Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Membangun Masjid di Atas Kuburan | rumahfiqih.com

Membangun Masjid di Atas Kuburan

Thu 5 December 2013 03:25 | Aqidah | 7.796 views

Pertanyaan :

Ini adalah pertanyaan dari teman saya yang belum bisa saya jawab, yaitu tentang hukum membuat kuburan di dalam masjid. Bukan dengan niat mengkultuskan mayat orang yang telah mati tersebut, tapi agar lebih terjaga. Saya pernah membaca kalau kuburan nabi Muhammad itu terletak di dalam masjid dan yang saya tahu ulama tidak mempermasalahkannya. Dan saya pernah membaca juga kuburan Husain bin Ali yang di Mesir juga di dalam masjid. Namun ulama berbeda pendapat tentang hal itu.

Demikian yang mungkin bisa saya tanyakan, semoga ustadz bisa menjelaskan seputar masalah ini. Dan saya harap diberikan dalil dari nash dan buku rujukan yangyang berbahasa Indonesia dan turatsnya. Sekian jazakumullah khairol jaza.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, baik berbentuk masjid, mushalla, atau pesarean dan sejenisnya adalah haram hukumnya. Baik kubur itu kubur nabi Muhammad SAW, atau kuburan nabi-nabi yang lainnya. Apalagi kuburan orang biasa, meski punya derajat yang tinggi di tengah kemasyhuran umat.

Keharaman membangun tempat ibadah di atas kuburan telah disepakati oleh para ulama, karena telah ditegaskan di dalam hadits-hadits berikut ini:

Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur Nabi mereka sebagai masjid, (Aisyah berkata),’Kalau bukan karena hal itu, niscaya kubur beliau akan dinampakkan, hanya saja beliau takut atau ditakutkan kuburnya akan dijadikan masjid. (HR Bukhari)

Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kubur sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu dari perbuatan itu. (HR Muslim)

Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala yang disembah. Allah sangat murka kepada orang-orang yang menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (HR Bukhari)

Aisyah dan Ibnu Abbas ra berkata, “Tatkala Nabi menjelang wafat, beliau menutupkan kain ke wajahnya, lalu beliau buka lagi kain itu tatkala terasa menyesakkan nafas. Ketika beliau dalam keadaan itulah, Nabi SAW bersabda, “Semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kuburan Nabi Muhammad SAW di dalam Masjid

Namun bagaimana dengan kenyataan bahwa di dalam masjid nabawi ada kuburan nabi Muhammad SAW? Bahkan bukan hanya ada kubur beliau SAW saja, juga ada kubur dua orang shahabatnya, Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Al-Khattab ra. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Dan bagaimana korelasinya dengan hadits-hadits di atas?

Untuk itu kita perlu mencermati dua hal, yaitu esensi dari hadits-hadits di atas serta sejarah kubur nabi SAW.

Hadits-hadits di atas secara tegas melarang membangun masjid di atas kuburan. Perbuatan ini disinyalir merupakan kebiasaan buruk umat terdahulu yang suka membangun tempat ibadah di kubur nabi dan orang shalih mereka.

Realitas kubur nabi Muhammad SAW yang kini ada di dalam masjid nabawi punya sejarah yang berbeda. Dahulu, kubur nabi Muhammad SAW itu tidak berada di dalam masjid. Sebelum nabi SAW wafat, masjid nabawi sudah tegak berdiri, berdampingan dengan rumah kediaman beliau. Selama lebih dari 10 tahun, umat Islam bersama Rasulullah SAW telah memanfaatkan masjid nabawi itu untuk beragam aktifitas,dari shalat sampai mengatur negara.

Ketika Rasulullah SAW wafat, beliau dikuburkan di dalam rumahnya sendiri, atau lebih tepatnya, di dalam kamar beliau. Dan begitu juga ketika khalifah Abu Bakar dan Umar wafat, keduanya juga dikuburkan di samping kuburan beliau SAW.

Sampai di sini, tidak ada masalah. Karena masjid dan kubur nabi SAW serta kedua shahabatnya tidak saling bercampur, masing-masing menempati lahan sendiri dan berdampingan.

Namun ketika zaman semakin berkembang, Masjid Nabawi sudah tidak mampu lagi menampung jamaah yang membeludak, maka tidak ada jalan lain kecuali memperluas masjid. Hingga pada akhirnya, terpaksa kubur nabi SAW harus tergusur untuk lahan masjid. Tentu saja rencana itu mendapat tentangan keras dari umat Islam. Bayangkan, memindahkan kubur nabi SAW, Abu Bakar dan Umar ra? Tentu sebuah penghinaan besar atas jasad mereka.

