Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah? | rumahfiqih.com

Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?

Ahmad Zarkasih, Lc Thu 21 November 2013 05:56 | 5971 views

Bagikan via

Kalau kita membuka kitab hadits (saja), kita akan menemukan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibn Umar ra yang mengatakan bahwa mayit diadzab:

 الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

“Mayyit itu diazdab dengan tangisan keluarganya”

Dan status hadits ini ialah hadits shahih, diriwayatkan oleh Syaikhoni (2 Imam Hadits); Imam Al-Bukhori dalam Kitab shahihnya (no. 3681) dan juga Imam Muslim dalam kitab shahihnya pula (no. 1546).

Jadi kalau status hadits ini sudah tidak ada yang meragukan lagi ke-shahih-annya. Bahkan Imam Bukhori tidak menyebutkan hadits ini hanya sekali, hampir lebih dari 2 kali hadits ini terekam oleh beliau. Termasuk Imam Muslim yang menybutkan hadits ini lebih dari 4 kali dalam kitab shahihnya.

Kalau hanya memakai hadits ini satu-satunya, hukumnya sudah jelas, bahwa menangisi mayit itu sebuah keharaman dan berdosa. Karena sesuatu yang menimbulkan adzab itu pasti terlarang syariah. Jadi haram hukumnya menangisi mayit ketika meninggal atau bahwa sudah lama meninggal. Ingat! Itu kalau hanya memakai hadits ini.    

Lalu Apa Dosa Mayit Sehingga Diadzab Hanya Karena Ditangisi?

Ini yang menjadi pertanyaan, apakah benar mayit diazdab hanya karena ditangisi oleh keluarganya yang merasa sedih karena kepergiannya? Bukankah menangis dan tertawa itu hal yang wajar dari seorang manusia yang punya perasaan?

Padahal mayit tidak berbuat apa-apa, lalu kenapa diadzab dengan sesuatu yang tidak pernah ia perbuat?

Kalau demikian adanya, apakah masuk akal jika dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw menjadi sumber adzab bagi sahabat Utsman bin Madz’un, karena beliau saw menangis ketika mencium jenazah Utsman bin Madz’un ­–Na’udzubillah-.

Bahkan saking derasnya tangisan Nabi saw, air matanya sampai mangalir di pipi beliau dan menetes sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud (no. 2750) dari istri beliau, Sayyidah ‘Aisyah. Loh kalau begitu Nabi saw berbuat dosa dong? Bagaimana bisa?

Dan kalau memang begitu adanya, bahwa mayit itu diadzab karena tangisan kaluarga. Kalau begitu, apakah masuk akal kalau kita katakana bahwa Nabi juga diadzab di kuburnya –Na’udzubillah-.   

Karena ketika Nabi saw meninggal dunia, Abu Bakr menangis ketika mencium jenazah beliau saw, sebagaimana hadits sayyidah ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori dalam shahihnya (no. 1165).

Apa mungkin seperti itu?

Tapi nyatanya dalam fiqih, tidak ada satu madzhab pun dari 4 madzhab fiqih yang masyhur yang mengatakan bahwa menangis atas meninggalnya seseorang bukanlah sesuatu yang diharamkan. Bersuara atau tidak bersuara dalam tangisnya tetaplah tidak diharamkan. (Al-Musu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah 8/172)

Karena bagaimanapun, ini bertentangan dengan kaidah umum bahwa orang tidak akan menanggung dosa orang lain. Orang muslim menanggung dosanya sendiri, tidak orang lain, kecuali jika memang ia punya peran atas maksiat yang dilakukan orang lain itu.

Firmah Allah swt:

وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

“Seorang yang berdosa tidak akan menanggung dosa orang lain” (Al-An’am 164)

Atas dasar ayat ini juga ‘Aisyah ra membantah keras bahwa mayit diadzab karena tangisan orang hidup. Bahkan beliau berani bersumpah bahwa Nabi saw tidak pernah mengatakan itu, sebagaimana terekam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori dan Imam Muslim.

فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَلَمَّا مَاتَ عُمَرُ ذَكَرْتُ ذَلِكَ لِعَائِشَةَ فَقَالَتْ يَرْحَمُ اللَّهُ عُمَرَ لَا وَاللَّهِ مَا حَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يُعَذِّبُ الْمُؤْمِنَ بِبُكَاءِ أَحَدٍ وَلَكِنْ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَزِيدُ الْكَافِرَ عَذَابًا بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ قَالَ وَقَالَتْ عَائِشَةُ حَسْبُكُمْ الْقُرْآنُ { وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى }

Ibnu Abbas berkata: “ketika Umar bin Khoththob meninggal dunia, aku katakan hadits ini (mayit diadzab karena tangisan keluarganya) kepada ‘Aisyah, kemudia ia berkata: ‘semoga Allah merahmati Umar. Demi Allah, Rasul saw tidak pernah mengatakan mayit diadzab karena tangisan keluarganya, akan tetapi beliau saw mengatakan: ‘seorang Kafir ditambah adzabnya karena tangisan keluarganya’, cukuplah bagimu ayat “Seorang yang berdosa tidak akan menanggung dosa orang lain” (Al-An’am 164)’.” (HR Muslim no. 1544, HR Al-Bukhari no. 1206)

Orang yang terdekat dengan Nabi saw saja berani bersumpah bahwa beliau tidak pernah mengatakan demikian. Sayyidah ‘Aisyah melihat bahwa Rasul saw tidak mungkin mengatakan sesuatu yang menyelisih ayat yang sudah Qoth’iy. Karena itu juga beliau berani bersumpah.

Terlebih lagi bahwa tangisan dan tertawa adalah sesuatu yang memang Allah anigerahkan untuk manusia, dan itu adalah hal yang wajar. Wajar manusia tertawa bila senang, dan wajar manusia menangis jika ia sedih.

Untuk Orang Kafir

Kalau melihat bantahan yang dijelaskan oleh sayyidah ‘Aisyah di atas, kesimpulan yang bisa diambil ialah bahwa yang diadzab oleh Allah swt karena tangisan keluarganya ialah mayitnya orang non-muslim, mayitnya Kafir.

Kemudian ini nuga dikuatkan oleh riwayat Imam Al-Turmudzi dalam kitab sunannya, beliau meriwayatkan perkataan sayyidah ‘Aisyah:

إِنَّمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ مَاتَ يَهُودِيًّا إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ وَإِنَّ أَهْلَهُ لَيَبْكُونَ عَلَيْهِ

“sesungguhnya Nabi saw berkata kepada seseorang yang meninggal dalam keadaan yahudi, sesungguhnya mayit orang yahudi ini diazab, dan kemudian menangisi itu” (HR Turmudzi no. 925)

Tidak Menjawab Persoalan

Akan tetapi, perkataan sayyidah ‘Aisyah juga tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang selama ini kita gantungkan, bahwa benarkah mayit muslim diadzab karena tangisan keluarganya yang hidup.

Karen bagaimanapun orang yang meninggal dalam keadaan tidak Islam, entah itu ia meninggal dalam keadaan Nasrani, Yahudi atau agama lainnya, sudah pasti diazdab. Dan mereka diadzab bukan karena tangisan keluragnya, tapi mereka semua diadzab karena kekafiran mereka.

Ditangisi atau tidak, orang yang meninggal dalam keadaan kafir, pasti diadzab. Dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan tangisan, ini yang dijelaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitabnya Ihktlaaf Al-Hadits [اختلاف الحديث], yang memang berisi penjelasan atas hadits-hadits yang saling berselisih makna dengan hadits atau ayat lain.

Walaupun dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa orang kafir ditambah adzabnya karena tangisan keluarga, akan tetapi maknanya jelas bahwa ia diadzab bukan karena tangisannya, tapi karena kafir-nya itu. Dan tangisannya menambah adzab yang diserita. (Ihktilaaf Al-Hadits 8/648)

Begitu juga Imam Ibnu Qutaibah Al-Dinawari dalam kitabnya Ta’wiil Mukhtalaf Al-Hadits [تأويل مختلف الحديث], beliau juga mengatakan bahwa yang namanya orang kafir sudah jelas, bagaimanapun meninggalnya, apapun yang terjadi setelah ia meninggal, ia akan diadzab, dan itu pasti. Ditangisi atau tidak, yang namanya kafir pasti terkena adzab. (Ta’wiil Mukhtalaf Al-Hadits 362)

Artinya bahwa memang masih belum terjawab, apakah benar seorang mayit diadzab karena tangisan keluarganya yang hidup?

