Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Homoseks: Takdir, Nasib atau Apa? | rumahfiqih.com

Homoseks: Takdir, Nasib atau Apa?

Fri 9 February 2007 01:23 | Kontemporer > Fenomena sosial | 7.467 views

Pertanyaan :

Assalamulikum Ustadz, ..

Apakah homo seks itu dapat dikatakan takdir atau nasib atau penyakit? Apakah homo seks itu bisa disembuhkan..?
terima kasih atas jawabannya.

Wassalam, ..

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Perilaku homoseks bukan takdir dan bukan nasib, tetapi pilihan. Kalau kita katakan takdir atau nasib, maka seharusnya Allah SWT tidak melarangnya. Karena Allah takdirkan seseorang untuk melakukannya tanpa ada pilihan.

Sesungguhnya perilaku homoseks adalah nafsu syahwat, seperti umumnya nafsu yang lain. Misalnya, nafsu untuk berzina dengan isteri orang, mantan pacar atau teman selingkuhan sekantor.

Semua itu bukan takdir, kan? Masa ada orang berzina enak-enakan, lalu ketika ditanya, kenapa berzina, jawabannya sudah takdir. Itu namanya bukan takdir, tetapi sudah jadi budak nafsu.

Sedangkan pandangan sebagian orang yang mengaku 'ahli psikologi' bahwa homoseks itu penyakit jiwa, memang sebagian ada benarnya. Tetapi sama sekali bukan legalitas yang membolehkan.

Ada seorang anak yang punya kelainan jiwa, misalnya hobi mencuri. Psikolog menyebutnya sebagai kleptomania. Tetapi koruptor pemakan uang rakyat, atau bandityang berhasil menjebol bank, tidak bisa membela diri menggunakan alasan sebagai pengidap kleptomania. Lalu minta dibebaskan dari hukuman.

Demikian juga dengan para pelaku seks sejenis, baik homo atau lesbi, mereka tidak bisa berlindung di balik alasan bahwa mereka punya penyakit kejiwaan, sehingga hukumnya jadi halal kalau melakukan zina menyimpang itu. Mereka juga tidak bisa mengatakan bahwa di balik semua kemungkaran itu, semua telah ditentukan takdir atau nasib dari tuhan.

Sama saja dengan seorang alkoholic, yang tidak bisa lepas mulutnya dari khamar. Buat sebagian mazhab Psikologi, keadaan sesorang yang demikian dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Lalu banyak para tukang minum khamar berlindung dengan menggunakan alasan itu.

Dalam pandangan syariah Islam, seks sejenis, mencuri dan minum khamar bukan penyakit jiwa, melainkan pilihan. Seseorang boleh memilih untuk tidak melakukan seks sejenis, tidak mencuri dan tidak minum khamar. Kalau dia bisa melakukannya, maka dia dapat pahala. Sebaliknya, dia juga bebas memilih untuk melakukan seks sejenis, mencuri dan minum khamar, tetapi untuk itu sudah disediakan siksa pedih di akhirat. Silahkan pilih saja, mana yang sekiranya lebih enak dinikmati.

Hukum ini nyaris mirip dengan hukum fisika dasar. Seorang yang loncat dari atap gedung pencakar langit, akan menghujam ke atas aspal dengan kecepatan tertentu, sehingga kepalanya akan pecah dan otaknya berceceran di mana-mana. Itu adalah pilihan. Silahkan pilih, terserah mau yang mana. Mau loncat atau tidak loncat? Kalau tidak loncat, berarti aman. Tidak usah cari alasan bahwa seseorang terpaksa loncat karena sudah takdir dan sudah nasib. Orang yang berbicara seperti itu sebenarnya bukan sedang mengajukanalasan tetapi sedang stress berat.

Masak loncat dari gedung dibilang takdir dan nasib? Yang bener aja!

Apakah perilaku homoseks bisa disembuhkan? Jawabnya sangat bisa, yang penting ada kemauan. Lha pecandu narkoba saja bisa disembuhkan, kenapa perilaku menyimpang seperti itu harus tidak bisa? Sekali lagi, jawabnya adalah bisa, bisa dan bisa. Tinggal masalah kemauan saja. Kalau tidak bisa disembuhkan, maka tidak mungkin Allah melarangnya, bukan?

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Masjid Al-Aqsha Dihancurkan
9 February 2007, 00:47 | Umum > Konflik | 5.462 views
Batasan Aurat Wanita Versi Quraisy Syihab
7 February 2007, 22:50 | Wanita > Pakaian | 19.644 views
Pelaku Homoseks Ingin Taubat Tanpa Hudud
7 February 2007, 22:44 | Jinayat > Zina | 6.147 views
Istilah Wajib, Haram, Sunnah, Makruh dan Mubah
7 February 2007, 01:35 | Ushul Fiqih > Ijtihad | 14.312 views
Mufti Mesir Membolehkan Wanita Jadi Pemimpin Negara?
7 February 2007, 01:25 | Wanita > Peran wanita | 6.792 views
Keputihan, Najiskah?
6 February 2007, 10:38 | Thaharah > Najis | 9.142 views
Hak Memberikan Sebutan Ahli Bidah
6 February 2007, 01:33 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 7.311 views
Suamiku Zina dengan Pramugari, Haruskah Kumaafkan?
5 February 2007, 00:06 | Pernikahan > Terkait zina | 7.849 views
Kasus Poso dan Konsep Jihad
1 February 2007, 23:31 | Negara > Hukum Islam | 6.188 views
Nikah Mut'ah
1 February 2007, 23:05 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 7.397 views
Shalat Berjamaah atau Shalat di Awal Waktu
1 February 2007, 23:05 | Shalat > Shalat Berjamaah | 6.437 views
Undang-Undang Anti Kumpul Kebo
1 February 2007, 00:46 | Pernikahan > Terkait zina | 5.502 views
Bagaimana Solusinya Harta Waris Hanya Sedikit
1 February 2007, 00:35 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.305 views
Menikah Wanita yang Pernah Berzina
31 January 2007, 00:10 | Pernikahan > Terkait zina | 7.760 views
Ahli Waris Semua Anak Perempuan
30 January 2007, 06:45 | Mawaris > Ahli waris | 7.882 views
Bom Bali dan Mariot
30 January 2007, 02:24 | Umum > Konflik | 4.792 views
Yang Mengharamkannya Adalah Takbir
30 January 2007, 02:07 | Shalat > Rukun Shalat | 5.866 views
Memperkosa Isteri Sendiri
29 January 2007, 01:29 | Pernikahan > Terkait jima | 9.856 views
Fiqih Musyawarah dan Voting Dalam Islam
26 January 2007, 03:36 | Negara > Hukum Islam | 7.914 views
Halalkah Pekerjaan Saya Karena Memegang Daging Babi
26 January 2007, 00:32 | Muamalat > Syubhat | 24.396 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,470,171 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

25-11-2020
Subuh 04:04 | Zhuhur 11:41 | Ashar 15:06 | Maghrib 17:57 | Isya 19:09 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img