Mukaddimah: Sejarah Methodologis Fiqih (Part 1) | rumahfiqih.com

Mukaddimah: Sejarah Methodologis Fiqih (Part 1)

Sutomo Abu Nashr, Lc Sat 9 February 2013 10:51 | 4203 views

Bagikan via

Sebuah Pengenalan 

Ketika menulis “Mabahits Fi Ulum al Qur’an” Manna Al Qotton, Dosen di Ibn Saud University ini, mengawalinya dengan pembahasan tentang lahirnya ilmu tafsir beserta perkembangannya. Pembahasan ini adalah semacam pengantar bagi para pembaca sebelum masuk dalam materi inti Ushul Tafsir itu.

Begitu juga yang dilakukan oleh Dr. Mahmud Ath Tochhan ketika menulis “Taisir Mustholah Al Hadits”. Di bagian awal pembahasan, pembaca akan disuguhi beragam informasi seputar sejarah perkembangan ilmu hadits; kelahiran ilmu hadits, sekilas tentang ulama hadits, kitab-kitabnya, dan lain sebagainya.

Hal demikian mereka lakukan tidak lain adalah untuk memberikan gambaran umum tentang masing-masing disiplin ilmu itu sendiri. Selain itu, mengetahui proses lahir dan juga perkembangan sebuah disiplin ilmu hingga mencapai titik matangnya, akan mempermudah memahami detail-detail kandungan intinya. Hal itu akan mengurangi segudang penasaran yang mempertanyakan, misalnya; untuk apa materi ini dibahas disini? Apa kaitannya dengan tema pembahasan? Sebab, dalam beberapa kasus, didapati seorang santri yang belum juga sepenuhnya sadar untuk apa ia belajar Ushul Fiqh? Padahal ia sudah pernah selesai membaca atau bahkan mempelajari sebuah kitab Ushul Fiqh tertentu.

Dalam disiplin ilmu fiqih, kita juga akan mendapati hal yang sama. Memang, pada kebanyakan kitab-kitab matan fiqh yang ringkas kita tidak akan menemukan semacam pengantar seperti yang penulis maksud. Lihat saja misalnya matan Kanz Ad Daqoiq[1] dalam madzhab hanafy, matn Al Mursyid al Mu’in[2] dalam madzhab maliky, matn Ghoyah At Taqrib[3] dalam madzhab syafi’i, dan matn Umdah Al Fiqh[4] dalam madzhab hambaly. Dalam memulai penulisan, biasanya mereka selalu langsung memulainya dengan Kitab Thoharoh. Tanpa sebuah pengantarpun. Hal ini bisa dimaklumi karena memang kitab-kitab matan tersebut bukanlah karya-karya tentang sejarah melainkan kitab-kitab fiqih.

Hal diatas tentu tidak dimaksudkan bahwa para ulama pendahulu kita telah melupakan penulisan sejarah atau latar belakang sebuah disiplin ilmu. Sebagian dari mereka memang telah membahasnya. Namun pembahasan mereka masih terlalu ijmali (global) dan belum bisa memenuhi kebutuhan. Dalam karya monumentalnya –Muqoddimah-, sejarawan besar Ibn Khaldun telah menghususkan BAB VI (enam) untuk membicarakan Ilmu dan klasifikasinya, pengajaran; metodologi dan ragamnya, dan berbagai macam kondisi yang akan muncul mengiringi proses transformasi ilmu itu. Dalam bab ini, beliau membahas secara khusus tentang fiqih dan disusul Faraidh dalam Pasal ke-7[5].

Sedangkan dalam beberapa karya fiqih kontemporer, bisa kita dapati para penulis yang memulainya dengan sebuah pengantar yang terkait dengan fiqih. Lihat misalnya bukunya Dr. Wahbah Zuhaily; Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu dalam ilmu fiqh dan Ushul Fiqh Al Islami, atau Al Wajiz dalam ilmu Ushul Fiqh. Hanya saja, pengantar yang beliau berikan tentu terlalu ringkas untuk menggambarkan semua latar belakang atau proses ‘sebuah’ bangunan fiqh yang besar itu terbentuk.      

Dalam analisa penulis, barangkali yang demikian itulah salah satu alasan munculnya buku-buku tentang sejarah fiqih atau tarikh tasyri. Bahkan boleh dibilang tarikh tasyri sudah menjadi cabang disiplin ilmu tersendiri. Selain telah menjadi mata kuliah dengan jumlah sekian SKS di beberapa fakultas syariah, buku-buku berikut[6] (bisa diakses melalui koleksi Rumah Fiqih Libary) bisa menjadi penjelasan nyata adanya disiplin ilmu tersebut; Tarikh Tasyri’ Islami oleh Khudory Bek, Nadhroh ‘Ammah fi Tarikh al Fiqh Al Islami oleh Dr. Ali Hasan Abdul Qodir, Tarikh al Fiqh Al Islami oleh Syaikh Al Sayis, Tarikh al Fiqh al Islami oleh Dr. Muhammad Yusuf Musa, Tarikh Tasyri Islami oleh Syaikh Abdul ‘Adzim Syarofuddin. Bahkan Fadhilah Al Ustadz Muhammad Abu Zahroh telah menulis sejumlah kitab dalam topik ini secara tematik. Sebut saja misalnya buku beliau Tarikh Al Madzahib Al Islamiyah, kemudian serial buku-bukunya tentang para fuqoha­ yang judul-judulnya; Zaid ibn Ali, Abu Hanifah, Imam Malik, As Syafi’i, Ahmad, Ibn Hazm, dan Ibn Taimiyah.

