Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mata Uang Dinar dan Dirham Dalam Pandangan Syariah | rumahfiqih.com

Mata Uang Dinar dan Dirham Dalam Pandangan Syariah

Tue 7 April 2020 12:49 | Muamalat > Bank | 1.499 views

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Ustadz, saya ingin bertanya terkait fiqih muamalat :

1. Tentang mata uang dinar dan dirham, bagaimana kita memahaminya di masa sekarang ini, apakah kita wajib menggunakan mata uang itu?

2. Di masa sekarang kita menggunakan mata uang rupiah, apakah ini dibolehkan dalam syariah?

Terima kasih,

Wasalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatulalahi wabarakatuh

Belajar Fiqih Muamalah pastinya tidak akan terlepas dari konsep uang dan alat tukar. Jual-beli, sewa, gadai dan seluruh bab fiqih muamalah dipastikan tidak pernah lepas dari uang sebagai alat tukar.

Namun satu hal yang selama ini kita terluput dari konsep muamalah kita adalah uang sebagai alat tukar. Ternyata antara uang di masa kenabian dan uang di masa kita sekarang, sudah berubah konsepnya 180 derajat.

Dalam hadits kita sering membaca istilah dinar dan dirham. Dan kita mengira bahwa dinar dan dirham itulah mata uang yang berlaku di masa itu.

Ternyata kita keliru besar. Dinar dan Dirham ternyata bukan mata uang, namun memang berfungsi sebagai alat tukar.

Sampai disini boleh jadi kita bingung. Bukan mata uang tapi sebagai alat tukar? Maksudnya apa?

Jadi begini : istilah mata uang itu baru ada di zaman kita sekarang, dimana secara fisik, yang dimaksud dengan uang bukan lagi logam emas atau perak, tetapi wujdunya fisiknya bisa saja berupa kertas yang dicetak. Namun setelah masuk zaman komputer, wujudnya bisa saja berupa catatan data digital alias tidak berupa benda nyata.

Boleh dibilang bahwa uang di masa modern sudah tidak harus punya wujud fisik lagi. Tetapi tetap ada dan diakui oleh semua orang berdasarkan pengakuan pihak negara atau bank negara.

Contohnya mata uang Rupiah kita. Mata uang ini dinamakan Rupiah, diterbitkan oleh pemerintah negara RI lewat Bank Indonesia (BI). Pengakuannya dilakukan oleh negara. Kalau negara tidak mengakui, maka orang pun tidak mengakuinya.

Bisa saja orang mencetak kertasmirip rupiah, tapi ketika negera tidka mengakuinya, kita menamakannya sebagai uang palsu.

Jadi keberadaan suatu mata uang itu sangat ditentukan oleh negara itu sendiri. Dan sebuah mata uang hanya berlaku di negeri yang meneribtkanya. Begitu kita keluar dari negara Indonesia, mata uang Rupiah langsung tidak berlaku.

Kalau tidak percaya, coba saja kita belanja di negeri tetangga Singapura pakai uang rupiah, pasti ditolak karena disana Rupiah tidak berlaku. Itulah sekelumit tentang mata uang dan fungsinya.

* * *

Lalu Dinar dan Dirham di masa kenabian duu itu bukan mata uang. Karena di masa itu tidak ada negara yang menerbitkan mata uang sendiri.

Tapi keduanya adalah benda fisik yang diakui alat tukar. Apa sih maksudnya alat tukar?

Begini : awalnya manusia saling bertukar kebutuhan satu sama lain dengan cara barter, barang ditukar barang.

Lama-lama ada logam tertentu yang langka dan bernilai tinggi yaitu emas dan perak, yang mana manusia seluruh dunia sepakat menjadikan keduanya sebagai benda berharga.

Tapi harus diketahui juga bahwa tidak semua benda yang terbuat dari atau perak otomatis menjadi alat tukar yang berlaku di pasar. Hanya yang berupa koin logam saja yang digunakan.

Untuk koin yang terbuat dari emas dan berfungsi sebagai alat tukar, mereka menyebutnya Dinar. Sedangkan yang terbuat dari perak, mereka menyebutnya Dirham.

Yang menarik, Dinar dan Dirham ini diakui oleh semua orang, semua pasar dan semua peradaban sebagai alat tukar. Walaupun tetap saja ada variasi harga juga. Jangan keliru bilang bahwa harga dinar dan dirham itu tetap dan tidak mengalami inflasi. Itu keliru lagi.

Justru harga-harga komoditas di pasar selalu mengalami perubahan yang dinamis, tergantung banyak hal.

