Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Non Muslim Menanyakan Kenapa Babi Haram? | rumahfiqih.com

Non Muslim Menanyakan Kenapa Babi Haram?

Wed 23 April 2014 06:50 | Aqidah | 11.369 views

Pertanyaan :

Assalamualikum wr. wb.

Ustadz, ada teman saya non muslim menanyakan kenapa dalam Islam babi itu haram dimakan? Saya hanya bisa menjawab bahwa hal itu dilarang dan tersirat dalam al-Quran tapi dia kurang puas atas jawaban saya. Apakah ada kisah atau riwayat yang menjelaskan sehingga babi itu haram dimakan?

Jawaban :

Assalamu 'laikum warahmatullahi wabarakatuh,

Perbedaan antara seorang mukmin dengan kafir dalam amal perbuatannya terutama didasarkan dari niatnya. Seorang yang beriman ketika mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya, selalu mendasarkan tindakannya itu atas perintah dan larangan dari Allah SWT. Sebaliknya seorang kafir tidak pernah menjadikan perintah dan larangan Allah SWT sebagai landasan amalnya.

Misalnya, ketika seorang muslim melakukan shalat dan ditanyakan kepadanya, mengapa dia shalat?, maka jawabannya adalah bahwa karena Allah SWT telah memerintahkannya untuk shalat. Tentang shalat itu ada manfaatnya buat kesehatan atau ketenangan jiwa dan sebagainya, tidaklah menjadi landasan dasar atas shalatnya. Dan di situlah peran niat yang sesungguhnya.

Demikian juga ketika seorang mukmin meninggalkan khamar, zina, judi dan makan babi, niatnya semata-mata karena dia tunduk, taat dan patuh kepada larangan dari Allah SWT. Bukan sekedar mengejar hikmah dan tujuan yang bersifat duniawi. Tidak minum khamar bukan karena sekedar tidak mau mabuk, melainkan semata-mata karena Allah SWT mengharamkannya. Tidak mau zina bukan karena takut kena sipilis atau HIV, tetapi karena ada larangan dari Allah SWT. Demikian juga, tidak makan babi bukan karena takut ada cacing pita, melainkan karena Allah SWT sudah mengharamkannya.

Adapun orang kafir tidak pernah mendasarkan tindakannya itu karena iman dan ketundukan kepada aturan yang datang dari Allah SWT. Paling jauh, landasannya sekedar logika dan penemuan ilmiyah. Padahal, sesuatu yang ilmiyah itu justru bersifat nisbi dan sangat mudah berubah.

Kalau kita amati saat ini, banyak juga non muslim yang atas penemuan ilmiyahnya ikut-ikutan berpuasa sebagaimana seorang mukmin. Misalnya, karena kesimpulan ilmiyah membuktikan bahwa dengan mengosongkan perut, tubuh akan semakin sehat. Maka mereka pun berpuasa sebagaimana orang mukmin. Tetapi disisi Allah SWT, puasa non muslim itu sama sekali tidak ada nilainya.

Mengapa?

Karena puasanya buka lantaran taat kepada Allah SWT, melainkan semata-mata karena kesimpulannya sendiri.

Penelitian ilmiyah dan beragam hikmah serta rahasia ibadah seperti ini buat seorang mukmin tidak menjadi dasar mengapa dia berpuasa. Sebab dasar ibadah hanyalah semata-mata karena perintah dari Allah, bukan karena ingin sehat atau sebab-sebab lainnya.

Jadi kalau teman non muslim anda itu kurang puas dengan jawaban anda yang memang sudah benar itu, jangan kecewa dulu. Sebab memang hal itulah yang membedakan anda dengan teman anda. Anda adalah seorang muslim yang taat pada perintah dan larangan Allah SWT, sedangkan teman anda itu orang kafir yang ingkar -bukan hanya pada perintah dan larangan Allah- bahkan keberadaan dan kebenaran Allah SWT sebagai tuhan pun diingkarinya. Bagaimana mungkin seorang yang mengingkari eksistensi Allah bisa menerima dan memahami aturan-aturan dari-Nya?