Dalam beberapa judul diatas, bisa kita dapati bahwa para fuqoha kntemporer itu berbeda-beda dalam memberikan nama terhadap disiplin ilmu ini. Ada yang menyebutnya dengan Tarikh Tasyri’, dan ada pula yang menyebutnya dengan Tarikh Fiqh Islami. Dr. Umar Sulaiman Al Asyqor, lebih memilih istilah yang kedua. Menurut beliau, istilah Tarikh Tasyri kurang tepat untuk menggambarkan disiplin ilmu tersebut. Setidaknya ada dua alasan yang beliau ajukan mengapa beliau memilih istilah yang kedua.

Pertama, proses tasyri sudah selesai semenjak wafatnya Rasulullah SAW. Sedangkan materi pembahasan dalam disiplin ilmu tersebut tidaklah terbatas pada masa turunnya wahyu saja. Namun bahkan akan memanjang hingga ratusan dan ribuan tahun berikutnya sampai zaman kita hari ini.

Kedua, dengan memakai istilah Tasyri, seolah-olah kita mengamini teori para orientalis yang mengatakan bahwa Tasyri belum berhenti. Roda Tasyri’ masih terus berputar. Dimana arah putarannya akan selalu menyesuaikan perkembangan zaman. Sehingga, syariat yang turun di zaman nabi yang mungkin saja sudah tidak cocok lagi dengan zaman sekarang, perlu diamandemen atau paling tidak harus ada interpretasi ulang atas teks yang turun di zaman onta itu. Itulah Tasyri’ dalam kacamata orientalis. Sehingga Tarikh Tasyri’ menurut perspektif ini adalah sejarah perubahan hukum syariat sesuai selera zaman[8].

Sebenarnya, perubahan sebuah hukum sesuai selera zaman, tempat, dan keadaan bukanlah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Karena syariah ini, disamping memiliki karakteristik yang tsawabit (tetap dan permanen), ia juga memiliki sisi-sisi yang berkarakteristik mutaghoyirot (fleksible). Sisi mutaghoyirot inilah yang perkembangan dan perubahannya bisa dibaca dalam tarikh. Namun perubahan itu bukanlah proses tasyri’ sebagaimana dipahami oleh orientalis.

Bagikan via


Baca Lainnya :

Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah, Seberapa Penting?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 8 February 2013, 10:17 | 35.821 views
Masa Iddah, Istri Masih Berhak Dinafkahi?
Aini Aryani, Lc | 7 February 2013, 09:01 | 4.454 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 6.537 views
Edisi Tafsir: Pornografi dan Pornoaksi dalam Penjelasan al-Quran
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 10 January 2013, 18:28 | 4.892 views
Seri Kitab Kuning (Part 1): Matan Abi Syuja'
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 January 2013, 20:03 | 7.463 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Fiqih dan Sastra
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 December 2016, 01:01 | 820 views
Ijtihad Unik dalam Fiqih Puasa Madzhab Zahiri
Sutomo Abu Nashr, Lc | 21 June 2015, 13:59 | 4.478 views
Fiqih dan Hadits 2
Sutomo Abu Nashr, Lc | 15 March 2015, 05:33 | 3.286 views
Fiqih dan Hadits 1
Sutomo Abu Nashr, Lc | 14 March 2015, 07:07 | 3.555 views
Piye Kabare, enak jamanku tho ?
Sutomo Abu Nashr, Lc | 16 December 2014, 07:46 | 4.953 views
Fiqih dan Syariah (2)
Sutomo Abu Nashr, Lc | 13 December 2014, 06:06 | 3.141 views
Fiqih dan Syariah (1)
Sutomo Abu Nashr, Lc | 13 December 2014, 06:06 | 7.380 views
Menulis Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 6 September 2014, 06:18 | 3.795 views
Mata Yang Lapar
Sutomo Abu Nashr, Lc | 4 September 2014, 03:33 | 4.202 views
Peran Bani Qudamah dalam Khazanah Turats Fiqih Hanbali
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 September 2014, 03:33 | 3.627 views
Turats Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 7 March 2014, 07:03 | 4.280 views
La Adri, Fiqih sebelum Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 6 February 2014, 03:41 | 4.144 views
Fiqih dan Tafsir
Sutomo Abu Nashr, Lc | 2 February 2014, 04:12 | 3.923 views
Fiqih Emansipasi
Sutomo Abu Nashr, Lc | 26 April 2013, 11:21 | 4.751 views
Taman Fiqih
Sutomo Abu Nashr, Lc | 14 April 2013, 07:47 | 4.212 views
Menyikapi Fatwa Para Ulama
Sutomo Abu Nashr, Lc | 8 April 2013, 06:46 | 4.445 views
Kitab Kuning Kita
Sutomo Abu Nashr, Lc | 23 February 2013, 17:49 | 5.098 views
Masa Kecil Imam Syafi'i di Suku Hudzail
Sutomo Abu Nashr, Lc | 16 February 2013, 00:00 | 7.607 views
Mukaddimah: Sejarah Methodologis Fiqih (Part 1)
Sutomo Abu Nashr, Lc | 9 February 2013, 10:51 | 4.203 views
Seri Kitab Kuning (Part 1): Matan Abi Syuja'
Sutomo Abu Nashr, Lc | 3 January 2013, 20:03 | 7.463 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Galih Maulana, Lc10 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan