Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hijrah, Syarat Diterimanya Amal Seseorang? | rumahfiqih.com

Hijrah, Syarat Diterimanya Amal Seseorang?

Mon 9 September 2013 03:03 | Aqidah | 6.708 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr. wb.

Pak Ustadz, saya pernah mendengar bahwa tidak akan diterima amal seseorang bila orang tersebut belum berhijrah. Maksud hijrah di sini apa dan bener tidak seperti itu? Bila benar bagaimana caranya dan apakah ada ritual tertentu?

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Syarat diterimanya amal itu hanya tiga saja. Pertama, pelakunya adalah seorang muslim. Kedua, amal itu diniatkan tulus untuk mendapatkan ridha Allah, bukan pujian manusia. Ketiga, amal itu dilakukan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dari Rasulullah SAW, bila terkait dengan ritual ibadah. Sedangkan bila terkait dengan muamalah, prinsipnya tidak boleh bertentangan dengan hal-hal yang dibenarkan syariah Islam.

Adapun orang tersebut sudah pernah hijrah atau belum, tentu tidak ada kaitannya dengan diterimanya suatu amal. Pertanyaannya, hijrah yang mana?

Kalau hijrah dianggap syarat diterimanya amal, berarti begitu banyak para shahabat nabi SAW yang tidak diterima amalnya. Mengapa? Karena hanya sebagian saja dari mereka yang pernah hijrah. Adapun mereka yang memang asli penduduk Madinah, tentu tidak pernah berhijrah kemana pun. Lalu apakah mereka ini tidak diterima amalnya?

Lagi pula di masa sekarang ini, ke manakah tujuan hijrah? Sebab nyaris seluruh permukaan bumi sudah menerima Islam. Nyaris di setiap jengkal tanah sudah ada Islam. Maka ke manakah kita mau hijrah di zaman sekarang ini? Apakah ke Madinah? Atau ke pedalaman pulau terpencil? Ataukah hijrah yang dimaksud itu kiasan dari masuk dan berbaiat ke dalam suatu kelompok sempalan?

Kalau yang terakhir itu maksudnya, jelaslah paham seperti ini adalah paham yang sesat dan menyesatkan. Orang-orang yang mempropagandakan pemahaman keliru model ini tidak lain dari orang-orang yang sedang menyimpangkan agama ini ke jalan yang sesat.

Kalau yang dimaksud dengan hijrah adalah masuknya seseorang ke dalam sebuah kelompok tertentu, lalu main vonis bahwa orang yang tidak "hijrah" ke dalam kelompoknya tidak akan diterima amalnya, jelaslah sesatnya paham ini. Ketahuilah bahwa paham seperti ini tidak berbeda dengan penyesatan yang dilakukan oleh para pendeta Yahudi dan Nasrani yang memutar-balikkan ayat-ayat Allah. Lalu menjualnya dengan harga yang sedikit.

Para rahib dan pendeta Yahudi dan narsani yang dikutuk Allah telah mengangkat diri mereka menjadi tuhan yang disembah selain Allah. Lantaran mereka membuat suatu perkara yang menyesatkan para pengikutnya. Al-Quran mengabadikan peristiwa penyesatan yang mereka lakukan dan memvonisnya dengan sebuah penyembahan kepada manusia.

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan Al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(QS. At-Taubah: 31)

Apalagi mengingat bahwa pada hari ini tidak ada jamaah muslimin sebagaimana yang pernah ada di masa Rasulullah SAW dan masa khilafah rasyidah. Meski jumlah jamaah sangat banyak bahkan terlampau banyak, tak satu pun yang bisa dijadikan sebuah representasi dari jama'atul muslimin sebagaimana yang kita pahami.

Karena itu pemikiran yang memvonis bahwa orang tidak akan diterima amalnya bila belum bergabung dengan suatu jamaah, adalah pemikiran yang tidak bisa diterima. Yang benar maksudnya adalah bahwa amal seseorang tidak akan diterima bila tidak bergabung dengan umat Islam, yaitu menjadi muslim dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Pengertian ini benar, sebab amal orang kafir itu sebagus apapun, tetap tidak akan diterima di sisi Allah.

Meski orang kafir puasa seumur hidup, shalat sepanjang malam seumur hidup, atau melakukan semua yang dianggapnya baik, tapi tidak mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa nabi Muhammad SAW utusan Allah, maka semua amalnya itu ibarat fatamorgana. Lenyap tak bersisa.

Dan orang-orang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak, di atasnya awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, barangsiapa yang tiada diberi cahaya oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (QS An-Nuur: 39-40)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabaraktuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Cara Menyikapi Hadits yang Berbeda-Beda
8 September 2013, 06:22 | Hadits | 7.032 views
Shalat Jum'at dalam Perjalanan
6 September 2013, 10:32 | Shalat | 7.369 views
Kirim Fatihah Buat Abdul Qadir Jaelani Atau Imam Asy-Syafi'i?
3 September 2013, 20:28 | Aqidah | 52.541 views
Salah Paham Sertifikat Halal
3 September 2013, 02:28 | Kuliner | 9.607 views
Haramkah Gaji PNS Karena Lulus Dengan Menyogok?
30 August 2013, 21:25 | Muamalat | 14.571 views
Meminjamkan Uang dengan Imbalan, Haramkah?
29 August 2013, 03:31 | Muamalat | 11.607 views
Menikah di Depan Jenazah
29 August 2013, 02:42 | Nikah | 7.049 views
Doa Agar Suami Tidak Dipoligami, Bolehkah?
27 August 2013, 07:54 | Nikah | 8.615 views
Tidak Tahan Menggauli Isteri Masih Nifas
27 August 2013, 04:39 | Nikah | 8.313 views
Kondangan Diniatkan Infaq?
26 August 2013, 04:39 | Umum | 7.521 views
Hukum Menikah untuk Diceraikan
22 August 2013, 07:40 | Nikah | 6.391 views
Tarif Memanggil Penceramah Terkenal Mahalnya
21 August 2013, 03:24 | Kontemporer | 10.278 views
Bolehkah Menikah Dengan Wali Hakim?
20 August 2013, 21:52 | Nikah | 9.132 views
Janda Berangkat Haji Dalam Masa Iddah, Haramkah?
19 August 2013, 18:59 | Haji | 6.858 views
Kutbah Jum'at Kekurangan Satu Rukun
16 August 2013, 11:35 | Shalat | 8.109 views
Minum Khamar Harus Dicambuk?
14 August 2013, 23:26 | Jinayat | 5.779 views
Mengganti Hutang Puasa Yang Sudah Terlalu Lama
12 August 2013, 23:40 | Puasa | 128.654 views
Benarkah Uang Tabungan Buat Beli Rumah Wajib Dizakatkan?
9 August 2013, 21:54 | Zakat | 8.073 views
Bolehkah Musafir Bermakmum Kepada Bukan Musafir?
6 August 2013, 00:30 | Shalat | 6.616 views
Zakat Profesi Konflik Dengan Zakat Tabungan, Mana Yang Menang?
4 August 2013, 23:09 | Zakat | 8.382 views

TOTAL : 2.290 tanya-jawab | 21,931,809 views