Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Asuransi Kesehatan Konvensional, Haramkah? | rumahfiqih.com

Asuransi Kesehatan Konvensional, Haramkah?

Wed 28 February 2007 04:14 | Muamalat > Asuransi | 6.467 views

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, saya mohon tanggapan tentang bagaimana hukumnya bila kita ikut asuransi kesehatan (ASKES), terimakasih atas pendapat pak ustadz.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Singkatnya, sebaiknya anda memilih asuransi kesehatan yang menggunakan sistem syariah. Karena aman dari riba dan transaksi yang diharamkan.

Hal itu berlaku selama anda punya kekuasaan atau wewenang untuk memilih. Namun bila anda dalam posisi yang tidak punya pilihan lain kecuali harus terima bantuan dari asuransi konvensional secara pasif, maka tentu hukumnya tetap fleksible.

Sebagai contoh, ketika kita membeli tiket pesawat terbang, secara otomatis harga pada tiket itu sudah termasuk biaya asuransi. Dan asuransi itu tentunya bukan asuransi syariah yang halal, melainkan asuransi konvensional yang hukumnya dikatakan haram oleh banyak ulama. Namun karena anda tidak punya pilihan lain kecuali secara tidak langsung menjadi 'peserta' asuransi konvensional, maka hukumnya tidak harus mengharamkan kita naik pesawat terbang.

Adapun seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lalu pihak asuransi memberikan santunan, tentu tidak harus kita tampik. Karena santunan itu merupakan hak setiap penumpang yang mengalami kejadian yang tidak diinginkan.

Meski sebagian ulama ada juga yang bersikeras menolak santunan dari pihak perusahaan asuransi, lantaran dianggap uang itu tetap uang haram. Dan uang pembayaran asuransi yang sudah digabungkan dengan harga tiket dianggap uang sia-sia.

Titik-titik Keharaman Asuransi Konvensional

Sekedar untuk menyegarkan ingatan kita tentang haramnya sistem asuransi konvensional, berikut ini kami sebutkan poin-poin pentingnya.

  1. Akad asuransikonvensional non syariahadalah akad gharar, karena masing-masing dari kedua belah, yaitu peserta dan perusahaan asuransi tidak mengetahui jumlah yang ia berikan dan jumlah yang dia ambil pada waktu melangsungkan akad.
  2. Akad asuransikonvensional non syariahadalah akad idz'an (penundukan). Maksudnya ada pihak yang kuat yaitu perusahan asuransi yang menentukan syarat-syarat yang tidak dimiliki tertanggung. Dan ada pihak yang lemah yaitu peserta asuransi yang secara umum tidak berdaya.
  3. Akad asuransi konvensional non syariah mengandung unsur pemerasan, karena pesertayang tidak bisa melanjutkan pembayaranakan kehilangan premi yang sudah dibayar atau di kurangi.
  4. Pada perusahaan asuransi konvensional non syariah, uang masuk dari premi para peserta yang sudah dibayar akan diputar dalam usaha dan bisnis dengan praktek ribawi. Sehingga kalau pun peserta diberi hak-haknya ketika melakukan klaim, namun uang yang digunakan untuk membayar klaim itu berasal dari deposito ribawi.
  5. Asuransi konvensional non syariah termasuk jual beli atau tukar menukar mata uang tidak tunai. Dan hal ini diharamkan dalam syariah Islam.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Menghilangkan Tradisi Kejawen
27 February 2007, 07:51 | Kontemporer > Fenomena sosial | 6.822 views
Jika Anak Bertanya Tuhan Ada di Mana?
27 February 2007, 01:07 | Aqidah > Allah | 10.045 views
Berdosakah Imam Malik Saat Mengatakan Qunut Subuh Bid'ah
27 February 2007, 00:13 | Shalat > Qunut | 8.738 views
Muamalah Gadai Dalam Islam
26 February 2007, 23:44 | Muamalat > Gadai | 12.749 views
Sikap yang Terbaik Masalah Perbedaan Qunut
26 February 2007, 00:19 | Shalat > Qunut | 7.176 views
Terlambat Shalat Jumat, Harus Bagaimana?
23 February 2007, 08:09 | Shalat > Shalat Jumat | 7.442 views
Mas Kawin Tidak Sama dengan yang Diucapkan Dalam Akad
23 February 2007, 03:46 | Pernikahan > Mahar | 6.151 views
Apakah Hukumnya Musik Menurut Islam?
22 February 2007, 07:39 | Umum > Hukum | 28.547 views
Bid'ah di Tengah Kita
22 February 2007, 03:58 | Umum > Bidah | 7.823 views
Berwudhu' Tanpa Melepas Sepatu
21 February 2007, 06:43 | Thaharah > Wudhu | 9.074 views
Syarat Sebuah Hadits Shahih
20 February 2007, 02:39 | Hadits > Musthalah Hadits | 6.884 views
Al-Quran Bukan Berbahasa Arab, Benarkah?
20 February 2007, 01:54 | Al-Quran > Qiraat | 7.104 views
Hukum Mengubur Ari-Ari Bayi
18 February 2007, 23:34 | Umum > Hukum | 34.751 views
Adakah Keharusan Mengikuti Salah Satu Mazhab?
16 February 2007, 00:53 | Ushul Fiqih > Mazhab | 7.807 views
Kriteria Miskin
16 February 2007, 00:40 | Zakat > Alokasi Zakat | 8.607 views
Bagaimana Membedakan Magis dan Ilmu Pengetahuan?
15 February 2007, 03:44 | Aqidah > Ghaib | 6.600 views
Pakaian Celana Panjang untuk Laki-Laki
15 February 2007, 02:52 | Umum > Pakaian | 8.096 views
Partai Politik dan Perdebatan
14 February 2007, 09:38 | Negara > Partai Politik | 5.776 views
Bangunan Masjidil Aqsha Runtuh Memang Kenapa?
14 February 2007, 00:15 | Umum > Konflik | 6.651 views
Uang Administrasi Halal atau Haram
13 February 2007, 23:20 | Muamalat > Syubhat | 8.194 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,316,251 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

28-10-2020
Subuh 04:09 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:52 | Maghrib 17:49 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img