Wasiat Menangis, Kebiasaan Orang Jahiliyah

Nah, itu tadi kalau memang kita hanya kembali ke hadits saja, tidak menoleh kepada para ulama Fiqih, apaka kata mereka semua tentang masalah ini. Dan harus diketahui juga bahwa Ahli Hadits bukanlah Ahli Fiqih.

Masalah hukum, kembalinya ke ulama fiqih bukan ulama hadits, karena masing-masing mempunyai jobdesk yang berbeda. Hadits demikian, tapi ulama fiqih bisa punya pendapat yang berbeda. Karena ulama fiqih tidak berhukum hanya dengan satu hadits atau satu ayat.

Di atas meja seorang faqih berserakan puluhan bahkan ratusan ayat dan hadits ketika beliau memulai memindai sebuah hukum dari teks-teks syariah. Dan bukan hanya bersandar dari satu hadits saja kemudian beliau berfatwa. Bukan seperti itu.

Kalau kita membuka kitab0kitab Fiqih dalam perkara ini, kita akan mendapati bahwa tidak ada satu madzhab pun yang mengatakan bahwa menangis atas kematian seorang kerabat atau salah satu keluarga bukanlah sesuatu yang diharamkan.

Sedangkan hadits di atas yang secara tekstual mengatakan bahwa mayit diadzab karena tangisan orang yang hidup, itu dikatakan oleh Nabi saw karena melihat bahwa ada kebiasaan orang saat itu yang mewasiatkan kepada keluarga dan kerabatnya untuk menangisinya ketika ia meninggal.

Ini kebiasaan Arab Jahiliyah yang memang suka sekali dengan kebanggaan dan pamer di depan kabilah yang lain bahkan sampai ia meninggal dunia, masih saja ingin dipuja dan dipuji. Karena itu banyak dari mereka yang mewasiatkan untuk ditangisi, agar nantinya orang yang melihat orang yang menangis itu menganggap bahwa si mayit yang ditangisi itu memang orang yang dicintai dan diagungkan, sehingga meninggalnya menjadi sebuah kesedihan yang sangat bagi mereka keluargnya atau kerabatnya.

Jadi mayit yang diadzab karena tangisan keluarganya itu ialah mayit yang memberikan wasiat, mayit yang meminta ditangisi dan kemudian ditangisi. Karena itu ia diadzab dan yang menangisi pun berdosa karena telah berskongkol dalam sebuah kemaksiatan.

Ini yang dijelaskan oleh para Fuqoha’ 4 madzhab fiqih yang mayhur dalam kitab-kitab mereka. Seperti Imam Ibnu Nujaim dari Hanafiyah dalam kitabnya Al-Bahru Al-Raaiq [البحر الرائق] (2/207), dan juga Imam Muhammad bin Yusuf Al-‘Abdari dari Malikiyah dalam kitabnya Al-Taaj wa Al-Ikliil [التاج والإكليل] (3/78), juga Imam An-Nawawi dari Syafiiyah dalam kitabnya Al-Majmu’ [المجموع] (5/308), serta Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi dari Hanabilah dalam kitabnya Al-Mughni [المغني] (2/408).

Jadi mayit yang diadzab itu mayit yang ketika hidupnya mewasiatkan untuk ditangisi, sedangkan jika ia tidak mewasiatkan apa-apa ya tidak diadzab. Karena bagaimanapun manusia itu punya perasaan sedih dan memang itu yang Allah swt berikan kepada mereka sebagai tabiatnya, bisa senang bisa sedih.

Wallahu A’lam.    

Bagikan via


Baca Lainnya :

Pilih Mana: Ahli Syariah atau Ahli Ibadah?
Aini Aryani, Lc | 19 November 2013, 12:43 | 4.667 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 6.009 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 10.068 views
Lahir Sebelum Enam Bulan Usia Pernikahan, Bagaimanakah Perwaliannya?
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 29 October 2013, 06:24 | 9.150 views
Madzhab Ustadz
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA | 26 October 2013, 13:02 | 5.238 views

more...

