Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Menitipkan Jualan di Koperasi, Apakah Riba? | rumahfiqih.com

Menitipkan Jualan di Koperasi, Apakah Riba?

Mon 24 November 2014 21:00 | Muamalat | 7.040 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum wr.wb

Langsung saja ustadz. Saya berniat menitipkan jualan makanan ke sebuah koperasi syariah, namun masih menjangkal di pikiran saya tentang sistem bagi hasilnya, yaitu koperasi tsb mengambil keuntungan sebesar 4% dari harga jual ke konsumen, misalnya Rp 2000.

Meskipun dari harga Rp 2000 tsb saya sudah mendapatkan keuntungan, namun apakah benar pembagian keuntungan untuk koperasinya sekian persen dari harga jual tsb (sedangkan dalam harga 2000 tsb ada sebagian modal).

Saya masih bingung ustadz...mohon pencerahannya???

terima kasih. Hamba Allah

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dalam masalah kerjasama antara pemilik barang dan pihak yang menjualkan, besaran komisi yang menjadi hak pihak yang menjualkan pada dasarnya tergantung kesekapatan kedua belah pihak.

Cara menghitungnya boleh lewat prosentase tertentu yang diambilkan dari keuntungan, tetapi boleh juga sekian perses dari harga jual. Keduanya boleh-boleh saja tanpa ada hal yang takut dilanggar.

Kenapa boleh mengambil fee sekian persen dari harga jual?

Jawabnya karena akad ini bukan akad penanaman modal. Akadnya adalah kerjasama antara pemilik barang dan penjualnya. Akad ini bukan akan pinjam meminjam uang. Oleh karena itu, cara membagi keuntungannya tidak harus dengan cara bagi hasil, tetapi bisa saja berdasarkan nilai jualnya.

Sebagai ilustrasi, A punya mobil dan B bersedia menjualkannya. Dalam hal menghitung fee-nya, ada banyak cara yang boleh mereka berdua sepakati. A menetapkan harga kepada B seharga 200 juta, dengan kesepakatan B boleh menjual lebih tinggi lagi, misalnya 250 juta. Berarti keuntungannya 50 juta. Dalam hal ini A tidak minta apa-apa dari B karena ketika menjual mobil itu seharga 200 juta, A sudah dapat untung.

Tetapi mungkin saja A bukan pemilik mobil. A adalah pedangan juga, dia bisa mendapatkan mobil bekas dari orang lain seharga 200 juta. Untuk itu A meminta bantuan B untuk ikut memasarkan, dengan kesepakatan kalau ada selisihnya dibagi dua. Maka selisih yang 50 juta itu dibagi masing-masing 25 juta.

Semua bentuk kesepakatan itu hukumnya sah-sah saja. Cara menetapkan fee tidak harus mengacu kepada keuntungan atau harga jual. Pendeknya yang mana saja yang disekapati oleh kedua belah pihak, hukumnya boleh.

Akad Pinjam Uang Atau Bagi Hasil Modal

Lain halnya kalau kita bicara akad kesertaan modal dalam suatu usaha. Pihak pertama adalah pemilik uang yang berinvestasi dalam bisnis pihak kedua. Maka cara membagi keuntungannya harus berdasarkan prosentase dari keuntungan, bukan prosentase dari nilai uang dibenamkan sebagai modal.

Sebab kalau bersasarkan prosentase dari modal investasi yang dibenamkan dalam usaha itu, sama saja dengan bisnis penyewaan uang yang merupakan akad ribawi.

Contohnya A membenamkan uang 200 juta ke dalam usaha milik B. Kesepakatannya bahwa tiap bulan B harus setor uang 10 juta kepada A. Kalau kita cermati baik-baik, akad seperti ini pada hakikatnya tidak lain bahwa B pinjam uang kepada A dengan bunga 5 persen per bulan. Akad ini 100% adalah akad yang haram, karena akad ini akad riba nasi'ah
 yang diharamkan syariat.

Namun akad ini menjadi halal apabila kewajiban B bukan membayar 5% dari 200 juta uang milik A, tetapi kewajibannya adalah membayar misalnya 50% dari keuntungan yang didapat dari bisnis milik B. Katakanlah setelah dihtiung pada bulan itu, keuntunganya sebesar 10 juta. Maka A berhak mendapatkan 50% dari 10 juta, yaitu 5 juta rupiah.

Dimana letak titik perbedaannya?

Kalau pakai akad yang pertama, uang 10 juta yang diterima A pasti tidak akan berubah nilainya, karena nilai investasinya tetap 200 juta. Akad ini adalah akad penyewaan uang yang haram hukumnya.

Sedangkan akad yang kedua, nilai yang diterima A tidak akan selalu 5 juta, karena keuntungan suatu usaha biasanya berubah-ubah tiap waktu. Sebab akad ini adalah akad kerjsama dengan membagi hasil yang biasanya selalu berubah-ubah nilainya tiap waktu. Akad ini hukumnya halal.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Membobol Bank Amerika Dengan Alasan Rampasan Perang
23 November 2014, 17:50 | Muamalat | 6.499 views
Dosa Tidak Shalat Ashar Sama Dengan Meruntuhkan Ka'bah?
22 November 2014, 13:30 | Shalat | 11.666 views
Bolehkah Menjama' Shalat Jumat Dengan Shalat Ashar?
21 November 2014, 06:06 | Shalat | 33.424 views
Mengubah Bentuk Tubuh Yang Dibolehkan Syariat
19 November 2014, 10:30 | Kontemporer | 16.840 views
Ayah Meninggal Dulu, Cucu Tidak Mendapat Warisan?
18 November 2014, 10:10 | Mawaris | 8.998 views
Benarkah Jumatan di Kantor Tidak Sah Karena Bukan Penduduk Setempat?
17 November 2014, 06:30 | Shalat | 13.564 views
Hukum Menutup Jalan Untuk Pengajian dan Tabligh Akbar
16 November 2014, 05:20 | Umum | 10.794 views
Bagaimana Menentukan Arah Kiblat?
14 November 2014, 08:50 | Shalat | 7.543 views
Bolehkah Menunda Shalat Berjamaah Menunggu Jamaah Kumpul Semua?
13 November 2014, 11:20 | Shalat | 15.506 views
Benarkah Olahraga Renang Sunnah Nabi?
12 November 2014, 08:45 | Kontemporer | 43.797 views
Menggelar Resepsi Pernikahan Dengan Menutup Jalan
10 November 2014, 17:33 | Nikah | 11.320 views
Pembagian Waris Suami Istri
8 November 2014, 10:55 | Mawaris | 8.969 views
Sujud Syukur dengan Sujud Tilawah, Apa Bedanya?
7 November 2014, 06:15 | Shalat | 14.657 views
Seorang Wanita Naik Haji tanpa Suami
6 November 2014, 03:19 | Haji | 7.942 views
Hanya Menggunakan Al-Quran karena Menganggap Hadits Banyak yang Palsu
5 November 2014, 03:37 | Hadits | 8.349 views
Menolak Jadi Istri Kedua
4 November 2014, 02:28 | Nikah | 8.555 views
Bolehkah Isteri Merahasiakan Gajinya kepada Suami?
3 November 2014, 03:31 | Nikah | 9.182 views
Punggung Tangan Terbuka Ketika Sholat
2 November 2014, 03:27 | Shalat | 9.475 views
Foto Mesra dalam Undangan Pernikahan
1 November 2014, 00:36 | Nikah | 9.104 views
Minum Dari Bekas Minum Orang Kafir, Najiskah?
31 October 2014, 04:23 | Thaharah | 8.264 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,897,908 views