Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Awal Puasa Berbeda Apakah Berpengaruh Pada Lailatul Qadarnya? | rumahfiqih.com

Awal Puasa Berbeda Apakah Berpengaruh Pada Lailatul Qadarnya?

Thu 11 June 2015 06:28 | Puasa | 4.422 views

Pertanyaan :
Assalamu'alaikum War. Wab.

Yth. Ustadz Ahmad Sarwat. Saya ingin bertanya tentang Lailatul Qadar yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW terjadi pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan khususnya pada malam-malam ganjil.

Yang menjadi pertanyaan bila penentuan awal Ramadhan berbeda seperti antara versi pemerintah dan versi organisasi lainnya tentu saja 10 malam terakhir pun akan berbeda pula karena waktu awal Ramadannya juga sudah berbeda apalagi dengan malam ganjilnya tentu saja akan berbeda. Versi manakah yang mendapat Lailatul Qodar ?

Terima kasih.

Wassalamu'alaikum War. Wab.

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Meski jumhul ulama berpendapat bahwa tidak boleh terjadi perbedaan pendapat dalam penetapan awal Ramadhan, namun dalam mazhab Asy-Syafi'iyah, perbedaan ini dibenarkan. Alasanya karena secara logika dan ilmu astronomi tidak mungkin dihindarkan, mengingat luasnya bentangan negeri-negeri Islam.

Dan yang lebih penting lagi, ternyata perbedaan penetapan awal Ramadhan sudah terjadi sejak zaman para shahabat. Kami sudah sering kali membahasnya, silahkan buka beberapa artikel Penetapan Awal Ramadhan, Kenapa Sering Berbeda?

Namun yang perlu dicatat bahwa perbedaan itu bisa terjadi bila antara pemerintah negara-negara Islam yang posisinya saling berjauhan. Dalam mazhab Asy-Syafi'i disebutkan minimal keduanya berjarak 24 farsakh. Dan ini dibenarkan keduanya secara syar'i. Jadi malam ganjil di Saudi dan di Mesir seringkali berbeda sepanjang 14 abad ini, bahkan Idul Fithrinya pun juga berbeda. Secara logika, seharusnya lailatul qadarnya pun berbeda juga.

Sedangkan perbedaan penetapan awal Ramadhan yang terjadi antara pemerintah resmi dengan dengan segelintir orang yang menyebut diri mereka sebagai ormas, jamaah, paguyuban atau apapunlah namanya, hanya terjadi di Indonesia saja.

Kalau harus jujur menurut hukum syariah, sebenarnya yang punya wewenang dan otoritas menetapkan awal Ramadhan tentu saja pemerintah dan bukan segelintir orang. Adapun segelintir orang itu mencoba memelintir pengertian 'pemerintah', itu soal lain. Tapi semua pasti sepakat bahwa pemerintah yang sah adalah pihak yang pegang otoritas.

Di Mesir meski Ikhwan bermusuhan dengan pemerintahnya, tetapi ketika pemerintah menetapkan awal Ramadhan dan Lebaran, semuanya ikut tanpa ba-bu. Di Saudi, banyak kelompok yang mengkafirkan raja dan pemerintah, akibatnya mereka dikejar-kejar pemerintah Saudi. Tetapi pas pemerintah Saudi mengumumkan awal Ramadhan dan Lebaran, semua kelompok itu pun tunduk dan setia.

Bagaimana dengan Indonesia?

Jangan ditanya, disini semua kelompok merasa dirinya sudah jadi pemerintah. Ya, itulah Indonesia, banyak yang aneh dan ajaib ternyata.

Saya belum pernah menemukan pembenaran dari para ulama sepanjang zaman, bahwa segelintir orang itu berhak menetapkan sendiri awal puasa. Satu-satunya pengecualian, yaitu hanya orang yang secara langsung melihat hilal, itu pun kalau dia mau berbeda, wajib atasnya merahasiakannya.

Nah kalau disini, sudah tidak lihat hilalnya, pamer pula kepada halayak. Bahkan lebih dari itu, menyalah-nyalahkan 235 juta bangsa Indonesia yang mayoritas, dengan alasan kelompoknya itu saja yang punya otoritas kebenaran.

Namun syukur alhamdulillah, fenomena beda pemerintah dan segelintir orang ini tahun ini insyaallah tidak terjadi. Tahun ini rupanya kita mujur, sebab hilal di awal Ramadhan dan Syawwal akan lebih tinggi derajatnya. Sehingga mazhab imkanurru'yah dan mazhab wujudul hilal insyaallah rukun damai tahun ini.

Maka insyaallah dalam menetapkan kapan jatuhnya malam ganjil tidak akan ganjil lagi.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA


Baca Lainnya :

Pembagian Waris Untuk Para Cucu Ketika Orang Tua Mereka Wafat Lebih Dulu
10 June 2015, 20:00 | mawaris | 16.274 views
Keliru Mengira Sudah Maghrib Langsung Makan, Batalkah Puasa Saya?
9 June 2015, 10:50 | puasa | 5.822 views
Bagaimana Puasanya Umat Sebelum Kita?
8 June 2015, 17:25 | puasa | 13.818 views
Metode Penetapan Ramadhan & Syawwal Yang Resmi
7 June 2015, 05:01 | puasa | 6.950 views
Mengapa Tidak Boleh Belajar Islam Lewat Google?
5 June 2015, 03:03 | kontemporer | 38.111 views
Merenggangkan Gigi Haram, Maksudnya Bagaimana?
4 June 2015, 07:22 | wanita | 9.579 views
Masbuk Mengganti Rakaat Yang Mana?
3 June 2015, 10:50 | shalat | 12.798 views
Jihad di Jalan Allah Wajibkah Minta Izin?
1 June 2015, 11:00 | negara | 4.827 views
Bolehkah Berzakat untuk Pembuatan Film Dakwah?
30 May 2015, 08:53 | zakat | 3.194 views
Benarkah Wanita Haidh dan Nifas Tetap Wajib Mengganti Shalatnya?
25 May 2015, 10:05 | wanita | 7.120 views
Wajibkah Makan Dulu Sebelum Shalat Idul Fithri?
23 May 2015, 07:50 | shalat | 4.402 views
Shalat Dua Rakaat, Duduk Tasyahudnya Tawarruk atau Iftirasy?
20 May 2015, 10:26 | shalat | 20.916 views
Terlambat ke Masjid Bolehkah Ikut Jamaah Gelombang Kedua?
19 May 2015, 07:32 | shalat | 7.389 views
Baca Quran Langgam Jawa, Haramkah?
18 May 2015, 10:39 | quran | 120.667 views
Benarkah Hukuman Buat Muslim Yang Minum Khamar Dicambuk 80 Kali?
15 May 2015, 10:30 | jinayat | 3.663 views

TOTAL : 2275 artikel 19395229 views