Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Berdosakah Muslim Mendesain Kartu Ucapan Natal? | rumahfiqih.com

Berdosakah Muslim Mendesain Kartu Ucapan Natal?

Fri 20 December 2013 17:32 | Aqidah | 6.856 views

Pertanyaan :

Assalamualikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, bagaimanakah hukumnya bila kita seorang muslim yang bekerja sebagai pengrajin seni diminta untuk membuatkan desain ucapan selamat Natal dan tahun Baru oleh konsumennya?

Saya takut perbuatan itu adalah suatu sikap yang tak langsung ikut mengucapkan selamat natal yang saya ketahui selama ini hukumnya haram.

Mohon Penjelasannya.

Wassalam,

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang anda tanyakan memang sangat terkait dengan hukum mengucapkan selamat natal. Umumnya di negeri kita ini, kebanyakan umat Islam berpendapat bahwa mengucapkan selamat natal itu haram hukumnya. Biasanya, rujukannya adalah apa yang dikatakan oleh AL-Imam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, Iqtidha' Ash-shirath Al-Mustaqim.

Dan termasuk ke dalam perkara mengucapkan selamat natal adalah membuat kartu ucapan, meski atas pesanan orang lain. Namun pembuat atau desainernya tidak bisa berlepas diri dari andil pengucapan selamat natal.

Bila anda berkeyakinan bahwa mengucapkan selamat natal kepada pemeluk Nasrani hukumnya haram, tentu saja membuat desain kartu ucapannya juga ikut haram. Sebab desain itu bagian tak terpisahkan dari ucapan selamat natal. Hukum keduanya tidak bisa dipisahkan. Bahkan boleh jadi, hukumnya lebih berat dari sekedar mengucapkan, sebab desain itu tertulis dan akan terus menerus dibaca orang. Apalagi bila desain itu dicetak dalam jumlah besar.

Kami katakan bahwa hukum yang anda tanyakan kembali kepada hukum mengucapkan selamat natal. Sudah populer di kalangan umat Islam tentang keharaman mengucapkan selamat natal.

Alasannya utamanya adalah bahwa mengucapkan selamat natal itu berarti pengakuan atas kebenaran aqidah umat kristiani yang mempercayai keberadaan tiga tuhan. Juga merupakan bentuk pembenaran atas ketuhanan nabi Isa alaihissalam.

Fatwa Haram Ibnul Qayyim

Pendapat anda yang mengharamkan natal itu memang telah difatwakan oleh Ibn al-Qayyim Al-Jauziyah. Beliau pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal” atau mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang kafir hukumnya haram.

Sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya 'Ahkâm Ahl adz-Dzimmah', beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama.

Alasan Ibu al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.

Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majma’ Fatawa Fadlilah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, (Jilid.III, h.44-46, No.403).

Adakah Perbedaan Pendapat Dalam Ucapan Selamat Natal?

Lepas dari pendapat kalangan yang mengharamkan, ternyata ada sebagian ulama yang berpandangan bahwa sekedar mengucapkan selamat natal tidak mengapa. Yang haram secara mutlak adalah perayaan natal bersama. Keharamannya telah disepakati oleh semua kalangan.

Memang pendapat yang membolehkan ini kurang populer di banyak kalangan. Namun kalau kita mau agak teliti dan jujur, rupanya yang menghalalkan tidak sedikit. Bukan hanya Dr. Quraisy Syihab saja, tetapi bahkan Majelis Ulama Indonesia, Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan beberapa ulama dunia lainnya, ternyata kita dapati pendapat mereka membolehkan ucapan itu.

Rasanya agak kaget juga, tetapi itulah yang kita dapat begitu kita agak jauh menelitinya. Kami uraikan di sini petikan-petikan pendapat mereka, bukan dengan tujuan ingin mengubah pandangan yang sudah ada. Tetapi sekedar memberikan tambahan wawasan kepada kita, agar kita punya referensi yang lebih lengkap.

