Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Hukum Mengadakan Walimah dan Wajibkah Menghadiri Undangan Walimah? | rumahfiqih.com

Hukum Mengadakan Walimah dan Wajibkah Menghadiri Undangan Walimah?

Mon 19 October 2015 07:53 | Nikah | 4.117 views

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ustadz yang dirahmati Allah. Terkait masalah walimah ada yang ingin saya tanyakan :

1. Apa hukum menyelenggarakan walimah, wajibkah atau hanya sunnah saja?

2. Buat yang diundang menghadiri walimah, apakah hukum sudah pasti wajib atau ada pendapat yang lain?

Demikian pertanyaan kami, wassalam

Jawaban :

 Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

A. Hukum Mengadakan Walimah

Jumhur ulama mengatakan bahwa mengadakan acara walimah pernikahan adalah sunah muakkadah. Dalilnya adalah hadits-hadits Rasulullah SAW berikut ini : 

أَنَّهُ r أَوْلَمَ عَلَى صَفِيَّةَ بِتَمْرٍ وَسَمْنٍ وَأَقِطٍ

Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Shafiyah dengan hidangan kurma, minyak dan aqt. (HR. Bukhari)

أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

Undanglah orang makan walau pun hanya dengan hidangan seekor kambing. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Buraidah ra berkata bahwa ketika ali bin Abi Thalib melamar Fatimah ra, Rasulullah SAW bersabda,"Setiap pernikahan itu harus ada walimahnya. (HR. Ahmad)

Al-Hafiz Ibnu Hajar mengomentari hadits ini dengan ungkapan la ba'sa bihi

B. Hukum Menghadiri Walimah

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiri undangan walimah. Sebagian mengatakan wajib atau fardhu `ain, sebagian lagi mengatakan fardhu kifayah dan sebagian lagi mengatakan sunnah.

1. Fardhu

Pendapat jumhur ulama terdiri dari mazhab Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah. Mereka sepakat mengatakan bahwa menghadiri undangan walimah hukumnya fardhu.

Namun kewajiban ini tergantung jenis undangannya juga. Kalau undangannya bersifat umum, tanpa menyebut nama tertentu, maka tidak ada kewajiban harus menghadirinya. Sebaliknya, bila undangannya ditujukan secara pribadi, baik lewat tulisan atau lewat orang yang diutus untuk menyampaikan undangan, maka barulah ada kewajiban untuk menghadirinya.

Az-Zarqani dalam kitab Syarahnya menyebutkan bahwa tidak termasuk wajib hadir bila teks undangannya sendiri tidak mengikat. Misalnya tertulis dalam undangan 'apabila Anda berkenan hadir', maka hadir atau tidak hadir terserah apakah pihak yang diundang berkenan atau tidak. [1]

Dalil yang digunakan oleh pendapat ini di antaranya adalah hadits berikut ini :

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيمَةِ فَلْيَأْتِهَا

Apabila kamu diundang walimah maka datangilah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu juga ada hadits lain yang menyebutkan bahwa orang yang tidak menghadiri undangan walimah, termasuk disebut telah bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya.

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأْغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Makanan yang paling buruk adalah makanan walimah, bila yang diundang hanya orang kaya dan orang miskin ditinggalkan. Siapa yang tidak mendatangi undangan walimah, dia telah bermaksiat kepada Allah dan rasul-Nya. (HR. Muslim)

Di antara hikmah dari menghadiri walimah menurut para ualam, akan menambah keterpautan dan ikatan hati. Sedangkan tidak menghadirinya akan menimbulkan madharat dan keterputusan silaturrahmi. [2]

2. Sunnah

Pendapat kedua dari para ulama tentang hukum menghadiri undangan walimah adalah sunnah. Pendapat ini didukung oleh beberapa ulama mazhab Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi'iyah, dan salah satu versi pendapat mazhab Al-Hanabilah. Ibnu Taimiyah termasuk yang berpendapat bukan wajib tetapi sunnah.

Dasar pendapat ini karena menghadiri walimah berarti memakan makanan dan harta milik orang lain. Dan seseorang tidak diwajibkan untuk mengambil harta orang lain yang tidak diinginkannya.

