Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Orang Eskimo dan Hukum Puasa | rumahfiqih.com

Orang Eskimo dan Hukum Puasa

Tue 13 February 2007 02:36 | Puasa > Puasa berbagai keadaan | 7.373 views

Pertanyaan :

Assalaamualaikum pak ustad, yang ingin saya tanyakan tentang hukum universal puasa terhadap semua umat di bumi Allah, bagaimana dengan orang eskimo, di sana musim datang dengan gejala alam yang lain, seperti ada terang terus sepanjang musim panas dan gelap terus sepanjang musim dingin, padahal hukum puasa aturanya berdasarkan terbit dan tenggelamnya matahari.

Karena Islam tidak hanya untuk penduduk yang ada di sekitar kathulistiwa dengan musim yang hampir sama sepanjang tahun, tapi Islam untuk semua umat di dunia ini.

Makasih

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Buat orang yang tinggal di kutub utara atau selatan, secara geografis mereka akan mengalami beberapa 'keajaiban' alam. Terutama terkait dengan waktu terbit dan terbenam matahari. Padahal, waktu-waktu shalat sangat ditentukan dengan terbit dan terbenamnya matahari.

1. Kemungkinan Pertama:

Ada wilayah yang pada bulan-bulan tertentu mengalami siang selama 24 jam dalam sehari. Dan sebaliknya, pada bulan-bulan tertentu akanmengalami sebaliknya, yaitu mengalami malam selama 24 jam dalam sehari.

Dalam kondisi ini, masalah jadwal puasa -dan juga shalat- disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya di mana masih ada pergantian siang dan malam setiap harinya.

2. Kemungkinan Kedua

Ada wilayah yang pada bulan teretntu tidak mengalami hilangnya mega merah (syafaqul ahmar) sampai datangnya waktu shubuh. Sehingga tidak bisa dibedakan antara mega merah saat maghrib dengan mega merah saat shubuh.

Dalam kondisi ini, maka yang dilakukan adalah menyesuaikan waktu shalat `isya`nya saja dengan waktu di wilayah lain yang terdekat yang masih mengalami hilannya mega merah maghrib. Begitu juga waktu untuk imsak puasa (mulai start puasa), disesuaikan dengan wilayah yang terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah maghrib dan masih bisa membedakan antara dua mega itu.

3. Kemungkinan Ketiga:

Ada wilayah yang masih mengalami pergantian malam dan siang dalam satu hari, meski panjangnya siang sangat singkat sekali atau sebaliknya.

Dalam kondisi ini, maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan aturan baku dalam syariat Islam. Puasa tetap dimulai sejak masuk waktu shubuh meski baru jam 02.00 dinihari. Dan waktu berbuka tetap pada saat matahari tenggelam meski waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam.

Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid... (QS. Al-Baqarah: 187).

Sedangkan bila berdasarkan pengalaman berpuasa selama lebih dari 19 jam itu menimbulkan madharat, kelemahan dan membawa kepada penyakit di mana hal itu dikuatkan juga dengan keterangan dokter yang amanah, maka dibolehkan untuk tidak puasa. Namun dengan kewajiban menggantinya di hari lain.

Dalam hal ini berlaku hukum orang yang tidak mampu atau orang yang sakit, di mana Allah memberikan rukhshah atau keringan kepada mereka.

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185).

Penjelasan seperti ini bisa kita dapat dari fatwa Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir 1402 H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M.

Selain itu kita juga bisa merujuk kepada ketetapn dari Hai`ah Kibarul Ulama di Makkah al-Mukarramah Saudi Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H.

Namun ada juga pendapat yang tidak setuju dengan apa yang telah ditetapkan oleh dua lembaga fiqih dunia itu. Di antaranya apa yang dikemukakan oleh Syeikh Dr. Mushthafa Az-Zarqo rahimahullah.

Alasannya, apabila perbedaan siang dan malam itu sangat mencolok di mana malam hanya terjadi sekitar 30 menit atau sebaliknya, di mana siang hanya terjadi hanya 15 menit misalnya, mungkinkah pendapat itu relevan?