Fatwa MUI Tentang Haramnya Natal Bersama, Bukan Ucapan Selamat Natal

Majelis Ulama Indonesia pada 7 Maret 1981, sebagaimana ditandatangani K.H. M. Syukri Ghozali, MUI telah mengeluarkan fatwa yang isinya: Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.

Namun Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Dien Syamsudin MA, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menyatakan bahwa MUI tidak melarang ucapan selamat Natal, tapi melarang orang Islam ikut sakramen/ritual Natal.

"Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam," katanya.

Bahkan pernah di hadapan ratusan umat Kristiani dalam seminar Wawasan Kebangsaan X BAMAG Jatim di Surabaya, beliau menyampaikan, "Saya tiap tahun memberi ucapan selamat Natal kepada teman-teman Kristiani." (lihat hidayatullah.com)

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradawi

Syeikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi mengatakan bahwa merayakan hari raya agama adalah hak masing-masing agama. Selama tidak merugikan agama lain. Dan termasuk hak tiap agama untuk memberikan tahni'ah saat perayaan agama lainnya.

Maka kami sebagai pemeluk Islam, agama kami tidak melarang kami untuk untuk memberikan tahni'ah kepada non muslim warga negara kami atau tetangga kami dalam hari besar agama mereka. Bahkan perbuatan ini termasuk ke dalam kategori al-birr (perbuatan yang baik). Sebagaimana firman Allah SWT:

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Kebolehan memberikan tahni'ah ini terutama bila pemeluk agama lain itu juga telah memberikan tahni'ah kepada kami dalam perayaan hari raya kami.

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.(QS. An-Nisa': 86)

Namun Syeikh Yusuf Al-Qaradawi secara tegas mengatakan bahwa tidak halal bagi seorang muslim untuk ikut dalam ritual dan perayaan agama yang khusus milik agama lain.

Fatwa Dr. Mustafa Ahmad Zarqa'

Di dalam bank fatwa situs Islamonline.com, Dr. Mustafa Ahmad Zarqa', menyatakan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas melarang seorang muslim mengucapkan tahniah kepada orang kafir.

Beliau mengutip hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang diajut jenazah tersebut.

Sehingga menurut beliau, ucapan tahni'ah kepada saudara-saudara pemeluk kristiani yang sedang merayakan hari besar mereka, juga tidak terkait dengan pengakuan atas kebenaran keyakinan mereka, melainkan hanya bagian dari mujamalah (basa-basi) dan muhasanah seorang muslim kepada teman dan koleganya yang kebetulan berbeda agama.

Dan beliau juga memfatwakan bahwa karena ucapan tahni'ah ini dibolehkan, maka pekerjaan yang terkait dengan hal itu seperti membuat kartu ucapan selamat natal pun hukumnya ikut dengan hukum ucapan natalnya.

Namun beliau menyatakan bahwa ucapan tahni'ah ini harus dibedakan dengan ikut merayakan hari besar secara langsung, seperti dengan menghadiri perayaan-perayaan natal yang digelar di berbagai tempat. Menghadiri perayatan natal dan upacara agama lain hukumnya haram dan termasuk perbuatan mungkar. (lihat IslamOnline)

Majelis Fatwa dan Riset Eropa

Majelis Fatwa dan Riset Eropajuga berpendapat yang sama dengan fatwa Dr. Ahmad Zarqa' dalam hal kebolehan mengucapkan tahni'ah, karena tidak adanya dalil langsung yang mengharamkannya.

Khusus untuk masalah kartu ucapan, mereka mengharamkan bila dalam kartu itu ada gambar salibnya, karena merupakan kemungkaran dan Islam tidak menerima penyaliban nabi Isa as.

Juga disyaratkan bahwa ucapan itu tidak mengandung hal-hal yang mungkar dan merusak aqidah Islam. Jadi hanya sebatas tahni'ah, tidak ditambahi dengan ungkapan-ungkapan lainnya yang justru bertabrakan dengan aqidah Islam. (lihat:Islam Online)

Fatwa Dr. Abdussattar Fathullah Said

Dr. Abdussattar Fathullah Said adalah profesor bidang tafsir dan ulumul quran di Universitas Al-Azhar Mesir. Dalam masalah tahni'ah ini beliau agak berhati-hati dan memilahnya menjadi dua. Ada tahni'ah yang halal dan ada yang haram.

