Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Di Luar Negeri Hanya 7 yang Muslim, Shalat Jumatnya Bagaimana? | rumahfiqih.com

Di Luar Negeri Hanya 7 yang Muslim, Shalat Jumatnya Bagaimana?

Thu 18 September 2014 20:00 | Shalat > Shalat Jumat | 11.628 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.,

Saat ini saya sedang berada di luar negeri yang tidak ada komunitas umat Islamnnya. Kami berangkat dengan 7 orang teman. Bagaimna kami melaksanakan shalat Jumat?

Demikian, terima kasih atas jawabannya.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shalat Jumat adalah fardhu yang wajib dikerjakan oleh semua laki-laki muslim yang memenuhi syarat. Secara sengaja meninggalkan kewajiban shalat Jumat tanpa udzur syar'i, maka Allah akan menutup hatinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini.

Dari Abi Al-Ja`d Adh-dhamiri ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang meninggalkan 3 kali shalat Jumat karena lalai, Allah akan menutup hatinya." (HR Abu Daud, Tirmizy, Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad).

Namun semua itu hanya ditegakkan manakala syarat-syaratnya sudah terpenuhi. Sebaliknya, bila syaratnya tidak terpenuhi, atau dalam keadaan tertentu, tentu tidak ada kewajiban untuk mengerjakannya. Sehingga yang wajib dikerjakan adalah shalat Dzhuhur biasa.

Di antara 'udzur syar'i yang dibenarkan dalam ikut shalat Jumat adalah safar. Bila kepergian anda ke luar negeri ini masih termasuk kategori safar, maka anda dibolehkan untuk tidak melakukan shalat jumat.

Bahkan sebagian ulama justru menyatakan bahwa bila suatu shalat Jumat dikerjakan hanya oleh mereka yang sedang safar, maka hukumnya tidak sah. Mereka mensyaratkan bahwa shalat jumat itu hanya untuk mereka yang muqim (mustauthin) di suatu tempat, bukan orang yang sedang safar dan kebetulan ikut shalat Jumat.

Namun demikian, yang juga jadi masalah adalah status keberadaan anda sebagai musafir. Pada saat ini, apakah anda musafir atau anda termasuk mustathin?

Para ulama memberi batasan bahwa yang namanya musafir adalah orang yang sedang dalam perjalanan. Bukan orang yang diam dan tinggal di suatu tempat, meski jauh dari negerinya. Dan batasan berdiamnya seorang musafir adalah 4 hari di suatu tempat, di luar hari kedatangan dan hari keberangkatan.

Batasan ini menurut sebagian ulama, terutama di kalangan mazhab As-Syafi'iyyah, didapat dari praktek nabi SAW ketika beliau melakukan serangkaian ibadah haji, di mana beliau selalu menjama' dan mengqashar shalatnya selama 4 hari. Yaitu tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Jadi bila anda berada di suatu tempat di luar negeri, untuk masa waktu lebih dari 4 hari, maka anda sudah tidak dihitung musafir lagi. Dengan demikian, anda sudah wajib melakukan shalat Jumat, juga tidak boleh menjama' dan mengqashar shalat. Namun dengan pengecualian bila anda tidak pernah tahu mau berapa lama akan berdiam dan berada di suatu tempat. Juga bila anda berpindah-pindah meski hanya dekat jaraknya, termasuk dikatakan anda tidak berdiam di suatu tempat.

Dari segi status, memang anda sudah dianggap muqim yang wajib shalat Jumat. Tapi dari segi jumlah, karena jumlah anda kurang dari 40 orang, maka tidak terpenuhi syarat kedua dalam penyelenggaraan shalat jumat. Sehingga menurut mazhab As-Syafi'i, anda tetap tidak diwajibkan untuk shalat Jumat karena tidak adanya shalat Jumat di tempat itu.

Sedangkan bila Anda menggunakan mazhab lain yang tidak mensyaratkan jumlah minimal 40 orang dalam shalat Jumat, maka anda bertujuh bisa saja melakukan shalat Jumat sendiri. Seperti pendapat Al-Malikiyah menyaratkan bahwa sebuah shalat jumat itu baru syah bila dilakukan oleh minimal 12 orang untuk shalat dan khutbah.

Bahkan Al-Hanafiyah mengatakan bahwa jumlah minimal untuk syahnya shalat jumat adalah tiga orang selain imam.

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Haramkah Barang Temuan
17 September 2014, 18:25 | Kontemporer > Hukum | 40.109 views
Benarkah Keshahihan Shahih Hanya Sebuah Produk Ijtihad?
16 September 2014, 05:45 | Hadits > Musthalah Hadits | 56.998 views
Dalam Penyembelihan Syar'i, Urat Mana Saja Yang Harus Putus?
14 September 2014, 07:50 | Qurban Aqiqah > Menyembelih | 63.018 views
Adab dan Etika Ketika Berjima
13 September 2014, 14:23 | Pernikahan > Terkait jima | 57.121 views
Apakah Mengadzankan Bayi Bid
12 September 2014, 11:00 | Kontemporer > Bidah | 203.377 views
Mensiasati Pembagian Waris Biar Yang Diterima Anak Laki dan Wanita Sama
11 September 2014, 07:35 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 13.540 views
Bolehkah Menjadikan Jeddah Sebagai Miqat?
9 September 2014, 19:35 | Haji > Miqat | 34.354 views
Bolehkah Tiap Tahun Pergi Haji?
6 September 2014, 15:40 | Haji > Haji Berbagai Keadaan | 12.273 views
Benarkah Tidak Semua Jenis Harta Wajib Dizakatkan?
5 September 2014, 09:20 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 17.611 views
Bolehkah Kita Bertransaksi Dengan Cara Lelang?
4 September 2014, 10:22 | Muamalat > Jual-beli | 37.310 views
Etika dan Batasan Dalam Berbeda Pendapat
3 September 2014, 10:35 | Ushul Fiqih > Ikhtilaf | 12.211 views
Apakah Uang Santunan Kematian Harus Dibagi Waris?
2 September 2014, 05:06 | Mawaris > Masalah terkait waris | 32.725 views
Benarkah Dalam Islam Suami Istri Punya Harta Sendiri-sendiri
1 September 2014, 10:44 | Pernikahan > Hak dan kewajiban | 71.278 views
Bolehkah 7 Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?
30 August 2014, 04:30 | Qurban Aqiqah > Qurban | 13.937 views
Haramkah Mengkornetkan Daging Qurban?
29 August 2014, 06:30 | Qurban Aqiqah > Qurban | 10.393 views
Orang yang Gugur dari Mendapat Warisan
28 August 2014, 10:40 | Mawaris > Ahli waris | 26.355 views
Belum Di-Aqiqahi Mau Qurban, Bolehkah?
26 August 2014, 08:09 | Qurban Aqiqah > Qurban | 16.992 views
Aborsi Dengan Alasan Darurat dan Trauma Pemerkosaan, Bisakah Dibenarkan?
24 August 2014, 05:21 | Kontemporer > Fenomena sosial | 16.393 views
Perbedaan Antara Khalwat dan Ikhtilat
20 August 2014, 10:27 | Wanita > Fenomena terkait wanita | 68.641 views
Tidak Mabit di Mina di Hari Tarwiyah, Tidak Sesuai Sunnah?
19 August 2014, 05:13 | Haji > Ritual terkait haji | 13.222 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,460,168 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

24-11-2020
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:41 | Ashar 15:05 | Maghrib 17:56 | Isya 19:09 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img