Terbayangkah seseorang melakukan puasa di musim panas dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama 23 jam 45 menit. Atau sebaliknya di musim dingin, dia berpuasa hanya selama 15 menit?

Karena itu pendapat yang lain mengatakan bahwa di wilayah yang mengalami pergantian siang malan yang ekstrim seperti ini, maka pendapat lain mengatakan:

a. Mengikuti Waktu HIJAZ
Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada di hijaz (Makkah, Madinah dan sekitarnya). Karena wilayah ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama kali. Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu untuk dijadikan patokan mereka yang ada di qutub utara dan selatan.

b. Mengikuti Waktu Negara Islam terdekat
Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan shalat orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah negara Islam yang terdekat. Di mana di negeri ini bertahta Sultan/ Khalifah muslim.

Namun kedua pendapat di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Karena keduanya adalah hasil ijtihad para ulama.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Shalat Tasbih, Bid'ahkah Hukumnya?
12 February 2007, 00:15 | Shalat > Shalat sunah | 6.881 views
Homoseks: Takdir, Nasib atau Apa?
9 February 2007, 01:23 | Kontemporer > Fenomena sosial | 7.475 views
Masjid Al-Aqsha Dihancurkan
9 February 2007, 00:47 | Umum > Konflik | 5.470 views
Batasan Aurat Wanita Versi Quraisy Syihab
7 February 2007, 22:50 | Wanita > Pakaian | 19.650 views
Pelaku Homoseks Ingin Taubat Tanpa Hudud
7 February 2007, 22:44 | Jinayat > Zina | 6.153 views
Istilah Wajib, Haram, Sunnah, Makruh dan Mubah
7 February 2007, 01:35 | Ushul Fiqih > Ijtihad | 14.363 views
Mufti Mesir Membolehkan Wanita Jadi Pemimpin Negara?
7 February 2007, 01:25 | Wanita > Peran wanita | 6.799 views
Keputihan, Najiskah?
6 February 2007, 10:38 | Thaharah > Najis | 9.154 views
Hak Memberikan Sebutan Ahli Bidah
6 February 2007, 01:33 | Aqidah > Syirik dan Bidah | 7.320 views
Suamiku Zina dengan Pramugari, Haruskah Kumaafkan?
5 February 2007, 00:06 | Pernikahan > Terkait zina | 7.861 views
Kasus Poso dan Konsep Jihad
1 February 2007, 23:31 | Negara > Hukum Islam | 6.194 views
Nikah Mut'ah
1 February 2007, 23:05 | Pernikahan > Nikah berbagai keadaan | 7.413 views
Shalat Berjamaah atau Shalat di Awal Waktu
1 February 2007, 23:05 | Shalat > Shalat Berjamaah | 6.446 views
Undang-Undang Anti Kumpul Kebo
1 February 2007, 00:46 | Pernikahan > Terkait zina | 5.508 views
Bagaimana Solusinya Harta Waris Hanya Sedikit
1 February 2007, 00:35 | Mawaris > Bagi waris berbagai keadaan | 5.313 views
Menikah Wanita yang Pernah Berzina
31 January 2007, 00:10 | Pernikahan > Terkait zina | 7.772 views
Ahli Waris Semua Anak Perempuan
30 January 2007, 06:45 | Mawaris > Ahli waris | 7.888 views
Bom Bali dan Mariot
30 January 2007, 02:24 | Umum > Konflik | 4.799 views
Yang Mengharamkannya Adalah Takbir
30 January 2007, 02:07 | Shalat > Rukun Shalat | 5.874 views
Memperkosa Isteri Sendiri
29 January 2007, 01:29 | Pernikahan > Terkait jima | 9.862 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,500,299 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

30-11-2020
Subuh 04:05 | Zhuhur 11:43 | Ashar 15:08 | Maghrib 17:59 | Isya 19:12 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img