Tahni'ah yang halal adalah tahni'ah kepada orang kafir tanpa kandungan hal-hal yang bertentangan dengan syariah. Hukumnya halal menurut beliau. Bahkan termasuk ke dalam bab husnul akhlaq yang diperintahkan kepada umat Islam.

Sedangkan tahni'ah yang haram adalah tahni'ah kepada orang kafir yang mengandung unsur bertentangan dengan masalah diniyah, hukumnya haram. Misalnya ucapan tahniah itu berbunyi, "Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga." Sedangkan ucapan yang halal seperti, "Semoga tuhan memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada Anda ."

Bahkan beliau membolehkan memberi hadiah kepada non muslim, asalkan hadiah yang halal, bukan khamar, gambar maksiat atau apapun yang diharamkan Allah.

25 Desember Bukan Hari Lahir Nabi Isa

Lepas dari perdebatan seputar fatwa haramnya mengucapkan selamat natal, ada masalah yang lebih penting lagi. Yaitu kesepakatan para ahli sejarah bahwa Nabi Isa sendiri tidak lahir di tanggal tersebut.

Tidak pernah ada data akurat pada tanggal berapakah beliau itu lahir. Yang jelas 25 Desember itu bukanlah hari lahirnya karena itu adalah hari kelahiran anak Dewa Matahari di cerita mitos Eropa kuno. Mitos itu pada sekian ratus tahun setelah wafatnya nabi Isa masuk begitu saja ke dalam ajaran kristen lalu diyakini sebagai hari lahir beliau. Padahal tidak ada satu pun ahli sejarah yang membenarkannya.

Bahkan British Encylopedia dan American Ensyclopedia sepakat bahwa 25 bukanlah hari lahirnya Isa as.

Jadi kalau pun ada sebagain kalangan yang tidak mengharamkan ucapan selamat natal, ketika diucapkan pada even natal, ucapan itu mengandung sebuah kesalahan ilmiyah yang fatal.

Walahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.


Baca Lainnya :

