Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Khamar Haram Diminum, Tetapi Apakah Khamar Najis? | rumahfiqih.com

Khamar Haram Diminum, Tetapi Apakah Khamar Najis?

Thu 30 April 2015 09:49 | Thaharah | 6.407 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

 

Assalamu 'alaikum wr. wb.
Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA yang saya hormati. Perkenankan saya mengajukan pertanyaan terkait hukum kenajisan khamar.

1. Benarkah kaidah bahwa segala yang najis itu haram dimakan tetapi segala yang haram dimakan belum tentu najis?

2. Sebagaimana kita semua tahu bahwa khamar itu adalah minuman yang haram diminum karena memabukkan. Tetapi yang saya tanyakan disini bukan haram atau tidak haram diminum. Pertanyaan saya apakah khamar itu termasuk benda najis atau bukan?

Mohon penjelasan dari pak Ustadz dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak.

Wassalam

 

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang benar para ulama membedakan antara hukum haram dimakan atau diminum dengan hukum najis. Kalau suatu benda termasuk najis, maka otomatis haram dimakan atau diminum. Tetapi bila suatu benda haram dimakan atau diminum, belum tentu dia menjadi najis.

Contohnya adalah palu, gergaji, pisau lipat, silet, beling, pecahan kaca, dan bubuk mesiu. Semua itu adalah benda-benda yang haram untuk kita makan. Sebab benda itu berbahaya bagi tubuh kita. Bisa membuat kita mati seketika kalau benda-benda itu kita telan. Namun semua benda itu hukumnya bukan merupakan benda najis.

Dalam hal ini kita bisa kita buat kesimpulan sederhana :

1. Tiap benda najis pasti haram dimakan.

2. Benda yang haram dimakan, ada yang najis dan ada yang tidak najis.

Kalau kita bicara tentang khamar, maka kita sepakat bahwa khamar itu haram diminum karena memabukkan. Tetapi apakah otomatis khamar itu adalah benda najis, disini ada sedikit perbedaan pendapat.

Umumnya jumhur ulama memang mengatakan bahwa khamar itu selain haram diminum juga termasuk benda najis. Walaupun ada juga sebagian ulama yang hanya mengharamkan untuk meminumnya saja, sedangkan hukumnya tidak dianggap sebagai benda najis. Berikut ini adalah rincinannya :

 

1. Mazhab Al-Hanafiyah

 

Al-Kasani (w. 587 H) ulama mazhab Al-Hanafiyah di dalam kitabnya Badai' Ash-Shanai' fi Tartibi As-Syarai' menuliskan sebagai berikut :

ومنها الخمر والسكر.

“Di antara jenis benda najis adalah khamar dan minuman yang memabukkan. [1]

Al-Qadhi Zadah (w. 1078 H) yang juga salah satu ulama mazhab Al-Hanafiyah di dalam kitabnya Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur menuliskan :

قال الفاضل الشهير بقاضي زاده: بقي ها هنا شيء وهو أن عين الخمر مثلا ليس بحدث مع أنه نجس في الشرع بلا ريب

Al-Qadli Zadah, “Kemudian tersisa satu pembahasan lagi, yaitu tentang dzat khamar misalnya. Zat itu tidak termasuk hadats meskipun ia zat yang tidak diragukan lagi kenajisannya dalam hukum syar’i….”[2]

2. Mazhab Al-Malikiyah

Al-Qarafi (w. 684 H) dalam Adz-Dzakhirah berkata :

ونجاسة الخمر معللة بالإسكار

Najisnya khamar adalah karena ia merupakan sesuatu yang memabukkan[3]

Ar-Ru’aini (w. 954) dalam Mawahib Al-Jalil fii Syarh Mukhtashar Al-Khalil berkata :

 لا ينتفع بشيء من النجاسات في وجه من الوجوه حتى لو أراق إنسان خمرا في بالوعة فإن قصد بذلك دفع ما اجتمع فيها من كناسة لم يجز ذلك انتهى.

