As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah | rumahfiqih.com

As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah

Hanif Luthfi, Lc Sat 17 August 2013 07:32 | 9711 views

Bagikan via

Seorang tokoh disebut sebagai ahli tafsir biasanya karena ilmunya sangat banyak tentang tafsir. Dan seseorang disebut sebagai ahli hadits, biasanya karena memang keseharian hidupnya berbakti kepada hadits.

Sebagaimana juga al-Imam Ibrahim bin Musa bin Muhammad al-Lakhmi al-Gharnathi, atau yang terkenal dengan nama Imam Syathibi (w. 790 H). Sepertinya beliau pantas disebut ahli bid’ah, dalam artian sebagai ulama’ yang concern dan ahli dalam berbicara tentang bid’ah, dalam kitabnya al-I’tisham.

Kitab al-I’tisham adalah kitab panduan dalam mengupas bid’ah. Terlebih bagi mereka yang menolak pembagian bid’ah menjadi lima hukum.

Imam Syathibi termasuk di antara mereka yang tidak sependapat dengan pembagian itu, beliau membantah pembagian bid’ah Imam as-Syafi’i (w. 204 H) dan Imam Izzuddin bin Abdussalam (w. 660 H)[1].

Pujian Ulama Terhadap Kitab al-I’tisham

Ulama’ yang saya maksudkan disini adalah para ulama’ yang tidak sependapat dengan adanya pembagian bid’ah Imam as-Syafi’i (w. 204 H). Mereka yang bisa dibilang getol memerangi bid’ah dan para pelakunya.

Syeikh Alawi bin Abdul Qadir as-Saqqaf menulis dalam muqaddimah kitabnya; Mukhtashar kitab al-I’tisham[2],

فإنَّ كتاب ((الاعتصام)) للإمام أبي إسحاق الشاطبي يُعَدُّ من أفضل ما أُلِّف في معنى البدعة وحَدِّها وذمِّ البدع وسوء منقلب أهلها، وأنواعها وأحكامها والفرق بينها وبين المصالح المرسلة وغير ذلك من مسائل تتعلق بالبدعة وأهلها..

Kitab I’tisham karya Imam Abu Ishaq as-Syathibi adalah kitab terbaik yang menjelaskan tentang bid’ah, tercelanya bid’ah, macam-macamnya, hukumnya, perbedaannya dengan mashalih mursalah.

Dr. Said bin Nashir al-Ghamidi; seorang dosen Aqidah dan Madzhab modern Universitas King Khalid di Abha Arab Saudi memuji kitab al-I’tisham dalam kitabnya; Haqiqat al-Bid’ah wa Ahkamuha[3]:

أما كتاب الاعتصام للشاطبي: فهو العمدة في هذا الباب, والمورد لكل من تكلم في البدعة بعده....

Kitab I’tihsam karya as-Syatibi (w. 790 H) merupakan kitab pegangan dalam bab ini [pent: bid’ah], dan tempat kembali bagi siapa saja yang berbicara mengenai bid’ah

Syeikh Abu Ishaq al-Huwaini; salah seorang ulama’ salafy Mesir, murid pertama Syeikh Nasiruddin al-Albani (w. 1420 H) berkata:

وأنا أنصح بمطالعة كتاب: الاعتصام للإمام الشاطبي، وهذا الكتاب أولى أن يدرس في المساجد وأن يبسط..

Saya menyarankan mengaji kitab al-I’tisham karya Imam Syatibi (w. 790 H), kitab ini harusnya dikaji di masjid-masjid..[4]

Para asatidz Nusantara Indonesia raya, tak sedikit juga yang menukil kitab al-I’tisham ini, karena kitab al-I’tisham inilah panduan mengenal bid’ah yang dianggap cocok dengan mereka, diantaranya penolakan terhadap pembagian bid’ah.

Bid’ah Menurut Ibnu Taimiyyah (w. 728 H)

Jika bid’ah menurut as-Syatibi[5] adalah:

طريقة في الدين مخترعة، تضاهي الشرعية، يقصد بالسلوك عليها ما يقصد بالطريقة الشرعية

Sebuah jalan/ metode yang dibuat-buat ysng disandarkan kepada agama, sehingga menyerupai syariah, yang dikerjakan dengan maksud untuk menjadikannya tata-agama.

