Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang | rumahfiqih.com

Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang

Ahmad Zarkasih, Lc Thu 7 November 2013 16:54 | 10173 views

Bagikan via

Kalau kita menggunakan gugel dan mesin pencari sejenis untuk mencari sebuah artikel tentang hukum (fiqih) suatu masalah di internet, pastilah kita akan banyak disajikan berbagai macam sumber yang kita sendiri bingung untuk memilih baca yang mana.

Sepertinya Fiqih, Tapi Bukan

Tapi sayangnya dari sekian banyak artikel fiqih yang ada, sebagian besar malah bukan artikel fiqih. Penulis lebih sering menyebutnya dengan istilah “Seem like Fiqh, but its not”, kelihatannya seperti fiqih tapi tidak.

karena banyak artikel yang berseliweran yang berhubungan tentang itu bukan malah membahas dari segi fiqih dengan mengeluarkan pendapat-pendapat ulama fiqih 4 madzhab atau selainnya, tapi yang ada justru artikel penghakiman akan suatu masalah bahwa masalah ini haram, bid’ah atau sejenisnya.

Tanpa menyertakan bagaimana istidlal hukum yang diambil dari dalil yang ada. Malah hanya dengan satu hadits saja, sudah bisa dikenali hukum suatu masalah tersebut, tanpa melihat bahwa ada ayat dan hadits yang berhubungan dengan masalah tersebut.

Kalau ada penulis yang mengaku menulis fiqih seperti ini dengan menghakimi bahwa A ini haram atau bidah dan sejenisnya, ini terdeteksi bahwa ia tidak akrab dengan kitab-kitab fiqih dan kurang kenal dengan litelatur- litelatur kajian fiqih. 

Terlebih lagi bahwa memang bidah itu bukan termasuk hukum taklif yang dikenal oleh para ulama fiqih. Ulama fiqih hanya mengenal hukum taklif 5; Wajib, Sunnah, Haram, Makruh, dan Mubah. Dan 7 hukum Taklif menurut kalangan Hanafiyah; Fardhu, Wajib, Sunnah, Haram, Makruh Karahah Tanzih, Makruh Karahah Tahrim, dan Mubah.

Tidak ada yang namanya hukum bidah, dan kalau kita buka lagi kitab-kitab klasik para ulama salaf yang memang benar-benar salaf, yaitu para ulama fiqih 4 madzhab, kita tidak akan temukan adanya hukum “Bidah” yang menjadi hukum suatu amal.

Karena memang fiqih ini bukan ilmu sembarang, yang asal bisa disimpulkan hanya dengan hadits atau ayat tanpa tahu bagaimana cara meng-istimbath dan ber-istidlal dengan metode yang memang ulama sudh sepakati.

Rasanya memang perlu untuk sedikit membahas tentang apa itu ilmu fiqih, agar lebih paham dan jelas bahwa memang ilmu fiqih bukan asal hadits, ilmu fiqih bukan asal ayat, ilmu fiqih bukan asal al-quran dan sunnah kemudian langsung memvonis. Bukan seperti itu! Itu terlalu muda bagi para ulama fiqih, karena memang tidak semudah itu.

Pengertian Ilmu Fiqih

Secara bahasa, fiqih itu faham, asal katanya [فقه] yang berarti faham dan mengerti. secara istilah, kata fiqih didefinisikan oleh para ulama dengan berbagai definisi yang berbeda-beda, walaupun sejatinya, ensensi yang dikandung dalam definisi tersebut mempunyai arti yang sama.

Adapun definisi yang lebih mencakup ruang lingkup istilah fiqih yang dikenal para ulama adalah :  

الْعِلْمُ بِالأْحْكَامِ الشَّرْعِيَّةِ الْعَمَلِيَّةِ الْمُكْتَسَبُ مِنْ أَدِلَّتِهَا التَّفْصِيلِيَّةِ

“Ilmu yang membahas hukum-hukum syariat bidang amaliyah (perbuatan nyata) yang diambil (istimbath) dari dalil-dalil secara rinci,”

Penjelasan Definisi:

A. Ilmu :

Fiqih adalah sebuah cabang ilmu, yang tentunya bersifat ilmiyah, logis dan memiliki obyek dan kaidah tertentu.

