Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Pelaku Homoseks Ingin Taubat Tanpa Hudud | rumahfiqih.com

Pelaku Homoseks Ingin Taubat Tanpa Hudud

Wed 7 February 2007 22:44 | Jinayat > Zina | 6.153 views

Pertanyaan :

Dear ustad?

Saya pernah melakukan hubungan seks sejenis(homoseks) dengan sadar dan saya pun mengetahui keharaman tersebut, saya lakukan semata mata dorongan hawa nafsu saya yang tidak bisa saya kendalikan. Waktu kecil saya pernah ingin sodomi, tapi walau tidak jadi tapi itu memberikan trauma/"kesan" dalam diri saya.

Saya tinggal di negara yang melakukan syariat Islam, apakah saya harus diqishas akibat perbuatan saya, di lain hal saya ingin juga menikah dalam waktu dekat. Saya banyak menemukan orang-orang seperti saya, yang mempunyai kelainan yang mungkin dari kecil atau pun karena pergaulan, mohon ustads memberi saran untuk kami?

Jazakallah ustad.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Hukum hudud memang hanya bisa dilakukan di negara yang memberlakukan penerapan hudud secara resmi. Namun tentu saja tidak semua terdakwa langsung dihukum begitu saja.

Pada prinsipnya, Islam tidak pernah gemar menghukum para pelaku kejahatan hudud. Seandainya bukti-bukti tidak kuat, atau kurang lengkap, maka kecenderungannya eksekusi justruharus ditinggalkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang penerapan hudud:

Halangilah eksekusi hudud dengan keberadaan syubhat.

Maksud hadits ini bukan berarti umat Islam harus meninggalkan hukum syariah, melainkan maksudnya adalah jangan terlalu mudah mengeksekusi terdakwa. Dan ada banyak hal yang bisa menghindarkan seorang terdakwa dari vonis hudud. Misalnya karena kurangnya saksi yang memenuhi syarat. Atau karena ada kondisi force major di luar dugaan.

Dahulu saat paceklikdan kelaparan melanda Madinah, Khalifah Umar ra tidak memotong tangan pencuri. Sebab para pencuri itu sekedar mempertahankan hidup dengan mencuri sepotong roti. Sama sekali tidak memenuhi syarat sebagai pencuri yang wajib dipotong tangan.

Demikian juga, ketika ada seorang yang berzina datang kepada Rasulullah SAW minta dihukum rajam. Beliau SAW berupaya agar dia jangan sampai divonis mati. Beliau menanyakan apakah sebelum berzina dia mabuk, atau hilang kesadaran atau ada hal-hal lainnya. Bahkan Rasulullah SAW sampai menanyakan, apakah memang benar-benar terjadi zina secara definitf, sehingga 'ember' masuk ke dalam 'sumur'?

Semua itu mencerminkan bahwa syariat Islam menghendaki agar eksekusi hudud diobraldengan murah.Sebaliknya, sebisa mungkin harus dihindari. Bukan karena tidak ingin menjalankan perintah Allah, namun agar jangan sampai ada orang yang terzalimi. Dan bahwa syariat Islam tidak haus darah.

Lain halnya bila seorang pelanggar hukum hudud, datang menyerahkan diri, dengan sepenuh kesadaran dan sepenuh persyaratan, maka hakim tidak bisa menolak perkaranya.

Itulah yang terjadi pada wanita yang pernah berzina di masa Rasulullah SAW. Dia bertaubat dan minta dihukum rajam. Ketika sudah dieksekusi dan wafat, Rasulullah SAW menshalati jenazahnya dan mengatakan bahwa wanita itu telah bertaubat yang cukup untuk 70 penduduk Madinah. Artinya, wanita itu masuk surga. Mati husnul khatimah.

Sedangkan shahabat lain yang tidak mau dihukum rajam karena zina yang dilakukannya, maka Rasulullah SAW melarang untuk mengeksekusinya. Selain karena tidaktidak ada saksinya, yang bersangkutan pun tidak mau mengakui perbutan zinanya. Jadi urusannya hanya antara dia dengan Allah SWT saja di akhirat. Apakah akan diampuni atau disiksa dengan siksa yang lebih besar, hanya Allah yang tahu rahasianya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Istilah Wajib, Haram, Sunnah, Makruh dan Mubah
7 February 2007, 01:35 | Ushul Fiqih > Ijtihad | 14.366 views
Mufti Mesir Membolehkan Wanita Jadi Pemimpin Negara?
7 February 2007, 01:25 | Wanita > Peran wanita | 6.799 views
Keputihan, Najiskah?
6 February 2007, 10:38 | Thaharah > Najis | 9.154 views
Hak Memberikan Sebutan Ahli Bidah
6 February 2007, 01:33 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 7.320 views
Suamiku Zina dengan Pramugari, Haruskah Kumaafkan?
5 February 2007, 00:06 | Pernikahan > Terkait zina | 7.861 views
Kasus Poso dan Konsep Jihad
1 February 2007, 23:31 | Negara > Hukum Islam | 6.194 views
Nikah Mut'ah
1 February 2007, 23:05 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 7.413 views
Shalat Berjamaah atau Shalat di Awal Waktu
1 February 2007, 23:05 | Shalat > Shalat Berjamaah | 6.446 views
Undang-Undang Anti Kumpul Kebo
1 February 2007, 00:46 | Pernikahan > Terkait zina | 5.508 views
Bagaimana Solusinya Harta Waris Hanya Sedikit
1 February 2007, 00:35 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.313 views
Menikah Wanita yang Pernah Berzina
31 January 2007, 00:10 | Pernikahan > Terkait zina | 7.772 views
Ahli Waris Semua Anak Perempuan
30 January 2007, 06:45 | Mawaris > Ahli waris | 7.888 views
Bom Bali dan Mariot
30 January 2007, 02:24 | Umum > Konflik | 4.799 views
Yang Mengharamkannya Adalah Takbir
30 January 2007, 02:07 | Shalat > Rukun Shalat | 5.874 views
Memperkosa Isteri Sendiri
29 January 2007, 01:29 | Pernikahan > Terkait jima | 9.862 views
Fiqih Musyawarah dan Voting Dalam Islam
26 January 2007, 03:36 | Negara > Hukum Islam | 7.925 views
Halalkah Pekerjaan Saya Karena Memegang Daging Babi
26 January 2007, 00:32 | Muamalat > Syubhat | 24.412 views
Benarkah Mendoakan Orang Mati Tidak Menghasilkan Apa-Apa?
24 January 2007, 23:33 | Aqidah > Ghaib | 15.623 views
Waktu Terlarang untuk Jima
24 January 2007, 23:24 | Pernikahan > Terkait jima | 11.398 views
Wajibkah Beasiswa Dizakatkan?
24 January 2007, 23:22 | Zakat > Apakah Kena Zakat? | 6.404 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,500,718 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-11-2020
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:43 | Ashar 15:08 | Maghrib 17:59 | Isya 19:12 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img