Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dua Tahun | rumahfiqih.com

Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Dua Tahun

Sun 30 October 2016 01:32 | Shalat | 13.470 views

Pertanyaan :
Assalamualaikum,

Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang sudah ustad jawab terkait mengganti sholat terutama pada pertanyaan Bertahun-tahun Tidak Shalat, Apa Harus Diganti? ada hal yang perlu saya tanyakan.

Saya ketika baligh kelas 2 SMP kemudian sampai kelas 3 SMP masih sholat bolong-bolong. Dan saat ini saya berniat untuk mengganti sholat saya, bolehkah saya melakukan sholat pengganti setiap setelah sholat fardu selama dua tahun untuk mengganti sholat saya yang bolong-bolong tersebut tanpa memperhatikan sholat mana saja yang sudah tertinggal karena saya sudah tidak ingat?

Demikian pertanyaan saya ustadz. Sebelumnya jazakumullah khair.

Wassalamualaykum Wr. Wb.

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Meski para ulama hampir seluruhnya sepakat tentang kewajiban mengganti shalat fardhu yang ditinggalkan di masa lalu, namun kalau bicara tentang bagaimana teknis dalam mengerjakannya, memang mengundang khilafiyah.

Mengapa teknis shalat qadha' ini masih terbilang khilafiyah?

Penjelasannya sederhana saja, yaitu karena memang tidak ada contoh cara mengganti shalat yang ditinggalkan itu di masa Rasulullah SAW, atau juga di masa shahabat, bahkan juga tidak kita temukan dari masa tabi'in dan generasi salaf berikutnya.

Mengapa tidak ada contohnya?

Karena cerita orang sudah baligh tapi tidak shalat itu memang tidak pernah di masa Rasulullah SAW dahulu. Boro-boro meninggalkan shalat, lha wong cuma nggak ikut shalat berjamaah ke masjid saja, beliau SAW sampai mengancam mau membakar rumahnya.

Maka wajar kalau kita memang tidak menemukan contoh bagaimana tata cara mengganti shalat yang tidak dikerjakan sampai setahun lamanya. Kalau sampai terjadi, pasti orang itu sudah dihukum dengan sangat keras, sampai mau shalat.

Kalau ada orang yang sampai tidak shalat sampai setahun, kejadiannya cuma di negeri kita sekarang ini saja. Lantaran umat Islam di negeri kita ini rata-rata memeluk agama Islam sekedar berdasarkan keturunan saja, asal KTP-nya tertulis beragama Islam. Sementara dari sisi pengamalan dan pelaksanaan, terus terang kita masih harus mengurut dada.

Coba kita perhatikan pada waktu sore hari saat jam pulang kantor, Jakarta dan sekitarnya penuh dengan kendaraan yang macet total berjam-jam. Ketika kumandang adzan Maghrib terdengar, coba hitung berapa dari mereka yang kemudian masuk ke masjid untuk shalat, dan berapa yang tetap asyik dengan kemacetan mereka.

Tanpa harus bersu'uzdhan, tetapi faktanya kita menemukan lebih banyak yang tidak shalat ketimbang yang shalat. Padahal waktu shalat Maghrib itu sangat terbatas. Mungkin sebagian mereka yang tidak shalat berasalan, toh nanti bisa dijamak di rumah, jadi tidak apa-apa kalau pas waktu macet tidak shalat.

Yang terasa sakit di dada kalau mendengar alasan itu dari mereka yang sebenarnya orang baik, shalih, bahkan rajin mengaji dan hadir di majelis taklim. Kok bisa-bisanya macet membolehkan shalat Maghrib dijamak dengan Isya' di rumah. Ilmu dari mana yang dipelajarinya? Siapa yang mengajarkan ilmu sesat seperti ini?

Tetapi itulah Indonesia dengan rakyatnya yang 83% muslim, mereka nyaris tidak tahu bahwa shalat itu wajib dan kalau ditinggalkan wajib untuk diganti. Sehingga kalau saya perkirakan, jangan-jangan kasus dimana ada orang Islam tapi tidak shalat selama bertahun-tahun itu bukan cuma satu atau dua kasus, tetapi jangan-jangan semuanya begitu.