Sama sekali tidak ada hubungan dengan hal-hal yang tidak mistis dan tidak bisa dipelajari secara ilmiah. Karena sejatinya fiqih itu adalah sebuah ilmu dan bukan khayalan atau juga karangan-karangan asal.

B. Hukum-Hukum Syariat

Secara singkat, poin ini cukup menggambarkan bahwa memang hukum yang dibahas dalam ilmu fiqih itu bukan hukum sembarang, akan tetapi hukum syariat. Hukum syariat ialah hukum-hukum yang memang bersumber dari Allah swt melalui kitab-Nya dan lisan Nabi-Nya saw.

C. Al-’Amaliyah

Yang dimaksud dengan al-’amaliah adalah bahwa hukum fiqih itu terbatas pada hal-hal yang bersifat fisik jasadiyah dan  badaniyah, bukan yang bersifat ruh, perasaan, atau wilayah kejiwaan lainnya.

Artinya, ilmu fiqih itu hanya membahas apa yang terlihat oleh mata, adapun yang ada di balik hati seseorang, itu bukan wilayah kajian fiqih sama sekali. Di poin ini juga menunjukkan urgensi ilmu fiqih itu sendiri, karena memang ilmu ini mengurusi hukum-hukum amaliyah seorang muslim, maka seorang muslim mau tidak mau harus tahu hukum pekerjaan yang dilakukannya.

Karena setiap hari seseorang itu berktifitas dan bekerja, semua pekerjaan dan aktifitas itu tentu mempunyai bobot nilai ibadah, ilmu fiqih masuk dalam ranah tersebut, untuk membimbing mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan, untuk membimbing mana yang harus dilakukan dan diprioritaskan.

D. Diambil (Istimbath) Dari Dalil-Dalil Secara Rinci

ini poin yang membuat ilmu fiqih menjadi punya prestise cukup tinggi, bahkan sangat tinggi. Dan di poin ini banyak orang yang tidak mampu untuk menyanggupinya tapi dipaksakan, akhirnya fatwa hukum yang keluar darinya terkesan aneh dan bahwa memang aneh.

Poin ini memberikan gambaran bahwa orang ahli fiqih haruslah seorang yang cerdas, dan bukan yang hanya memahami dalil dari terjemahan belaka kemudian memberanikan diri untuk berfatwa tanpa mengerti bagaimana caranya beristimbath dan mengambil kesimpulan hukum dari sekian banyak dalil, bukan hanya satu dalil.

Di dalam Al-Quran itu ada ribuan ayat yang masing-masing punya kandungan hukum yang berbeda-beda, pun demikian bahwa hadits Nabi saw itu jumlahnya ribuan. Lalu bagaimana menentukan sebuah hukum dari sekian banyak ayat dan hadits tersebut?

Maka perlu adanya metode yang disepakati oleh para ulama, dan semua teramngkum dalam sebuah ilmu yang namanya “ushul-Fiqh”. Ini yang penulis sebut dengan istilah “Otaknya syariah”, karena bagaimanapun seorang yang tida pernah mengenyam materi ushul-Fiqh sama sekali ia tidak akan mampu untuk mengistimbath sebuah hukum.

Kalau hanya dengan satu dua ayat dan hadits, kemudian menentukan hukum, itu bukan ahli fiqih namanya, karena memang fiqih tidak sesimpel itu. Kalau hanya begitu, anak-anak yang baru bisa terjemah bahasa Arab pun bisa.    

Mana Ahli Fiqih dan Mana Yang Bukan

Imam Taqiyuddin Al-Subki dalam kitabnya “Al-Ibhaj” [ الإبهاج] mengatakan bahwa poin [المكتسب] diistinbath ini menjadi pembeda antar ahli fiqih dan yang bukan ahli fiqih. Poin ini mengharuskan seseorang yang ingin menjadi seorang faqih untuk bisa melihat secara detail dan komprehensif terhadap semua dalil yang ada baik itu Al-Quran dan Sunnah, ini mengacu pada arti fiqih itu sendiri yang secara bahasa berarti [الفهم الدقيق] “Al-Fahmu Al-Daqiq” (pemahaman yang detail/mendalam).