Maka akhirnya disepakati bahwa kubur itu tidak boleh dipindahkan, hanya karena alasan masjid harus diperluas. Maka jadilah seperti sekarang ini, kubur mereka ada di dalam masjid.

Untuk menghindarkan dari larangan shalat menghadap kuburan, maka dibangunlah dinding pemisah yang memisahkan kuburan dengan shaf jamaah yang shalat. Dan cara inilah yang telah disepakati oleh para ulama sepanjang sejarah hingga hari ini.

Adapun kasus kuburan imam Al-Husein di Kairo Mesir, juga kuburan Sayyidah Zaenab di Damaskus dan Kairo, bahkan kuburan Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahumullah memang menjadi bahan khilaf di tengah para ulama.

Mengingat sekarang di atas kuburan mereka itu kini berdiri masjid. Dan posisi kuburannya memang tepat berada di dalamnya. Padahal sebelumnya tidak ada masjid, kecuali setelah ada kuburan. Itu berarti masjid-masjid itu memang dibangun setelah kuburannya ada.

Misalnya kuburan Al-Imam Asy-Syafi'i di Kairo yang pernah kami datangi, berada tepat di tengah masjid, sehingga di sekelilingnya ada ruang untuk berkeliling (bertawaf). Perbuatan ini sungguh merupakan bid'ah sesat yang dilakukan oleh orang bodoh. Seandainya Al-Imam Asy-Syafi'i bangun dari kematiannya dan menyaksikan orang-orang bertawaf di sekeliling kuburannya, pastilah beliau murka. Sebab ilmu-ilmu yang beliau wariskan kepada kita sangat bertentangan dengan prilaku orang-orang itu.

Seharusnya kalau mau meniru kasus kuburan nabi SAW, paling tidak kuburan itu diposisikan di luar masjid, lalu diberi dinding pemisah. Apalagi mengingat masjid itu tidak terlalu banyak menyedot jamaah sebagaimana Masjid Nabawi yang memang dianjurkan untuk diziarahi.

Adapun pendapat sebagian kalangan yang mengharuskan kuburan itu dibongkar dan dipindah ke tempat lain, memang bisa saja diterima. Namun tentu masalahnya tidak sederhana. Sebab terkait dengan kerelaan pihak kelurga, juga masalah biaya, ketersediaan lahan dan seterusnya.

Sementara merobohkan masjid yang sudah terlanjur berdiri juga bukan jalan keluar yang bijaksana. Bukankah seharusnya kita membangun dan memakmurkan masjid, mengapa justru kita malah harus merobohkan masjid, hanya lantaran?

Namun ke depan, seandainya ada tokoh yang dimuliakan wafat, jangan sampai ada lagi keinginan untuk membangun masjid dan tempat ibadah di atas kuburannya. Sebab hal itu memang dilarang dalam syariat Islam. Apalagi kita tidak diperbolehkan untuk meminta-minta sesuatu kepada kuburan. Jadi buat apa harus mendirikan masjid di atas kuburan?

Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR Tirmidzi, hasan shahih).

Dirikanlah masjid di tempat-tempat manusia yang hidup membutuhkan sarana ibadah. Misalnya, di kantor-kantor, mal, pusat perbelanjaan, stasiun, airport, tepi jalan tol (bukan di tengah-tengahnya), kampus, sekolah dan lainnya. Mengingat di tempat-tempat itu banyak terkonsentrasi manusia dengan sangat padatnya, tapi fasilitas tempat shalat justru sangat minim.