Tidak boleh memanfaatkan sesuatu yang najis untuk apapun, bahkan meskipun ada orang yang membuang khamar pada selokan dengan tujuan untuk menghilangkan sampah yang ada di situ hukumnya tetap tidak boleh.”[4]

3. Mazhab Asy-Syafi'iyah

Asy-Syairazi (w. 476 H) salah satu ulama rujukan dalam mazhab Asy-Syafi'iyah di dalam kitabnya Al-Muhaddzab fii Fiqhi Al-Imam As-Syafi’i menuliskan sebagai berikut :

وأما الخمر فهو نجس

Adapun khamar maka hukumnya najis [5]

An-Nawawi (w. 676 H) salah satu muhaqqiq besar dalam mazhab Asy-Syafi'iyah di dalam kitabnya Raudlah At-Thalibin wa ‘Umdatu Al-Muftiyyin menuliskan sebagai berikut :

 فالجماد: ما ليس بحيوان ولا كان حيوانا ولا جزءا من حيوان ولا خرج من حيوان فكله طاهر إلا الخمر.

Benda mati adalah semua yang tidak masuk jenis binatang, bukan sesuatu yang berasal dari binatang atau bukan bagian dari binatang, dan bukan sesuatu yang keluar dari binatang. Semua jenis benda mati tersebut suci, kecuali khamar. [6]

4. Mazhab Al-Hanabilah

Ibnu Qudamah (w. 620) ulama dari kalangan mazhab Al-Hanabilah di dalam kitabnya Al-Mughni menuliskan sebagai berikut :

فإذا كان في الإناء خمر أو شبهه من النجاسات التي يتشربها الإناء ثم متى جعل فيه مائع سواه ظهر فيه طعم النجاسة، أو لونها لم يطهر بالغسل.

Jika dalam sebuah wadah terdapat khamar atau benda najis yang sejenisnya yang meresap ke wadah tersebut, kemudian ketika dituangkan cairan lain ke dalam wadah tersebut dan ternyata terdapat rasa dari benda najis itu, atau warnanya maka cara menyucikannya tidak cukup hanya dengan dicuci saja. [7]

Al-Mardawi (w. 885 H) dalam Al-Inshaf berkata :

ولا يطهر شيء من النجاسات بالاستحالة ولا بنار أيضا إلا الخمرة

Benda-benda najis itu tidak bisa disucikan dengan cara istihalah atau dengan api kecuali khamar.[8]

5. Mazhab Dhahiri

Ibnu Hazm (w. 456 H) dalam Al-Muhalla berkata :

والخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس حرام واجب اجتنابه، فمن صلى حاملا شيئا منها بطلت صلاته..

Khamar, judi, berhala, anak panah (yang digunakan mengundi nasib) adalah sesuatu yang najis, haram serta wajib dijauhi, maka orang yang shalat dengan membawa salah satu dari benda tersebut shalatnya batal.[9]

6. Rabi’ah Ar-Ra’yi

Rabi’ah Ar-Ra’yi (w. 142 H) syeikh dari Imam Malik dan Dawud Ad-Dhahiri (w. 270 H), sebagaimana yang disebutkan An-Nawawi dalam Al-Majmu’ :

الخمر نجسة عندنا وعند مالك وأبي حنيفة وأحمد وسائر العلماء إلا ما حكاه القاضي أبو الطيب وغيره عن ربيعة شيخ مالك وداود أنهما قالا هي طاهرة وإن كانت محرمة كالسم الذي هو نبات وكالحشيش المسكر ونقل الشيخ أبو حامد الإجماع على نجاستها واحتج.....

Khamar itu hukumnya najis menurut Mazhab kami (Mazhab Asy-Syafi'iyah), Malik, Abu Hanifah, Ahmad dan seluruh ulama kecuali pendapat (berbeda) yang diriwayatkan Al-Qadli Abu Thayyib dan yang lain dari Rabi’ah syaikh Imam Malik, serta Dawud bahwa mereka berdua berpendapat bahwasanya khamar itu suci meskipun hukumnya haram sebagaimana racun yang merupakan tanaman seperti ganja yang memabukkan. [10]

7. As-Shan’ani

As-Shan’ani (w. 1182 H), sebagaimana perkataan beliau berikut dalam kitabnya Subulus Salam ketika menjelaskan hadits yang menjelaskan mengenai haramnya jual beli khamar, bangkai, babi dan berhala :

الأدلة على نجاسة الخمر غير ناهضة

Dalil-dalil mengenai kenajisan khamar adalah dalil-dalil yang tidak kuat,

.....والأظهر أنه لا ينهض دليل على التعليل بذلك بل العلة التحريم

Pendapat yang kuat adalah bahwa dalil yang menunjukkan bahwa illahnya adalah najis itu lemah, sebab illah dari diharamkannya jual beli ini sebab benda-benda tersebut adalah benda-benda yang haram.”[11]

