Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Benarkah Riba Tidak Haram Kalau Tidak Berlipat Ganda? | rumahfiqih.com

Benarkah Riba Tidak Haram Kalau Tidak Berlipat Ganda?

Thu 26 February 2015 06:18 | Muamalat | 6.921 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ustadz yang dirahmati Allah.

Ada orang yang berfatwa bahwa bunga bank itu halal. Alasannya karena yang dikategorikan riba sebatas apabila sudah berlipat ganda dan memberatkan, sedangkan bila kecil dan wajar-wajar saja dibenarkan. Dasarnya adalah firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 130 yang berbunyi yang membatasi bahwa yang haram itu hanya yang berlipat ganda saja:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda (QS. Ali Imran : 130)

Bagaimana pandangan seperti ini menurut ustadz? Mohon penjelasannya dan terima kasih.

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang sepintas ayat ini hanya melarang riba yang berlipat ganda. Akan tetapi bila kita cermati lebih dalam serta dikaitkan dengan ayat-ayat lain secara lebih komprehensip, maka akan kita dapat kesimpulan bahwa riba dengan segala macam bentuknya mutlak diharamkan. Paling tidak ada dua jawaban atas argumen di atas :

Kata adh'afa (أضعَافا) yang berarti berlipat ganda itu harus di-i'rab sebagai haal (حال) yang berarti sifat riba dan sama sekali bukan syarat riba yang diharamkan. Ayat ini tidak dipahami bahwa riba yang diharamkan hanyalah yang berlipat ganda, tetapi menegaskan karakteristik riba yang secara umum punya kecendrungan untuk berlipat ganda sesuai dengan berjalannya waktu.

Hal seperti itu diungkapkan oleh Syeikh Dr. Umar bin Abdul Aziz Al-Matruk, penulis buku Ar-Riba wal Mua'amalat al-Mashrafiyah fi Nadzri ash-Syriah al-Islamiyah.

Perlu direnungi penggunaan mafhum mukhalafah dalam ayat ini salah kaprah, tidak sesuai dengan siyaqul kalam, konteks antar ayat, kronologis penurunan wahyu maupun sabda Rasulullah SAW. Secara sederhana bila kita gunakan mahhum mukhalafah yang berarti konsekuensi terbalik secara sembarangan, akan melahirkan penafsiran yang keliru.

Sebagai contoh, bila ayat tentang zina dipahami secara mafhum mukhalafah, jangan dekati zina. Maka yang tidak boleh mendekati, berarti zina itu sendiri tidak dilarang. Begitu juga daging babi, yang dilarang makan dagingnya, sedang kulit, tulang, lemak tidak disebutkan secara eksplisit. Apakah berarti semuanya halal ? Jawabnya tentu tidak.

Secara linguistik kata adh-'af (أضعاف) adalah jamak dari dhi'f (ضِعْف) yang berarti kelipatan-kelipatan. Bentuk jama' itu minimal adalah tiga. Dengan demikian adh'af berarti 3x2 = 6. Adapun mudha'afa (مُضاعَفا) dalam ayat itu menjadi ta'kid atau penguat.

Dengan demikian, kalau berlipat ganda itu dijadikan syarat, maka sesuai dengan konsekuensi bahasa, minimum harus enam kali lipat atau bunga 600 %. Secara operasional dan nalar sehat, angka itu mustahil terjadi dalam proses perbankan maupun simpan pinjam.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Bolehkah Jual Barang Secara Kredit Seperti Ini?
25 February 2015, 10:24 | Muamalat | 8.035 views
Menjawab Tuduhan Kejamnya Syariat Islam
23 February 2015, 01:00 | Jinayat | 7.540 views
Perbedaan Antara Ghanimah, Fai, Jizyah, Nafl dan Salab
22 February 2015, 06:01 | Umum | 31.814 views
Perbedaan Tanda Baca Dua Mushaf, Apakah Bukti Al-Quran Dipalsukan?
20 February 2015, 01:00 | Quran | 7.386 views
Empat Pertanyaan Terkait Ijab Kabul Dalam Pernikahan
19 February 2015, 01:00 | Nikah | 48.970 views
Apakah Haram Bila Meminta Mahar Yang Mahal?
18 February 2015, 01:00 | Nikah | 9.236 views
Diundang Pernikahan Tetapi Tidak Hadir, Berdosakah?
17 February 2015, 00:01 | Nikah | 10.473 views
Bolehkah Orang Kafir Masuk Masjid?
16 February 2015, 17:52 | Aqidah | 6.906 views
Judi Yang Terlanjur Dianggap Bukan Judi
14 February 2015, 02:00 | Muamalat | 5.575 views
Perbuatan Apa Saja Yang Berakibat Batalnya Shalat Kita?
12 February 2015, 09:30 | Shalat | 78.951 views
Haramkah Perabotan Rumah Tangga Yang Terbuat Dari Emas Perak?
10 February 2015, 05:01 | Kuliner | 5.127 views
Haram Bermazhab Karena Taqlid Buta dan Memecah Belah?
9 February 2015, 10:04 | Ushul Fiqih | 13.125 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Mati Syahid?
8 February 2015, 10:00 | Umum | 16.496 views
Benarkah Ahli Waris Belum Tentu Menerima Harta Waris?
7 February 2015, 19:50 | Mawaris | 4.484 views
Hadis Terpecahnya Umat Hanya Satu Masuk Surga
6 February 2015, 10:45 | Hadits | 10.031 views
Menyembelih Aqiqah untuk Diri Sendiri, Boleh Apa Tidak?
5 February 2015, 06:05 | Qurban Aqiqah | 8.481 views
Aqiqah Bukan Hari Ketujuh, Sah Apa Tidak?
4 February 2015, 04:00 | Qurban Aqiqah | 6.847 views
Hukum Memakan Hewan Yang Mati Oleh Hewan Pemburu
3 February 2015, 10:43 | Kuliner | 10.751 views
Pernah Mengolok-olok Ayat Al-Quran, Apakah Diterima Taubatnya?
1 February 2015, 18:00 | Aqidah | 5.239 views
Vonis Murtad dan Mahkamah Syari'ah
28 January 2015, 08:24 | Jinayat | 5.891 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,897,860 views