Wallahu a'lam bishshawab, wasalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Kereta Komuter Penuh Sesak, Bagaimana Cara Shalat Maghribnya?
3 December 2013, 21:21 | | 10.854 views
Bolehkah Memotong Kuku dan Mengkeramasi Rambut Sewaktu Haid?
1 December 2013, 06:20 | | 7.826 views
Tata Cara Wudhu di Dalam Pesawat
30 November 2013, 00:15 | | 12.568 views
Cara Melakukan Shalat di Pesawat Terbang
28 November 2013, 09:04 | | 32.027 views
Daging Kodok dan Kepiting : Halal Atau Haram
27 November 2013, 03:48 | | 17.521 views
Hukuman Pakai Uang
26 November 2013, 07:29 | | 6.027 views
Isteri Kedua dan Warisannya
25 November 2013, 04:15 | | 5.465 views
Kopi Luwak, Halalkah?
24 November 2013, 06:50 | | 9.763 views
Sentuhan Kulit Dengan Wanita, Batalkah Wudhu Saya?
22 November 2013, 18:29 | | 9.176 views
Apakah Bisa Harmonis Pernikahan Beda Aliran Pemahaman?
22 November 2013, 02:14 | | 10.513 views
Selesai Shalat Imam Menghadap Makmum
16 November 2013, 21:28 | | 10.072 views
Hukumnya Iqob (Denda) dengan Uang
16 November 2013, 06:38 | | 6.017 views
Dakwah, Tabligh, Khutbah dan Ceramah, Apa Bedanya?
15 November 2013, 03:06 | | 10.104 views
Mana Duluan: Formalitas Hukum Islam Ataukah Implementasi?
14 November 2013, 04:09 | | 5.871 views
Bolehkah Orang Hamil Ziarah Kubur?
13 November 2013, 01:30 | | 6.715 views
Apakah Kalender Islam Sudah Ada di Masa Nabi SAW?
11 November 2013, 21:25 | | 8.695 views
Perlukah Umat Islam Merayakan Ulang Tahun
10 November 2013, 23:58 | | 10.551 views
Pakaian Renang Muslimah
8 November 2013, 23:05 | | 8.873 views
Harta Milik Bersama antara Suami dan Istri
8 November 2013, 10:44 | | 6.075 views
Pelaksanaan Hudud: Apakah Harus Mendirikan Negara Islam Dulu?
7 November 2013, 03:55 | | 6.842 views
Minuman Mengandung Sedikit Alkohol
6 November 2013, 01:25 | | 8.383 views
Preman Wajibkan Angkot Lewat Beli Air Minum, Jual-belinya Sah?
4 November 2013, 23:53 | | 5.174 views
Bank Syariah Sama Saja Dengan Bank Konvensional, Benarkah?
4 November 2013, 01:40 | | 111.322 views
Wali Bukan Saudara dari Kedua Mempelai
2 November 2013, 09:09 | | 5.127 views
Hukum Memakai Cutek
30 October 2013, 09:04 | | 6.506 views
Ritual Pindah Rumah
27 October 2013, 23:56 | | 7.872 views
Sistem Penanggalan dan Penamaan Hari
27 October 2013, 08:44 | | 6.281 views
Apakah Shalat Isya Boleh Diakhirkan?
20 October 2013, 23:32 | | 12.713 views
Dokter Kandungan Laki Laki
20 October 2013, 15:15 | | 11.620 views
Hukum Rajam
17 October 2013, 23:21 | | 8.356 views
Perbedaan Antara Qurban Dengan Zakat
15 October 2013, 21:26 | | 8.563 views
Apakah Saya Berdosa Jika Tidak Berqurban
13 October 2013, 20:32 | | 6.376 views
Hubungan Iedul Adha dengan Ibadah Haji
13 October 2013, 12:54 | | 6.023 views
Bolehkah Orang yang Berqurban Mendapat Bagian Daging Qurbannya?
12 October 2013, 00:12 | | 10.066 views
Bolehkah Membagi Daging Kurban Pada Non Muslim
11 October 2013, 04:07 | | 12.790 views
Masuk Saudi Harus Ada Mahram : Syariah Islam Atau Peraturan Negara?
10 October 2013, 01:47 | | 6.978 views
Bagaimana Hukumnya Menikah Siri dengan Wali Hakim?
7 October 2013, 07:48 | | 7.353 views
Syarat Hewan Qurban
3 October 2013, 01:36 | | 5.419 views
Satu Sapi Buat Qurban dan Aqiqah, Bolehkah?
2 October 2013, 01:35 | | 6.125 views
Tidak Boleh Makan Daging Qurban Lewat Tiga Hari?
30 September 2013, 21:59 | | 6.741 views
Hukum Qurban Melalui Transfer Uang
29 September 2013, 23:00 | | 8.822 views
Bolehkah Sembelih Seekor Kambing Quran Untuk Satu Keluarga?
28 September 2013, 23:34 | | 11.843 views
Istri Ditinggal Mati Suami = Mantan Istri?
25 September 2013, 19:27 | | 37.263 views
Dua Qullah itu Berapa Liter?
25 September 2013, 12:39 | | 7.897 views
Benarkah Kita Sendirian di Jagad Raya?
23 September 2013, 03:47 | | 7.319 views
Diminta Jadi Wakil Rakyat Demi Memperjuangkan Agama
19 September 2013, 22:08 | | 5.052 views
Perbedaan Haji Qiran, Ifrad dan Tamattu : Mana Yang Lebih Afdhal
19 September 2013, 02:02 | | 54.264 views
Cara Menentukan Arah Kiblat di Pesawat
17 September 2013, 22:36 | | 5.518 views
Halalkah Dana Talangan Haji Dari Bank Syariah?
16 September 2013, 21:54 | | 10.775 views
Apakah Sah Khutbah Pakai Bahasa Selain Arab?
13 September 2013, 00:17 | | 7.100 views

TOTAL : 2.278 tanya-jawab | 20,476,700 views