Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Memanggil 'Mama' untuk Isteri Termasuk Zhihar? | rumahfiqih.com

Memanggil 'Mama' untuk Isteri Termasuk Zhihar?

Sat 23 April 2016 08:01 | Nikah | 11.846 views | Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com

Pertanyaan :

Assalaamu'alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Ustadz, pada masa sekarang ini sudah lazim kita mendengar panggilan para suami untuk isterinya dengan ucapan "mama." Namun hal ini dianggap zhihar oleh seorang sahabat saya. Sedangkan yang saya pahami dari zhihar adalah menyerupakan bagian tubuh isteri dengan bagian tubuh ibu dengan maksud yang tidak baik. Bagaimana menurut Ustadz?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Zhihar adalah seperti yang anda sebutkan, yaitu menyerupakan bagian tubuh isteri dengan bagian tubuh ibu kandung sendiri, dengan niat untuk mengharamkan.

Dengan menggunakan ta'rif ini, maka panggilan "mama" kepada isteri sendiri tidak termasuk ke dalam kategori zhihar yang dimaksud. Karena tidak ada unsur penyerupaan. Kata "mama" sendiri merupakan panggilan yang lazim digunakan oleh kebanyakan masyarakat, terutama di kalangan bangsa kita. Sebenarnya panggilan ini merupakan bentuk peminjaman sapaan dari seorang anak kepada ibunya. Kalau suami memang isterinya dengan panggilan "mama", sebenarnya dia sedang membahasakan atau mengajarkan kepada anak tentang sapaan kepada ibunya.

Memang ada baiknya bila antara suami dan isteri tidak saling memanggil dengan panggilan "mama" atau "papa." Namun dengan panggilan yang lebih tepat yang tidak bisa ditafsirkan menjadi makna yang lainnya. Sebab panggilan seperti ini hanya dikenal pada komunitas tertentu saja, belum tentu pada komunitas lain panggilan seperti ini bisa dipahami dengan mudah.

Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW memang tidak pernah memanggil isterinya dengan panggilan semacam mama atau ibu atau yang sejenisnya. Beliau memanggil sang isteri, sayyidatina Aisyah ra. dengan panggilan yang sangat khas, yaitu 'Humaira'. Sebuah sebutan sayang yang mengandung makna mesra. Sehingga memang tidak terjadi salah kaprah dan salah tafsir dari orang lain.

Panggilan langsung pada nama suami atau isteri sebenarnya diperbolehkan. Atau kalau masih ingin dengan membahasakan kepada anak, maka bolehlah memanggil isteri dengan panggilan "mama" atau "ibu" sebagai kun-yah, namun harus dengan menyebut nama anaknya. Bila nama anak mereka Muhammad, bolehlah suami memanggil isterinya dengan panggilan "ibu Muhammad", atau "ummu Muhammad", atau "mama Muhammad."

Jangan hanya berhenti pada panggilan ibu, ummi, atau mama saja. Sebab pemotongan kata itu bisa mengubah arti. Kalau suami memanggil isterinya dengan ummi misalnya, artinya dia memanggil isterinya dengan panggilan: wahai ibuku, padahal isterinya bukan ibunya.

Meski panggilan ini tidak termasuk dalam kategori zhihar, namun tetap saja panggilan ini kurang tepat. Kalau kita sedikit lebih teliti dalam penggunaan bahasa dan istilah, tentu sangat layak bila tidak digunakan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan : tanya@rumahfiqih.com


Baca Lainnya :

Benarkah Zakat Profesi Itu Cuma Hasil Ijtihad?
22 April 2016, 06:41 | Zakat | 20.831 views
Perawat Wanita Pegang Pasien Pria, Bolehkah?
21 April 2016, 07:55 | Wanita | 11.171 views
Mengapa Anak Usia di Bawah Tujuh Tahun Belum Dianjurkan Diajak ke Masjid?
20 April 2016, 04:30 | Shalat | 38.329 views
Bolehkah Belajar Ilmu Fiqih Hanya Lewat Buku?
19 April 2016, 01:00 | Ushul Fiqih | 7.874 views
Pengertian Air Mustakmal Menurut Empat Mazhab Apakah Berbeda-beda?
18 April 2016, 03:40 | Thaharah | 6.077 views
Uang Muka Hangus, Haramkah Hukumnya?
16 April 2016, 12:11 | Muamalat | 17.552 views
Bagaimana Cara Kita Memahami Ayat-ayat Sain di dalam Al-Quran?
15 April 2016, 18:40 | Quran | 4.314 views
Khamar dan Alkohol Apakah Najis?
14 April 2016, 14:30 | Kuliner | 4.672 views
Makanan Halal
13 April 2016, 01:31 | Kuliner | 7.052 views
Bolehkah Dalam Syariat Seorang Suami Menikah Lagi Tanpa Izin Isteri Pertama?
12 April 2016, 11:01 | Nikah | 14.822 views
Empat Kriteria Judi Yang Diharamkan
11 April 2016, 11:10 | Muamalat | 4.126 views
Menikahkan Wanita Hamil, Ayahnya Tidak Merestui
9 April 2016, 01:45 | Nikah | 8.980 views
Jual Beli Online Haramkah?
8 April 2016, 04:09 | Muamalat | 10.780 views
Hukum Menjual Dropshipping, Apakah Halal?
6 April 2016, 05:04 | Muamalat | 151.782 views
Islam Dituduh Haus Darah, Bagaimana Menjawabnya?
2 April 2016, 14:42 | Aqidah | 9.883 views
Shalat Belum Dikerjakan Terlanjur Haidh
24 March 2016, 17:00 | Wanita | 12.191 views
Apakah Anak Hasil Zina Dapat Warisan?
23 March 2016, 02:56 | Mawaris | 10.194 views
Benarkah Yang Dimakan Nabi Adam adalah Buah Khuldi?
22 March 2016, 06:01 | Aqidah | 15.300 views
Habis Wudhu, Mana Lebih Utama Dilap Atau Dibiarkan?
18 March 2016, 11:55 | Thaharah | 60.406 views
Mau Belanja Online Bolehkah Pinjam Kartu Kredit Milik Teman?
16 March 2016, 11:30 | Muamalat | 5.012 views

TOTAL : 2.300 tanya-jawab | 26,323,052 views