Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Mohon Ciri-ciri Lailatul Qadar Sesuai Hadits Nabi | rumahfiqih.com

Mohon Ciri-ciri Lailatul Qadar Sesuai Hadits Nabi

Sat 4 July 2015 14:08 | Puasa | 13.717 views

Pertanyaan :

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Saya pernah mendengar tanda-tanda lailatul-qadar yang telah tersebar di masyarakat luas. Sayangnya informasi yang sampai kepada kita terkadang agak simpang siur, selain juga tidak didasarkan pada dalil-dalil yang qath’i.

Bahkan ciri yang diajukan malah sering agak kurang masuk akal, seperti adanya pohon yang bersujud, atau fenomena bangunan-bangunan tidur, atau air tawar berubah asin, bahkan sampai adanya anjing-anjing tidak menggonggong, dijadikan sebagai pertanda.

Lalu bagaimana ciri-ciri lailatul-qadar sebagaimana disebutkan di dalam Al-quran dan sunnah? Mohon penjelasan yang rinci, ustadz.Sebelumnya terima kasih.

Wassalam

Jawaban :

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang benar kita sering menemukan informasi seperti itu, benar tidaknya wallahua'lam. Namun yang lebih baik dan lebih selamat adalah bila kita kembalikan berdasarkan dalil-dalil yang kuat, baik dari al-Quran ataupun hadits yang mendukungnya.

Lalu bagaimanakah tanda-tanda yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini? Nabi SAW pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tandanya, yaitu:

1. Udara dan Suasana Pagi Yang Tenang

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah”

2. Cahaya Mentari Redup

Ada juga hadits nabi yang menginformasikan ciri malam Qadar adalah bila ada cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya. Dasarnya dari hadits Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لاَ شُعَاعَ لَهَا

“Keesokan hari malam Qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR. Muslim)

3. Terkadang Terbawa dalam Mimpi

Malam itu terbawa dalam mimpi, seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ

Dari sahabat Ibnu Umar radliyallahu'anhuma bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi saw diperlihatkan malam Qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada 7 malam terakhir (Ramadhan) kemudian Rasulullah saw berkata,”Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang lailatul Qadar) terjadi pada 7 malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir. (HR Muslim)

4. Bulan Nampak Separuh Bulatan

Ada juga yang menyebutkan bahwa malam itu bulan nampak separuh bulatan, sebagaimana hadits berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَذَاكَرْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَيُّكُمْ يَذْكُرُ حِينَ طَلَعَ الْقَمَرُ وَهُوَ مِثْلُ شِقِّ جَفْنَةٍ

Abu Hurairah radliyallahuanhu berkata, ”Kami pernah berdiskusi tentang lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

5. Malam Dengan Ciri Tertentu

Ciri yang lain dari malam Qadar adalah malam itu terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan).

Dasarnya adalah hadits Ubadah bin Shamit radhiyallahuanhu berikut ini :

إِنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا سَاطِعًا سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لاَ بَرْدَ فِيهَا وَلاَ حَرَّ وَلاَ يَحِل لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى تُصْبِحَ وَأَنَّ مِنْ أَمَارَتِهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْل الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلاَ يَحِل لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ

Malam itu adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadr adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu" (HR. Ahmad)

Juga ada hadits yang senada dari hadits Watsilah bin al-Asqa’ dari Rasulullah SAW::

“Lailatu-Qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. At-Thabrani)[1]

6. Lezatnya Ibadah

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ciri malam Qadar adalah bila orang-orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Namun, dari sekian banyak riwayat yang menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar ini mempunyai tanda dan alamat yang bisa diketahui dan dirasakan, tidak berarti bahwa setiap orang dapat mengatahui dan merasakannya.

Seorang muslim yang menghidupkan malam-malam Ramadhannya, memungkinkan baginya mendapatkan malam Qadar itu tanpa ia ketahui tanda malam mulia tersebut.

Jadi mengetahui tanda malam Qadar itu bukan sesuatu yang pasti dan dapat dirasakan oleh semua orang yang menghidupkan malam tersebut.

Imam Thobari mengatakan: "Itu (tanda-tanda Lailatul Qadar) tidak mesti, seorang muslim bisa saja mendapatkan malam mulia tersebut dan ia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tanda itu".

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA

[1] Al-Imam Ath-Tabrani, Al-Mu’jam Al-Kabir jilid 22 hal. 59 dengan sanad hasan


Baca Lainnya :

Zakat Lewat Amil Kurang Mantab Rasanya?
3 July 2015, 13:17 | Zakat | 11.558 views
Mengapa Para Ulama Masih Berbeda Pendapat Dalam Zakat Profesi?
30 June 2015, 06:16 | Zakat | 18.630 views
Mencabut Kemaluan Menjelang Shubuh Keluar Mani di Luar, Batalkah Puasanya?
28 June 2015, 01:02 | Puasa | 9.154 views
Kebetulan Suami Istri Tidak Puasa Karena Musafir, Kalau Jima Apa Tetap Kena Kaffarat?
27 June 2015, 13:46 | Puasa | 8.983 views
Apa Benar Talak Yang Langsung Dirujuk Sebelum Iddah Belum Terhitung Talak Satu?
25 June 2015, 02:00 | Nikah | 5.216 views
Diberi Kelebihan Saat Pembayaran Hutang, Apakah Tetap Riba Hukumnya?
24 June 2015, 08:15 | Muamalat | 8.440 views
Puasa Tetapi Tidak Shalat, Apakah Puasanya Sah?
22 June 2015, 09:12 | Puasa | 8.083 views
Shalat Witir Tiga Rakaat Pakai Tahiyat Awal, Bolehkah?
20 June 2015, 14:20 | Shalat | 12.678 views
Tradisi Bermaafan Sebelum Puasa, Ada Syariatnya Atau Hanya Tradisi?
18 June 2015, 10:35 | Puasa | 16.210 views
Apakah Bayi Dalam Kandungan Dapat Harta Waris?
15 June 2015, 18:12 | Mawaris | 4.900 views
Mengapa Tulisan di Situs Ini Tidak Dilengkapi Tarjih dan Kajian Haditsnya?
13 June 2015, 07:00 | Hadits | 12.851 views
Awal Puasa Berbeda Apakah Berpengaruh Pada Lailatul Qadarnya?
11 June 2015, 06:28 | Puasa | 4.914 views
Pembagian Waris Untuk Para Cucu Ketika Orang Tua Mereka Wafat Lebih Dulu
10 June 2015, 20:00 | Mawaris | 25.758 views
Keliru Mengira Sudah Maghrib Langsung Makan, Batalkah Puasa Saya?
9 June 2015, 10:50 | Puasa | 6.880 views
Bagaimana Puasanya Umat Sebelum Kita?
8 June 2015, 17:25 | Puasa | 21.985 views
Metode Penetapan Ramadhan & Syawwal Yang Resmi
7 June 2015, 05:01 | Puasa | 7.542 views
Merenggangkan Gigi Haram, Maksudnya Bagaimana?
4 June 2015, 07:22 | Wanita | 12.250 views
Masbuk Mengganti Rakaat Yang Mana?
3 June 2015, 10:50 | Shalat | 17.484 views
Jihad di Jalan Allah Wajibkah Minta Izin?
1 June 2015, 11:00 | Negara | 5.960 views
Bolehkah Berzakat untuk Pembuatan Film Dakwah?
30 May 2015, 08:53 | Zakat | 3.616 views

TOTAL : 2.290 tanya-jawab | 21,927,308 views