Betapa rusaknya pemahaman agama kita kalau demikian faktanya. Dan itu masih diperparah dengan fatwa yang membolehkan orang tidak perlu mengganti, cukup dengan memperbanyak shalat sunnah dan sedekah. Maka lengkap lah sudah permasalahan.

Ijitihad Dalam Teknis Mengganti Shalat

Sebagian ulama menjelaskan bahwa meski shalat sudah lama ditinggalkan, namun bukan berarti kita sudah terlepas dari beban kewajiban untuk mengerjakannya. Tidak demikian. Yang benar adalah bahwa nanti di akhirat kita akan tetap dimintai pertanggung-jawaban atas shalat yang pernah kita tinggalkan.

Jadi prinsipnya shalat itu tetap harus diganti. Adapun masalah waktunya, karena sudah terlewat, maka sudah tidak lagi terikat dengan waktu aslinya.

Coba perhatikan, ketika Rasulullah SAW tanpa sengaja meninggalkan shalat shubuh bersama para shahabat beliau lantaran ketiduran, kapan kah beliau menggantinya? Apakah menunggu keesokan harinya biar jatuhnya pas waktu shubuh juga?

Ternyata tidak demikian. Beliau dan para shahabat shalat shubuh begitu bangun dari tidur, yang pada saat itu matahari sudah terbit. Artinya, waktunya bukan lagi waktu shubuh, tetapi sudah masuk waktu dhuha'. Bahkan beliau mengatakan bahwa siapa yang lupa mengerjakan shalat, maka segeralah dia shalat begitu ingat.

Oleh karena itu tidak ada ketentuan untuk mengganti shalat yang terlewat itu harus dikerjakan pada waktu shalat tertentu, sesuai dengan waktu shalat aslinya. Silahkan saja mengganti shalat shubuh di waktu dhuha', atau waktu Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya atau kapan pun. Yang penting shalat itu harus diganti.

Cuma kalau mengganti shalat itu juga harus tahu, berapa jumlah shalat yang ditinggalkan agar kita tahu juga berapa kali shalat yang harus dilakukan untuk penggantian. Misalnya ada orang pernah selama setahun penuh tidak shalat lima waktu, maka kita bisa perkirakan bahwa dalam setahun itu ada 365 hari. Maka untuk mengganti shalatnya, ya kita lakukan sebanyak jumlah hari yang kita tinggalkan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, walau pun tidak ada dasar haditsnya :

Cara Pertama : Menggabung Lima Shalat Dalam Satu Paket

Maksudnya kita shalat lima kali, yaitu Dzhuhur dulu 4 rakaat hingga salam. Selesai itu kemudian kita shalat Ashar 4 rakat kemudian salam. Selesai itu kemudian kita shalat Maghrib 3 rakat kemudian salam. Selesai itu kemudian kita shalat Isya' 4 rakat kemudian salam. Dan terakhir kita shalat 2 rakat shubuh hingga. Ini bisa kita kerjakan dalam satu rangkaian.

Dan tidak tertutup kemungkinan kita kerjakan dalam sehari tidak hanya satu paket, tetapi boleh saja dua paket, tiga paket atau terserah kita.

Ada juga yang mencicilnya dalam sehari semalam 5 paket. Begitu selesai shalat shubuh, dia kerjakan satu paket yang terdiri dari lima kali shalat. Nanti setelah shalat Dzhuhur kerjakan satu paket lagi dan begitu seterusnya. Jadi kalau sehari dapat lima paket, untuk mengejar 365 hari, bisa diselesaikan dalam hitungan 73 hari, atau dua bulan setengah.

Cara Kedua : Paket Shalat Sejenis

Berbeda dengan cara pertama, cara ini adalah melakukan shalat yang sejenis berkali-kali. Misalnya kita mau mengganti shalat shubuh, maka kita kerjakan shalat shubuh 2 rakaat hingga salam, kemudian berdiri lagi untuk shalat shubuh lagi, dan begitu terus menerus. Mungkin dalam satu paket bisa saja terdiri dari 10 kali shalat shubuh, atau boleh juga 20 kali, 30 kali, atau kalau kuat ya 100 kali pun boleh.