Demikian sekelumit tulisan yang disadur dari kitab-kitab para ulama dari empat mazhab terkait dengan hukum kenajisan khamar.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Al-Kasani, Badai’ Ash-Shanai’ fi Tartibi Syara’i, jiild 1, hal. 60

[2] Al-Qadli Zadah, Majma’ Al-Anhur fii Syarhi Multaqa Al-Abhur, jilid 1 hal. 19

[3] Al-Qarafi, Adz-Dzakhirah, jilid 1 hal. 164

[4] Ar-Ru’aini, Mawahib Al-Jalil fi Syarhi Mukhtashar Al-Khalil, jilid 1, hal. 120

[5] Asy-Syairazi, Al-Muhaddzab fi Fiqhi Al-Imam Asy-Syafi’i, jilid 1 hal. 93

[6] An-Nawawi, Raudhatu At-Thalibin wa Umdatu Al-Muftiyyin, jilid 1 hal. 13

[7] Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 1 hal. 44

[8] Al-Mardawi, Al-Inshaf fi Ma’rifati Ar-Rajih min Al-Khilaf, jilid 1, hal. 318

[9] Ibnu Hazm, Al-Muhalla bil Atsar, jilid 1 hal. 188-189

[10] An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 2 hal. 563

[11] As-Shan’ani, Subulus Salam, jilid 2 hal. 4

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Dimana Kita Bisa Belajar Ilmu Pembagian Harta Waris?
28 April 2015, 06:05 | Mawaris | 5.795 views
Apa Yang Dimaksud Dengan Haji Tamattu' dan Berapa Dendanya ?
26 April 2015, 02:00 | Haji | 4.820 views
Bermalam Bersama Istri dan Menggilir Para Istri, Wajibkah Hukumnya?
25 April 2015, 14:50 | Nikah | 7.157 views
Terkena Najis Saat Rakaat Terakhir Shalat
24 April 2015, 07:50 | Shalat | 5.320 views
Apakah Shalat Sunnah Wudhu Termasuk Disyariatkan? Haruskah Menghadap Kiblat?
23 April 2015, 05:50 | Shalat | 8.343 views
Bolehkah Menyambung Rambut?
19 April 2015, 05:17 | Wanita | 4.594 views
Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dengan Sengaja Puluhan Tahun
17 April 2015, 20:00 | Shalat | 151.363 views
Memasukan Jari ke Kemaluan Pacar, Haruskah Kami Dicambuk atau Dirajam?
16 April 2015, 07:28 | Jinayat | 62.648 views
Mencium Bau Gosong Saat Shalat, Diteruskan Shalatnya Atau Batalkan?
15 April 2015, 20:00 | Shalat | 6.570 views
Isteri Saya Nasrani, Islamkah Anak Saya?
14 April 2015, 17:37 | Aqidah | 13.459 views
Berbicara Dalam Shalat, Mana Yang Membatalkan Mana Yang Tidak?
13 April 2015, 11:10 | Shalat | 8.887 views
Bisakah Hari Ini Kita Memiliki Budak Dan Menyetubuhinya Tanpa Dinikahi?
10 April 2015, 08:25 | Muamalat | 77.558 views
Pernah Khilaf Berzina Dengan Pacar, Apakah Jadi Haram Menikahinya?
9 April 2015, 18:30 | Nikah | 78.381 views
Haruskah Meniatkan Puasa Secara Khsusus Untuk Tiap Hari Puasa Ramadhan?
8 April 2015, 06:20 | Puasa | 6.674 views
Mengapa Rumah Fiqih Selalu Menampilkan Perbedaan Pendapat?
7 April 2015, 05:05 | Ushul Fiqih | 10.424 views
Hukum Membaca Ushalli Dalam Shalat, Bid'ahkah?
6 April 2015, 11:33 | Shalat | 16.437 views
Delapan Perkara Yang Harus Dilakukan Ketika Bertaubat
5 April 2015, 05:15 | Umum | 12.250 views
Tata Cara Shalat Gerhana dan Ketentuannya
4 April 2015, 15:20 | Shalat | 277.348 views
Bersalaman Seusai Shalat : Antara Boleh Dan Haram, Mana Yang Benar?
3 April 2015, 05:38 | Shalat | 19.670 views
Kenapa Imam As-Sudais Membaca Basmalah Dengan Keras?
2 April 2015, 05:45 | Shalat | 27.514 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,897,956 views