Semua Tulisan Penulis :
Kalau Awam Boleh Ijtihad
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 September 2017, 08:03 | 1.269 views
Mampu atau Tidak Berkurban? Ini Standarnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2017, 06:31 | 1.367 views
Lebih Utama Tidak Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 December 2016, 17:36 | 1.822 views
Wajah Santun Dakwah Nabi Muhammad
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2016, 10:45 | 4.131 views
Kalau Ada Pertanyaan 'Mana Dalil?'
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 January 2016, 06:01 | 5.566 views
Dilema 'Mujtahid' Kekinian
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 January 2016, 06:56 | 7.504 views
Muslim itu Yang Baik Sosialnya, Bukan Hanya Yang Rajin Ibadah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2015, 06:28 | 4.244 views
Nabi SAW Tidak Anti Kepada Non-Muslim
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 November 2015, 05:26 | 3.616 views
Belajar Fiqih itu Santai
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2015, 07:51 | 5.109 views
Berguru Kepada Mesin Pencari Gugel
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 March 2015, 22:42 | 7.095 views
Ternyata, Shalat Wajib Hanya Satu!
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 March 2015, 10:01 | 11.054 views
Banci Jadi Imam, Boleh?
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 March 2015, 12:47 | 4.409 views
Bersiwak di Masjid Hukumnya Makruh
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 February 2015, 20:30 | 4.266 views
Mana Yang Boleh dan Tidak Boleh Berbeda
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2015, 06:36 | 5.734 views
Nabi Tidak Mengerjakan, Berarti Itu Haram?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2015, 06:31 | 11.203 views
Shalat Zuhur Setelah Shalat Jumat
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 January 2015, 14:02 | 5.527 views
Satu Kampung Hanya Boleh Ada Satu Jumat, Begitukah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 9 January 2015, 08:37 | 5.075 views
Tidak Tahu Sok Tahu, Tahu Tapi Belagu
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 November 2014, 10:24 | 7.438 views
Shalat untuk Menghormati Waktu, Apa dan Bagaimana?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 October 2014, 08:36 | 10.148 views
Kufu', Syarat Sah Nikah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 August 2014, 11:20 | 7.579 views
Kawin Paksa, Masih Zaman?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 August 2014, 04:53 | 4.332 views
Puasa Syawal Hukumnya Makruh, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 July 2014, 22:32 | 13.112 views
Kenapa Sahabat Melakukan Dosa, Padahal Mereka Generasi Terbaik?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2014, 05:40 | 7.397 views
Miskin Ilmu Jago Ngambek
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2014, 08:02 | 8.466 views
Apakah Kita Cinta Nabi?
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 June 2014, 08:21 | 5.599 views
Semangat Ramadhan Harus Dengan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2014, 06:24 | 4.737 views
Niat Berbuat Buruk Tidak Terhitung Dosa, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 June 2014, 09:47 | 6.456 views
Merubah Kelamin, Bagaimana Jatah Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 5 June 2014, 08:27 | 3.781 views
Jual Beli Kucing, Haramkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 June 2014, 06:20 | 40.078 views
Kanibalisasi Madzhab
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 May 2014, 09:31 | 4.904 views
Mau Ikut Nabi apa Ikut Ulama?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 May 2014, 20:00 | 11.716 views
Tarjih Antara 2 Hadits Yang Bertentangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 May 2014, 21:40 | 5.261 views
Lawan Tapi Mesra
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 April 2014, 12:48 | 5.339 views
Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Baqir
Ahmad Zarkasih, Lc | 1 April 2014, 09:01 | 4.283 views
Professor Harfu Jarr
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 March 2014, 21:58 | 6.056 views
Madzhab Fiqih Zaidiyah