Waktunya juga tidak harus terikat dengan waktu shubuh, boleh dikerjakan di waktu Dzhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan juga Shubuh itu sendiri.

Dari kedua cara di atas, mungkin bisa juga dikombinasikan antara keduanya. Tetapi yang paling inti adalah bagaimana caranya kita bisa melunasi hutang sebelum malaikat Izrail datang. Sebab kalau dia keburu datang, sementara hutang kita belum lunas terbayar, bisa celaka tujuh belas.

Maka bayarlah segera semua hutang dan jangan khawatir kalau lebih. Yang kita khawatirkan kalau kurang, sebab membayarnya nanti di neraka dengan cara dibakar sampai hangus, lalu dibuatkan lagi kulit untuk sekedar dibakar lagi, dan begitu seterusnya.

Jadi masih lebih mending kalau membayar lebih, karena tidak akan sia-sia, malah jadi pahala yang memberatkan timbangan amal. Aturan tadinya di surga kelas rakyat, karena punya banyak tambahan pahala, maka levelnya naik menjadi kelas VIP.

Itu saja prinsipnya, semoga tercerahkan.

Wallahu a'lam bishshawab, Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

 


Baca Lainnya :

Mengapa Makna Ayat-ayat Alquran Sering Berbeda?
28 October 2016, 12:03 | | 10.656 views
Bolehkah Kita Bertayammum Hanya Memakai Debu pada Dinding Rumah atau Kursi Pesawat?
27 October 2016, 06:40 | | 5.094 views
Perang Sesama Muslim dan Saling Berbunuhan, Jihadkah?
25 October 2016, 15:47 | | 17.938 views
Sadar dan Tahu Saat Melakukan Dosa Besar, Bagaimana Cara Bertaubat?
23 October 2016, 04:10 | | 2.132 views
Bolehkah Minum Air Kencing Unta?
19 October 2016, 04:40 | | 3.806 views
Hukum Makan Daging Buaya : Halalkah?
17 October 2016, 07:40 | | 5.760 views
Wali Nikah Bukan Ayah Kandung
16 October 2016, 06:17 | | 24.586 views
Adakah Zakat Atas Tanah Gusuran?
14 October 2016, 10:00 | | 2.518 views
Tax Amnesty, Pajak Dalam Pandangan Syariah: Wajib atau Haram?
2 October 2016, 06:59 | | 28.031 views
Adakah Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun
1 October 2016, 18:25 | | 19.474 views
Sudah Mampu Secara Harta, Bolehkah Menunda Pergi Haji?
22 September 2016, 05:12 | | 14.708 views
Bolehkah Wanita Menyembelih Hewan Qurban atau Aqiqah?
15 September 2016, 02:20 | | 4.535 views
Bolehkah Saya Sebagai Wanita Pergi Haji Tanpa Suami atau Mahram?
10 September 2016, 03:01 | | 10.180 views
Diqurbankan Oleh Perusahaan Tempat Bekerja
8 September 2016, 05:44 | | 5.084 views
Benarkah Puasa Tanggal 9 Dzulhijjah Harus Mengacu Kepada Wuquf di Arafah?
3 September 2016, 03:30 | | 9.247 views
Pedoman Panitia Penyembelihan Hewan Qurban
2 September 2016, 06:01 | | 15.854 views
Bisakah Perusahaan Melakukan Penyembelihan Hewan Qurban?
1 September 2016, 09:12 | | 5.247 views
Benarkah Haram Potong Rambut dan Kuku Bila Mau Berqurban?
10 August 2016, 07:17 | | 26.107 views
