Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Nikah Jarak Jauh | rumahfiqih.com

Hukum Nikah Jarak Jauh

Thu 1 March 2007 04:06 | Pernikahan > Akad | 6.315 views

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pak Ustad yang dirahmati Allah, saya punya saudara. Pada saat pacaran dia tidak direstui oleh orang tua laki-laki. Dan karena dua-duanya sudah tidak bisa dipisahkan lagi, maka kami sebagai saudaranya merasa kasihan.

Lantas saya bertanya kepada ulama setempat. Dia mengatakan boleh nikah asal dengan jarak lebih dari 90 km. Lantas kami mencari teman jauh dan mendapat respon. Saudara saya boleh nikah di tempatnya.

Yang jadi pertanyaan sahkah perkawinan itu? Kalau seandainya tidak sah siapakah yang berdosa dalam hal ini? Perlukah diadakan perkawinan ulang? Mohon jawaban dan dalil-dalinya. Terimakasih

Wassalamualaikum

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Nikah jarak jauh adalah sebuah ungkapan yang mutli tafsir. Sayangnya, keterangan dari anda bahwa pihak orang tua tidak setuju pun kurang lengkap. Ketidak-setujuan dari orang tua yang anda sebutkan harus diperjelas, orang tua siapa yang tidak setuju?

Dalam syariat Islam, akad nikah tidak terjadi antara seorang calon suami dengan calon isteri. Melainkan antara ayah kandung seorang wanita dengan laki-laki yang akan menjadi suaminya. Maka tidak ada akad nikah kalau tidak melibatkan keduanya bersama.

Sama dengan jual beli, kita diharamkan membeli barang dari orang yang bukan pemilik sah suatu barang. Misalnya dari penadah atau dari pencuri. Kita hanya boleh membeli barang dari pemiliknya. Paling tidak, atas izin dari pemilik barang. Misalnya kita beli sebidang tanah, jangan mau kalau orang yang mengaku sebagai pemilik tanah itu tidak bisa menujukkan bukti-bukti kepemilikannya, misalnya SHM atau paling tidak girik. Sebab kalau kita asal beli begitu saja, jangan-jangan tanah itu sudah ada yang punya. Kita akan terlibat sengketa tanah tak berkesudahan nantinya.

Begitu juga ketika menikahkan anak, kita harus 'membeli' langsung dari 'pemiliknya', yaitu ayah kandung. Bukan maksud kami menyamakan seorang wanita dengan barang, tetapi ini sekedar ilustrasi yang memudahkan. Kita ibaratkan seorang wanita adalah barang yang dimiliki oleh ayah kandungnya. Maka kalau kita mau 'menikahinya', kita harus menyelesaikan akad dan transaksi dengan sang pemilik. Bukan dengan orang lain yang bukan pemilik.

Adapun orang lain yang bukan ayahnya, lalu tiba-tiba mendadak mengangkat diri menjadi wali, maka dia telah bertindak sebagai 'wali gadungan'. Akad nikah yang dilakukannya 100% tidak sah. Karena pada hakikatnya dia bukan wali sedangkan wanita itu masih punya wali yang sah.

'Wali gadungan'adalah pencuri yang akan disiksa di neraka nanti, karean telah menyerobot hak milik orang lain. Bahkan bukan sekedar mencuri, dia akan disiksa pedih karena telah menghalalkan perzinaan. Dia telah menipu orang awam dengan fatwa sesatnya.

Syarat mutlak dari sebuah pernikahan adalah akad antara ayah kandung pengantin wanita dengan seorang calon suami.Dalam implementasinya, seorang ayah kandung boleh saja meminta orang lain untuk bertindak mewakili dirinya, namun harus dengan penyerahan wewenang secara sah dan resmi. Tidak boleh dirampas begitu saja.

Sehingga pernikahan jarak jauh tetap bisa dilakukan. Maksudnya, meski ayah kandung tidak ikut dalam akad nikah, dia boleh mewakilkan otoritasnya kepada orang lain yang memenuhi syarat sebagai wali untuk bertindak atas nama dirinya menikahkan puterinya.

