor kambing sebagaimana hadits Urwah Al-Bariqi.

عَنْ عُرْوَةَ البَارِقِيّ أَنَّ النَّبِيَّ بَعَثَ مَعَهُ بِدِيْنَارٍ يَشْتَرِي لَهُ أُضْحِيَّةً فَاشْتَرَى لَهُ اثْنَتَيْنِ فَبَاعَ وَاحِدَةً بِدِيْنَارٍ وَأَتَاهُ بِالأُخْرَى . فَدَعَالَهُ بِالبَرَكَةِ فِي بَيْعِهِ فَكاَنَ لَوِ اشْتَرَى التُّراَبَ لَرِبَحَ فِيْهِ

Dari 'Urwah al-Bariqi bahwa Nabi SAW memberinya satu dinar untuk dibelikan seekor kambing. Maka dibelikannya dua ekor kambing dengan uang satu dinar tersebut, kemudian dijualnya yang seekor dengan harga satu dinar. Setelah itu ia datang kepada Nabi SAW dengan seekor kambing. Kemudian beliau SAW mendoakan semoga jual belinya mendapat berkah. Dan seandainya uang itu dibelikan tanah, niscaya mendapat keuntungan pula. (HR. Ahmad dan At-tirmizy)

Dan perbandingan nilai dirham dengan dinar berkisar antara 10 hingga 12 bahkan bisa sampai 15. Maksudnya, 1 dinar emas kadang setara dengan 10 driham perak, kadang setara dengan12 dirham perak dan kadang setara dengan 15 dirham perak. Kita coba hitung tiga-tiganya.

  • Kalau kita pakai perbandingan 1:10 yaitu 1 dinar emas setara dengan 10 dirham perak, maka 500 dirham perak setara dengan 50 dinar emas. Itu setara dengan 50 ekor kambing.
  • Kalau kita pakai perbandingan 1:12, yaitu 1 dinar emas setara dengan 12 dirham perak, maka 500 dirham perak sertara dengan 41,6 dinar emas. Kalau dibelikan kambing minimal dapat 41 ekor.
  • Kalau kita pakai perbandingan 1:15, yaitu 1 dinar emas setara dengan 15 dirham perak, maka 500 dirham perak sertara dengan 33,3 dinar emas. Kalau dibelikan kambing minimal dapat 33 ekor.

Jadi kalau mahar Rasululah SAW itu 500 dirham, berarti dengan uang itu kira-kira bisa untuk membeli kurang lebih antara 33, 41 hingga 55 ekor kambing.

Tinggal kita hitung saja berapa harga kambing saat ini. Anggaplah misalnya harga kambing pukul rata Rp. 1. 000.000 (sejuta rupiah) per-ekor, maka kurang lebih nilai 500 dirham itu antara 33 juta, atau 41 juta atau 50 juta.

Nampaknya ceramah ustadz yang antum dengar itu lumayan mendekati, kalau kita hitung dengan logika hitungan di atas.

b. Pendekatan Kedua

Pendekatan kedua ini dihitung oleh Syeikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam salah satu fatwanya.

Beliau menghitung dengan cara menghitung berapa harga dirham di masa Nabi SAW dibandingkan dengan harga perak hari ini. Menurut beliau, nilai satu dirham di masa Nabi SAW kalau diukur dengan timbangan moder zaman kita kurang lebih setara dengan 2,975 gram. Sedikit lagi tiga gram perak. Lalu 500 dinar dikalikan 2,975 = 1.487,5 gram perak.

Harga 1 dirham perak di Saudi Arabia menurut hitungan beliau setara dengan 1 Riyal Saudi. Sehingga 500 dinar di masa Nabi SAW setara dengan 1.487,5 Riyal Saudi. Dan nilai itu setara dengan 396,7 USD.

Seandainya nilai dolar Amerika itu kita patok 10 ribu rupiah, maka mahar Nabi SAW itu 39 juta lebih, atau Rp. 39.670.000 rupiah Tetapi kalau pakai nilai dolar 11 ribu rupiah, maka nilainya akan naik menjadi Rp.43.637.000 .

Kesimpulannya : ceramah ustadz tersebut ada benarnya juga, meski tidak menjelaskan dari mana jalannya.

B. Tentang Keharusan Mengikuti Sunnah

Apa yang dilakukan oleh Nabi SAW tidak semuanya menjadi kewajiban. Sebagian dari perilaku Nabi SAW ada yang statusnya menjadi sunnah, dalam arti kalau kita kerjakan mendapat pahala tetapi kalau ditinggalkan kita tidak berdosa.

Tetapi ada juga perilaku Nabi SAW yang status hukumnya malah jadi haram buat kita. Contohnya adalah menikah dengan lebih dari empat istri.

Jadi meski suatu hal itu merupakan perbuatan Nabi SAW, tetapi belum tentu hukumnya menjadi wajib, bisa saja menjadi sunnah, mubah, makruh atau malah bisa juga jadi haram.

Bagi mereka yang punya harta, bahkan bisa menyelenggarakan perhelatan pesta walimah dengan nilai ratusan atau milyaran juga, tentu tidak salah kalau mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam masalah mahar. 

Namun perlu juga diingat bahwa Rasulullah SAW pernah menikahkan shahabat tidak dengan nilai sebesar itu. Ada yang hanya dengan sepasang sendal, ada juga dengan jasa mengajarkan ilmu Al-Quran. Tentu mahar sekecil itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing shahabat.