Kalau kita buat perumpamaan, seorang yang tidak mengakui eksistensi suatu negara, tidak akan mungkin mau mematuhi aturan-aturan yang ada di dalam negara itu. Seorang gembong pemberontak di Papua misalnya, tentu tidak mau menerima dan tunduk kepada peraturan pemerintah RI. Dan seorang yang mengingkari kebenaran ajaran Islam, tentu saja tidak bisa menerima perintah puasa dan selalu bilang tidak puas.

Jawaban seperti itu bukan berarti kita menafikan adanya manfaat dan hikmah di balik setiap perintah dan larangan dari Allah SWT. Tentu manfaat dan hikmahnya banyak sekali kalau mau diungkap, bahkan selalu ada penemuan baru yang bersifat ilmiyah dan mampu membuktikan kebenaran agama Islam. Termasuk hikmah di balik pelarangan makan babi. Selain karena babi hidup lebih jorok dari hewan ternak lainnya, juga semua agama samawi baik yahudi, nasrani dan Islam, sepakat memposisikan babi sebagai lambang kebusukan dan kenajisan.

Banyak orang mengungkapkan bahwa babi itu kalau terpaksa, mau makan kotorannya sendiri. Sementara hewan lainnya masih punya harga diri. Mendingan mati dari pada makan kotorannya sendiri.Juga banyak yang mengatkan bahwa daging babi terlalu banyak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh manusia. Karena makannya tidak terkontrol, apa saja dimakannya, sehingga tubuhnya pun mengandung segala jenis penyakit.

Dan masih banyak lagi rahasia dan hikmah di balik pelarangan makan babi yang bisa dapatkan. Namun semua itu sekedar menambah keyakinan yang sudah ada di dalam hati kita. Bukan sebagai landasan utama. Dan buat kita, apakah di balik larangan makan babi itu ada hikmah atau tidak, sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketaatan kita kepada Allah SWT yang telah melarang kita makan babi.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 173)