Maka pengertian bid’ah menurut Ibnu Taymiyyah (w. 728 H) adalah:

والبدعة: ما خالفت الكتاب والسنة أو إجماع سلف الأمة من الاعتقادات والعبادات

Bid’ah adalah sesuatu yang menyelisihi al-Quran, as-Sunnah dan Ijma para Salaf; baik dalam i’tiqad maupun ibadah[6].

Ibnu Taymiyyah (w. 728 H) menegaskan bahwa bid’ah masuk dalam i’tiqad/aqidah dan ibadat.

Bagaimana dengan Aqidah as-Syathibi?

Pada awalnya saya menyangka Imam as-Syatibi (w. 790 H), secara aqidah memang seperti para masyayikh yang saya sebutkan diatas. Ternyata anggapan saya keliru.

Setelah akhirnya saya mengetahui kitab berjudul cukup spektakuler cetar membahana: “al-I’lam bi Mukhalafat al-Muwafaqat wa al-I’tisham” pemberitahuan tentang penyelewangan kitab al-Muwafaqat dan al-I’tisham.

Kitab ini ditulis oleh Syeikh Nasir bin Hamd al-Fahd, seorang ulama’ kelahiran Riyadh tahun 1388 H, lulusan Universitas al-Imam dan termasuk murid dari Syeikh Abdul Aziz ar-Rajihi dan Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh.

Diawal memang Syeikh Nasir bin Hamd memuji kitab as-Syatibi, baik al-Muwafaqat atau al-I’tisham. As-Syathibi dianggap orang pertama yang menjelaskan Maqashid Syari’ah dalam kitab al-Muwafaqat, dan orang pertama yang menformulasikan kaidah bid’ah dalam kitabnya al-I’tisham[7].

Tapi, akhirnya beliau tau bahwa:

والحقيقة التي تظهر لكل من يقرأ كتابيه هذين أنه أشعري المعتقد في باب الصفات والقدر والإيمان وغيرها، ومرجعه في أبواب الاعتقاد هي كتب الأشاعرة

Ternyata setelah membaca dua kitab as-Syathibi [al-Muwafaqat dan al-I’tisham], dapat disumpulkan bahwa beliau beri’tiqad Asy’ari dalam bab asma’ dan sifat, bab qadar, iman dan lain sebagainya. Kebanyakan rujukannya dalam bab aqidah adalah kitab-kitab Asyairah[8].

Masih di halaman yang sama, Syeikh Nasir bin Hamd melanjutkan:

ولكنه مع ذلك وقع في بدع الأشاعرة والمتكلمين الاعتقادية في الصفات والقدر وغيرها

Sikap as-Syathibi dalam bid’ah amaliyyah memang bagus. Tapi, sayangnya beliau terjatuh dalam BID’AH Asya’irah; dalam asma’ sifat, qadar dan lainnya. Nah loo!

Bid’ah Sebagaimana Pengertian Ibnu Taymiyyah (w. 728 H)

Jika kita memakai pengertian Ibnu Taimiyyah, bahwa bid’ah masuk dalam ranah ibadah dan i’tiqad maka sepertinya Imam as-Syathibi (w. 790 H) tergolong ahli bid’ah menurut versi ‘mereka’.

Benar saja, Syeikh Nasir bin Hamd menuliskan tentang alasan menulis kitabnya:

قمت بتقييد مخالفاته لمعتقد أهل السنة والجماعة ورأيت أن أخرجها نصيحة للأمة،وإتماماً للمنفعة

Saya ingin menunjukkan penyimpangannya [as-Syathibi: pent] terhadap AQIDAH AHLU AS-SUNNAH WA AL-JAMA’AH sebagai nasehat kepada ummat[9].

Jadi memang, Aqidah Imam as-Syathibi (w. 790 H) dianggap menyimpang dari Ahlu as-Sunnah wa al-Jama’ah dan termasuk pelaku bi’dah juga. Bahkan bid’ahnya tak hanya dalam ibadah, tapi dalam ranah Aqidah.