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2014, 21:37 | 7.073 views
Imam Malik, Hadits Mursal dan Amal Ahli Madinah
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 March 2014, 06:31 | 4.583 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 4)
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 March 2014, 07:02 | 3.955 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 3)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 March 2014, 05:09 | 4.370 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 March 2014, 06:14 | 4.602 views
Mengenal Madzhab-Madzhab Fiqih (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 March 2014, 07:59 | 5.112 views
Pendapat Awam Tidak Masuk Hitungan
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 March 2014, 05:51 | 4.226 views
Bukan Mujtahid Kok Mentarjih?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 March 2014, 06:40 | 6.890 views
Mau Jadi Kritikus Madzhab Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 February 2014, 09:19 | 6.592 views
Jama' Sholat Tanpa Udzur, Bolehkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 February 2014, 06:11 | 5.089 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 February 2014, 09:24 | 3.416 views
Gono-Gini Antara Syariah dan Hukum Adat (Bag. 1)
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2014, 08:33 | 4.740 views
Lumbung Tanpa Padi
Ahmad Zarkasih, Lc | 15 February 2014, 05:52 | 3.858 views
Ijtihadnya Orang Awam
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 February 2014, 06:59 | 6.364 views
Membangun Keluarga Ahli Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 February 2014, 06:31 | 4.196 views
Hukum Yang Punya Sebab
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 February 2014, 06:45 | 4.453 views
Ulama Juga Harus Mengerti Sains
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 February 2014, 06:19 | 4.142 views
Beda Level Penyanyi dan Suka Menyanyi
Ahmad Zarkasih, Lc | 31 January 2014, 06:18 | 5.488 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi (bag. 2)
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 January 2014, 08:27 | 3.723 views
KHI : Kitab Suci Beraroma Kontroversi
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2014, 11:45 | 4.375 views
Belajar Bijak dalam Berbeda dari Ulama Salaf
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 January 2014, 18:21 | 6.125 views
Meninggal Bersama dalam Kecelakaan, Bagaimana Pembagian Warisnya?
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 January 2014, 16:25 | 3.486 views
Kenapa Calo Dilarang, dan Agen Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 2 January 2014, 05:01 | 5.076 views
Sepatu Yang Terbuat Dari Kulit Babi
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 December 2013, 19:18 | 7.877 views
Bolehkah Muslim Masuk Gereja atau Tempat Ibadah Agama Lain?
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 December 2013, 05:03 | 5.527 views
Pendapatku Benar Tapi Bisa Jadi Salah
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 December 2013, 06:44 | 4.196 views
Adakah Qadha' Sholat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 14 December 2013, 05:36 | 10.419 views
Belajar Taqlid dari Ibnu Qudamah
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 December 2013, 12:56 | 6.574 views
Fiqih Dulu dan Sekarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 November 2013, 18:42 | 4.827 views
Mayit Diadzab Karena Tangisan Keluarganya, Benarkah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 21 November 2013, 05:56 | 5.971 views
Menantang Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 12 November 2013, 08:44 | 6.009 views
Ilmu Fiqih Bukan Ilmu Sembarang
Ahmad Zarkasih, Lc | 7 November 2013, 16:54 | 10.068 views
Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Ahmad Zarkasih, Lc | 25 October 2013, 18:23 | 7.438 views
Nikah Punya Banyak Hukum
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 October 2013, 06:59 | 4.901 views
Jasa Penghulu Nikah Sirri
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 October 2013, 15:09 | 4.965 views
Titip Doa
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 September 2013, 14:56 | 7.525 views