Batas Minimal Nilai Mahar
Para ulama berbeda pendapat tentang batas minimal mahar. Sebagian kalangan berpendapat tidak ada batas minimal dalam nilai mahar, namun para shahabat dan para fuqaha banyak berfatwa dalam masalah nilai minimal ini.

 

a. Tidak Ada Batas Minimal

Mazhab Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa tidak ada batas minimal harga mahar. Sehingga prinsipnya, apa saja yang layak dijadikan alat pembayaran atau benda yang diperjual-belikan boleh dijadikan mahar.

Mereka juga membolehkan mahar dalam bentuk upah atas suatu kerja (ujrah), baik nilainya besar ataupun kecil. Yang penting masih layak disebut harta.

Yang sejalan dengan pendapat ini di kalangan shahabat antara lain Umar bin Al-Khattab dan Abdullah ibn Al-Abbas radhiyallahuanhuma. Sedangkan dari kalangan tabi'in dan ulama berikutnya, yang sependapat dengan hal ini antara lain Al-Hasan Al-Bashri, Said ibn Al-Musayyab, Atha', Amr bin Dinar, Ibnu Abi Laila, Ats-Tsauri, Al-Auza'i, Al-Laits, Abu Tsaur, dan Ishaq.

Diriwayatkan bahwa Said ibn Al-Musayyab menikahkan puterinya dengan mahar senilai 2 dirham, seraya berkata bahwa seandainya cuma dengan cemeti (cambuk) sudah halal.

b. Ada Batas Minimal

Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah berpendapat bahwa tidak disebut sebagai mahar kecuali ada nilai minimalnya.

Pendapat ini juga sejalan dengan pendapat Said bin Jubair, An-Nakha'i, Ibnu Subrumah dan lainnya. Namun berapa nilai minimal mahar itu, para pendukung pendapat ini justru berbeda pendapat. Mazhab Al-Hanafiyah menyebutkan bahwa minimal nilai mahar itu 10 dirham. Dasarnya menurut mereka adalah firman Allah SWT

وَأُحِل لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ

Kaitan ayat ini dengan angka 10 dirham adalah bahwa ayat ini mengharuskan mahar itu berbentuk harta. Dan secara 'urf yang disebut harta bukan sebutir dua butir gandum, melainkan setidaknya 10 dirham menurut kebiasaan yang berlaku saat itu.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Hukum Pakaian Berbahan Campuran 50% Sutra dan 50% Katun, Bolehkah?
11 July 2017, 03:45 | Umum | 1.870 views
Pembagian Waris Untuk Suami, Tiga Anak Laki dan Satu Anak Perempuan
10 July 2017, 06:29 | Mawaris | 1.661 views
Benarkah Aisyah Bolehkan Laki-laki Dewasa Menyusu Pada Wanita Biar Jadi Mahram?
9 July 2017, 17:02 | Nikah | 22.813 views
Berdosakah Kita Bila Tidak Mengamalkan Hadits Shahih?
3 July 2017, 01:01 | Hadits | 4.008 views
Benarkah Puasa Syawwal Belum Boleh Dikerjakan Sebelum Qadha Ramadhan?
1 July 2017, 21:20 | Puasa | 1.915 views
Selama Mudik di Kampung Halaman Apakah Kita Boleh Tetap Menjamak-qashar Shalat?
28 June 2017, 04:53 | Shalat | 3.406 views
Mudik Tapi Tidak Shalat, Apakah Berdosa?
27 June 2017, 12:34 | Shalat | 1.972 views
Makna Idul Fithri Bukan Kembali Menjadi Suci?
26 June 2017, 09:35 | Puasa | 58.649 views
Wajibkah Makan Dulu Sebelum Shalat Idul Fithri?
24 June 2017, 20:50 | Shalat | 19.819 views
Apa Saja Yang Disunnahkan Dalam Shalat Idul Fithri?
24 June 2017, 12:23 | Shalat | 3.168 views
Lebaran Bersama Rasulullah SAW
23 June 2017, 15:13 | Puasa | 2.641 views
Benarkah Jumat Terakhir Ramadhan Waktunya Menqadha Semua Shalat?
22 June 2017, 09:45 | Shalat | 5.226 views
Katanya Quran Turun Lailatul Qadar, Kenapa Peringatan Nuzulul-Quran 17 Ramadhan?
20 June 2017, 09:45 | Quran | 2.266 views
Bolehkah Bayar Zakat Fithr dengan Uang?
20 June 2017, 08:30 | Zakat | 34.642 views
Apakah Qiyamullail dan Itikaf Harus Dengan Begadang Semalam Suntuk Sampai Shubuh?
16 June 2017, 04:20 | Shalat | 5.509 views
Mengapa Tidak Boleh Belajar Islam Lewat Google?
11 June 2017, 08:13 | Kontemporer | 61.365 views
Benarkah Orang Shalih Menjauhi Kekuasaan?
9 June 2017, 14:12 | Negara | 2.663 views
Lagi Makan Sahur Terdengar Adzan, Benarkah Makan Minum Masih Boleh Diteruskan?
8 June 2017, 05:05 | Puasa | 56.166 views
Mengangkat Tangan Saat Berdoa Termasuk Bidah atau Sunnah?
5 June 2017, 14:41 | Shalat | 9.691 views
Batalkah Puasa Jika Masih Makan atau Minum Saat Masuk Waktu Imsak?
31 May 2017, 01:26 | Puasa | 6.573 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,883,504 views