Wallahu a'lam bishshawab wassalamu 'laikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Nikah Jarak Jauh
22 April 2014, 06:53 | | 10.745 views
Apa yang Harus Saya Lakukan Ketika Lupa Tidak Sholat Isya'?
21 April 2014, 05:49 | | 12.520 views
Shalat dengan Mahdzab yang Mana yang Paling Sesuai dengan Nabi?
20 April 2014, 15:42 | | 22.999 views
Apakah Ibadah Tidak Diterima Apabila di Tubuh Kita Ada Tato?
19 April 2014, 07:21 | | 9.553 views
Apakah Boleh Memelihara Anjing?
18 April 2014, 04:31 | | 10.983 views
Apakah Janin Dalam Kandungan Dapat Warisan?
17 April 2014, 06:24 | | 8.228 views
Hukum Rajam Tidak Ada Dalam Al-Quran?
16 April 2014, 01:00 | | 11.797 views
Sahkah Shalat Jamaah Diimami Anak Kecil?
15 April 2014, 04:01 | | 8.341 views
Bayar Hutang Dulu atau Bayar Zakat Dulu?
14 April 2014, 09:30 | | 8.630 views
Takbiratul Ihram di Pesawat Harus Menghadap Kiblat?
13 April 2014, 07:10 | | 4.779 views
Bolehkah Menjama Dua Shalat dan Mengqasharnya Sekaligus?
10 April 2014, 08:42 | | 8.506 views
Apakah Setiap Pembunuh Wajib Dibunuh Juga?
9 April 2014, 05:59 | | 7.038 views
Bisakah Dosa Ditransfer ke Orang Lain Sebagaimana Pahala?
7 April 2014, 15:20 | | 9.781 views
Mengapa Tatacara Shalat Begitu Memusingkan?
6 April 2014, 11:26 | | 12.845 views
Warisan Dibagi Sama Rata, Bolehkah?
4 April 2014, 11:10 | | 10.126 views
Bolehkah Menggunakan Uang Masjid untuk Urusan Partai?
3 April 2014, 10:07 | | 5.807 views
Bolehkah Bekerja di Perusahaan Milik Orang Kafir?
2 April 2014, 06:07 | | 32.904 views
Kesederhanaan Gaya Hidup Pejabat
1 April 2014, 06:51 | | 7.791 views
Hukum Foto Pre Wedding di Kartu Undangan
31 March 2014, 03:03 | | 15.790 views
Rumah Sudah Dihibahkan Apa Masih Dibagi Waris?
28 March 2014, 10:11 | | 12.877 views
Hukum Main Game Monopoli dan Ular Tangga, Haramkah?
27 March 2014, 06:17 | | 22.688 views
Bingung Halal Haram Asuransi Syariah
24 March 2014, 08:32 | | 15.980 views
Bisakah Kita Masuk Surga Tanpa ke Neraka?
22 March 2014, 07:18 | | 21.906 views
Terkait Kehamilan dan Pasca Kelahiran
21 March 2014, 09:04 | | 22.383 views
Zakat Dagangan Modal Patungan, Bagaimana Menghitungnya?
20 March 2014, 07:30 | | 6.048 views
Hukum Makan Daging Kuda, Halal Atau Haram?
19 March 2014, 05:30 | | 66.150 views
Apakah Setiap Hadits Mutawatir Sudah Pasti Shahih?
18 March 2014, 05:00 | | 18.977 views
Sudah Melepaskan Hak Waris Ternyata Masih Minta Lagi
17 March 2014, 10:20 | | 5.940 views
Berwudhu dengan Air Banjir
16 March 2014, 18:44 | | 7.249 views
Kenapa Harus Ada Khilafiyah?
15 March 2014, 12:01 | | 9.504 views
Uang Belanja Jika Isteri Lebih dari Satu
14 March 2014, 08:30 | | 6.091 views
Benarkah Nilai Mahar Nabi SAW 40 Juta?
13 March 2014, 07:48 | | 19.344 views
Bagaimana Shalatnya Nelayan Seminggu di Atas Perahu
12 March 2014, 06:00 | | 6.798 views
Adegan Sujud Syukur Dalam Film 99 Cahaya di Langit Eropa
11 March 2014, 06:10 | | 10.454 views
Istri Hamil Dengan Laki-laki Lain, Dicerai Lalu Menikah Dengan Yang Menghamilinya
10 March 2014, 08:30 | | 14.538 views
Istri Dicerai Mau Menikah Lagi, Haruskah Menunggu Talak Tiga?
9 March 2014, 11:00 | | 12.385 views
Benarkah Quran Mendiskriminasikan Perempuan karena Hanya Ada Bidadari di Surga?
8 March 2014, 07:40 | | 11.095 views
Shalat Jama' Shuri, Apakah itu?
7 March 2014, 06:00 | | 8.326 views
Bolehkah Melakukan Operasi Ganti Kelamin
6 March 2014, 06:54 | | 10.258 views
Khutbah Jumat Wajib Berbahasa Arab?
5 March 2014, 06:05 | | 15.336 views
Hukum Memelihara Anjing
3 March 2014, 06:01 | | 15.221 views
Haruskah Zakat Karena Jual Mobil?
2 March 2014, 11:16 | | 7.570 views
Hutang Dalam Pandangan Syariah
1 March 2014, 06:00 | | 7.954 views
Larangan Memajang Gambar Makhluk Bernyawa
28 February 2014, 08:00 | | 59.362 views
Tentang Urf dan Tradisi
27 February 2014, 05:30 | | 16.075 views
Siapa Yang Mewarisi Hutang?
26 February 2014, 07:25 | | 7.241 views
Tidak Semua Talak Halal, Ada Juga Yang Haram
25 February 2014, 06:02 | | 9.363 views
Wanita Dicerai Tidak Boleh Langsung Kawin Lagi?
24 February 2014, 06:02 | | 8.509 views
Posisi Imam Wanita Pada Jamaah Wanita
23 February 2014, 02:44 | | 42.462 views
Menyusu Lewat Botol, Menjadikannya Mahram atau Tidak?
22 February 2014, 01:00 | | 7.557 views

TOTAL : 2.278 tanya-jawab | 20,466,706 views