Pakar Bid’ah yang dianggap Ahli Bid’ah

Imam Syathibi dianggap menyimpang dari Aqidah Ahlu as-Sunnah dalam beberapa hal, sebagaimana ditulis oleh Syeikh Nasir bin Hamd;

Pertama, penyelewengan dalam Tauhid, baik dalam tauhid rububiyyah dan asma’ wa sifat. Kedua, penyelewengan dalam bab Iman dan Qadar Ketiga, penyelewengan yang lain; meliputi terpengaruh pemikiran Ahli kalam dan tasawwuf.

Tak usah saya jelaskan panjang lebar tentang penyelewengan itu, toh isinya ya itu-itu saja. Intinya Imam as-Syatibi (w. 790 H) menyelisihi Ahlu as-Sunnah wa al-Jamaah dan termasuk Ahli Bid’ah dalam Aqidah, menurut ‘mereka’.

Selain Imam as-Syathibi (w. 790 H) yang dianggap melenceng dalam Aqidah dan telah berbuat bid’ah I’tiqadiy, ternyata ada beberapa ulama’ pakar bid’ah lain yang dianggap telah berbuat bid’ah juga; gara-gara beraqidah Asy’ari.

Dialah Abu Syamah Abu al-Qasim Syihabuddin Abdurrahman bin Isma’il bin Ibrahim al-Maqdisi (w. 665 H), beliau mengarang kitab dengan judul: al-Ba’its ‘ala Inkar al-Bida’ wa al-Hawadits. Juga at-Thurtusi Muhammad bin Walid bin Muhammad bin Khalaf al-Andalusi al-Maliky (w. 520 H), beliau menulis kitab al-Hawadits wa al-Bida’. Kedua ulama’ itu dianggap menyimpang juga oleh Syeikh Nasir bin Hamd, karena beraqidah Asy’ari[10].

As-Syathibi (w. 790 H) termasuk ulama’ yang keras dalam membicarakan hukuman pelaku bid’ah. Nah, gimana ceritanya kalo Imam Syathibi sendiri malah dianggap bid’ah.

Tak taulah!

WaAllahu a’lam.

[1] As-Syathibi Ibrahim bin Musa bin Muhammad al-Lakhmi (w. 790 H), al-I’tisham, (Riyadh: Dar Ibn Affan, 1412 H), h. 241-270

[2] Alawi bin Abdul Qadir as-Saqqaf, Mukhtashar Kitab al-I’tisham, (Dar al-Hijrah, 1418 H), h.6. Beliau adalah pemilik situs www.dorar.net.

[3] Said bin Nashir al-Ghamidi, Haqiqat al-Bid’ah wa Ahkamuha, (Riyadh: Maktabah ar-Rusyd, t.t), juz 1, h. 215. Kitab ini ditulis dalam rangka tugas tesis di Jami’ah al-Imam Muhammad bin Saud Riyadh, Jurusan Syariah dan Ushuluddin konsentrasi Aqidah dan Madzhab, lulus tahun 1410 H

[4] Durus dari Syeikh Abu Ishaq al-Huwaini dengan judul: al-Bid’ah wa Atsaruha fi Mihnati al-Muslim, dipublikasikan di situs: www. Islamweb.net [5] As-Syathibi Ibrahim bin Musa bin Muhammad al-Lakhmi (w. 790 H), al-I’tisham, h. 51

[6] Ibnu Taimiyyah Taqiyuddin Abu al-Abbas (w. 728 H), Majmu’ Fatawa, (Riyadh: Majma’ al-Malik Fahd, 1416 H), juz 18, h. 346

[7] Nasir bin Hamd al-Fahd, al-I’lam bi Mukhlafat al-Muwafaqat wa al-I’tisham, (Riyadh: Maktabah ar-Rusyd, 1420 H), h. 5

[8] Nasir bin Hamd al-Fahd, al-I’lam bi Mukhlafat al-Muwafaqat wa al-I’tisham, h. 5

[9] Nasir bin Hamd al-Fahd, al-I’lam bi Mukhlafat al-Muwafaqat wa al-I’tisham, h. 7

[10] Nasir bin Hamd al-Fahd, al-I’lam bi Mukhlafat al-Muwafaqat wa al-I’tisham, h. 6 Untuk downlad kitab al-I'lam bi Mukhalafat al-Muwafaqat wa al-I'tisham, klik: [http://www.waqfeya.com/book.php?bid=1842]

Bagikan via


Baca Lainnya :

Pendistribusian Kaffarat Jima' di Siang Bulan Ramadhan
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 15 August 2013, 13:39 | 5.755 views
Adakah Qadha' Puasa bagi Orang yang Telah Meninggal?
Dr. Isnan Ansory, Lc, MA | 13 August 2013, 12:00 | 9.175 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 4.827 views
Haramkah Potong Rambut dan Kuku Waktu Haidh?
Aini Aryani, Lc | 12 August 2013, 19:06 | 4.689 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc | 10 August 2013, 15:35 | 23.357 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kuis Bidah
Hanif Luthfi, Lc | 1 December 2016, 09:58 | 1.349 views
Memahami Persoalan itu Setengah dari Jawaban
Hanif Luthfi, Lc | 18 September 2016, 16:17 | 765 views
As-Shalatu Jamiatun atau as-Shalata Jamiatan, Mana Yang Benar?
Hanif Luthfi, Lc | 8 March 2016, 11:31 | 1.653 views
Ziarah Kubur Nabi itu Haram Menurut Madzhab Hanbali, Benarkah?
Hanif Luthfi, Lc | 8 November 2015, 20:20 | 3.591 views
Siapakah yang Disebut Anak Yatim?
Hanif Luthfi, Lc | 22 October 2015, 17:26 | 2.217 views
Susahnya Mengamalkan Hukum Waris Islam di Indonesia
Hanif Luthfi, Lc | 15 October 2015, 13:54 | 2.952 views
Bertanyalah Dalil Kirim Pahala al-Fatihah Kepada Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H)!
Hanif Luthfi, Lc | 3 September 2015, 12:01 | 24.067 views
Wiridan dan Hizib Ibnu Taimiyyah al-Hanbali (w. 728 H)
Hanif Luthfi, Lc | 14 August 2015, 10:00 | 4.898 views
Kekurangtepatan Terhadap Pemahaman Pernyataan Ulama Terkait Harus 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 25 June 2015, 11:00 | 4.572 views
Dalil-Dalil yang Dipakai Dalam Membid'ahkan Tarawih Lebih 11 Rakaat
Hanif Luthfi, Lc | 24 June 2015, 11:00 | 4.781 views
Apakah Benar Bahwa Shalat Tarawih Lebih Dari 11 Rakaat Adalah Bid'ah?
Hanif Luthfi, Lc | 23 June 2015, 11:00 | 4.855 views
Proses Pensyariatan Puasa Ramadhan
Hanif Luthfi, Lc | 2 June 2015, 12:41 | 3.615 views
Apakah Ada Hadits Dhaif dalam Musnad Ahmad?
Hanif Luthfi, Lc | 13 May 2015, 17:00 | 4.563 views
Apa Saja Kitab Fiqih Madzhab Ahli Hadits?
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 21:03 | 5.588 views
Madzhab Fiqih Ahli Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 21 April 2015, 13:36 | 4.874 views
Shalat Jum'at Tidak Ditempat yang Biasa Disebut Masjid, Bolehkah?
Hanif Luthfi, Lc | 9 April 2015, 21:21 | 5.908 views
Bolehkah Bagi Musafir, Shalat Jum'at Dijama' Dengan Shalat Ashar?
Hanif Luthfi, Lc | 27 March 2015, 11:02 | 8.090 views
Hadits Nabi Bisa Jadi Menyesatkan
Hanif Luthfi, Lc | 13 March 2015, 11:11 | 8.369 views
Benarkah Ishaq bin Rahawaih Meletakkan Tangan Diatas Dada Saat Shalat?
Hanif Luthfi, Lc | 6 February 2015, 20:54 | 4.767 views
Letak Bersedekap Ketika Shalat: Sebab Perbedaan dan Dalilnya
Hanif Luthfi, Lc | 5 February 2015, 20:21 | 7.784 views