Kapan Peran Ayah sebagai Wali Nikah Boleh Digantikan?
30 July 2016, 23:00 | | 12.593 views
Sulit Memahami Terjemahan Al-Quran
29 July 2016, 10:24 | | 9.761 views
Bagaimana Ketentuan dan Tata Cara Mengqadha' Shalat?
27 July 2016, 16:30 | | 101.286 views
Tidak Ada Air Untuk Wudhu Tidak Ada Tanah Untuk Tayammum
22 July 2016, 06:20 | | 6.501 views
Makna Iedul Fithri dan Hubungannya Dengan Tradisi
16 July 2016, 19:59 | | 2.352 views
Apakah Bayi Wafat Karena Keguguran Harus Dishalati?
4 July 2016, 05:15 | | 7.366 views
Apakah Harta Bisa Kena Zakat Dua Kali?
3 July 2016, 09:12 | | 9.445 views
Menggerakkan Jari Saat Tahiyat, Mana yang Sunnah?
1 July 2016, 04:35 | | 12.935 views
Sesama Pendukung Zakat Profesi Masih Beda Pendapat
28 June 2016, 08:00 | | 8.877 views
Puasa Sudah Batal, Apakah Masih Wajib Berimasak Menahan Diri Dari Makan dan Minum?
22 June 2016, 13:21 | | 6.901 views
Tukar Uang Receh Menjelang Lebaran, Ribakah?
21 June 2016, 02:34 | | 13.147 views
Puasalah Kamu Akan Sehat, Ternyata Hadits Palsu?
16 June 2016, 02:19 | | 16.847 views
Zakat untuk Janin
14 June 2016, 15:22 | | 5.217 views
Junub dalam Keadaan Puasa Dapat Membatalkan Puasa?
8 June 2016, 02:00 | | 7.329 views
Menikahi Wanita Hamil, Haruskah Nikah Ulang Pasca Kelahiran?
7 June 2016, 02:47 | | 70.643 views
Doa Buka Puasa Allahumma Laka Shumtu Bukan Hadits Shahih?
6 June 2016, 08:45 | | 12.196 views
Amalan Nisfu Syaban
22 May 2016, 02:20 | | 26.777 views
Hadits Tentang Nisfu Sya'ban dan Dalil-Dalilnya
21 May 2016, 05:05 | | 299.712 views
Hukum Hadiah dari Suatu Perlombaan yang Berasal dari Uang Pendaftaran
18 May 2016, 05:00 | | 20.430 views
Benarkah Hukum Imunisasi Mutlak Haram?
14 May 2016, 04:50 | | 46.187 views
Metode Hisab Untuk Penetapan Ramadhan & Syawwal
11 May 2016, 06:15 | | 7.655 views
Haruskah Kita Berobat Dengan Pengobatan Nabawi?
9 May 2016, 07:00 | | 9.440 views
Bolehkah Menjamak Shalat Tanpa Sebab Safar, Takut atau Hujan
7 May 2016, 08:45 | | 14.602 views
SMS Berhadiah PILDACIL, Haramkah?
29 April 2016, 16:36 | | 5.068 views
Mengapa Zakat Hadiah Tidak Bisa Diqiyas Dengan Zakat Rikaz
28 April 2016, 18:00 | | 5.146 views
Mereka Yang Diharamkan Berfatwa
24 April 2016, 20:22 | | 7.701 views
Memanggil 'Mama' untuk Isteri Termasuk Zhihar?
23 April 2016, 08:01 | | 10.895 views
Benarkah Zakat Profesi Itu Cuma Hasil Ijtihad?
22 April 2016, 06:41 | | 16.781 views
Perawat Wanita Pegang Pasien Pria, Bolehkah?
21 April 2016, 07:55 | | 7.638 views
Mengapa Anak Usia di Bawah Tujuh Tahun Belum Dianjurkan Diajak ke Masjid?
20 April 2016, 04:30 | | 32.663 views
Bolehkah Belajar Ilmu Fiqih Hanya Lewat Buku?
19 April 2016, 01:00 | | 5.771 views
Pengertian Air Mustakmal Menurut Empat Mazhab Apakah Berbeda-beda?
18 April 2016, 03:40 | | 3.388 views

TOTAL : 2.278 tanya-jawab | 20,477,048 views