Dengan pengetahuan yang komprehensif itu juga belum bisa seseorang disebut dengan faqih kalau tidak bisa meng-Istinbath hukum dari dali-dalil tersebut. Jadi selain tahu dalil yang banyak, dan bukan satu-satunya hadits atau ayat, seorang faqih dituntut untuk bisa mengeluarkan kesimpulan hukum dari dalil tersebut, tentu dengan metode dan rumusan yang benar yang telah disepakati oleh kalangan ulama. Dan kapasitas itu semua tidak dimiliki oleh semua orang melainkannya ia yang memang benar pakar dan ahli dalam bidang fiqih.

Orang yang mengetahui kewajiban sholat dan zakat bukanlah disebut sebagai ahli fiqih, karena kewajiban sholat dan zakat serta puasa, mengetahuinya tidak perlu dengan mengerutkan dahi dan mengeluarkan otot kepala, karena pengetahuan itu sudah sangat jelas dan mudah diketahui, karena dalilnya jelas.

Tetapi ada teks-teks syariah baik itu Al-Quran atau Sunnah yang sama sekali tidak bisa dipahami hanya dengan terjemahan belaka, tapi perlu ilmu khusus untuk mengetahui seluk beluk teks syariah tersebut, yaitu metode yang telah ada dalam sebuah ilmu Ushul-Fiqh.

Karena itu ulama tidak memasukkan kewajiban sholat, puasa, zakat, serta haji kedalam perkara Fiqih, karena semua orang baik pandai atau tidak dalam syariah, mereka tahu itu semua. Yang disebut fiqih ialah hukum yang memang butuh ijtihad untuk mengetahui dengan alat ijtihad yang sudah tersedia dalam kitab Ushul-Fiqh. (Al-Ibhaaj 1/37, Nihayah Al-Suul Syarh Minhaj Al-Wusul 1/13)

Contoh:

Al-‘Aam wa Al-khoos

Dalam surat Al-Baqarah 234, seorang wanita yang ditinggal mati suaminya, iddahnya adalah 4 bulan sepuluh hari:

“orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah Para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari”. (Al-Baqarah 234)

Kemudian dalam ayat lain dijelaskan bahwa iddahnya wanita yang hamil itu sampai melahirkan:

“dan perempuan yang sedang mengandung, masa (iddahnya) itu sampai mereka melahirkan” (Al-Thalaq 4)

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana jika seorang yang sedang hamil kemudian suaminya meninggal. Berapa lama kah iddahnya? Apakah iddahnya mengikuti iddah hamil atau iddahnya wanita yang ditinggal mati suami?

Nah, dalam Ushul-Fiqh ada istilah [العام والخاص] “Al-‘Aam wa Al-Khoos” (teks Umum dan teks khusus), dalam hal ini, jika ada dua teks syariah seperti ini yang terkesan bertabrakan dan tidak bertemu titik kesamaannya, maka diteliti bisa jadi yang satu adalah teks khusus dan satu teks umum.

Jika begitu, ulama membawa teks umum kedalam kandungan teks khusus. Dalam hal ini, ulama mengatakan bahwa wanita yang ditinggal mati oleh suaminya itu adalah teks umum, dan dikhususkan jika keadaannya hamil. Maka wanita yang ditinggal mati suami dan dia dalam keadaan hamil, iddahnya itu iddah hamil, yaitu sampai melahirkan.

Al-Naasikh wa Al-Mansukh

Dalam ilmu ushul juga ada istilah [النسخ] Al-Naskh , yang berarti hapus, atau penghapusan. Seorang faqih harus tahu bahwa dalam teks-teks syariah ada teks yang sudah di-Mansukh (dihapus) hukumnya, dan ada teks yang menjadi Nasikh (penghapus). Maka dalam hal ini kandungan hukum Naasikh-lah yang digunakan.