Misalnya, di musim panas di Syam, 1 koin logam emas driham bisa buat beli seekor kambing. Tapi di Yaman di musim yang lain, seekor kambing dihargai 2 koin logam emas. Tergantung kapan dan dimana. Itulah yang namanya dinamika pasar.

Dari situlah orang-orang Quraisy melakukan rihah di musim dingin dan musim panas. Mereka menari untung dari selisih harga-harga di berbagai pasar dunia di musim yang berbeda.

* * *

Jadi ada kesimpulan penting :

Dunia sudah tidak lagi menggunakan emas dan perak (baca: dinar dan dirham) sebagai alat tukar. Kalau pun mau memaksakan diri, justru kita sendiri yang mengalami kesulitan.

Coba ke warung beli mi instan, atau masuk pom bensin bayarnya pakai koin terbuat emas, pasti ditolak sama penjualnya.

Lain halnya kalau anda mau bisnis tukar menukar barang antik, mobil jadul ditukar dengan logam emas zaman Bani Umayah. Itu dunia lain dan bukan sistem ekonomi modern.

Wallahu 'alam bishshawab

Ahmad Sarwat, Lc.,MA


Baca Lainnya :

Baca Quran Membosankan, Apakah Saya Munafik?
4 April 2020, 00:00 | Al-Quran > Tilawah | 1.069 views
Tidak Mengapa Meninggalkan Shalat Jumat 3 Kali Berturut-turut Karena Madharat Covid19
2 April 2020, 08:25 | Shalat > Shalat Jumat | 7.625 views
Hukum Bunga Bank Tidak Haram?
22 March 2020, 00:49 | Muamalat > Riba | 25.303 views
Semua Tentang Qurban
6 August 2018, 20:20 | Qurban Aqiqah > Qurban | 9.542 views
Pengumpulan Al-Quran Bagai Menyusun Puzzel?
5 June 2018, 07:30 | Al-Quran > Mushaf | 7.364 views
Jas Yang Terkena Najis Bisakah Disucikan Tanpa Air Hanya Dengan Dry Clean Saja?
17 March 2018, 10:00 | Thaharah > Air | 14.601 views
Sebelas Konsekuensi Jima Dalam Perspektif Syariah
13 March 2018, 10:45 | Pernikahan > Terkait jima | 32.194 views
Sertifikasi Ulama, Haruskah?
22 February 2018, 10:12 | Dakwah > Belajar agama | 10.010 views
Tata Cara Shalat Gerhana dan Berbagai Macam Ketentuannya
30 January 2018, 09:20 | Shalat > Tatacara shalat | 365.342 views
Suami Mentalak Istri Dengan Tegas Tapi Kok Bisa Dibatalkan Oleh Pengadilan Agama?
6 December 2017, 06:20 | Pernikahan > Talak | 38.283 views
Jasa WO 10% dari Biaya Total Tapi Baru Diketahui Pasca Penyelenggaraan.
1 December 2017, 10:30 | Muamalat > Syubhat | 4.823 views
Adakah Shalat Untuk Menjaga Hafalan Al-Quran?
28 November 2017, 04:00 | Shalat > Shalat sunah | 9.653 views
Tilawah Quran Dalam Keadaan Haidh Haram, Kok Ada Yang Bilang Boleh dan Tidak Apa-apa?
6 October 2017, 06:12 | Thaharah > Hadats | 17.321 views
Apakah Lomba Mancing di Kolam Pancing Saya Termasuk Judi Yang Diharamkan?
4 October 2017, 07:15 | Muamalat > Judi | 25.082 views
Benarkah Yahudi Mengimani Rukun Iman Kita Yang Enam?
3 October 2017, 09:35 | Aqidah > Rukun iman | 8.028 views
Belajar Ilmu Fiqih Bikin Orang Malas Ibadah, Benarkah?
25 September 2017, 07:01 | Dakwah > Sarana Dakwah | 8.373 views
Fiqih Muwazanah VS Fiqih Perbandingan Mazhab, Apa Bedanya?
15 September 2017, 05:02 | Ushul Fiqih > Metode belajar | 9.200 views
Bisakah Satu Ekor Kambing Untuk Satu Keluarga?
31 August 2017, 05:50 | Qurban Aqiqah > Qurban | 28.434 views
Bolehkah Tujuh Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?
28 August 2017, 04:50 | Qurban Aqiqah > Aqiqah | 10.686 views
Hubungan Iedul Adha dengan Ibadah Haji
25 August 2017, 12:54 | Haji > Ied al-Adha | 11.421 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,500,270 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-11-2020
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:43 | Ashar 15:08 | Maghrib 17:59 | Isya 19:12 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img