Mengkritisi Slogan Kembali ke Al-Quran dan Sunnah
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 September 2013, 14:03 | 10.195 views
Tidak Bersedih Dengan Kematian Ulama Berarti Munafiq?
Ahmad Zarkasih, Lc | 16 September 2013, 10:10 | 5.976 views
Fatwa, Apakah Wajib Ditaati?
Ahmad Zarkasih, Lc | 6 September 2013, 09:22 | 4.758 views
Korupsi Bukan Pencurian, Tak Usah Potong Tangan
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 September 2013, 08:05 | 5.053 views
Hukum Mengambil Upah Dakwah
Ahmad Zarkasih, Lc | 29 August 2013, 15:42 | 6.667 views
Sholat Jumat Tapi Tidak Mendengarkan Khutbah
Ahmad Zarkasih, Lc | 23 August 2013, 08:52 | 4.813 views
Syubhat Bukan Haram
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 August 2013, 05:50 | 5.317 views
Haruskah Beri'tikaf dan Begadang di Malam Lailatul-Qodr
Ahmad Zarkasih, Lc | 30 July 2013, 03:43 | 7.224 views
Al-Tanaazul (Turun Tahta) Dalam Kajian Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 27 July 2013, 06:31 | 3.747 views
Hak Cipta Dalam Pandangan Syariah
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 July 2013, 08:49 | 5.648 views
Makna Jauf (Rongga) Dalam Pengertian Fiqih Puasa
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 July 2013, 10:19 | 5.573 views
Apakah Ada Istilah "Tajil" Dalam Syariah?
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 July 2013, 05:36 | 4.748 views
Tarawih 4 Rokaat 1 Salam, Boleh atau Tidak?
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 July 2013, 14:29 | 6.517 views
Setan Dibelenggu, Kenapa Masih Ada Yang Maksiat?
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 July 2013, 14:20 | 5.800 views
Yang Boleh Tidak Berpuasa Ramadhan
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:37 | 4.430 views
Siapa Yang Wajib Puasa Ramadhan?
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 July 2013, 16:22 | 3.954 views
Dilema Punuk Unta
Ahmad Zarkasih, Lc | 3 July 2013, 05:40 | 15.208 views
Menyematkan Nama Suami di Belakang Nama Istri
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 June 2013, 13:47 | 8.571 views
Almarhum Bukan Gelar
Ahmad Zarkasih, Lc | 19 June 2013, 05:22 | 4.957 views
Teka-Teki Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 11 June 2013, 08:04 | 7.134 views
Ustadz Anonim di Medsoc
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 June 2013, 06:09 | 4.471 views
Keanehan Hukum Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 May 2013, 19:12 | 5.668 views
Dokter dan Apoteker
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 May 2013, 09:30 | 5.219 views
Siapa Salah, Siapa Kena Getahnya
Ahmad Zarkasih, Lc | 20 May 2013, 20:45 | 4.787 views
Matang Sebelum Waktunya
Ahmad Zarkasih, Lc | 18 May 2013, 11:47 | 5.743 views
Masjid Kok Dikunci?
Ahmad Zarkasih, Lc | 28 April 2013, 01:44 | 5.322 views
Buku Fiqih Yang Tidak Fiqih
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 April 2013, 06:41 | 7.120 views
Galaunya Para Ulama
Ahmad Zarkasih, Lc | 13 April 2013, 17:40 | 5.457 views
Pengkhianat Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 4 April 2013, 05:00 | 4.705 views
Menulis, Proses Penyelamatan Ilmu
Ahmad Zarkasih, Lc | 26 March 2013, 16:44 | 3.887 views
Hukum Beli Barang Black Market
Ahmad Zarkasih, Lc | 8 March 2013, 07:00 | 7.849 views
Meng-kecil-kan yang Kecil, Mem-BESAR-kan yang Besar
Ahmad Zarkasih, Lc | 22 February 2013, 05:53 | 4.529 views
Ulama Pesanan
Ahmad Zarkasih, Lc | 17 February 2013, 08:01 | 4.495 views
Keistimewaan Ilmu Faraidh
Ahmad Zarkasih, Lc | 10 February 2013, 10:31 | 4.726 views
Ulama-ulama Bujang
Ahmad Zarkasih, Lc | 24 January 2013, 06:03 | 6.634 views
PENULIS :
Ahmad Zarkasih, Lc106 tulisan
Muhammad Saiyid Mahadhir, Lc, MA57 tulisan
Hanif Luthfi, Lc., MA52 tulisan
Ahmad Sarwat, Lc., MA46 tulisan
Isnan Ansory, Lc, MA26 tulisan
Sutomo Abu Nashr, Lc20 tulisan
Aini Aryani, Lc19 tulisan
Galih Maulana, Lc14 tulisan
Ali Shodiqin, Lc13 tulisan
Muhammad Abdul Wahab, Lc11 tulisan
Firman Arifandi, Lc., MA11 tulisan
Muhammad Ajib, Lc., MA9 tulisan
Isnawati, Lc8 tulisan
Siti Chozanah, Lc6 tulisan
Tajun Nashr, Lc6 tulisan
Faisal Reza4 tulisan
Ridwan Hakim, Lc2 tulisan
Muhammad Aqil Haidar, Lc1 tulisan
Muhammad Amrozi, Lc1 tulisan