Contohnya dalam masalah Nabi SAW pernah melarang menyimpan daging hewan udhiyah lebih dari tiga hari. Lengkapnya teks hadits itu sebagai berikut :

مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ بَعْدَ ثَالِثَةٍ وَفِى بَيْتِهِ مِنْهُ شَىْءٌ

“Siapa di antara kalian berqurban, maka janganlah ada daging qurban yang masih tersisa dalam rumahnya setelah hari ketiga”. (HR. Bukhari)

Orang yang tidak paham fiqih akan langsung menyimpulkan bahwa haram menyimpan daging kurban lebih dar 3 hari. Tapi sayangnya itu keliru, sampai saat ini tidak ada ulama yang mengharamkan itu, karena memang nyatanya kandungan hukum tersebut telah dinaskh oleh dalil lain.

Tetapi kalau kita lebih teliti, sebenarnya hadits di atas masih ada terusannya, dan tidak boleh dipahami sepotong-sepotong. Terusan dari hadits di atas adalah :

فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ الْمَاضِى قَالَ  كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ كَانَ بِالنَّاسِ جَهْدٌ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا فِيهَا Ketika datang tahun berikutnya, para sahabat mengatakan, ”Wahai Rasulullah, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu?” Maka beliau menjawab, ”(Adapun sekarang), makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah. Pada tahun lalu masyarakat sedang mengalami paceklik sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.”(HR. Bukhari)

Jadi semakin jelas bahwa ‘illat kenapa Nabi SAW pada tahun sebelumnya melarang umat Islam menyimpan daging hewan udhiyah lebih dari tiga hari. Ternyata saat itu terjadi paceklik dan kelaparan dimana-mana. Beliau ingin para shahabat berbagi daging itu dengan orang-orang, maka beliau melarang mereka menyimpan daging, maksudnya agar daging-daging itu segera didistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan. 

Dan ini memang tugas seorang faqih meneliti itu semua, jadi memang seorang faqih itu bukan derajat sembarangan.

Fahwa Al-Khithob

Kalau kita ubek-ubek Al-Quran dan hadits, tidak akan kita temukan adanya larangan memukul orang tua. Tapi kenapa seluruh ulama sejagad raya ini malah mengharamkan, padahal sama sekali tidak ada larangannya yang tektual jelas baik dalam Al-Quran dan Sunnah.

Ulama mengenal dalam ushul istilah Fahwa Al-Khithob [فحوى الخطاب], yaitu meniliti kandungan dibalik teks syariah itu, baik itu larangan atau perintah. Ulama meneliti ‘illat (sebab) larangan dan sebab perintah yang termaktub dalam teks syariah itu.

Kemudian maka segala hal yang menjadi penyebab larangan atau perintah yang terkandung dalam teks yang sudah ada (termaktub) walaupun perkara itu tidak ada dalilnya, maka hukumnya mengikuti hukum yang ada dalilnya karena kesamaan sebab itu.

Memukul orang tua memang tidak ada dalil larangannya, tapi ada larang dalam Al-Quran yang berbunyi:

“Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia” (Al-Isra’ 23)

Dalam ayat ini tidak ada larangan memukul, tapi hanya ada larangan berkata kasar kepada orang tua. Namun dengan kecerdasan yang memang diberika oleh Allah kepada para ulama dan Ahli Fiqih, mereka berkesimpulan bahwa yang dilarang itu bukan urusan verbal atau tidak verbal, tapi yang dilarang dalam ayat itu ialah segala hal yang menyakiti. Karena sejatinya berkata “Ah” itu juga menyakiti.

Maka itu segala bentuk “Menyakiti” terhadap orang tua, baik itu verbal atau bukan dilarang. Ibarat kasarnya, “ngomong ahh aja dilarang, apalagi mukul!”. Ini masuk dalam golongan [مفهوم الموافقة] Mafhuum Al-Muwafaqoh, yang bagian dari jenis-jenis  Fahwa Al-Khithob [فحوى الخطاب].