Wisatawan Arab ke Puncak Buat Kawin Sesaat : Zinakah?
18 December 2013, 03:10 | | 8.490 views
Hukum Memasak Menggunakan Arak
17 December 2013, 11:02 | | 13.287 views
Was-was Jangan-jangan Bekas Dijilat Anjing
16 December 2013, 21:40 | | 7.699 views
Gugatan Cerai Dari Istri : Talak, Fasakh Atau Khulu?
15 December 2013, 21:40 | | 8.103 views
Fasakh Versus Talak
14 December 2013, 06:15 | | 7.383 views
Menyembelih Tanpa Bismillah, Halalkah?
13 December 2013, 09:17 | | 24.331 views
Haramnya Laki-laki Memakai Emas Tidak Ada di Quran
12 December 2013, 00:49 | | 8.306 views
Mendukung Partai Islam Demi Tegaknya Hukum Islam di Indonesia
10 December 2013, 03:09 | | 7.614 views
Bagaimana Kiat Mempelajari Kitab
9 December 2013, 03:40 | | 5.419 views
Terpaksa Harus Memanipulasi Bon Nota, Bagaimana Menyikapinya?
8 December 2013, 03:49 | | 7.482 views
Suara Wanita, Auratkah?
6 December 2013, 22:13 | | 7.305 views
Adzan Dua Kali di Hari Jumat
6 December 2013, 01:29 | | 7.501 views
Membangun Masjid di Atas Kuburan
5 December 2013, 03:25 | | 7.796 views
Kereta Komuter Penuh Sesak, Bagaimana Cara Shalat Maghribnya?
3 December 2013, 21:21 | | 10.854 views
Bolehkah Memotong Kuku dan Mengkeramasi Rambut Sewaktu Haid?
1 December 2013, 06:20 | | 7.826 views
Tata Cara Wudhu di Dalam Pesawat
30 November 2013, 00:15 | | 12.568 views
Cara Melakukan Shalat di Pesawat Terbang
28 November 2013, 09:04 | | 32.027 views
Daging Kodok dan Kepiting : Halal Atau Haram
27 November 2013, 03:48 | | 17.521 views
Hukuman Pakai Uang
26 November 2013, 07:29 | | 6.027 views
Isteri Kedua dan Warisannya
25 November 2013, 04:15 | | 5.465 views
Kopi Luwak, Halalkah?
24 November 2013, 06:50 | | 9.763 views
Sentuhan Kulit Dengan Wanita, Batalkah Wudhu Saya?
22 November 2013, 18:29 | | 9.176 views
Apakah Bisa Harmonis Pernikahan Beda Aliran Pemahaman?
22 November 2013, 02:14 | | 10.513 views
Selesai Shalat Imam Menghadap Makmum
16 November 2013, 21:28 | | 10.072 views
Hukumnya Iqob (Denda) dengan Uang
16 November 2013, 06:38 | | 6.017 views
Dakwah, Tabligh, Khutbah dan Ceramah, Apa Bedanya?
15 November 2013, 03:06 | | 10.104 views
Mana Duluan: Formalitas Hukum Islam Ataukah Implementasi?
14 November 2013, 04:09 | | 5.871 views
Bolehkah Orang Hamil Ziarah Kubur?
13 November 2013, 01:30 | | 6.715 views
Apakah Kalender Islam Sudah Ada di Masa Nabi SAW?
11 November 2013, 21:25 | | 8.695 views
Perlukah Umat Islam Merayakan Ulang Tahun
10 November 2013, 23:58 | | 10.551 views
Pakaian Renang Muslimah
8 November 2013, 23:05 | | 8.873 views
Harta Milik Bersama antara Suami dan Istri
8 November 2013, 10:44 | | 6.075 views
Pelaksanaan Hudud: Apakah Harus Mendirikan Negara Islam Dulu?
7 November 2013, 03:55 | | 6.842 views
Minuman Mengandung Sedikit Alkohol
6 November 2013, 01:25 | | 8.383 views
Preman Wajibkan Angkot Lewat Beli Air Minum, Jual-belinya Sah?
4 November 2013, 23:53 | | 5.174 views
Bank Syariah Sama Saja Dengan Bank Konvensional, Benarkah?
4 November 2013, 01:40 | | 111.322 views
Wali Bukan Saudara dari Kedua Mempelai
2 November 2013, 09:09 | | 5.127 views
Hukum Memakai Cutek
30 October 2013, 09:04 | | 6.506 views
Ritual Pindah Rumah
27 October 2013, 23:56 | | 7.872 views
Sistem Penanggalan dan Penamaan Hari
27 October 2013, 08:44 | | 6.281 views
Apakah Shalat Isya Boleh Diakhirkan?
20 October 2013, 23:32 | | 12.713 views
Dokter Kandungan Laki Laki
20 October 2013, 15:15 | | 11.620 views
Hukum Rajam
17 October 2013, 23:21 | | 8.356 views
Perbedaan Antara Qurban Dengan Zakat
15 October 2013, 21:26 | | 8.563 views
Apakah Saya Berdosa Jika Tidak Berqurban
13 October 2013, 20:32 | | 6.376 views
Hubungan Iedul Adha dengan Ibadah Haji
13 October 2013, 12:54 | | 6.023 views
Bolehkah Orang yang Berqurban Mendapat Bagian Daging Qurbannya?
12 October 2013, 00:12 | | 10.066 views
Bolehkah Membagi Daging Kurban Pada Non Muslim
11 October 2013, 04:07 | | 12.790 views
Masuk Saudi Harus Ada Mahram : Syariah Islam Atau Peraturan Negara?
10 October 2013, 01:47 | | 6.978 views
Bagaimana Hukumnya Menikah Siri dengan Wali Hakim?
7 October 2013, 07:48 | | 7.353 views

TOTAL : 2.278 tanya-jawab | 20,476,675 views