Meletakkan Tangan Diatas Dada Bukan Pendapat Ulama Madzhab Empat
Hanif Luthfi, Lc | 4 February 2015, 19:31 | 8.745 views
Sudah Belajar Ushul Fiqih Tetapi Masih Taqlid
Hanif Luthfi, Lc | 14 January 2015, 06:46 | 5.157 views
Kenapa Imam At-Thabari Didzalimi? (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 30 November 2014, 12:00 | 5.649 views
Imam At-Thabari Yang Terdzalimi
Hanif Luthfi, Lc | 29 November 2014, 12:00 | 6.263 views
Beasiswa Abu Hanifah
Hanif Luthfi, Lc | 27 August 2014, 15:49 | 4.159 views
Kiat-kiat Shalat di Kereta Api
Hanif Luthfi, Lc | 17 July 2014, 08:18 | 8.546 views
Bener tapi Kurang Pener
Hanif Luthfi, Lc | 6 July 2014, 21:32 | 5.486 views
Hari yang Meragukan
Hanif Luthfi, Lc | 29 June 2014, 00:57 | 3.586 views
Ka Yauma atau Ka Yaumi?
Hanif Luthfi, Lc | 10 May 2014, 00:00 | 3.861 views
Ulama Dikenal Karena Tulisannya
Hanif Luthfi, Lc | 7 May 2014, 11:05 | 3.707 views
Why: Siapa untuk Bertanya Kenapa
Hanif Luthfi, Lc | 30 April 2014, 12:20 | 6.124 views
Sujud Dengan Tangan atau Lutut: Khilafiyyah Abadi
Hanif Luthfi, Lc | 5 April 2014, 18:00 | 6.143 views
Jika Dhaif Suatu Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 2 April 2014, 22:32 | 4.232 views
Model Penulisan Kitab Hadits
Hanif Luthfi, Lc | 24 March 2014, 13:41 | 3.387 views
Kartubi : Lahir Hidup dan Wafat di Jawa
Hanif Luthfi, Lc | 12 March 2014, 06:55 | 5.353 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 27 February 2014, 06:00 | 4.715 views
Khilafiyah Dalam Menshahihkan dan Mendhaifkan Hadits: Sebuah Keniscayaan
Hanif Luthfi, Lc | 26 February 2014, 12:00 | 5.323 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag. 2)
Hanif Luthfi, Lc | 19 February 2014, 01:01 | 5.078 views
Sejarah Perjalanan Ilmu Hadits (bag.1)
Hanif Luthfi, Lc | 18 February 2014, 15:00 | 3.665 views
Ustadz Jadi Apa?
Hanif Luthfi, Lc | 28 January 2014, 07:28 | 5.240 views
Menyadarkan Muqallid
Hanif Luthfi, Lc | 25 January 2014, 12:23 | 4.566 views
Qunut Shubuh : Al-Albani VS Ibnul Qayyim
Hanif Luthfi, Lc | 23 January 2014, 05:45 | 9.294 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 2
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 14:38 | 3.846 views
Serupa Tapi Tak Sama: Nama-Nama Ulama bag. 1
Hanif Luthfi, Lc | 18 October 2013, 11:37 | 4.532 views
As-Syathibi: Pakar Bid'ah yang Dituduh Ahli Bid'ah
Hanif Luthfi, Lc | 17 August 2013, 07:32 | 9.711 views
Mata Kaki Harus Menempel?
Hanif Luthfi, Lc | 10 August 2013, 15:35 | 23.357 views
Tantangan Qawaid Fiqhiyyah
Hanif Luthfi, Lc | 21 June 2013, 03:03 | 6.514 views
Puber Religi?
Hanif Luthfi, Lc | 18 May 2013, 20:02 | 5.518 views
Shubuh Wajib Berhenti
Hanif Luthfi, Lc | 24 April 2013, 00:45 | 5.917 views
Menghukumi atau Menghakimi: Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 17 April 2013, 15:12 | 5.170 views
With Us Or Against Us : Corak Fiqih Baru?
Hanif Luthfi, Lc | 1 April 2013, 07:04 | 4.931 views
Antara Kitab Fiqih Sunnah dan Shahih Fiqih Sunnah
Hanif Luthfi, Lc | 14 February 2013, 16:45 | 9.227 views