Sehingga paling tinggi kedudukannya hanya sunnah, tidak sampai kepada wajib. Karena pada hakikatnya menghadiri walimah itu seperti orang menerima pemberian harta. Sehingga bila harta itu tidak diterimanya, maka hukumnya boleh-boleh saja. Dan bila diterima hukumnya hanya sebatas sunnah saja.[3]

3. Fardhu Kifayah

Sedangkan pendapat ketiga dari hukum menghadiri walimah adalah fardhu kifayah. Di antara para ulama yang berpendapat seperti ini adalah sebagian pendapat Asy-Syafi'iyah dan sebagian pendapt Al-Hanabilah.

Dengan demikian, apabila sebagian orang sudah ada yang menghadiri walimah itu, maka bagi mereka yang tidak menghadirinya sudah tidak lagi berdosa.

Adapun kesimpulan hukumnya fardhu kifayah berlandaskan kepada esensi dan tujuan walimah, yaitu sebagai media untuk mengumumkan terjadinya pernikahan serta membedakannya dari perzinaan. Bila sudah dihadiri oleh sebagian orang, menurut pendapat ini sudah gugurlah kewajiban itu bagi tamu undangan lainnya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Syarah Az-Zarqani, jilid 1 hal. 52

[2] Al-Hawi li Al-Mawardi, jilid 12 hal. 193

[3] Hasyiyatu Ibnu Abdini, jilid 5. hal. 221


Baca Lainnya :

Amalan Apa Saja yang Dilakukan Terkait 10 Muharram?
16 October 2015, 08:19 | Umum | 9.836 views
Darah Apa Saja Yang Hukumnya Tidak Najis?
15 October 2015, 04:20 | Thaharah | 3.696 views
Apakah Klaim Asuransi Kematian Harus Dibagi Menurut Hukum Waris?
14 October 2015, 17:21 | Mawaris | 3.641 views
Teknis Mengerjakan Penggantian Shalat Beda Waktu Dan Berjamaah
13 October 2015, 09:00 | Shalat | 4.626 views
Teknis Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan Selama Bertahun-tahun
12 October 2015, 06:23 | Shalat | 31.437 views
Haruskah Menyegerakan Pembagian Waris?
10 October 2015, 08:00 | Mawaris | 4.364 views
Apakah Cucu Yang Ayahnya Wafat Duluan Terhijab Oleh Saudara Ayah?
7 October 2015, 16:59 | Mawaris | 3.708 views
Ojek Khusus Perempuan, Mungkinkah?
6 October 2015, 10:41 | Wanita | 8.450 views
Mengapa Kita Wajib Belajar Ilmu Mawaris?
5 October 2015, 11:21 | Mawaris | 12.803 views
Bolehkah Anak Yang Banyak Jasa Pada Orang Tua Dapat Warisan Lebih Besar?
2 October 2015, 07:24 | Mawaris | 4.039 views
Keunggulan Waqaf Dari Zakat
30 September 2015, 18:08 | Zakat | 3.314 views
Bisakah Satu Ekor Kambing Untuk Satu Keluarga?
27 September 2015, 05:50 | Qurban Aqiqah | 15.056 views
Status Ikatan Suami Istri Jika terjadi Khulu'
25 September 2015, 04:38 | Nikah | 4.392 views
Biar Tidak Terlalu Padat, Bolehkah Haji Di Bulan Lain?
24 September 2015, 19:12 | Haji | 9.963 views
Menjawab Tuduhan Islam Tidak Menyayangi Hewan Kala Idul Adha
23 September 2015, 07:00 | Qurban Aqiqah | 4.690 views
Fatwa Syeikh Al-Ustaimin : Tiap Negara Puasa Arafah Sesuai Dengan Ketentuan Pemerintah Masing-masing
22 September 2015, 01:00 | Shalat | 17.021 views
Menyakini Lebaran Haji Hari Kamis, Bolehkah Hari Rabu Sudah Qurban?
21 September 2015, 07:00 | Qurban Aqiqah | 3.874 views
Bolehkah Menyembelih Aqiqah Bukan Kambing Tapi Sapi?
20 September 2015, 19:50 | Qurban Aqiqah | 4.119 views
Sejak Lahir Belum Diaqiqahkan Orang Tua, Haruskah Mengaqiqahkan Diri Sendiri?
15 September 2015, 04:40 | Qurban Aqiqah | 7.207 views
Orang Tidak Shalat Ikut Patungan Qurban Sapi, Apakah Menggugurkan Qurban Yang Lain?
11 September 2015, 06:13 | Qurban Aqiqah | 3.698 views

TOTAL : 2.285 tanya-jawab | 21,004,076 views