Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Junub dalam Keadaan Puasa Dapat Membatalkan Puasa? | rumahfiqih.com

Junub dalam Keadaan Puasa Dapat Membatalkan Puasa?

Wed 8 June 2016 02:00 | Puasa | 7.509 views

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr wb.

Satu hal ingin saya tanyakan, apakah membatalkan puasa kita ketika kita tidur, lalu junub (tanpa mimpi basah), dan kita dalam keadaan berpuasa?

TerimaKasih.

Jawaban :

 

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Di dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, ada enam hal yang menyebabkan seseorang berjanabah atau berhadats besar, yaitu jima', keluar mani, meninggal dunia, haidh, nifas dan melahirkan.

Dari keenam penyebab itu, hanya ada satu saja yang kalau terjadi, belum tentu otomatis membatalkan puasa, yaitu keluar mani. Selebihnya, berjima, meninggal dunia, haidh, nifas dan melahirkan, semua tentu membatalkan puasa.

Bila seorang yang sedang berpuasa mengeluarkan air mani dengan sengaja, baik dengan cara jima' atau dengan cara selain jima', baik dilakukan sendiri atau bersama pasangannya, maka dengan keluarnya air mani itu, otomatis puasanya pun ikut batal.

Pengecualian

Namun apabila pada saat puasa seseorang tidur dan dalam tidurnya itu dia mengalami mimpi (الاحتلام) yang mengakibatkan keluarnya mani, maka hal itu tidak membatalkan puasanya. Dan dia tetap boleh meneruskan puasanya, sebagaimana yang sudah menjadi ijma’ di kalangan para ulama.[1]

 

Di antara dalil yang mendasarinya adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini :

ثَلاَثٌ لاَ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ : الْحِجَامَةُ وَالْقَيْءُ وَالاِحْتِلاَمُ

Dari Abi Siad Al-Khudhri radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Tiga hal yang tidak membuat batal orang yang berpuasa : berbekam, muntah dan mimpi (hingga keluar mani)”. (HR. At-Tirmizy)

Dalam hal ini para ulama sepakat menyebutkan bahwa bila seseorang secara sengaja melakukan hal-hal yang dapat membangkitkan birahi baik melalui fikiran (imajinasi) atau melihat atau mendengarkan hal-hal yang merangsang birahinya hingga mengakibatkan keluarnya mani, maka hal itu belum dianggap membatalkan puasa.

Mengapa?

Karena batasannya adalah adanya sentuhan langsung ke alat kelamin, baik dengan lewat percumbuan, atau pun cara-cara lainnya

Maka bila terjadi sentuhan langsung, seperti onani, atau bercumbu tanpa jima’ dengan istri, tetapi mengakibatkan keluar mani, maka hal itu disepakati telah membatalkan dan merusak puasa.

Namun bila seseorang mengalami janabah di malam hari, lalu melewati waktu shubuh dalam keadaan janabah, puasanya sah dan tidak diharuskan untuk mengganti puasanya di hari lain.

Al-Hanafiyah menyebutkan bahwa meski seseorang sepanjang hari berada dalam keadaan janabah, puasanya tetap sah.

Dasarnya adalah perkataan kedua orang istri Rasulullah SAW, yaitu Aisyah dan Ummi Salamah radhiyallahuanhuma,

نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ  إِنْ كَانَ لَيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ

Kami menjadi saksi bahwa Rasulullah SAW memasuki waktu shubuh dalam keadaan janabah yang bukan karena mimpi, kemudian beliau mandi janabah dan melakukan puasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedangkan hadits lain yang bertentangan dengan hal itu dianggap oleh para ulama bahwa hadits itu telah dinasakh, atau termasuk bab afdhaliyah.

مَنْ أَصْبَحَ جُنُبًا فَلاَ صَوْمَ لَهُ

Orang yang memasuki waktu shubuh dalam keadaan janabah, maka tidak ada puasa baginya. (HR. Bukhari dan muslim)

Kalimat ‘Tidak ada puasa baginya, menurut para ulama maksudnya bukan puasanya tidak sah, melainkan maknanya adalah bahwa tidak ada fadhilah atau keutamaan dalam puasanya itu.

Al-Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa kebolehan orang yang memasuki waktu shubuh dalam keadaan janabah merupakan ijma’. Sebagaimana keterangan yang sama dikemukakan oleh Ibnu Daqiq Al-‘Id. Sedangkan Asy-Syaukani menyebutkan bahwa hal itu merupakan pendapat jumhur ulama.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA
 

[1] Al-Qawanin Al-Fiqhiyah, hal. 81


Baca Lainnya :

Menikahi Wanita Hamil, Haruskah Nikah Ulang Pasca Kelahiran?
7 June 2016, 02:47 | Nikah | 74.079 views
Doa Buka Puasa Allahumma Laka Shumtu Bukan Hadits Shahih?
6 June 2016, 08:45 | Hadits | 12.513 views
Amalan Nisfu Syaban
22 May 2016, 02:20 | Puasa | 27.002 views
Hadits Tentang Nisfu Sya'ban dan Dalil-Dalilnya
21 May 2016, 05:05 | Hadits | 300.527 views
Hukum Hadiah dari Suatu Perlombaan yang Berasal dari Uang Pendaftaran
18 May 2016, 05:00 | Muamalat | 21.298 views
Benarkah Hukum Imunisasi Mutlak Haram?
14 May 2016, 04:50 | Kontemporer | 47.435 views
Metode Hisab Untuk Penetapan Ramadhan & Syawwal
11 May 2016, 06:15 | Puasa | 7.853 views
Haruskah Kita Berobat Dengan Pengobatan Nabawi?
9 May 2016, 07:00 | Kontemporer | 9.741 views
Bolehkah Menjamak Shalat Tanpa Sebab Safar, Takut atau Hujan
7 May 2016, 08:45 | Shalat | 14.821 views
SMS Berhadiah PILDACIL, Haramkah?
29 April 2016, 16:36 | Muamalat | 5.237 views
Mengapa Zakat Hadiah Tidak Bisa Diqiyas Dengan Zakat Rikaz
28 April 2016, 18:00 | Zakat | 5.303 views
Mereka Yang Diharamkan Berfatwa
24 April 2016, 20:22 | Ushul Fiqih | 7.914 views
Memanggil 'Mama' untuk Isteri Termasuk Zhihar?
23 April 2016, 08:01 | Nikah | 11.030 views
Benarkah Zakat Profesi Itu Cuma Hasil Ijtihad?
22 April 2016, 06:41 | Zakat | 17.290 views
Perawat Wanita Pegang Pasien Pria, Bolehkah?
21 April 2016, 07:55 | Wanita | 7.892 views
Mengapa Anak Usia di Bawah Tujuh Tahun Belum Dianjurkan Diajak ke Masjid?
20 April 2016, 04:30 | Shalat | 32.943 views
Bolehkah Belajar Ilmu Fiqih Hanya Lewat Buku?
19 April 2016, 01:00 | Ushul Fiqih | 5.995 views
Pengertian Air Mustakmal Menurut Empat Mazhab Apakah Berbeda-beda?
18 April 2016, 03:40 | Thaharah | 3.587 views
Uang Muka Hangus, Haramkah Hukumnya?
16 April 2016, 12:11 | Muamalat | 13.762 views
Bagaimana Cara Kita Memahami Ayat-ayat Sain di dalam Al-Quran?
15 April 2016, 18:40 | Quran | 3.114 views

TOTAL : 2.285 tanya-jawab | 21,043,985 views