Akan tetapi kalau yang dimaksud dengan nikah jarak jauh adalah merampas hak seorang ayah kandung sebagai wali yang sah, maka hukumnya haram.

Adapun fatwa boleh nikah tidak pakai wali asal seorang wanita sudah pergi sejauh 90 km adalah sebuah pendapat yang tidak ada dasarnya, baik dari Al-Quran maupun sunnah nabawiyah. Bila fatwa ini digunakan, maka zina akan sangat marak, sebab cukup pergi ke puncak, lalu tiap pasangan kekasih jadi boleh berzina, kapan saja seenaknya. Nauzu billahi min zalik.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Apakah Ber-KB Itu Dosa?
28 February 2007, 08:35 | Kontemporer > Fenomena sosial | 6.970 views
Mengapa Harus Memilih Islam?
28 February 2007, 07:50 | Aqidah > Islam | 6.494 views
Asuransi Kesehatan Konvensional, Haramkah?
28 February 2007, 04:14 | Muamalat > Asuransi | 6.468 views
Menghilangkan Tradisi Kejawen
27 February 2007, 07:51 | Kontemporer > Fenomena sosial | 6.822 views
Jika Anak Bertanya Tuhan Ada di Mana?
27 February 2007, 01:07 | Aqidah > Allah | 10.045 views
Berdosakah Imam Malik Saat Mengatakan Qunut Subuh Bid'ah
27 February 2007, 00:13 | Shalat > Qunut | 8.739 views
Muamalah Gadai Dalam Islam
26 February 2007, 23:44 | Muamalat > Gadai | 12.749 views
Sikap yang Terbaik Masalah Perbedaan Qunut
26 February 2007, 00:19 | Shalat > Qunut | 7.177 views
Terlambat Shalat Jumat, Harus Bagaimana?
23 February 2007, 08:09 | Shalat > Shalat Jumat | 7.442 views
Mas Kawin Tidak Sama dengan yang Diucapkan Dalam Akad
23 February 2007, 03:46 | Pernikahan > Mahar | 6.152 views
Apakah Hukumnya Musik Menurut Islam?
22 February 2007, 07:39 | Umum > Hukum | 28.547 views
Bid'ah di Tengah Kita
22 February 2007, 03:58 | Umum > Bidah | 7.823 views
Berwudhu' Tanpa Melepas Sepatu
21 February 2007, 06:43 | Thaharah > Wudhu | 9.075 views
Syarat Sebuah Hadits Shahih
20 February 2007, 02:39 | Hadits > Musthalah Hadits | 6.885 views
Al-Quran Bukan Berbahasa Arab, Benarkah?
20 February 2007, 01:54 | Al-Quran > Qiraat | 7.106 views
Hukum Mengubur Ari-Ari Bayi
18 February 2007, 23:34 | Umum > Hukum | 34.751 views
Adakah Keharusan Mengikuti Salah Satu Mazhab?
16 February 2007, 00:53 | Ushul Fiqih > Mazhab | 7.807 views
Kriteria Miskin
16 February 2007, 00:40 | Zakat > Alokasi Zakat | 8.608 views
Bagaimana Membedakan Magis dan Ilmu Pengetahuan?
15 February 2007, 03:44 | Aqidah > Ghaib | 6.600 views
Pakaian Celana Panjang untuk Laki-Laki
15 February 2007, 02:52 | Umum > Pakaian | 8.096 views

TOTAL : 2.312 tanya-jawab | 43,316,288 views

KATEGORI

Jadwal Shalat DKI Jakarta

29-10-2020
Subuh 04:09 | Zhuhur 11:38 | Ashar 14:53 | Maghrib 17:50 | Isya 18:59 | [Lengkap]

Rumah Fiqih Indonesia

www.rumahfiqih.com
Jl. Karet Pedurenan no. 53 Kuningan Setiabudi Jakarta Selatan 12940
Copyright © by Rumah Fiqih Indonesia
Visi Misi | Karakter | Konsultasi | Pelatihan | Jadwal | Materi | Buku | PDF | Ustadz | Mawaris | Video | Quran | Pustaka | Radio | Jadwal
Link Terkait :
Sekolah Fiqih | Perbandingan Mazhab | img