Penutup

Jadi memang pekerjaan ulama, khususnya ahli fiqih bukan pekerjaan yang sembarang, seorang tidak bisa dikatakan ahli fiqih kalau hanya tahu satu dua hadits lalu berfatwa. Bukan!

Bukan seperti kebanyakan orang-orang yang sedang puber religi, yang tahu satu dua hadits lalu memaksa orang lain ikut bersamanya mengamalkan dan memfasiq-kan yang lain karena tidak ikut dengannya. Padahal belum tentu pemahamannya itu benar.

Maka itu, perlu diluruskan bahwa fiqih itu bukan cuma satu hadits dan satu ayat saja, yang kemudian keluar satu hukum dengan status “aneh”, karena memang dikeluarkan olah orang yang bukan ahlinya.

Jadi dalam meja seorang faqih itu bukan hanya satu dua hadits, tapi ada ratusan bahkan ribuan hadits yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti. Setelah mengumpulkan itu semua, mulailah seornag faqih memindai dengan dibarengi beberapa tinjauan seperti budaya dan sosial daerah setempat.

Tidak asal jeplak, hukum yang dikeluarkan oleh seorang faqih. Bukan hanya karena satu hadits lalu menjadi haram semua. Bukan juga karena tidak ada contohnya dari Nabi saw dan sahabat, semua menjadi bid’ah. Bukan sperti itu!

Jadi, bukan “kembali ke Al-Quran dan Sunnah” slogan yang harus dikampanyekan, tapi “Kembali ke Ulama” yang harus digalakkan. Karena kita tidak akan mungkin memahami Al-Quran dan Sunnah hanya mengandalkan otak kita dan diri ini yang penuh hawa nafsu serta kepentingan tanpa melihat bagaimana cara ulama memahaminya.

Wallahu A’lam

Bagikan via


Baca Lainnya :

Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 9.254 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.299 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 7.533 views
Edisi Tafsir: Wanita Baik Untuk Laki-Laki yang Baik
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 24 October 2013, 05:26 | 14.704 views
Tingkatan Fuqaha'
Isnan Ansory, Lc, MA | 21 October 2013, 13:17 | 4.035 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kalau Awam Boleh Ijtihad
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 September 2017, 08:03 | 1.466 views
Mampu atau Tidak Berkurban? Ini Standarnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2017, 06:31 | 1.486 views
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.929 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 4.243 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 5.740 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 7.611 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 4.349 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 3.755 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 5.235 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 7.241 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 11.166 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 4.516 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 4.363 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 5.859 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 11.346 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 5.623 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 5.190 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 7.560 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 10.286 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 7.670 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 4.434 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 13.248 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 7.493 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 8.573 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 5.711 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 4.807 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 6.551 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.877 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 40.212 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 5.003 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 11.842 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 5.375 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 5.432 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 4.365 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 6.154 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 7.167 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 4.664 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 4.036 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 4.459 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 4.710 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 5.215 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 4.319 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 6.974 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 6.694 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 5.170 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 3.505 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 4.818 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 3.929 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 6.454 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 4.299 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 4.568 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 4.247 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 5.592 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 3.823 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 4.467 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 6.226 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 3.578 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 5.171 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.992 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 5.659 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 4.287 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 10.515 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 6.668 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 4.925 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 6.066 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 6.105 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 10.173 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 7.533 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 4.986 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 5.041 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 7.629 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 10.299 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 6.080 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 4.842 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 5.168 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 6.766 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 4.928 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 5.409 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 7.305 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.833 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.748 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 5.662 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 4.872 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 6.626 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 5.888 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 4.535 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 4.047 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 15.314 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 8.694 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 5.028 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 7.228 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 4.576 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.767 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 5.330 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 4.878 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 5.837 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 5.426 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 7.228 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 5.571 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 4.794 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 3.982 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 7.933 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 4.632 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 4.578 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 4.827 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 6.719 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan