Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Fiqih Al-Imam Asy-Syafii | rumahfiqih.com

Fiqih Al-Imam Asy-Syafii

Tue 6 December 2016 17:00 | Ushul Fiqih | 16.668 views

Pertanyaan :
Assalamu 'alaikum wr. wb. Saya punya 2 pertanyaan. Pertanyaan pertama, bolehkah saya mengetahui tentang tata cara fiqih ibadah(Wudhu, sholat, dll) yang merupakan pendapat dari Imam Syafi'i? Pertanyaan kedua, bapak bilang kalau kita boleh memegang lebih dari 1 mahzab? Contoh ketika kita dalam wudhu dan sholat, bukannya itu harus satu paket? Berarti harus satu, benar atau tidak? Demikian pertanyaan saya, terima kasih. Wassalam

Jawaban :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Untuk mengenal lebih jauh tentang fiqih Imam Asy-Syafi'i, sebenarnya sangat mudah. Sebab fiqihmazhab itu tersebar luas dalam ribuan jilid kitab.

Untuk yang paling tinggi, bisa kita baca dalam kitab beliau yang berjudul Al-Umm (induk). Kitab yang tebalnya 11 jilid ini adalah kitab utama dan sesuai dengan namanya, kitab ini menjadi kitab induk rujukan pertama dalam mazhab As-syafi'i. Ke kitab inilah para ulama mazhab Syafi'i merujuk, karena boleh dibilang bahwa kitab ini berisi fatwa-fatwa resmi Al-Imam As-Syafi'i rahimahullah.

Sayangnya tidak semua ustadz atau guru pengajian memiliki kitab ini. Mungkin karena cukup tebal dan memang dahulu ngajinya tidak sampai ke level ini.

Jangan lupa juga untuk membaca kitab ushul fiqih beliau yaitu Ar-Risalah. Kitab ini adalah bacaan wajib para ulama mazhab, karena kitab ini adalah kitab pertama yang ditulis khusus dalam ilmu ushul fiqih. Tidak mungkin ada seorang bisa jadi mujtahid fiqih, kalau belum baca kitab ini. Dan Al-Imam As-Syafi'i adalah Bapak peletak dasar ilmu ushul fiqih. Nyaris semua ulama ahli fiqih berguru dari kitab ini.

Ilmu ushul fiqih adalah ilmu untuk membuat sistematika dalam pengambilan kesimpulan hukum dari Al-quran dan As-sunnah. Orang yang tidak punya ilmu ini, tidak akan lurus dalam menarik kesimpulan hukum syariah, meski sudah memegang Al-Quran dan As-Sunnah.

Selain kedua kedua karya masterpiece itu, Al-Imam As-Syafi'i memiliki puluhan bahkan ratusan murid dari masa ke masa. Di mana mereka kemudian meneliti, membedah, memberi syarah (penjelasan)bahkan termasuk mengkritisi pendapat-pendapat sang guru.

Salah satu di antaranya yang paling masyhur adalah Al-Imam An-Nawawi rahimahullah. Beliau menulis kitab syarah (penjelasan) atas kitab fiqih syafi'i yang bernama Al-Majmu' Syarah Al-Muhazzab. Kitab ini termasuk kitab fiqih mazhab Syafi'i yang umumnya menjadi rujukan para ulama pembesar mazhab ini. Jumlah jilidnya sampai 22 buah, lumayan tebal. Selain itu juga ada kitab Mughni Al-Muhtaj yang sedikit lebih ringan.

Sedangkan untuk kalangan pemula, banyak ulama di kalangan mazhab ini yang menulis kitab kecil-kecil seperti Kifayatul Akhyar. Bahkan ada yang sangat ringkas dan merupakan point-point kesimpulannya saja, tanpa dalil dan ta'lil, seperti kitab Matan Al-ghayah wa At-Taqrib atau Safinatun-Najah. Kitab-kitab 'mungil' ini paling banyak kita jumpai di berbagai pesantren dan majelis taklim di negeri kita.

Nah, pada tiap kitab itulah kita bisa mendapatkan berbagai pandangan mazhab As-Syafi'i dalam masalah agama. Sayangnya, sebagain besar kitab-kitab itu masih berbahasa arab. Para santri di berbagai pondok pesantren belajar bahasa arab karena bertujuan agar mampu membaca dalam bahasa aslinya. Sebab terjemahan-terjemahan sangat bermasalah dengan kualitasnya.

Gonta ganti Mazhab

Sebenarnya urusan bergonta-ganti mazhab bukan larangan. Namun sebaliknya, justru anjuran untuk mendapatkan kemudahan. Jadi kalimat yang benar adalah bahwa setiap muslim dibolehkan atau berhak untuk berpegang pada satu mazhab saja. Tidak harus selalu bergonta-ganti, karena akan sangat merepotkan.

Namun kalau ada pelajar atau mahasiswa ilmu syariah yang melakukan pengkajian dan kritisi atas pendapat-pendapat hukum dari para ulama, lalu mereka merajihkan satu pendapat tertentu dari sebuah mazhab dan sebagian lagi merajihkan pendapat dari mazhan lainnya, tentu tdiak dilarang. Karena belajar fiqih pada level tertentu adalah belajar mentarjih.Dan seorang yang punya beberapa dasar ilmu fiqih pada waktu tertentu harus berani melakukan tarjih.

Sebaliknya, orang awam yang tidak mengerti dasar ilmu fiqih, buta bahasa arab, tidak mengerti ilmu ushul dan lainnya, tidak punya kewajiban untuk melakukan tarjih. Dia boleh bertaqlid dengan salah satu pendapat dari mazhab tertentu sebagai kemudahan. Bahkan tidak diwajibkan atasnya untuk membedah dalil-dalil tiap masalah. Cukup meminta fatwa dan isi fatwa itu hanya satu kata: halal, titik.

Orang-orang awam dibolehkan menjadi muqallid dalam ilmu istimbath hukum. Kepadanya tidak dipikulkan beban yang tidak mampu diangkatnya. Bahkan kalau dipaksakan justru berbahaya.

Semua ini bisa kita ibaratkan dengan sebuah peperangan yang melihat pasukanprofesional. Hanya tentara profesional saja yang dikirm ke medan perang. Tindakanmemerintahkan rakyat sipil untuk masuk medan perang adalah keliru dan berbahaya. Rakyat sipil tidak diwajibkan ikut pertempuran, justru mereka harus diselamatkan atau diungsikan. Tapi kalau ada relawan mau ikut membantu tentara profesional menjadi milisi, tidak tertutup peluang. Namun wajib ikut latihan sebelumnya dan diperbantukan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ahmad Sarwat, Lc


Baca Lainnya :

Apakah Alkohol Itu Najis?
22 November 2016, 05:33 | Kuliner | 8.132 views
Benarkah Arah Kiblat Masjid Nabawi Tidak Presisi?
14 November 2016, 08:01 | Shalat | 4.928 views
Benarkah Bir 3% Alkohol Dihalalkan Mufti Kerajaan Saudi Arabia?
10 November 2016, 09:30 | Kuliner | 9.085 views
Berapa Kilometer Jarak Bolehnya Mengqashar Shalat?
9 November 2016, 05:00 | Shalat | 7.669 views
Kulit Bangkai Bisa Menjadi Suci Kalau Disamak?
1 November 2016, 18:45 | Thaharah | 6.627 views
Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dua Tahun
30 October 2016, 01:32 | Shalat | 15.482 views
Mengapa Makna Ayat-ayat Alquran Sering Berbeda?
28 October 2016, 12:03 | Quran | 11.468 views
Bolehkah Kita Bertayammum Hanya Memakai Debu pada Dinding Rumah atau Kursi Pesawat?
27 October 2016, 06:40 | Thaharah | 5.820 views
Perang Sesama Muslim dan Saling Berbunuhan, Jihadkah?
25 October 2016, 15:47 | Dakwah | 19.509 views
Sadar dan Tahu Saat Melakukan Dosa Besar, Bagaimana Cara Bertaubat?
23 October 2016, 04:10 | Umum | 2.756 views
Bolehkah Minum Air Kencing Unta?
19 October 2016, 04:40 | Kuliner | 4.410 views
Hukum Makan Daging Buaya : Halalkah?
17 October 2016, 07:40 | Kuliner | 6.494 views
Wali Nikah Bukan Ayah Kandung
16 October 2016, 06:17 | Nikah | 29.013 views
Adakah Zakat Atas Tanah Gusuran?
14 October 2016, 10:00 | Zakat | 2.969 views
Tax Amnesty, Pajak Dalam Pandangan Syariah: Wajib atau Haram?
2 October 2016, 06:59 | Muamalat | 29.958 views
Adakah Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun
1 October 2016, 18:25 | Hadits | 26.955 views
Sudah Mampu Secara Harta, Bolehkah Menunda Pergi Haji?
22 September 2016, 05:12 | Haji | 15.682 views
Bolehkah Wanita Menyembelih Hewan Qurban atau Aqiqah?
15 September 2016, 02:20 | Qurban Aqiqah | 5.180 views
Bolehkah Saya Sebagai Wanita Pergi Haji Tanpa Suami atau Mahram?
10 September 2016, 03:01 | Haji | 11.929 views
Diqurbankan Oleh Perusahaan Tempat Bekerja
8 September 2016, 05:44 | Qurban Aqiqah | 5.673 views

TOTAL : 2.294 tanya-jawab | 22,396,699 views